Tag Archive: Movie


Review: Night Flight (2014)

Mina-san, omata hee!

Kembali lagi dengan saya yang tengah menikmati waktu liburnya di tengah-tengah padatnya aktifitas kerja. Memasuki bulan Maret, udara mulai menghangat, dan sakura akan bermekaran di bulan April.

Sekian intro pembukanya, sekarang mari ke inti bahasan; ulasan.

Kali ini saya akan mengulas sebuah film Korea yang baru saja saya tonton kemarin sambil makan grilled cheese yang dibuat sendiri, dimakan sendiri. Perks of living alone. Awal saya tertarik menonton film ini adalah karena ini film humu, karena film ini dibintangi oleh Lee Jae-joon.

Night Flight (2014)

236FED3A53E4351D1D

Bagi yang belum tau siapa Jae-joon, beliau ini adalah lawan main Terada Takuya, pada drama korea yang berjudul The Lovers. Drama ini akan diulas di postingan yang berbeda, maka itu izinkan saya mengulas film ini terlebih dahulu.

Sinopsis: Yong-joo (Kwak Si-yang) merupakan seorang murid berprestasi yang diasuh oleh sang ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal. Ia memiliki dua orang sahabat yang salah satunya masih dekat dengannya kala SMA; Ki Taek (Choi Joon-ha). Seorangnya lagi adalah Gi-woon (Lee Jae-joon) yang merupakan sahabatnya sedari SMP namun mereka berdua menjauh ketika memasuki SMA.

Gi-woong merupakan kebalikan dari Yong-joo. Ia kepala gang anak-anak berandal yang kerap menggunakan Ki Taek sebagai sasaran tinjunya. Suatu malam, ketika Gi-woon dikejar oleh berandal, ia merampas sepeda Yong-joo yang kebetulan melintas demi melarikan diri. Setelahnya, ia tidak mengembalikan sepeda tersebut yang membuat Yong-joo mengikutinya, agar Gi-woon mengembalikan sepedanya tersebut.

Alasan lain Yong-joo mengikutinya adalah ia menyukai Gi-woon dan ingin mengungkapkan perasaannya tersebut.

Continue reading

Review: After The Rain (2018)

Mina-san, omata hee

Kembali lagi dengan saya yang baru saja menyelesaikan pendidikan menyetir di sini. Dimana tuuuh? Heheh. Karena demikian halnya pendidikan sudah beres, Sabtu dan Minggu saya kembali normal(?) tanpa adanya kursus dan ujian nyetir (yang mana 4 kali gue ga lolos, entah terlalu goblok atau sistem nyetir di sini sulit).

“Dari awal kerja juga Sabtu-Minggu nya kepake buat kursus. Normal dari mananya”

Kali ini, izinkan saya mengulas film yang baru saja ditonton sebagai perayaan lulusnya saya dari dunia kursus. Saking padetnya jadwal seminggu-minggu, sampe yang namanya nonton film yang lebih dari 2 jam aja susah. Paling sambil makan nonton series yang cuma satu eps doang kayak Fresh Off The Boat.

After The Rain (2018)
koiwaameagari2

Continue reading

Minna-san, konbanwa!

Kali ini saya akan membahas film yang baru saja ditonton kemarin. Film lawas sebenarnya. Rekomendasi film ini saya temukan di twitter berkat potongan gambar yang begitu menggoda sekali untuk ditelisik alur cerita filmnya.

Léon: The Professional (1994)
cd5227d0c6d77b236dfd65ad_rw_1920

Continue reading

Minna-san! Konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya yang hendak numpang curhat di akhir penghujung tahun 2018 ini.

Langsung aja curhat yaa.

Sudahtahu lah judul postingan di atas. Maka itu dengan ini saya ngga akan ujug-ujug curhat soal perskatingan meski sangat kandou sekali akhirnya Keiji bisa naik podium selama tiga tahun berturut-turut. Namun karena engga nonton saya jadinya kandou dengan yang lain; Lydia Kandou *garing yas, asli*

Saya ingin curhat dengan pairing yang jarang sekali saya bahas, dari fandom yang cukup lama saya geluti (gelut = berantem) //sudahyas

KAKASHI x IRUKA
NARUTO.600.307278

Saya mau mengeluarkan uneg-uneg saya mengenai pairing yang tanpa saya sadari menjadi favorite saya.
Curhat ahead.

Continue reading

Review: Present Perfect (2017)

Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya yang sudah lama banget ngga ngerifyu yang homo-homo.

Sedikit berkilas balik, sudah genap 3 minggu yang lalu saya tiba di Jepang (lagi), dan memulai hidup baru sebagai pegawai…. bahasa halusnya. Bahasa kasarnya yah…. kacung nya korporat.

Tidak seperti saat pertama kali saya akan ke Jepang, ke Jepang kali ini tidak ada excitement nya buat saya, karena selain ditempatkan di desa, saya pun datang bukan dengan tujuan menuntut ilmu (baca: hura-hura) seperti dulu, melainkan nyari duit dan kerja keras (bagai qudha)

Nah, melengkapi hidup sendirinya (lagi) anak ini bekal banyak tontonan di Laptop (ingetnya tontonan doang, Roy*co aja lupa dibawa), salah satunya adalah sebuah film dengan judul:

c0vqb-cuaaamtf3
PRESENT PERFECT (2017)

Continue reading

minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya dan review film Boys Love nya.
Iya, sayangnya bukan film humu meski memang humu (?) film yang diangkat dari komik karya Hidaka Shoko ini, tidak separah Live Action yang pernah saya ulas alias belum ada apa-apanya atau dengan kata lain belum ngapa-ngapain. Dan engga ngapa-ngapain juga sih. Namun memang kalau baca manga nya, memang mereka ngapa-ngapain (?) dan ada apa-apanya (?)

Mari kita cek trailer dan sinopsisnya, setelah itu izinkan saya berkelakar.
Seperti apa yang telah terjadi pada setiap ulasan fim saya; ini semua mengandung SPOILER. Jadi bagi yang alergi, ini adalah batasnya.

Hana wa Saku ka (2018)

5b5183f5ca8a8

Continue reading

Review: Yowis Ben (2018)

Konbanwa, minna-san.

Tulisan ini sudah lama saya tulis, jauh sebelum saya keterima kerja, jauh sebelum saya ke Vietnam. Sayang kalo ga di upload, so cekiceki.

selamat malam para pembaca yang budiman.
sudah sebulan lamanya gue ga buka-buka blog. banyak yang terlewati.
Bahkan tulisan Winter Olympic kemaren aja masih digantung gegara sibuk ngejar tanda tangan Tony Stark (sebutan kita-kita buat dekan ganteng yang meski berumur tapi ga bikin gue berhenti senyam senyum sendiri, dan lebih menantikan salaman sama dekan sendiri daripada rektor saat wisuda)

“kapan lagi yekan pegang tangan Tony Stark”

Rehat sejenak dari ngurus teteq dan bengeq nya kampus, saya pun berniat menonton film Yowis Ben. Nonton film ini pengennya udah dari akhir Februari kemaren. Tapi karena salah bioskop; yang awalnya ngira di TSM dan ternyata malah diputer di Trans Mart Buah Batu, jadi aja bubar dan baru kesampean tadi, sebelum berangkat ke Bandara bakal nganter pulang si boski. Nontonnya berdua sama si adek. Bukan di bioskop biasa, karena di Tangerang pun film ini cuma diputer di dua tempat.

Dan sialnya dapet bioskop mahal. Yaudah deh ya, sekalian beli oleh-oleh akhirnya ngeluarin setengah isi dompet sekalian bayarin si kacrut.

Kali ini saya akan mengulas film yang kayaknya belum saya baca review nya di internet. Daripada ngereview, lebih kepada curhat sih. Karena pengen nonton film nya yang 80% memakai logat jawa timuran, maka sekaliber TangCity juga dijabanin.

Tau kan Tyas kalo udah curhat isinya sampah doang? Curhatnya doang sih, filmnya mah bagus.

Sooo cekidot.

Yowis Ben (2018)
dv4fokbvmaaavoq

Continue reading

Review: Love, Simon (2018)

minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya setelah dinas satu hari Bandung – Surabaya yang (ternyata) bikin sakit seluruh badan, dan akhirnya loyo buat kerja di hari berikutnya. Memang yang namanya umur gak akan bohong. Berani aja bilang mau ambil kelas ice skating, disuruh duduk di pesawat PP Surabaya – Bandung aja langsung pegel linu nyeri keseleo.

Pulangnya, saya langsung beli capcay satu setengah porsi, karena nyatanya saya ngga nafsu makan selama di Surabaya meski duit perjalanan dinas berlimpah dan Pizza Hut berjejer, apalagi review-review kuliner lontong balap bikin liur netes. Tapi nyatanya Surabaya panas sangat, sampai-sampai nafsu makan ilang tau kemana, yang berujung minumin air atau ga es teh dingin (es teh ya dingin lah begok)

Sembari menyantap capcay (yang akhirnya bisa) dibeli dekat kosan, saya pun akhirnya memilih satu film untuk menemani. Film ini, saya download karena pemerannya adalah Nick Robinson.

66142fe4dcfd89390e7b4e9d448d7dc4

Kenal? Beliau adalah aktor yang (mungkin) kita kenal melalui film Jurassic World yang mana sekuelnya baru saja saya bahas kemarin. Berbekal hal ini, saya pun akhirnya mendownload dan hendak menonton film ini. Namun sebelumya, dibaca dulu sinopsisnya. Dan ternyata, ini adalah sebuah film Boys Love yang mengisahkan seorang remaja laki-laki mengenai seksualitas nya.

Dari sini, saya ingin membahas lebih lanjut mengenai isi filmnya.

Love, Simon (2018)

snisqvpmlu4lpjvtohpdotxa7eh

Continue reading

minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya sudah 3 hari bekerja pasca libur lebaran, dan masih ditinggal mudik tukang warteg. Setelah 4 hari di rumah–iya soalnya sisa 6 hari plus-plus kemarinnya dipake udar ador tydac caruan (kata gue mah) yang bikin ini anak melahap apapun yang ada di rumah setibanya di Tangerang, karena ngga mau kelewat sedikitpun loving moment nya dengan makanan-makanan di rumahnya tercinta.

Dengan kata lain berat badan naik drastis.

Well, bodo amat. Toh ketika kembali lagi ke kost-an, saya akan merana karena makanan hanya bisa ditemukan di luar kamar, bukan sebaliknya.

Oke, sekian cerita mengenai saya dan berat badan (yang sering nya gue masa-bodo-in). Namun sebelum itu, izinkan saya curhat (lagi). Akhir-akhir ini, saya jadi (ingin) banyak mereview. Apapun. Bahkan sampai makan sate kambing pinggir jalan pun, otak saya penuh dengan ulasan-ulasan mengenai daging si kambing yang naas nya mati muda tersebut.

th_116_
’emang, elo kan hidupnya nyinyir bae’

Kali ini, saya kandou sekali dengan film yang baru saja beres ditonton karena ngga sengaja (ngga sengaja, tapi pas bioskop penuh sama buocah)

Adalah film dengan judul sebagai berikut:

041f8ef5b15effcb1dc4f41914f9679e_xl

Jurassic World: Fallen Kingdom (2018)

Continue reading

Recommended Songs by Aiko 5

Holla, minna-san!
Konbanwa.

Kembali lagi dengan saya yang memulai hidup baru di perantauan. Kali ini, bukan Jatinangor nya yang sempity namun penuh dengan teman-teman yang bisa dirusuhin kapan aja, tapi di salah satu sudut sepi kota Bandung yang penuh dengan kehidupan.

Anyway, izinkan saya merekomendasikan 10 lagu yang rajin saya dengarkan akhir-akhir ini. Iya, termasuk lagu exibition para skater yang rajin menghiasi playlist iTunesnya. So, check it out!

10. Dwayne Johnson – You’re Welcome
1200x630bb

Continue reading

%d bloggers like this: