Minna-san, konbanwa. 

Mungkin ini judul postingan ter-alay yang pernah saya buat. Tapi percayalah, yang namanya jatuh cinta pasti bikin alay //EH

th_087_
“Jatuh cinta sama siapa yas?”

Ngga inget persisnya kapan. Semenjak tau Keiji itu lahir dan besar di kota ini, Tyas langsung bermimpi bisa liburan ke Kurashiki. Ada apanya, makanannya apa yang enak, dan tempat apa yang bagus pun belum tau tapi mau liburan ke sini pokoknya. Mirip-mirip hubungan Kagoshima sama Kengo-san lah. Kalo dipikir-pikir, kota yang saya suka di Jepang, selalu berawalan huruf K. Persis orang yang saya sukai. Ini relasi antara saya dan huruf K terlalu kompleks kayaknya. ngomong-ngomong soal kota, saya punya best 5; Karatsu, Kagoshima, Kofu, Kochi dan Kurashiki. See? K semua.

Dan kemarin, hari Rabu, saya pun akhirnya bisa pergi ke Kurashiki meski bukan untuk liburan. Sebelum sampai Kurashiki, saya ingin berbagi kenelangsaan bertubi-tubi terlebih dahulu.

Jadi, di tempat ngajar itu ada sebuah party yang kita tunggu-tunggu. SUMMER PARTY namanya. Sejak dua bulan lalu, sudah terdengar kabar yang dimana seharian ngga ada aktifitas belajar mengajar kecuali makan, dan main-main. Seneng dong. Meski telah dijadwalkan tanggal 20, ternyata ada satu dan lain hal, yang jadinya acara summer party-nya diganti menjadi kemarin tanggal 13 yang mana saya tidak bisa ikut berpartisipasi…… 😥

Lalu, saya jadi berangkat ke Kurashiki pada hari Rabu, tepat setelah kelas jam ke-4 yang selesai di jam 4 berakhir. Karena tepat seminggu sebelum semua laporan submit besar-besaran, pada rabu pagi saya pun mendekam di lab multimedia kampus untuk mengerjakan ketiganya pada waktu bersamaan, yang mana dikerjakan dalam 2 bahasa; Jepang dan Inggris. Saking ribetnya, sampai lupa kalau hari itu adalah setsumeikai pembahasan masalah kepulangan dan tata cara keluar asrama. Karena lupa menghadiri setsumeikai pada jam makan siang, akhirnya, selesai kelas, saya harus menghadap diri ke kantor KLN. Sayangnya, setsumeikai pribadi ini tidak semulus yang saya kira, dan akhirnya malah mengulur waktu hingga saya pulang jam 5.

Padahal saya harus mandi, karena naik bis malam, dan sampe pagi hari di Okayama, dan langsung ke Kagawa, mana ada waktu mandi dan pasti badan lengket karena ini natsu. Sedang saya harus mengambil bis jam set.7 dari stasiun sebelah karena stasiun yang ini takut man’in dan saya tak sempat yoyaku. Bukan tak sempat, yang namanya tiket murah mahasiswa memang tidak bisa yoyaku. Sim salabim aja semoga bisa dapet bisnya.

Akhirnya saya mandi bebek tanpa mengeringkan rambut. Setelah makan nasi ala kadarnya, saya pun berangkat ke Shinjuku–tempat naik bis ke Kurashiki. Saat baru saja lewat 3 tempat berhentian, langsung sadar kalau charger ponsel lupa kebawa. Mau nangis. Untung aja bawa power bank.

CYMERA_20170714_162054“semoga Keiji sering naik podium di season ini, aamiin”

Belum beres berduka, akhirnya saya pun tidur dalam bis menuju Shinjuku. Di sini, seumur-umur kena macet dan itu bukan pagi. Biasanya Chuo-do itu macet kalau pagi karena emang si mulut gerbang sempit. Tapi ini malam dan Rabu, mana ada alasan buat macet? Nyatanya kecelakaan dan bikin saya telat 30 menit. Padahal itu hanya selang 15 menit dari waktu keberangkatan ke Kurashiki. Bis ke Kurashiki 21:35 dan saya tiba 21:10 dan setidaknya sudah tiba di tempat untuk boarding dan tukar tiket, beli minum dan pipis ganti -piip- karena saya sedang haid, itu setidaknya memakan waktu 20 menit. Kalau misal telat lebih dari itu, habislah saya nangis di Shinjuku ketinggalan bis ke Kurashiki.

th_118_
“My Dream Vacation~”

Untungnya sempat beli bekal makanan, air minum, ganti -piip- dan pipis, saya pun boarding ke bis yang mengantarkan saya ke kampung halaman Keiji~ (deuh, kesannya) dan tiba pagi hari di Okayama, saya belum bisa cipika cipiki dengan Kurashiki, karena langsung ambil kereta menuju Kagawa.

Ngga cuma Kagawa tok, beres. Dari Kagawa, saya menyebrang ke Uno untuk mengetahui pastinya pengalaman naik ferry dan menuliskannya dalam kerjaan. Btw Uno, saya jadi ingat si adek~ berhubung kemaren habis nonton banguminya Aiba Masaki.  ehe. Bucil unyu yang minta ditabokin sampe jeble manggil abangnya wkwkwk.

C_ypVzHU0AA0goD

unyu yang minta di jepret idungnya

Beres dari Uno, saya ke Washuzan. Meski diliat dari peta itu dekat dengan pantai, namun aslinya tempat ini adalah gunung. Menjulang tinggi dan harus di daki sebagai penulis artikel, bukan sebagai turis. Perlu diketahui Jepang saat ini sedang musim panas. Seberapapun Tangerang always 32 – 35, namun di sini sedeng-sedengnya 35 derajat lewat. Which panas dan bikin mau nyalain pendingin aja. Kulit item? Bodo amat, yang penting dingin dulu. Sekarang ngga mikirin takut kulit item, pake kaos mah kaos aja, ngga kuat yang namanya pake baju tangan panjang. Di nangor, kuliah pake kemeja tangan panjang hayuk aja, tapi di sini pake kaos oblong bekas kepanitiaan 2 tahun lalu aja udah gue tarik ke ketek saking panasnya.

Washuzan bagus. Banget. Jadi mikir, apa Keiji pernah ke sini ya. Sama keluarganya gitu… ehe.

Setelah selesai seharian, dan akhirnya saya bisa kembali ke Kurashiki-eki. Di situ saya merasa pulang…

Ngga tau sih kalau naik shinkansen dari Kurashiki eki sini bisa apa ngga, tapi kayaknya stasiun shinkansen itu dari Shin-Kurashiki eki, yang mana bikin gue mikir kalau Keiji PP ke Osaka atau ke Nagoya nengokin Bucilnya (yang makin endud) naik dari Shin-Kurashiki yang sepinya minta maap.

Hari ini kerjaan dimulai dari jam 10 pagi, dan saya bablas tidur baru bangun jam 9. Kerjaan dimulai dari Okayama, dan ditengah-tengah kyuukei mau makan siang, saya baru ingat kalau di Okayama itu ada satu tempat yang pengen banget saya kunjungi dari jaman nonton Yuri!!! On Ice;

Okayama Kokusai Skate Rink!
DSC_2069

Itu ya, dipikir si gedungnya di pinggir jalan, tapi…. TAPI BOONG. Loe harus nyelundup, lewat pinggir kali, dan menyusuri gang tikus lalu ta’dan! Nyampe lah di tempat (yang kayaknya) home-rink Mura Takahito senshu dan Shimada Koshiro senshu. Setelah kemarin shock baru tahu kalo Mura-san sudah jadi bapak. Padahal dia Onii-san yang unyu gitu~

Beres dari Okayama, saya pun langsung menuju pantai sebagai tempat pemberhentian selanjutnya. Ditengah-tengah jalan menuju pantai, kepikiran buat menyambangi kampus Keiji yang kuliah S1 dan lanjut S2 di kampus yang sama; Kurashiki Geijutsu Kagaku Daigaku. Yang mana suka disingkat KuraGeiKaDai. Lambangnya ubur-ubur btw. Bukan, bukan, Shoma mah ponyo wkwk.

倉敷芸術科学大学
DSC_2076

Itu ya, yang gue bayangin adalah kampus gede, punya gerbang tertutup kayak apa ya, kalo pernah nonton ‘Ookami no Kodomo; Ame to Yuki‘ ya kampusnya kayak gitu. tapi itu semua tertepis setelah saya melihat langit, dan mendapati tulisan Kurageikadai di atas bukit. ATAS BUKIT.

Gue mangap.

Gue pikir, di dunia ini, kampus yang di atas bukit itu cuma UNPAD Jatinangor. Yang mana, loe harus dateng 30 menit sebelum kelas, karena kudu nanjak, asli nanjak jalan menuju kampus. Nyatanya, meski ngga separah UNPAD Jatinangor, Kurageikadai ini pun nanjak. Jalanan di dalam kampusnya pun nanjak.

DSC_2074

‘View dari Kurageikadai, bukit banget ga si?’

Sekelebat terbayang sosok Keiji yang PP naik sepeda. Iya gak si? Terus melihat jalanan pulang-pergi menuju kampus itu sendiri mirip jalan ke Wisata Pemandian Air Panas Sari Ater Subang, bikin gue seketika berduka, dan segera si abang disponsori transport apapun yang memiliki mesin sekalipun itu pesawat terbang.

th_009_v2
Keiji, PP, pake sepeda, naik-turun bukit?? Kamu kok kuat si?

Gue aja yang PP jalan datar, 1 km ke kampus udah ogah-ogahan naik sepeda dan pengennya minta dibeliin mobil aja sama boski. Aduh aku kurang bersyukur… Dan home-rink nya Keiji sendiri ‘Health Pia Kurashiki‘ ada di belahan lain bukit yang sama dengan bukit Kurageikadai.

1500038162671

‘Keiji dan sepedanya’ lengket banget💕

Engga, ga kesana. Masuk Okayama Kokusai aja ga berani, apalagi Herusupia Kurashiki. Bisa kejang di pintu masuk. Ngga itu aja si, akses ke Herusupia ini nanjaknya minta maap dan ga bisa diakses dengan kendaraan umum. Makasih deh, panas-panas begini harus jalan kaki ke sana.

Aku cukup doain kamu menang di setiap pertandingan dari depan gerbang aja ya bang… 

Sebenernya pengen banget ke Healthpia Kurashiki ini. Ngga cuma Keiji, pasti Macchi sama Daisuke-san pernah latihan di sini juga, dan pengen seenggaknya walau cuma foto pengen liat bentuknya homerink Keiji…… Tapi apa daya. Akhirnya saya melanjutkan pekerjaan ke pantai.

Beres dari itu semua, saya mengakhiri hari di Kurashiki Bikan yang lagi-lagi bikin mikir apa Keiji pernah ke sini juga.

current song: Nell – Time Spent Walking Through Memories
current mood: ehe….
location: APA Kurashiki Ekimae

-Ijou!-