Tag Archive: review


Review: The Lovers (2015)

Aloha!!

Menindak-lanjuti review barusan, saya kini akan mengulas ‘The Lovers‘ yang merupakan drama dimana awal saya mengenal(?) Lee-Jae-joon.

Ini Lee Jae-joon btw.

ie002248498_std

kenapa fotonya yang ini sih?!

The Lovers (2015)

img_119629_1

Sinopsis: The Lovers merupakan sebuah drama dengan bamen atau latar adegan yang tidak cuma satu. Menceritakan 4 pasang pasangan yang menempati sebuah gedung apartmen dengan nomor kamar berbeda (ya iyalah). Semenjak saya cuma nonton bagian Joon-jae & Takuya saja, maka itu, saya hanya akan membahas dua pria ini.

Continue reading

Mina-san, omata hee!

Kembali lagi dengan saya yang tengah menikmati waktu liburnya di tengah-tengah padatnya aktifitas kerja. Memasuki bulan Maret, udara mulai menghangat, dan sakura akan bermekaran di bulan April.

Sekian intro pembukanya, sekarang mari ke inti bahasan; ulasan.

Kali ini saya akan mengulas sebuah film Korea yang baru saja saya tonton kemarin sambil makan grilled cheese yang dibuat sendiri, dimakan sendiri. Perks of living alone. Awal saya tertarik menonton film ini adalah karena ini film humu, karena film ini dibintangi oleh Lee Jae-joon.

Night Flight (2014)

236FED3A53E4351D1D

Bagi yang belum tau siapa Jae-joon, beliau ini adalah lawan main Terada Takuya, pada drama korea yang berjudul The Lovers. Drama ini akan diulas di postingan yang berbeda, maka itu izinkan saya mengulas film ini terlebih dahulu.

Sinopsis: Yong-joo (Kwak Si-yang) merupakan seorang murid berprestasi yang diasuh oleh sang ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal. Ia memiliki dua orang sahabat yang salah satunya masih dekat dengannya kala SMA; Ki Taek (Choi Joon-ha). Seorangnya lagi adalah Gi-woon (Lee Jae-joon) yang merupakan sahabatnya sedari SMP namun mereka berdua menjauh ketika memasuki SMA.

Gi-woong merupakan kebalikan dari Yong-joo. Ia kepala gang anak-anak berandal yang kerap menggunakan Ki Taek sebagai sasaran tinjunya. Suatu malam, ketika Gi-woon dikejar oleh berandal, ia merampas sepeda Yong-joo yang kebetulan melintas demi melarikan diri. Setelahnya, ia tidak mengembalikan sepeda tersebut yang membuat Yong-joo mengikutinya, agar Gi-woon mengembalikan sepedanya tersebut.

Alasan lain Yong-joo mengikutinya adalah ia menyukai Gi-woon dan ingin mengungkapkan perasaannya tersebut.

Continue reading

Minna-san, omata hee!

Kembali lagi dengan saya dan review drama korea-nya yang baru saja selesai ditontonnya, padahal minggu lalu baru beres nonton Goblin.

Males ba-bi-bu, langsung aja kita bahas.

The Last Empress (2019)
drama-korea-the-last-empress-678x381

Tahulah, kenapa gue nonton dorama yang panjangnya naujubillah, sementara gue bukan fans dorama berkepanjangan macam Tersanjung yang jadi favorite mamak kala gue masih duduk di bangku TK. Ini adalah alasan saya menonton dorama ini:

Choi Jin Hyuk
coi3

th_087_
“Emang, ga jauh-jauh dari yang ganteng,”

Sebenarnya, awal suka Choi Jin Hyuk ini ketika nonton dorama ‘Gu Family Book‘ yang merupakan Drama Korea pertama saya. Bukannya suka dengan Lee Seung-gi, tapi langsung tjinta dengan Choi Jin Hyuk yang kala itu berperan sebagai bapaknya Seung-gi. Bapaknya cakep bo’.

Dari situ saya suka sekali ekspresi dan akting Choi Jin-Hyuk. Baru niat lagi nonton drakor yang dibintangi Jin-hyuk ketika ketemu drama ini; The Last Empress. Awal ketemu dorama ini, engga jelas apakah saya tengah membrowsing situs download, atau lagi iseng nyari drama yang dibintangi Choi Jin Hyuk. Lupa, pokoknya, tau-tau saya download dorama ini setelah baca sinopsisnya.

Yuk mari

Continue reading

Review: After The Rain (2018)

Mina-san, omata hee

Kembali lagi dengan saya yang baru saja menyelesaikan pendidikan menyetir di sini. Dimana tuuuh? Heheh. Karena demikian halnya pendidikan sudah beres, Sabtu dan Minggu saya kembali normal(?) tanpa adanya kursus dan ujian nyetir (yang mana 4 kali gue ga lolos, entah terlalu goblok atau sistem nyetir di sini sulit).

“Dari awal kerja juga Sabtu-Minggu nya kepake buat kursus. Normal dari mananya”

Kali ini, izinkan saya mengulas film yang baru saja ditonton sebagai perayaan lulusnya saya dari dunia kursus. Saking padetnya jadwal seminggu-minggu, sampe yang namanya nonton film yang lebih dari 2 jam aja susah. Paling sambil makan nonton series yang cuma satu eps doang kayak Fresh Off The Boat.

After The Rain (2018)
koiwaameagari2

Continue reading

Mina-san, omata hee!

Selamat Tahun Baru!

Telat banget ya.

Kembali lagi dengan saya, yang masih berkutat dengan kesehariannya sebagai pekerja. Januari kemarin sibuk sekali, sehingga yang namanya senang-senang dan menyapa pembaca adalah hal yang sulit dilakukan. Bahasa baku banget sih yas. Maklum, gini kalau kerjanya berhubungan sama orang, tanpa sadar pasti bahasa jadi kaku.

Kali ini saya ingin menyapa paca pembaca sekalian (siapa tau ada yang kangen) karena saya baru saja menyelesaikan sebuah drama Korea yang pantas dinyinyirkan diperbincangkan.

Ya, sesuai dengan judul di atas:

쓸쓸하고 찬란하神 – 도깨비 GOBLIN (2016)a8ce4546716c34d6e9bc3ac4a578183c525037d1

Warning: bahasa vulgar, cacian dan makian, serta otak dan analogi yang menjurus kemana-mana. Tidak disarankan untuk pembaca yang mengharapkan ulasan bagus dan berkelas…. dan di bawah umur.

Continue reading

Minna-san, konbanwa!

Kali ini saya akan membahas film yang baru saja ditonton kemarin. Film lawas sebenarnya. Rekomendasi film ini saya temukan di twitter berkat potongan gambar yang begitu menggoda sekali untuk ditelisik alur cerita filmnya.

Léon: The Professional (1994)
cd5227d0c6d77b236dfd65ad_rw_1920

Continue reading

Minna-san! Konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya yang hendak numpang curhat di akhir penghujung tahun 2018 ini.

Langsung aja curhat yaa.

Sudahtahu lah judul postingan di atas. Maka itu dengan ini saya ngga akan ujug-ujug curhat soal perskatingan meski sangat kandou sekali akhirnya Keiji bisa naik podium selama tiga tahun berturut-turut. Namun karena engga nonton saya jadinya kandou dengan yang lain; Lydia Kandou *garing yas, asli*

Saya ingin curhat dengan pairing yang jarang sekali saya bahas, dari fandom yang cukup lama saya geluti (gelut = berantem) //sudahyas

KAKASHI x IRUKA
NARUTO.600.307278

Saya mau mengeluarkan uneg-uneg saya mengenai pairing yang tanpa saya sadari menjadi favorite saya.
Curhat ahead.

Continue reading

Minna-san, konnichiwa.

Tidak terasa kini kita telah tiba di penghujung tahun 2018. Tahun favorit saya, karena apa? Karena endingnya 18. Hahah *garing* Sebenarnya tahun ini lumayan spesial untuk saya selain masih menjomblonya saya belum ketemu Keiji lagi //HEH

Di tahun 2018 ini banyak sekali pertemuan baru untuk saya, dan banyak sekali mimpi yang terwujud. Saya wisuda, dan mendapatkan kerja di tahun ini. Saya berhasil ke Jepang lagi meski harus rela terdampar di Hokuriku yang dinginnya kebangetan bikin tagihan listrik menangis. Di tahun 2018 ini, saya masih cinta Keiji //plak dan masih menjadi fujo yang kini statusnya turun menjadi fujo diam-diam (kalau dulu koar-koar bangga)

Banyak rasa syukur yang ingin saya utarakan beserta terima kasih-terima kasih yang tak bisa langsung terucap kepada pembaca blog ini. Postingan saya yang mengenai komik terutama yaoi paling banyak laku, sampe ngejedur ke angka 100 pembaca per-harinya. Dibanding dengan blogger-blogger tenar, angka tersebut masih kecil, namun saya tetap bersyukur dan ingin sekali berterima kasih terhadap para pembaca terutama yang setia pada blog ini.

Di penghujung tahun 2018, izinkan saya kembali merekomendasikan komik yang sebenarnya draft nya sudah ditulis dari setengah tahun yang lalu, namun baru kesampaian sekarang karena baru libur (lagi)

Silahkan menikmati rekomendasi laknat manga homo saya.

other recommendations:
Recommended Yaoi Manga 1 | Recommended Yaoi Manga 2 | Recommended Yaoi Manga 3 | Recommended Yaoi Manga 4 | Recommended Yaoi Manga 5Recommended Yaoi Manga 6
| Recommended Yaoi Manga 8

10. Soredemo Suki desu Kasahara san by Omaru (Complete) 

5fggjik Continue reading

Review: Present Perfect (2017)

Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya yang sudah lama banget ngga ngerifyu yang homo-homo.

Sedikit berkilas balik, sudah genap 3 minggu yang lalu saya tiba di Jepang (lagi), dan memulai hidup baru sebagai pegawai…. bahasa halusnya. Bahasa kasarnya yah…. kacung nya korporat.

Tidak seperti saat pertama kali saya akan ke Jepang, ke Jepang kali ini tidak ada excitement nya buat saya, karena selain ditempatkan di desa, saya pun datang bukan dengan tujuan menuntut ilmu (baca: hura-hura) seperti dulu, melainkan nyari duit dan kerja keras (bagai qudha)

Nah, melengkapi hidup sendirinya (lagi) anak ini bekal banyak tontonan di Laptop (ingetnya tontonan doang, Roy*co aja lupa dibawa), salah satunya adalah sebuah film dengan judul:

c0vqb-cuaaamtf3
PRESENT PERFECT (2017)

Continue reading

minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya dan review film Boys Love nya.
Iya, sayangnya bukan film humu meski memang humu (?) film yang diangkat dari komik karya Hidaka Shoko ini, tidak separah Live Action yang pernah saya ulas alias belum ada apa-apanya atau dengan kata lain belum ngapa-ngapain. Dan engga ngapa-ngapain juga sih. Namun memang kalau baca manga nya, memang mereka ngapa-ngapain (?) dan ada apa-apanya (?)

Mari kita cek trailer dan sinopsisnya, setelah itu izinkan saya berkelakar.
Seperti apa yang telah terjadi pada setiap ulasan fim saya; ini semua mengandung SPOILER. Jadi bagi yang alergi, ini adalah batasnya.

Hana wa Saku ka (2018)

5b5183f5ca8a8

Continue reading

%d bloggers like this: