ChuuraMinna-san!

Selamat bulan Maret, dimana kesayangan-kesayangan saya pada ulang tahun di bulan ini, mulai dari almh. nenek saya tercinta, temen guhe yang alaynya naudzubillah tapi untung dia udah wisuda, hingga my lovely Sergeant James Buchanan Barnes di tanggal 10. Selain itu juga ada ulang tahun Neil Dylandy yang sudah almarhum pula seperti nenek saya.

Pada hari ini izinkan saya mengucap

SELAMAT ULANG TAHUN, YUKIMURA SEIICHI!

main30

kok gambarnya Ouji sih??!!! ━Σ(゚Д゚|||)━

Kali ini sebelum saya mereview film (homo) yang saya janjikan pada postingan sebelumnya, saya akan terlebih dahulu mereview perjalanan saya selama dua minggu kemarin terhitung dari tanggal 18 Februari. Nantinya review perjalanan ini akan saya tuliskan dalam bahasa inggris, tapi kalo inget.

Kalo niat.
th_102_

Sementara ini akan saya tuliskan dalam bahasa ibu sendiri dulu. Bahasa Sunda.

th_057_
“Lah, iyah kan bahasa ibu saya mah sunda,”
//digaplokSampeu

Sebelum saya menceritakan semuanya, izinkan saya menceritakan sejuta (ngga sejuta juga si) kegiatan saya sebelum akhirnya naik pesawat penerbangan murah ke Okinawa yang turunnya bahkan ngga di terminal resmi bandara Naha. hiks.

dsc_0110

Awal Februari, saya buka dengan leha-leha liburan, karena ujian sudah resmi berakhir. Memasuki minggu kedua, saya memulai artikel ke dua saya mengenai pemandian air panas (onsen) yang ada di kota sebelah yang memiliki banyak terapi untuk kesehatan, dimana selain mandi, pengunjungnya pun diperkenankan menginap dengan harga semalam hanya 150rb rupiah. Cuco ga tuh?

dsc_0128

Selesai berkegiatan tulis menulis, saya memiliki agenda cooking test masakan Indonesia pada tanggal 10 dimana selesai memasak untuk presentasi di akhir bulan Maret ini, saya langsung bertolak ke Chiba, karena pada dua hari sebelumnya saya mendaftarkan diri sebagai volunteer untuk mengawal anak-anak SD yang akan berkegiatan di Nagano pada English Camp. Pertama kalinya ke Chiba, saya pun nyasar dalam mencari Chiba Chuo Kouen dimana tempat tersebut menjadi titik temu bakal briefing dan berangkat di jam 7 pagi! Dan saya bahkan belum sempat sarapan.

Dua hari di Nagano, ternyata kegiatannya adalah bermain salju, dimana suhu pagi di sana menjadi minus, dan para volunteer tidak boleh bermalas-malasan dengan tugas menjaga piyik-piyik SD yang bawelnya minta ampun. Saat pulang ada kejadian yang sebenarnya memalukan, tapi bukan Tyas namanya kalo ngga malu-maluin. Jadi ceritanya, ini anak masukin hape ke kantong jaket, dan pas naik bis untuk pulang, jaket tebelnya di lepas dong. Pas udah duduk nyaman aman santai, dan bis mulai berjalan, ini anak ngodok-odok tasnya dan tak menemukan hapenya. Karena itu barang penting, ini anak langsung bilang ke bapak supirnya yang sudah susah payah belokin bis yang gedenya naudjubillah tersebut.

Setelah si supir memberikan izin, mencelat saya berlari ke toilet, karena seinget saya terakhir saya meletakkan hape adalah di kamar mandi tersebut. Namun, ditengah-tengah pelarian saya ke toilet, saya baru inget kalo si hape sudah aman saya selipkan dalam jaket. Begitu saya tiba di toilet, saya tak menemukan ponsel saya dimanapun.

d582d79f
“ya iyalah orang ada di dalem jaket”

Akhirnya saya kembali ke bis. Dan pulang ke Chiba. Beres.

Sepulangnya saya dari Chiba, saya pun langsung berangkat mengajar. Selasa saya habiskan di kamar. Membereskan segala keperluan perjalanan saya kelak ke wilayah barat Jepang.

Rabu! Rabu adalah hari dimana saya menguasai lounge asrama untuk pertama kalinya. Maksudnya tipi lounge. Tau kenapa?? Yup, pada tanggal 15 Februari lalu, dilaksanakan turnamen pra-olimpiade cabang Figure Skating di Korea Selatan. Taulah, kalo si rese ini lagi keserempet sama figure skating, baik anime maupun ikemen yang berseluncur di atas es. Tau kan siapa yang lagi digandrungi mati-matian sama Aiko? Yup. Hanyu Yuzuru atau biasa disapa Yuzu.

Jadi, sekembalinya anak ini mengumpulkan foto-foto untuk bahan tulisannya, ia pulang malam dan langsung melesat ke ruangan bersama asramanya tersebut, demi menguasai tipi yang mana pertandingannya disiarkan secara langsung di FujiTV dan kalau nonton streamingnya harus menunggu dua hari kemudian di jam 12 siang dimana pada jam segitu anak ini sedang kerja.


Kalo dibilang boleh berisik, anak ini berisik sangat saat sedang menonton. Bagaimana tidak, selain Yuzu keluar giliran agak belakangan, pas Short Programnya, Yuzu jatuh dan menyentuh Es!! Ya iyalah kejet-kejet nontonnya. Namun overall, beliau meraih posisi ketiga saat SP, dan meninggalkan saya yang nelangsa dan ngga tau mau nonton Free Programnya di mana, karena Free Program dijadwalkan tanggal 19 dan tanggal 18 saya sudah bertolak ke Okinawa.

Lalu kita tiba pada hari Kamis. Kamis saya kembali mengajar. Sebagai mata pencaharian demi membayar listrik, karena Yamanashi dinginnya minta maaf, dan saya orang tropis (alesan). Ada seorang murid saya. Beliau kini tengah menempuh tahun ketiganya di SMA dan hendak belajar ke luar negeri tepatnya ke Inggris Raya. Aww cuco banget ga tuh. Mukaknya unyu, dan beliau adalah cowok ikemen yang sok-sok cool. Duuh adek. Kebetulan, kala itu dia meminta saya membantunya mengisi formulir untuk mendaftarkan diri untuk uji kemampuan bahasa Inggris. Pas nengok-nengok dikit, ternyata si adek ini memiliki tanggal lahir yang sama dengan saya!! Aww! Apa ya, walau saya tau orang-orang Virgo kadang sering dikatain ngga waras, tapi seneng aja ketemu sama orang yang tanggal lahirnya sama.

th_084_

Selesai mengajar di hari Kamis, hari Jumatnya saya rehat sejenak sembari membeli beberapa keperluan untuk keberangkatan di hari Sabtu.

Lalu, tibalah kita pada hari di mana saya bertolak pagi-pagi ke Tokyo untuk menyambangi bandara yang menjadi titik tolak ke Okinawa! Saya memilih penerbangan Narita – Naha di jam 4 sore, yang mana begitu tiba langsung istirahat. Setelah tiba di Okinawa, saya menginap pada sebuah guest house kecil berharga murah di bilangan Kokusai Street, untuk beristirahat agar keesokan harinya bisa menyambangi Okinawa Chuuraumi Aquarium.

dsc_0146

Chuuraumi Aquarium merupakan Seaworld-nya Okinawa. Cukup peer juga melakukan perjalanan ke sana, yang notabene, seluruh akomodasi saya berada di bagian selatan Okinawa, namun Chuuraumi sendiri berada di tepi utara. Perjalanan ke Aquarium sendiri bisa menghabiskan 2-3 jam, terlebih untuk saya yang naik turun bis. total perjalanan saya 5 jam karena nungguin ganti bis.

Kalau dibilang seru, nyatanya perjalanan saya ke Okinawa cukup berkesan meski menurut saya Okinawa tidak memiliki kepraktisan transportasi. Mungkin kelamaan hidup di Yamanashi (baru juga 6 bulan) saya jadi terbiasa kemana-mana naik kereta atau JR. Namun, di Okinawa, hanya ada satu rel yaitu monorail, dan itu hanya sampe setengah pulau. Sisanya, silahkan naik bis atau nyewa taksi yang notabene bukan anak ini banget.

Tapi Chuuraumi  bagus bangeettt, kebetulan Suizokukan ini memiliki pantai tersendiri untuk menatap beningnya laut Okinawa. Di Chuuraumi, saya menambatkan hati saya pada seekor whale shark, apasih bahasa Indonesianya, yang bernama Jinta. Ganteeeeng, suka Jinta~!
dsc_0179

Dan begitu senin tiba, saya memulai perjalanan saya ke tanah kelahiran mas Kengo tercinta; Kagoshima.

current song: Kudaranai no Naka ni by Hoshino Gen
current mood: sakit kaki
location: Dai-2 Shimizu Sou

-Ijou!-