Tag Archive: Mudik


Salah Busway

Minna-san!! Konnichiwa!!
Happy November.
Dan sebelumnya, persilahkan saya mengucapkannya dengan cantik (walau telat)

Selamat Ulang Tahun,

Untuk suami-ku tercinta; Ohkuchi Kengo

Semoga selalu selamanya Ken-ken diberikan kebahagiaan.

Dan anakku tersayang; Hongo Kanata.

Moga Ka-chan makin ganteng day by day XD

Di siang yang dingin menunggu kegiatan klub, Aiko pun memutuskan untuk menulis kembali.
Um, kalau masalah kebodohan, Aiko baru saja mengkoleksi satu kebodohan dari cerita minggu lalu.

Hari itu, Jatinangor, wayah mudik.

Continue reading

Epic Day

Minna-san! Lama tak menyapa readerz sekalian.Malam ini, sudah dipastikan Aiko tengah berada di rumah tercintanya, dalam langka penyelenggaraan pulang kampung rutin tiap bulan. Selain untuk perbaikan gizi, anak kost ini juga suka kongkow-kongkow memenuhi event.

Kali ini, Aiko pulang ke rumah demi menuntaskan hasrat tertunda mengenai komik BL yang ingin sekali dibelinya bulan lalu.
Dan, terwujudlah hari ini! XD

Continue reading

Pulang Kampung

Minna-san, konnichiwa.

Terhitung sudah 2 minggu sejak dimulainya perkuliahan, Aiko menjadi anak kost.

Karena teman-teman kostnya sudah mangkir alias pulang ke

Jakarta pada minggu kedua ini, maka Aiko pun memutuskan untuk memgunjungi sang nenek yang berjarak 2jam dari kost-an mungilnya.

Continue reading

Aiko Mudik day 7 ~by phone-cell~

2009年9月26日

Picture0310

Hollaa~!! Aiko da!
Yoyo~ooyy~! Ashita wa kaerimazee! Yosh!

Mari dengarkan dongeng Aiko hari ini…

Pertama, Aiko diajak Oba-san ke gunung. Whoaa! Suggehh!!

Berhubung Oba-san memberi pemen tayet (permen karet), Aiko pun berlagak seperti ‘Bunta’. Sambil berjalan, Aiko terus mengucapkan, “Ore wa Bunta da!”

Perjalanan yang bikin kaki sakit pun tidak menyurutkan niat Aiko untuk nyampe puncak.

Aiko (A): punten, ai imah na nini *** eta di mana nya’? [permisi, kalau rumahnya nenek *** dimana ya?]
Warga (W): Oh, ai nini eta mah, tilu tanjakan deui. Sekitar 2km deui. Nah, imah na nu cat hejo [Oh, kalau nenek itu mah, 3 tanjakan lagi. Skitar 2km. Nah, rumahnya yang cat hijau.]
A: *sweatdrop* 2kilo?! Nanjak kitu? [2KM? Menanjak gitu?]
W: muhun, punten atuh neng… [iya. Kalau bgitu, saya permisi dulu…]
A: mangga, mangga [silahkan,] *pingsan*

Ternyata, setelah saya tanya sama tukang ojeg, total saya start dari rumah itu, sekitar 8KM.

Aiko, omae wa honto ni kakkoii da!

Setelah berpeluh-kesang (keringet), Aiko pun mandi.

Karena nggak boleh bawa hape ke kamar mandi, maka Aiko mengukur waktu mandinya dengan bernyanyi.

ROCK MUSICAL BLEACH – MOU HITOTSU NO CHIJOU – LIVE BANKAI SHOW CODE: 002

“waaareraaa goteii juu saann’ taii…”

sodara: “ulah ngomong jorok, maneh teh!” [jangan ngomong kotor!]

“ikiteru imi nanteee~ doko ni mo…”

sodara: “teu aya Joko di dieu!” [nggak ada Joko disini!]

“Genkai shinsen munashisa waaa…”

sodara: puguh deui Monalisa mah telenopela… [apalagi Monalisa mah telenovela]

“Nani o shinjiii… Doko e mukau no ka,”

sodara: ceu Nani mah keur di Ménés, [Kak Nani mah lagi di Ménés (Banten. Buka peta deh, ato gak pake GPS gih. Gak ktmu juga, cemplungin aja tuh hape ato gak peta’a ke got)]

“Kono ii basho, dare ni mooo~ watasanaiii…”

sodara: “Hoyong baso??” [pengen bakso?]

“Kumoru sono mae niii~”

sodara: hih, uwa Eni dipanggil-panggil,

“Sakebi oo~!!”

sodara: “GANDEENG!!” [BERISIKKK!!]

Malam harinya, Aiko habiskan di salah satu sentra kerajinan, Rajapolah.

Merupakan surga belanja bagi Aiko yang suka hal-hal yang ‘nyeleneh’.

Kepikiran buat beli oleh-oleh dengan budget rendah, Aiko pun berniat nyari samting-samting yang imud-imud.

Ketemu ini, pengen. Ketemu itchu, pengen. Tapi pas liad dompet, hhh…

Tinggal tunggu besok deh! Tangeraaanng mai hani switi~ I’m coming!

~owaru~

Aiko Mudik day 6 ~by phone-cell~

2009年9月24日

pemandangannn~

pemandangannn~

Minna! Aiko desu!

Yatta! Setelah kemarin pindah dari Brebes ke Tasik, Aiko pun menjalani hari keduanya di kota kelahiran Haha-ue.

Hari ini, diawali oleh hari yang membosankan.

Sampai pada malam harinya, Aiko mengunjungi ‘uwak’ atau kakak dari salah satu orang tua. Kali ini dari pihak Haha-ue.

Berhubung anaknya Oba-san atau uwak ini adalah seorang chef, dijamulah kita sekeluarga besar oleh masakannya.

Aiko udah ngiler pas ngeliat hasil ‘kerajinan tangan’ Chen-chen-kun, –sepupu Aiko. Ada Capcay, semur daging cincang, ent ikan gurame yang gak laku.

Mari, kita ‘telanjangi’ satu-satu masakannya… Hewhewhewhew…

–Capcay–
Capcay kali ini, Aiko cap aneh. Selain tidak ada wortel, juga berisi rumpud laud. He? Waktu digigit pun kriyuk-kriyuk kayak kayet. Huwekhh~

Tapi overall, rasanya maknyuss… Tambahan udang yang segede babon pun menghias makanan segede gunung tersebut.

–Semur Daging Cincang–
Aiko bilang enak. Tapi, kok pusing ya, pas beberapa saat setelah makan.

Aiko pun sudah seratus kali menanyakan ‘daging apakah ini?’ dan seratus jawaban yang sama, ‘sapi’.

Maklum aja, si nenek ini punya penyakit ‘darting’ alias darah tinggi. Hhh… Kepalaku… Aiko pun teringat cerita senseinya yang mempunyai ayah yang darting.

Jadi, kejadiannya tuh, tu bapak makan sate kambing, terus mimiran. Kata dokter, tu bapak beruntung. Karena, darahnya keluar di hidung. Kalo naik ke kepala, jadinya struk.

Hhiiey! Gue?! Struk?!! Allahu’akbar, Allah Yang Maha Besar… Ojo jahat-jahat karo kowe… Hukz… Hukz…

–Ikan Gurame Gak Laku–

Secara menyeluruh, tampilannya gak buruk-buruk banget. Tapi enggak tau kenapa, gak ada yang ‘nyolek-nyolek’ acan…

Overall, omedttou, Chen-chen-kun.. ^-^v

Nah, minna…
Saya udah kuenyang..
Udah duyu yah..

Jaa nee~

~owari~

Aiko Mudik day 3 ~by phone~

2009年9月21日

Hama wa ikimashita~ Nyaaaaann~

Hama wa ikimashita~ Nyaaaaann~

Kemaren, Koko gak posting blog karena gak ada yang seru. Dengan kata lain ya biasa aja.

Bangun pagi, shalat idul fitri, mukena melorot, keselek ketupat, sampe salah sebut saudara saking pelupanya.

Lalu tidur menghabiskan malam bersama mas Jhony Depp nonton film ‘Perempuan Berkalung Sorban’ yang menginspirasi cerita ‘Taisetsu na Koto’.

Sekarang, Chichi-ue berniat mengajak keluarganya ke Pantai.

Bagi Aiko yang maniak Pantai, tentunya ini merupakan satu pengalaman baru. Semoga aja, pantainya masih perawan. Biar bisa ta’ perawani~ *jiwa SEME-nya muncul*

Awalnya akan berasa menyenangkan. Sampai Aiko sadar pas di jalan, Koko cuma pake sendal jepit! Emang sih, pas lebaran ini, Koko belinya sendal jepit. Tapi.. Yang ini udah BUSUK!! Haiyaah!

Udah deh, sendal Busuk daijoubu deh. Yang penting Pantai…

Nyampe tengah jalan, Chichi-ue minta dibeliin minuman. Sampailah Aiko pada sebuah toko swalayan.

Nyampe depan kulkas, Aiko pun langsung membuka kulkas notabene, ditarik.

“Uugh! Susaaahh!” Aiko udah misuh-misuh kayak orang gila.

“Maaf mbak, mbak narik nya salah. Bukan ke kanan, tapi ke kiri…” saran si pramuniaga.

Dasar Koko edo~on! Narik gitu aja nggak bisa!!

———————————————————

Akhirnya, sampailah Aiko pada pantai yang ditujunya. Pantai Pur’in — info yang didapat dari penjual makanan setempat yang ternyata singkatan dari ‘Purwahamba Indah’.

Setelah lepas sendal dan baju, Aiko pun melancarkan aksi ‘memerawani’ Pantai yang sudah tidak perawan itu.

Dari foto-foto, sampe ngajak Ayahnya naek perahu. Asyik plus seru juga.

Kini, Aiko baru tau kalo air laut yang di tengah laut itu, masih asin! *dilemparin gentong*

Huwoo~!! Utsukushii na Hama~!!

Cantiknya laut membuat Koko tergila-gila sampe kayak orang gila.

Chichi-ue adalah seorang photografer, atau orang yang menekuni bidangnya.

A: Pah, kok gak foto-foto lagi?
C: Nggak ah. Objeknya gak ada yang bagus.
A: Itt~uu~ Laut, langit, awan, orang..
C: Objeknya celana panjang semua…
A: Maksudnya?
C: Coba pake bikini…
A: PAPAAAAHHH~!!

Akhirnya, kami pulang 3 jam kemudian. Saat mau beres-beres, Aiko menyadari sesuatu…

SENDAL BUSUKKNYA ILAA~NG!!

Sendal Busuk Aiko

Sendal Busuk Aiko

Gila tuh pencuri! Sendal Koko yang udah busuk aja masih diembat!

–Owari–

Aiko Mudik day 1 ~by phone-cell~

2009年9月19日

Reporter TV yang lagi nge-liput...

Reporter TV yang lagi nge-liput...

Minna! Aiko desu! Ini adalah postingan Aiko selama Mudik by phonecell.

Otanoshimi ni…

A: Pah… Pah..
C: *tumben bukan ‘Pih’?* Ade ape?
A: Nggak tau mata Koko udah rabun ato gimana ya… Kok supir mobil seberang kayak Nurdin M Top ya?
C: Arwahnye…

——————–

A: Ada kantung warna hitam yang rada menggelembung. Bisa dipastikan kalo itu isinya muntahan.
H: Hih kurang kerjaan bgt..
C: Apalagi kalo muntahan habis makan mie sm perkedel.
H: Hieh! Si papah! Leukeun teuing!
A: *ngakak*
C: Tambah kangkung yang udah item-item gitu.
H: Gandeng!
A: *mati karena ngakak*

———————–

Dalam perjalanan tadi, sempat Aiko ingin membuat serial ‘Atashi-tachi no Kazoku’

Berceritakan masa-masa pacaran Kengo-Aiko, bersettingkan kota Tokyo yang menakjubkan.

Ada Papa Tuti, Ayah Aiko yang nyeleneh bin ajaib, Mama Harumi, Ibu dari 3 orang anak, Papa EiTaki, yang kolot dan kuno plus kaku, Mama KimeHime yang penyabar.

Berhiaskan hujan sakura dan gemerlap Hanabi, Aiko persembahkan dengan seluruh cinta..

‘Taisetsu na Koto’

-SEGERA-

%d bloggers like this: