Minna-san konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya, yang sudah resmi menjadi pegawai kantoran, setelah sekian lama melanglang mondar mandir di ranah freelance. Dan ngetik postingan kali ini pun langsung dari meja kantor, meski ngga sempat publish di kantor pula.

Berkat kesibukannya (berkat?) gara-gara kesibukannya, anak ini jadi lupa sama yang namanya Figure Skating. Biar kata FaOI ditayangin di TV, Prince Ice World ditayangin di TV, tapi anak ini antep, dan akhirnya lupa lalu tidak ditonton, dan tidak ada review ice show untuk summer ini.

Saya sibuq.

Dana agak nya ngga sekekejetan dulu ketika mendengar nama Keiji, atau yang related dengan Keiji, karena begitu seorang kawan di kantor asal Nishinomiya, Kobe–homerink Keiji, gue malah ayem dan cenderung baru menyadari Nishinomiya itu homerink Keiji setelah beberapa hari kemudian.

Namun, saya tidak melupakan pembaca saya sekalian. Engga deng, emang saya lagi butuh hiburan aja, dan kebetulan hiburannya itu review-able, jadi aja ditaruh di sini demi diperbincangkan bersama khalayak budiman sekalian. Emang, syampis.

Tau judulnya kan?

Ossan’s Love (2018)
30856601_185215175450135_9183062055089864704_n

Bisa dipastikan apa yang akan saya review ini memiliki unsur Boys Love. Meski tidak separah Doushitemo Furetakunai atau Holding The Man yang adegan ranjangnya hot banget, tapi tetap aja ini cinta yang tidak biasa antara couo sama couo. So, bagi yang alregic to it, mangga ditutup saja tab nya. Apalagi adek-adek yang belom punya KTP.

Dan review  ini mengandung S P O I L E R.

here we go!

Seperti skripsi saya sebelumnya, mari kita uraikan sinopsis pada bagian pembuka.

Sinopsis:
Haruta Shoichi (Tanaka Kei) adalah pria dalam usia 30an nya yang masih tinggal bersama sang ibu yang mulai jengah dengan karyawan real estate ini, karena dianggap manja karena tidak mau hidup mandiri.

20180514_ossanzulove_32

ini Haruta Shoichi, gengs

Hasilnya, sang ibu pun keluar rumah dan meninggalkan Haruta yang tidak bisa memasak dan bersih-bersih ini sendirian. Dalam kebingungannya, Haruta bertemu dengan Maki Ryota (Hayashi Kento); karyawan yang baru saja ditransfer dari headquarter ke cabang yang dimana Haruta juga bekerja. Mendapati Maki bisa masak sendiri, Haruta pun mengajaknya untuk tinggal bersama hitung-hitung menemaninya yang sabishigariya.

elwe9s6y0znfskrivtgsymtosas2atd4f2mcucleirq

ini Maki ‘too tired of your shits’ Ryouta

Di kantor, Haruta mendapati perlakuan aneh sang atasan; Kurosawa Musashi buchou (Yoshida Kotaro). Atasannya yang telah bekerja bersamanya selama 10 tahun ini, berlaku tidak biasa terhadapnya dibanding dengan karyawan lainnya. Hingga suatu hari, Haruta mendapati jika sang buchou menyimpan banyak foto-fotonya yang membuatnya tak habis pikir untuk apa atasannya tersebut menyimpan sedemikian banyak foto (aneh) nya pada komputer kantor.

Dari situlah Haruta menyadari jika sang atasan yang sudah berusia 60 ke atas tersebut menyukainya, setelah Kurosawa menyatakan perasaannya.

Review:
Di sini saya akan banyak curhat dari pada yang beneran review.

Saya akan mengganti kata ganti Haruta dengan ‘si goblok’, karena karakternya memang benar-benar goblok, dan ngga paham cara kerja nalar Haruta itu seperti gimana.

Buat saya yang sudah belajar nonton BL dari 9 tahun yang lalu, dorama ini dirasa sebagai angin segar, karena bukan film, dan tayang di siaran televisi nasional. Ngga kayak Hidamari ga Kikoeru yang boro-boro nongol di bioskop lokal, beres roadshow pun langsung jadi DVD. Terpaksa ngebajak….. sawah.

Pemerannya pun bukan anak musikal, apalagi Tenimyu yang seperti biasa karena sudah dikutuk demikian. Para pemeran kali ini adalah aktor biasa yang rata-rata sudah menikah.

Cerita ini akan njelimet siapa dengan siapa nya. Maka inilah gambar yang bisa menjelaskan chart hubungan mereka:

848004_615

Tokoh utamanya saja; Tanaka Kei (pake acara namanya Tanaka dan Kei pula, jari kan jadi otomatis ngetik ‘Keiji’) bisa kita lihat pernah membintangi dorama yang lumayan terkenal di masanya ‘Sekai no Chuushin de Ai wo Sakebu‘. Sedang Hayashi Kento, memerankan Date Masamune dari Sengoku Basara pada Terebi Doramanya. Jika Yoshida Kotaro–sang pemeran Bucho, ngga perlu diragukan lagi filmography nya. Jika biasanya didapuk sebagai peran om-om berwibawa, maka pada Ossan’s Love kali ini, beliau berakting pria paruh baya dengan periode puber ke-tiganya (karena kata orang, puber ke dua itu usia 40 tahun, dan Buchou is clearly not in his 40 anymore)

ae57950330606875df12793a1a6b54ef5165dfc69f3ef25c40f34166cbfa0c9951e2e3397fc4ea78d3f0942935681d093d8cf9e22907102a7

Dari sini saya akan bahas isi cerita, penokohan, dan kansoukansou lainnya.

Pertama, kenapa saya nonton dorama ini. P E N A S A R A N 
Konon kabarnya, dorama yang terbilang gagal di episode pertamanya, sukses menjadi dorama yang menjadi bahan perbincangan, dan menempati posisi puncak sebagai dorama yang sangat ditunggu sequelnya pada sebuah hasil poling (lupa poling apa, ada link nya dari Facebook)

Awalnya, agak kimoi juga denger judulnya ‘cintanya om-om’. Kalo om nya ganteng kayak Watanabe Ken atau Watabe Atsuro, itu sih ngga pake ba-bi-bu langsung nonton. Namun karena melihat tampang Yoshida Kotaro ini begitu kemayu setelah saya mengetahui beberapa peran sebelumnya yang bisa dibilang garang, agaknya nyali ke-fujoshian  langsung menciut. Agak geleuh gitu, liat kakek-kakek (tidak tampan) jatuh cintanya kayak anak SMA.

6_12958628405b0bf5f66b676

Tenang gengs, ini masih soal Buchou, belum si goblok Haruta.

Berbekal dari dipajangnya aktor kawakan sekelas Yoshida Kotaro yang kimoi nya minta ampun, anak ini pun akhirnya nonton dorama ini. Seberapa berhasilkan dorama ini menggerakkan saya untuk kembali menulis setelah libur 3 bulan dari blog nya.

Dan akhirnya saya nonton episode pertamanya.

Dan 80% kansou saya pada episode pertama dorama ini adalah; kok ada ya orang se-goblok Haruta.

001_size6

Haruta itu, apa ya. Memang otaknya setengah atau memang kejiwaannya ngga beres. Doi tuh, orangnya hyper dan pemalas luar biasah. Di saat peran lain aktingnya itu futsuu alias kebanyakan orang (tidak hyper) melihat Haruta sendirian saja, rasanya ruangan bisa jadi berantakan.

Seperti adegan ketika ia pulang dari kerja dan langsung melepas serta melempar kaos kakinya kemana-mana yang akhirnya dipungut oleh Maki yang cinta kebersihan (dan saya cinta kamu nak, kamu seterong sekalih) Disitu saya yakin hakul yakin kenapa doi jomblo nya lama selain faktor takdir.

Orangnya juga ngga bisa tenang. Apabila ada suatu kejadian, entah itu menyenangkan, atau bikin panik, doi dengan hypernya akan bertindak. Seperti ketika ada maalah di kantor, maka dengan muka yang minta ditempel salonpas itu, akan melas ke Maki. Soredemo Maki cinta nya sama yang beginian. Saya heran. Padahal kalo jempling, Haruta bisa dibilang ganteng loh. Kalo.

0gtkqy-_vee18n7hhzjt8vt4wh2oq2sutqzh2gqepbs

Tuh kan, ganteng.

Dan ekspresi Haruta sukses membuat saya kimoi.

 

db4ncekv0aa5sk8

p.s. ini keadaan dimana Maki berantem dengan Bucho loh

Dari sini, saya akan bahas isi cerita.

 

Akan selalu ada yang namanya Kataomoi atau minimal perasaan insecure pada setiap BL atau yaoi yang saya nikmati. Entah itu film, komik, dan sebagainya. Begitu pula pada dorama ini.

Berawal dari Kurosawa Bucho yang jatuh cinta pada (pria sebodoh) Haruta, hanya karena doi sangat handal menangani orang tua. Selain Haruta yang bodoh, Bucho juga mendadak feminim saat jatuh cinta, yang membuat saya mempertanyakan ke-fujoshi-an saya yang sebenarnya cuma begini doang tapi mulai tidak betah nonton.

Setelah ketahuan menyimpan wajah Haruta pada ponselnya, Kurosawa Buchou mulai memberanikan diri dengan menyatakan perasaannya kepada Haruta, yang tipikalnya kayak komik shoujo anak-anak SMA, sampe bikinin bento makan siang. Bayangin gays, aki-aki sekelas Kurosawa Bucho bikin bento!

201805_ossan_t

Dari sini pun banyak adegan bocah SMA yang terjadi pada lingkup kerja fudosanya yang notabene isisnya grown-up semua. Gue ga paham apa yang dipikirin script writernya. Tapi ya sudahlah, toh guhe asik nonton sambil makanin capcay.

Lalu, datanglah Maki yang bolehlah saya bilang penyelamat cerita, karena apa jadinya om-om kemayu jatuh cinta dengan pria bodoh selama 7 episode? Iya kalo si Haruta chinchaku reisei dan dewasa. Ini sih bikin image BL yang angst dan long yearning jadi konyol, karena cowok jatuh cintanya kemayu.

Maki, anak yang kalem. Baik hati, tidak sombong, dan rajin membantu sesama. Namun ia juga memiliki kekurangan, yakni; B O D O H. Maki yang baik hati itu, jatuh cinta pada si bego Haruta (pula) ini yang menjadikan Buchou dan Maki adalah rival. Namun, dengan kekalem-an nya Maki berhasi membantu dan melengkapi meski tidak serta merta membuat Haruta menjadi kalem bak orang dewasa.

Ia menyadari persaannya kepada Haruta setelah si bodoh itu masuk Rumah Sakit setelah jatuh tertimpa besi setelah berusaha menyelamatkan sang Buchou. Di episode yang sama, Maki menyatakan perasaannya pada Haruta dengan mencium Haruta yang sedang mandi.

s-21c4a190b2d821c38f0796eb38a5deff42dd5e33
“Nak, kalo aku jadi dirimu, gak cuma cium saja, mumpung di kamar mandi soalnya,”

Haruta yang pusing karena berada di dua cinta, mulai merasa dirinya salah sangka, setelah Maki menyatakan itu hanyalah lelucon semata untuk mencium Haruta di kamar mandi, karena tak kunjung mendapat reaksi yang diharapkan dari si goblok. Minimal penolakan gitu. Di sisi lain Haruta pun mengetahui jika sang Bucho sudah beristri, yang menjadikan pemikirannya mengenai Bucho yang jatuh cinta kepadanya menjadi tidak mungkin karena beliau sudah menikah selama 30 tahun.

Di sisi lain, Buchou yang terlanjur mencintai Haruta, meminta sang istri untuk cerai darinya. Chouko–sang istri, adalah seorang wanita cerdas yang tidak mau begitu saja diceraikan oleh sang suami setelah ia merasa tidak pernah berbuat salah. Maka, diselidiki lah penyebab mengapa sang suami hendak menceraikannya.

xejpxpcr6zmwymrvc-rkypzzttlkupdrhk77b_d_mze

“Kalau misal, suaminya masih muda, dan istrinya berlaku yang tidak pantas (buang-buang duit, kasar, dsb) maka menceraikannya dan meninggalkan sang istri demi pria lain adalah hal yang lumrah. Namun jika kasusnya adalah meninggalkan wanita secantik dan sepintar Otsuka Nene (pemeran Chouko) untuk laki-laki sebodoh Haruta, itu hal yang sangat tidak termaafkan buat saya sekaliber fujoshi ini”

Singkat cerita, semuanya berantakan.

Chouko yang mengetahui sang suami berselingkuh bukan dengan perempuan, masih belum menerima mengapa sang suami lebih memilih Haruta (yang gobloknya kelewatan) ketimbang dirinya. Maki, yang merasakan kedekatan tak biasa antara Chizu–teman masa kecil Haruta–dengan Haruta, mulai menyerah dengan perasaannya dan memilih untuk keluar dari rumah yang ditinggalinya bersama Haruta. Di sisi lain, Chizu yang ditaksir oleh Kuribayashi–kouhai Haruta, mulai menyadari jika perasaanya bukanlah pada Kuribayashi melainkan untuk Haruta (yang bego nya kebangetan itu), dan pada sisi lainnya, Haruta merasa Takekawa–sang atasan di kantor–mulai mengintimidasi Maki karena ia menjadikan Maki rival nya dalam menyukai Haruta.

835190_615

Dari segitiga, kita ke segi enam kayaknya.

Tipikal cerita yaoi yang dimasukan ke dalam cerita straight. Semrawut.

001

Setelahnya, satu persatu mulai diurai. Haruta berhasil menolak Bucho karena ia tidak mau mengganggu pernikahan 30 tahun nya, Chouko yang akhirnya menceraikan Musashi, karena ia merasa hati pria tersebut bukan lagi miliknya, dan Chizu yang akhirnya melepaskan Kuibayashi untuk menyatakan perasaannya kepada Haruta, dan HARUTA, si goblok bedebah satu ini, akhirnya menghalangi Maki untuk pindah dari rumah nya karena ia tidak mau kehilangan Maki (klasik couo straight yang ngga mau kehilangan teman gay nya karena sudah terlanjur nyaman, tapi bingung pas diajakin pacaran) [tipikal ceritanya bisa di lihat di serie Soredemo Yasashii Koi wo Suru]

Akhirnya kita tiba pada kuarter akhir cerita ini.

Setelah nyatanya Haruta jadian dengan Maki (masih sama dengan kebegoannya, tapi naik tingkat jadi bego nya cowok straight) masalah masih muncul. Kurosawa Bucho yang ternyata belum menyerah dengan Haruta, mendapat dukungan dari sang istri. Maki, pun menjadi insecure bukan hanya terhadap sang atasan, namun juga Chizu yang mulai menunjukkan keberanian untuk menyatakan perasaannya terhadap Haruta meski Chizu tahu, jika Haruta adalah milik Maki. Lalu pada masalah lain, Takekawa yang dikira menyukai Haruta, ternyata ia adalah mantan dari Maki.

Takekawa mengawasi Haruta bukan karena ia menyukai pria tersebut, namun karena ia menganggap Haruta adalah rival dari persaingan cintanya dengan Maki yang masih keukeuh dengan perasaanya kepada Haruta.

int_ossan_main

Tapi ya, sejujurnya, saya suka kisah cinta Maki-Takekawa yang tidak digali lebih dalam. Takekawa pertama kali bertemu dengan Maki saat bocah tersebut melamar sebagai intern mahasiswa tingkat akhir kampus di perusahaannya. Takekawa yang hanya menganggap Maki bocah yang tidak mengerti apa-apa, mulai melihat ketulusan Maki yang tergerak untuk bekerja di perusahaan tersebut karena kata-kata motivasi Takekawa pada laman fudosanya nya di web.

835171_615

See? Mutual deshou??

Dan kalo boleh milih (memang boleh sih) karakter favorite saya atau boleh dibilang tipe cowok favorite saya adalah si Takekawa ini.

Diperankan oleh Mishima Hidekazu, karakter Takekawa Masamune ini, adalah orang yang kichin. Doi cinta kebersihan, dengan karakter strict nya yang doyan ngerapiin dan ngatur-ngatur. Gaya rambutnya belah pinggir, dan megane. Tau kan kenapa ini anak lemah sama karakter megane-an? Kisah cintanya yang kandas dengan Maki, bikin saya mengasihani Maki karena kenapa harus meninggalkan laki-laki se-matang Takekawa demi douchebag sekelas Haruta.

Anyway, Mishima-san pun kini tengah bermain dorama yang menjadikan dirinya berperan sebagai seorang laki-laki yang jatuh cinta pada seorang pemuda yang ditemuinya pada sebuah bar; Tonari no Kazoku wa Aoku Mieru.

dy5rpkexcaeydqr

Balik lagi.

Ke-insecure an Maki yang menumpuk, akhirnya muncul ke permukaan setelah ibu dari Haruta datang ke rumah. Beliau yang hanya ingin mengambil hanko nya, menyatakan keinginannya agar Haruta segera menikah dengan Chizu karena sang ibu sudah merasa tua dan ingin sekali menimang cucu.

Maki yang memiliki satu kekurangan (selain bodoh karena menyukai Haruta) yakni tidak bisa memberikan keturunan kepada sang (calon) mama mertua ini, akhirnya menyerah dan meminta berpisah pada Haruta saat keduanya sedang sayang-sayangnya.

da-__vuu8aeqhsv

Di sini saya akan murni berkomentar.

Seperti pada kisah cinta Togawa – Shima pada Doushitemo Furetakunai, Maki-Haruta pun menemui jalan buntu ketika membicarakan masalah keturunan. Berdua yang saling mencinta pun harus terpisah karena permasalahan tersebut. Dan bisa dipastikan mereka berpisah untuk jangka waktu yang patut diperhitungkan, bukan dalam seminggu kemudia kembali.

Pada kasus HaruMaki–nama pair ini btw–mereka berpisah selama setahun, yang memungkinkan Kurosawa Buchou masuk kedalam kehidupan Haruta yang patah hati karena Maki meninggalkannya…… dan juga rumah mereka. Tapi Maki masih satu kantor dengan Haruta.

‘Kalo gue dek, sekalian pindah gawe’
*kata orang yang cintanya kandas walau baru 3 hari kerja*

Haruta, menerima Buchou tinggal di rumahnya. Si bego ini ternyata memang benar-benar sabishigariya. Ga bisa hidup sendirian. Dan ngehe nya, ia menerima Buchou untuk tinggal serumah ini bukan dengan alasan membalas perasaan sang pria tua yang tak sepatutnya dipermainkan *hiks*. Bucho yang merasa menadapat lampu hijau dari si goblok ini, gak tanggung-tanggung dalam mengekspresikan perasaanya. Ia pun melamar Haruta.

l3yr1i9eb8bie9ulwtyjlwgxyyh8sdpbjh8grvaf1fg

Di sini, penonton di setir.

Ngga kayak drama Korea Scarlet Heart, yang meski jalinan relationshipnya njelimet, pada cerita Hae Soo dengan 8 pangeran tersebut, penonton masih diperkenankan untuk memilih siapa pasangan favorite mereka (meski sudah obvious Hae Soo bakal jadi dengan siapa dengan sedikit twist ngehe di endingnya), pada cerita ini, penonton akan memilih untuk mendukung Haru Maki, karena Bucho dirasa tidak appealing untuk jadi pasangan gay (teori syampah by guhe). Saya yang pada awalnya menonton tidak mendukung HaruMaki, jadinya mendukung juga, karena memang yang couple-able itu HaruMaki (disamping Takekawa-Maki yang ngga mungkin terwujud yekan?)

Tapi disini, perpisahan Haruta dengan Maki, terjadi begitu saja. Ngga terlalu dalam, ngga meninggalkan kesan, yang mana seharusnya jadi luka mendalam, seketika diisi begitu saja dengan sosok Buchou yang menjadikan kesan pada perpisahan yang seharusnya ngena malah jadinya asai. Kalo pada perpisahan Togawa – Shima saya baper, pada perpisahan Haruta dan Maki, saya malah ayem nyemil capcay.

Singkat cerita, Buchou dan Haruta akhirnya merencanakan pernikahan mereka, dengan dukungan orang sekitar, orang-orang yang kebanyakan patah hati karena dan gara-gara Haruta.

Apa yang membuat saya menulis review ini, bukanlah kisah cinta Haruta dengan Maki yang kandas karena tidak punya anak, namun scene dimana Haruta mengucapkan sumpah pernikahannya. Saat diminta pendeta untuk mencium Buchou (can you imagine that? eww) Buchou memintanya untuk tidak berdusta di hadapan tuhan. Haruta yang nyatanya masih memiliki perasaan kepada Maki, akhirnya pergi meninggalkan gereja untuk mencari dimana keberadaan Maki.

Di sini saya baper sekali dengan keberanian Buchou untuk melepaskan cinta yang sudah lama diidam-idamkannya. Ia rela merencanakan semuanya, lalu kehilangan semuanya begitu saja hanya karena si goblok gabisa menyatakan perasaannya secara jujur. Kalo saja Haruta menolak Buchou sedari awal, mungkin duit segede itu ngga akan kebuang percuma demi dekorasi yang sia-sia dan makan siang mewah untuk merayakan pernikahan yang ga jadi itu.

ol_l_02-880x586

Sementara adegan mencari Maki, adalah hal yang drama.

Maki, alih-alih datang ke acara pernikahan Haruta, ia memilih untuk berlibur. Ngga tau kemana, tapi yang jelas nenteng-nenteng koper. Aneh ga sih? Orang mah di stasiun kek, airport kek kayak Ada Apa Dengan Cinta, ini malah keluyuran (kayaknya) di daerah Odaiba bawa-bawa koper. Ngapaiiiinnnn????? Liburan dari Hongkong.

Si Begok yang mencari Maki pun kehilangan sebelah sol-nya yang menyebabkan Haruta berlari hanya dengan satu alas kaki, sementara saya lihat cuaca di luar sana panas mentrang yang bikin saya malas keluar ruangan karena atsusou.

Secara ajaib, mereka ketemu.

“Kalo gua sih, logikanya, nelpon duluk. Biar tau dimana keberadaan our significant others”……………. *brb nyoba nelpon*

Kalo dibilang drama, dorama ini drama banget. Tapi, kesan yang bikin moving nya, alias kandou nya hampir engga ada. Ini menjelaskan jika dorama ini, ingin dinikmati kahalayak luas. Ngga cuma yang terbiasa dengan BL saja seperti saya, orang awam yang ngga mengerti cinta sesama jenis pun diharapkan menikmati dorama ini, yang menjadikan dorama ini dikemas secara ringan dan humoris.

Overall saya menikmati dorama ini, dan memang wajar jika menjadi dorama yang sangat dinantikan sequel nya karena dorama ini menyajikan sesuatu yang berbeda dari dorama kebanyakan. Buat yang ingin nyoba nonton, selain ciuman (yang gue ragu tidak menempel itu) tidak ada adegan yang gimana-gimana. Totally safe dan (kayaknya juga) R15. (nama angkot daerah guhe betewe)

816009_615

Dan kelanjutan hubungan Haruta dengan Maki, sangat dinantikan kelanjutannya.

current song: Giaccomo Puccini – Madame Butterfly
current mood: kenyang
location: Kostan Susun

-Ijou!-