Tag Archive: review


Minna-saaan,
O-mata heee

Kembali lagi dengan saya yang masih survive dari pandemi dan sibuknya kerjaan laknat.

Hari Minggu ini saya habiskan dengan goleran dan bebersih. Hari ini saya merasa kopong sekali, karena serie ‘I Told Sunset About You‘ sudah tamat, dan meninggalkan lubang di hati :”)

Maka, untuk membuat diri ini sibuk, dan mengalihkan pikiran dari ITSAY dan BKPP yang unyunya ngga manusiawi, maka kali ini saya memutuskan untuk me-review dorama kesukaan saya yang tidak meninggalkan luka sedikit pun dan cenderung membahagiakan.

Homok tentunya.

HIStory C R O S S O V E R

Continue reading

Konnichiwa, minasan!
Kembali lagi dengan saya yang baru saja bangun tidur siang, dan hilang ingatan. Siang ini rencananya ingin dihabiskan dengan makan mie tek-tek ala hipotes*a dan nonton re-run drama BL Thailand yang akan menjadi bahan utama postingan kali ini.

Namun ngga tau kenapa siang ini ngantuk banget. Mungkin karena semalem nobar episode terakhirnya sama Alay lewat wa video-call terus paginya bangun first thing in the morning buat beberes kamar dan nyobain vacuum cleaner baruuu. heheh.

Kali ini izinkan saya untuk mengulas drama yang baru saja tamat Kamis tengah trending di jagat twitter.

‘I TOLD SUNSET ABOUT YOU’ (2020)

BEWARE SPOILER

Continue reading

Minna-san, konnichiwa!
Kembali lagi dengan saya dengan ulasan per-humuannya.

Memang, yang namanya Tyas itu ngga pernah jauh dari yang namanya humuk dan kawan-kawannya. Mau itu bentuknya manga, movie, atau bahkan boys-love CD dorama.

Tidak perlu banyak cincong, mari kita masuk ke ulasan utama postingan kali ini.

Life, 戦場の僕ら (Manga)

Continue reading

Minna-san, konnichiwaa!
O-mata hee!!

Kembali lagi dengan saya, dengan ulasan dorama BL yang baru saja selesai ditontonnya sebagai peneman santap makan siang di akhir libur 4 hari saya. Akhirnya liburan 4 hari juga ya gengs, tapi memang dasarnya Tyas itu paling ga bisa berhenti overthinking, libur 4 hari pun ga kerasa apa-apa, malah pengen ngulang lagi //plakk

Tanpa bercocot panjang lebar, mari kita ulas dorama dengan judul di atas:

「Life 線上の僕ら」 (2020)

Continue reading

Recommended Yaoi Manga 8

other recommendations: Recommended Yaoi Manga 1 | Recommended Yaoi Manga 2 | Recommended Yaoi Manga 3 | Recommended Yaoi Manga 4 | Recommended Yaoi Manga 5 | Recommended Yaoi Manga 6 | Recommended Yaoi Manga 7 | Recommended Yaoi Manga 9 | Recommended Yaoi Manga 10 |

10. Reply by Yoneda Kou (completed)

7

Sinopsis: Seki adalah seorang mekanik di sebuah dealer mobil, dimana tempat ia bertemu dengan Takami—seorang sales penjualan yang tidak pernah tersenyum namun memiliki presentase penjualan tinggi di toko tersebut. Karena suatu hal dimana Takami membutuhkan bantuan Seki, pada akhirnya mereka berdua menjadi dekat dan akrab. Hingga suatu ketika Seki menyadari perasaan sukanya terhadap Takami. Terlebih, perasaan tersebut hadir ketika Takami diisukan mutasi kerja ke tempat baru, yang membuat Seki bingung apakah ia harus mengutarakan atau memendam perasaannya tersebut.

Continue reading

Minna-san, konnichiwa!
O-mata hee!

Kembali lagi dengan saya dan ulasan perhumuan saya.
Kali ini, saya baru saja selesai menonton salah satu web-series yang super pendek (and it’s not good for my heart) dari negeri gingseng yang berjudul;

‘Where Your Eyes Linger’ (2020)


Tanpa panjang intro, karena tetiba hati dan pikiran engga karuan (engga tau apa karena efek selesai nonton dorama ini, atau emang dasarnya masa galau anak ini sudah datang sehabis menstruasi), mari kita cekidot.

Spoiler alert!

Continue reading

Review: The Prince of Tennis (2019)

Minna-san, o-mata hee!

Selamat Tahun Baru 2020,
Tahunnya Olimpiade Tokyo yang digembar-gemborkan masyarakat se-Jepang.

Apa kabar para pembacakuuh? Semoga kalian yang terkena dampak banjir diberikan keselamatan dan kesehatan selalu. Doaku semoga bencana awal tahun ini segera berlalu.

Sementara itu, gue memulai tahun ini dengan anxiety parah yang ga bikin nafsu makan. Untuk menanggulangi keresahan tersebut dan memperbaiki kesehatan mental gue, gue akhirnya memutuskan untuk menonton Drama yang menjadi judul utama postingan ini, dan surprisingly drama ini sangat menghibur dan layak diulas untuk pada pembaca sekalian. Berkat dorama ini, saya berhasil membuat 4 fanfiksi berbahasa Indonesia. Silahkan dicek!

Akhir pembuka, selamat membaca semoga terhibur.

奋斗吧,少年!
(Fen Dou Ba Shao Nian) (2019)

428px-wangqiushaonian2019

Continue reading

Review: Ossan’s Love The Movie

Minna-san, konnichiwa!
Apa kabar pembaca budiman sekalian? tak lupa apa kabar para pembaca homo laknat semua? Semoga kalian sehat selalu.
Jepang baru saja dilanda taifu Hagibis yang sukses bikin jendela saya getar-getar hampir pecah. Mohon doanya untuk teman-teman yang di Kanto, ya gengs. Semoga tidak ada yang menjadi korban.
Sebenarnya, sebelum berhak menerbitkan tulisan ini, saya masih punya satu tunggakan entry, yakni Tenki no Ko yang sudah ditonton 2 bulan lalu tapi masih aja ngejogrog di draft, malah ini duluan yang keluar karena ngetiknya sambil gabut di pesawat HND – CGK yang engga nyampe-nyampe.
Jadilah satu review film homo yang sebenarnya sudah tidak ada yang menunggu, tapi tetep aja ditulis, hitung-hitung memperbaharui wordpress saya yang sudah mulai lumutan karena jarang disentuh semenjak yang punya menjadi shakaijin.
Apa yang kiranya hendak saya bahas? Cekidot!

Ossan’s Love The Movie: Love or Dead

177851_02

Continue reading

Review: The Lovers (2015)

Aloha!!

Menindak-lanjuti review barusan, saya kini akan mengulas ‘The Lovers‘ yang merupakan drama dimana awal saya mengenal(?) Lee-Jae-joon.

Ini Lee Jae-joon btw.

ie002248498_std

kenapa fotonya yang ini sih?!

The Lovers (2015)

img_119629_1

Sinopsis: The Lovers merupakan sebuah drama dengan bamen atau latar adegan yang tidak cuma satu. Menceritakan 4 pasang pasangan yang menempati sebuah gedung apartmen dengan nomor kamar berbeda (ya iyalah). Semenjak saya cuma nonton bagian Joon-jae & Takuya saja, maka itu, saya hanya akan membahas dua pria ini.

Continue reading

Mina-san, omata hee!

Kembali lagi dengan saya yang tengah menikmati waktu liburnya di tengah-tengah padatnya aktifitas kerja. Memasuki bulan Maret, udara mulai menghangat, dan sakura akan bermekaran di bulan April.

Sekian intro pembukanya, sekarang mari ke inti bahasan; ulasan.

Kali ini saya akan mengulas sebuah film Korea yang baru saja saya tonton kemarin sambil makan grilled cheese yang dibuat sendiri, dimakan sendiri. Perks of living alone. Awal saya tertarik menonton film ini adalah karena ini film humu, karena film ini dibintangi oleh Lee Jae-joon.

Night Flight (2014)

236FED3A53E4351D1D

Bagi yang belum tau siapa Jae-joon, beliau ini adalah lawan main Terada Takuya, pada drama korea yang berjudul The Lovers. Drama ini akan diulas di postingan yang berbeda, maka itu izinkan saya mengulas film ini terlebih dahulu.

Sinopsis: Yong-joo (Kwak Si-yang) merupakan seorang murid berprestasi yang diasuh oleh sang ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal. Ia memiliki dua orang sahabat yang salah satunya masih dekat dengannya kala SMA; Ki Taek (Choi Joon-ha). Seorangnya lagi adalah Gi-woon (Lee Jae-joon) yang merupakan sahabatnya sedari SMP namun mereka berdua menjauh ketika memasuki SMA.

Gi-woong merupakan kebalikan dari Yong-joo. Ia kepala gang anak-anak berandal yang kerap menggunakan Ki Taek sebagai sasaran tinjunya. Suatu malam, ketika Gi-woon dikejar oleh berandal, ia merampas sepeda Yong-joo yang kebetulan melintas demi melarikan diri. Setelahnya, ia tidak mengembalikan sepeda tersebut yang membuat Yong-joo mengikutinya, agar Gi-woon mengembalikan sepedanya tersebut.

Alasan lain Yong-joo mengikutinya adalah ia menyukai Gi-woon dan ingin mengungkapkan perasaannya tersebut.

Continue reading

%d bloggers like this: