Latest Entries »

Review: Yowis Ben (2018)

Konbanwa, minna-san.

Tulisan ini sudah lama saya tulis, jauh sebelum saya keterima kerja, jauh sebelum saya ke Vietnam. Sayang kalo ga di upload, so cekiceki.

selamat malam para pembaca yang budiman.
sudah sebulan lamanya gue ga buka-buka blog. banyak yang terlewati.
Bahkan tulisan Winter Olympic kemaren aja masih digantung gegara sibuk ngejar tanda tangan Tony Stark (sebutan kita-kita buat dekan ganteng yang meski berumur tapi ga bikin gue berhenti senyam senyum sendiri, dan lebih menantikan salaman sama dekan sendiri daripada rektor saat wisuda)

“kapan lagi yekan pegang tangan Tony Stark”

Rehat sejenak dari ngurus teteq dan bengeq nya kampus, saya pun berniat menonton film Yowis Ben. Nonton film ini pengennya udah dari akhir Februari kemaren. Tapi karena salah bioskop; yang awalnya ngira di TSM dan ternyata malah diputer di Trans Mart Buah Batu, jadi aja bubar dan baru kesampean tadi, sebelum berangkat ke Bandara bakal nganter pulang si boski. Nontonnya berdua sama si adek. Bukan di bioskop biasa, karena di Tangerang pun film ini cuma diputer di dua tempat.

Dan sialnya dapet bioskop mahal. Yaudah deh ya, sekalian beli oleh-oleh akhirnya ngeluarin setengah isi dompet sekalian bayarin si kacrut.

Kali ini saya akan mengulas film yang kayaknya belum saya baca review nya di internet. Daripada ngereview, lebih kepada curhat sih. Karena pengen nonton film nya yang 80% memakai logat jawa timuran, maka sekaliber TangCity juga dijabanin.

Tau kan Tyas kalo udah curhat isinya sampah doang? Curhatnya doang sih, filmnya mah bagus.

Sooo cekidot.

Yowis Ben (2018)
dv4fokbvmaaavoq

View full article »

Review: Love, Simon (2018)

minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya setelah dinas satu hari Bandung – Surabaya yang (ternyata) bikin sakit seluruh badan, dan akhirnya loyo buat kerja di hari berikutnya. Memang yang namanya umur gak akan bohong. Berani aja bilang mau ambil kelas ice skating, disuruh duduk di pesawat PP Surabaya – Bandung aja langsung pegel linu nyeri keseleo.

Pulangnya, saya langsung beli capcay satu setengah porsi, karena nyatanya saya ngga nafsu makan selama di Surabaya meski duit perjalanan dinas berlimpah dan Pizza Hut berjejer, apalagi review-review kuliner lontong balap bikin liur netes. Tapi nyatanya Surabaya panas sangat, sampai-sampai nafsu makan ilang tau kemana, yang berujung minumin air atau ga es teh dingin (es teh ya dingin lah begok)

Sembari menyantap capcay (yang akhirnya bisa) dibeli dekat kosan, saya pun akhirnya memilih satu film untuk menemani. Film ini, saya download karena pemerannya adalah Nick Robinson.

66142fe4dcfd89390e7b4e9d448d7dc4

Kenal? Beliau adalah aktor yang (mungkin) kita kenal melalui film Jurassic World yang mana sekuelnya baru saja saya bahas kemarin. Berbekal hal ini, saya pun akhirnya mendownload dan hendak menonton film ini. Namun sebelumya, dibaca dulu sinopsisnya. Dan ternyata, ini adalah sebuah film Boys Love yang mengisahkan seorang remaja laki-laki mengenai seksualitas nya.

Dari sini, saya ingin membahas lebih lanjut mengenai isi filmnya.

Love, Simon (2018)

snisqvpmlu4lpjvtohpdotxa7eh

View full article »

minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya sudah 3 hari bekerja pasca libur lebaran, dan masih ditinggal mudik tukang warteg. Setelah 4 hari di rumah–iya soalnya sisa 6 hari plus-plus kemarinnya dipake udar ador tydac caruan (kata gue mah) yang bikin ini anak melahap apapun yang ada di rumah setibanya di Tangerang, karena ngga mau kelewat sedikitpun loving moment nya dengan makanan-makanan di rumahnya tercinta.

Dengan kata lain berat badan naik drastis.

Well, bodo amat. Toh ketika kembali lagi ke kost-an, saya akan merana karena makanan hanya bisa ditemukan di luar kamar, bukan sebaliknya.

Oke, sekian cerita mengenai saya dan berat badan (yang sering nya gue masa-bodo-in). Namun sebelum itu, izinkan saya curhat (lagi). Akhir-akhir ini, saya jadi (ingin) banyak mereview. Apapun. Bahkan sampai makan sate kambing pinggir jalan pun, otak saya penuh dengan ulasan-ulasan mengenai daging si kambing yang naas nya mati muda tersebut.

th_116_
’emang, elo kan hidupnya nyinyir bae’

Kali ini, saya kandou sekali dengan film yang baru saja beres ditonton karena ngga sengaja (ngga sengaja, tapi pas bioskop penuh sama buocah)

Adalah film dengan judul sebagai berikut:

041f8ef5b15effcb1dc4f41914f9679e_xl

Jurassic World: Fallen Kingdom (2018)

View full article »

Recommended Songs by Aiko 5

Holla, minna-san!
Konbanwa.

Kembali lagi dengan saya yang memulai hidup baru di perantauan. Kali ini, bukan Jatinangor nya yang sempity namun penuh dengan teman-teman yang bisa dirusuhin kapan aja, tapi di salah satu sudut sepi kota Bandung yang penuh dengan kehidupan.

Anyway, izinkan saya merekomendasikan 10 lagu yang rajin saya dengarkan akhir-akhir ini. Iya, termasuk lagu exibition para skater yang rajin menghiasi playlist iTunesnya. So, check it out!

10. Dwayne Johnson – You’re Welcome
1200x630bb

View full article »

Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya, yang akhirnya resmi mendapatkan liburan panjang pertamanya dari pekerjaan. Karena yang dulu-dulu itu liburan panjang means pekerjaan sudah selesai kontrak.

Kali ini, dengan liburnya saya, satu lagi review yang akan saya tambahkan sebagai penghias blog laknat ini. Apalagi kalau bukan review yang ena-ena //eak

Maka, izinkan saya mereview sebuah manga homo yang baru saja beres dibacanya:

花は咲くか
Does The Flower Bloom?
20367e63667779027195673b8f4caa6a

Sinopsis:
Hana wa Saku ka‘ adalah sebuah karya mangaka BL papan atas Hidaka Shouko yang menurut saya, baik artwork dan jalan ceritanya cukup appetite. View full article »

Review: Ossan’s Love

Minna-san konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya, yang sudah resmi menjadi pegawai kantoran, setelah sekian lama melanglang mondar mandir di ranah freelance. Dan ngetik postingan kali ini pun langsung dari meja kantor, meski ngga sempat publish di kantor pula.

Berkat kesibukannya (berkat?) gara-gara kesibukannya, anak ini jadi lupa sama yang namanya Figure Skating. Biar kata FaOI ditayangin di TV, Prince Ice World ditayangin di TV, tapi anak ini antep, dan akhirnya lupa lalu tidak ditonton, dan tidak ada review ice show untuk summer ini.

Saya sibuq.

Dana agak nya ngga sekekejetan dulu ketika mendengar nama Keiji, atau yang related dengan Keiji, karena begitu seorang kawan di kantor asal Nishinomiya, Kobe–homerink Keiji, gue malah ayem dan cenderung baru menyadari Nishinomiya itu homerink Keiji setelah beberapa hari kemudian.

Namun, saya tidak melupakan pembaca saya sekalian. Engga deng, emang saya lagi butuh hiburan aja, dan kebetulan hiburannya itu review-able, jadi aja ditaruh di sini demi diperbincangkan bersama khalayak budiman sekalian. Emang, syampis.

Tau judulnya kan?

Ossan’s Love (2018)
30856601_185215175450135_9183062055089864704_n

Bisa dipastikan apa yang akan saya review ini memiliki unsur Boys Love. Meski tidak separah Doushitemo Furetakunai atau Holding The Man yang adegan ranjangnya hot banget, tapi tetap aja ini cinta yang tidak biasa antara couo sama couo. So, bagi yang alregic to it, mangga ditutup saja tab nya. Apalagi adek-adek yang belom punya KTP.

Dan review  ini mengandung S P O I L E R.

here we go!

View full article »

Review: In Secret (2013)

Minna-san, konbanwa!

Kembali lagi dengan saya dan ulasan filmnya (yang suka ngga mutu tea)
Namun demikian, saya berharap jika suatu saat nanti ulasan-ulasan ini membantu pembaca sekalian. Baik dalam mencari referensi film yang hendak di tonton, maupun hiburan semata. Karena hanya sampai di sana lah nilai-nilai review saya ini; hiburan semata. Alias murahan.

Seperti apa yang sudah saya bahas sebelumnya; another Ship that I worshipped.  Saya akan membahas film yang baru saja ditonton minggu kemarin dengan judul di atas:

In Secret (2013)
en-secret-le-destin-de-therese-raquin

View full article »

One True Pairing: Drarry

Minna-san, konbanwa!

Kembali lagi dengan saya yang mangkir dari keinginannya untuk menuliskan pandangan mengenai pertandingan yang baru selesai kemarin; Figure Skating World Champonship 2018 yang dihelat di Milan.

Setahun pas (ngga pas juga sih) dari pertama kali naksir si abang di World 2017 jaman di Helsinki, lalu tiba di World 2018. Ngga nyangka bisa tahan selama ini nge-stan Keiji yang notabene jarang naik podium. Yah gimana pun juga kanshin mah emang cuma ke si abang dibanding sama yang lain. Jadi, kore kara mo bakal tetap ngestan si abang.

Ulasan lengkap mengenai World 2018 entah akan saya tulis atau tidak, karena tepat saat Long Program semua disiplin, saya malah terbang ke Ho Chi Minh lalu pulang pas gala sudah bubar. Jadi bahan tulisan, jika ada pun hanya sampe Short Program. Terlebih kesayangan Pair Skating saya tidak maju ke Long Program, dan Keiji kembali tidak mendapati jatah gala. Maka, begitu pulang dari Vietnam, saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi off season.

tumblr_p3xft0rlan1rxoozco1_540

Off season tahun kemarin saya rasa cukup berat, karena tidak adanya berita Figure Skating sama sekali, meskipun saat itu saya tengah berada di Jepang. Apalagi off season tahun ini yang saya hadapi di negara sendiri. Cuma bergantung dari twitter dan bakal banyak nonton ulang ice show yang kebanyakan saya rekam doang.

Demikian curhat saya mengenai figure skating. Panjang juga ya. Melenceng dari judul yang sudah saya taruh di atas.

Saya memaksudkan tulisan ini karena akhir-akhir ini televisi menayangkan film yang bole dibilang bagian dari masa muda saya (iya, lewat 17tahun langsung mendadak tuwa gitu) dan ditambah dengan otak fujo anak ini, maka jadilah non-canon (buat saya canon) pairing yang bikin anak ini kecanduan baca fanfic nya. Nostalgia juga sih, dari jaman masih sekolah juga udah baca dan bacanya yang bahasa Indonesia. Sekarang, karena FFn diblok oleh internet sehat dan saya malas ganti VPN maka saya kebanyakan nongkrong di AO3 dalam konten bahasa Inggris. Bahasa Indonesia langka di sini soalnya.

Dan sebelumnya mengenai pairing ini belum pernah sempat saya bahas, maka akhirnya saya tertarik untuk menuliskannya di blog yang sebentar lagi berusia 10 tahun dibawah naungan ketikan jari saya.

So, cekidot! 

Draco Malfoy x Harry Potter
harrydraco3

View full article »

PyeongChang Olympic 2018

Minna-san, konnichiwa.

Selamat bulan April.
Dua bulan pas (?) saya lewati tanpa meng-update blog ini, karena kesibukan tanpa arti saya di real life. Awal Februari, saya menjalani prosesi wisuda dan menghadiri upacara pernikahan seorang teman, yang mana itu semua dilakukan dengan PP Tangerang-Bandung tanpa ngekost. Wisuda di Bandung btw. lalu begitu wisuda beres, saya harus siap mental menyambut Winter Olympic 2018 yang akan jadi bahan bahasan saya kali ini.

Belum lagi Maret yang penuh dengan bolak-balik di antara segitiga bermuda Tangerang – Jakarta – Jatinangor. Ini juga baru beres ditulis setelah 3x udar ador Tangerang – Jatinangor demi mengumpulkan dragon ball….. tanda tanga dosen ding. Tapi quest nya ga jauh beda kayak ngumpulin dragon ball kok, dan setelahnya saya bertolak ke Vietnam dengan harapan bisa makan-makan namun kenyataannya nihil. Saya udar-ador di Ho Chi Minh dalam keadaan lapar dan melewati Free Skate Men, Ladies, dan Ice Dance serta tak lupa Exibnya. Tiba di tanah air senin besok siangnya dengan perasaan hampa. Hampa karena belum ngata-ngatain si abang di Free Skate.

Meski basi, izinkanlah saya berkansou.

13085095_g

Selama Olympic, saya disibukkan dengan merekam setiap pertandingan melalui live streaming link. Figure Skating tentunya, karena disiplin olahraga lain saya hanya mengikuti lewat berita. Yang mana, tim curling Jepun kini menjadi favorit saya dengan ‘sodane‘ nya.

00018314

Ada banyak cerita selama Winter Olympic 2018. Bukan cerita sih, lebih kepada curhat. Jadi buat para pembaca yang mengharapkan review bermutu tinggi, di sini adalah batasnya. Karena dari sini ke bawah akan berisi curhatan tanpa mutu dari penulis.

Cekidot

View full article »

4 Continents Championship 2018

Minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya yang spending another week nonton pertandigan Figure Skating. Dan kali ini saya ngerasa dongkol banget-banget.

Kali ini yang akan saya ulas adalah perlehatan yang baru saja berakhir hari ini Taiwan, Taipei. Bingung kenapa benderanya ngga sama dengan yang dulu. Tapi males nilik sejarahnya, mungkin nanti ketika bacaan homo saya habis.

Berikut akan saya tuliskan pertandingan yang sudah saya ikuti sedari tanggal 23… 24? 24 kayaknya. Biar kata masih minggu ini, tapi setengah memori saya sudah hilang mengenai pertandingan ini.

Beware: 80% isinya curhat doang.

4 Continents Championship 2018
4-continents-2018-logo

View full article »

%d bloggers like this: