Minna-san,

Sekembalinya saya kepada pangkuan Yamanashi (bukan pangkuan deng, tapi mirip, karena Yamanashi bentuknya kayak kawah dikelilingin gunung), saya banyak ditanya oleh teman-teman dan kenalan. ‘Selama perjalanan 2 minggu kemarin, tempat mana yang paling berkesan buat kamu?‘ dan saya langsung terbayang Karatsu.

Dan mereka kaget setelah saya menjawab saya jatuh cinta pada kota kecil di prefektur Saga ini. Pasalnya, ngga banyak orang tahu mengenai Karatsu, dan apa bagusnya Karatsu?? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.

17f0f3b0
“Apa bagusnya Karatsu sampe bikin kamu jatuh cinta ko?”

Apa ya? Karatsu itu…. ibarat kalau dia orang, orangnya kalem, misterius tapi ngga tsundere. Pas saya coba kenal lebih dekat, ternyata Karatsu ini asik, dan kita berdua menikmati berkomunikasi tanpa kata-kata. Terlebih aura-nya itu menenangkan. Ada di Karatsu, saya bisa memikirkan banyak hal. Kalo kata Viktor mah Love and Life. Wkwkwk. Ngga, bohong. Saya mikirin hidup saya mau dibawa kemana habis ini wkwk.

DSC_0315

Meski Kagoshima menyihir saya dengan kenangan yang tiba-tiba menyergap saya dalam sudut-sudut lansekapnya, tapi Karatsu menyambut saya dengan keromantisme-an layaknya seorang gentleman?

Setelah bis malam yang bikin saya pusing karena posisi duduknya yang semi-tidur dan batere saya yang terjatuh, bikin saya harus jongkok demi meraih si batere siyalan tersebut, saya tiba pada sebuah pagi yang mendung di Hakata. Dari Hakata saya langsung mengambil kereta menuju Karatsu. Lama perjalanan hampir sejam lamanya. Begitu tiba, suasana Karatsu yang mendung memayungi saya pada sebuah pagi yang sepi. Tidak banyak orang.

Saya langsung berjalan menuju tempat dimana Kastil Karatsu berada.

DSC_0299

Bukan tanpa alasan anak ini akhirnya memutuskan untuk membelokkan setir dari Hakata ke Karatsu. Ingat kalau bulan Desember lalu Aiko membuat review Yuri!!! On Ice ? Dan Hasetsu–kampung halaman Katsuki Yuri, adalah Hasetsu yang mengambil bentuk Karatsu. Persis!

DSC_0303

Saya tiba di stasiun yang ditempeli banyak poster Yuri!!! On Ice seperti Yuuri yang baru saja kembali ke Hasetsu setelah 5 tahun lamanya, dan mendapati stasiun tersebut penuh dengan poster dirinya. Sekeluarnya saya dari stasiun pintu utara, saya disambut patung aneh ini.

DSC_0388

Meski tidak seaneh Hasetsu, namun lucu juga jika semua yang ada di Hasetsu memiliki penampakan yang sama dengan Karatsu. Agaknya, pihak pariwisata sini pun menggunakan Yuri!!! On Ice sebagai daya tarik kunjungan wisata.

DSC_0387

Berjalan cukup lama yakni 15 menit, akhirnya saya tiba pada Kastil Karatsu, yang kalau Yuuri bilang, ‘inside is Ninja Yashiki!‘ *itu kastil Hasetsu* Saya serasa masuk ke dalam universe dimana anime tersebut berada. Ketika bulan Mei nanti, Kastil ini akan lebih indah karena akan bermekaran bunga Fuji atau Whisteria. Tapi sementara ini bunga plum atau sakura dulu yaaa.

Sayangnya, ketika saya tiba di bulan Februari ini (bulan cinta, berharap Yuuri kasih cokelat ke Viktor) tengah berlangsung renovasi atau konstruksi apalah di kastil, yang menyebabkan sightseeing saya terbatas halaman kastil saja tanpa bisa mendekati apalagi masuk ke dalam kastil. Di kastil ini saya menemukan satu scene dimana Viktor berbicara dengan Yuuri selesainya atlet tersebut latihan fisik. Jika seluruh bebungaan di kastil ini mekar, maka scenenya akan 100 kali lebih romantis. Terlebih kalau inget dimana Viktor hendak membuka diri Yuuri, dalam musim semi Karatsu. Uuuhhh. 

DSC_0302

Dari tempat duduk Viktor, saya bisa melihat jembatan panjang yang menghubungkan daerah kastil dengan daerah pantai. Banyak camar? Bahasa Jepangnya sih umineko. Dan ngomong-ngomong neko, saya ketemu neko atau kucing yang saya panggil Mama-san. Semoga sekarang ini anak-anaknya sudah lahir dengan sehat. Kasihan waktu Mama-san dateng, saya sedang tidak bawa makanan. Hiks. Maapin ya.

DSC_0308

Beres dari kastil, saya pun berjalan turun menyusuri jembatan yang bikin saya baper. Karena di ending Yuri!!! On Ice season 1, jembatan di Hasetsu, dibuat mirip dengan yang di St. Petersburg dan menjadi tempat bertemu antara Viktor dengan Yuuri yang sudah pindah untuk tinggal di St. Petersburg.

DSC_0336

Dari kastil untuk sampai ke pantai, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan mengambil jalur lewat perumahan warga. Awalnya sempet deg-degan juga takut dikira orang mencurigakan. Namun, sasuga Karatsu, orang-orangnya sedikit banget, dan perumahan yang saya lewati hampir sama sekali tidak ada orangnya.

DSC_0341

Di pantai, saya bisa melihat banyak hal despite kalau dibilang pantainya tidak ada apa-apa, tapi untuk saya ini lebih dari cukup. Sinar matahari yang malu-malu di ujung timur dan debur ombak yang ngga terlalu tajam kayak di Kochi (secara pantai Kochi itu Samudera sedang Karatsu cuma laut kecil yang masih terbatas pulau di seberangnya) dalam diam saya mengumpulkan banyak kulit kerang. Mau buat kenang-kenangan niatnya. Ehe.

DSC_0303

Di sini saya seperti menemukan diri sendiri. Tenggelam dalam pemikiran-pemikiran pribadi. Bisa dibilang sok dramatis, tapi saya suka tempat ini. Saya jadi paham jika saya menempatkan diri di posisi Yuuri. Kedepannya hendak bagaimana dengan saya yang sekarang ini? Apa saya tetap mempertahankan menulis sebagai hobi saya yang ingin saya jadikan mata pencaharian, ataukah saya harus mencari pekerjaan lain? Apakah di sana ada orang seperti Viktor untuk saya (dalam kasus ini si Mas Kengo wkwk) Banyak. Banyak yang saya utarakan kepada laut. Dan kebetulan banget pagi itu laut sepi. Meski dingin rasa-rasanya saya betah-betah saja berada di sana seharian.

Jalan pulang menuju stasiun pun saya tidak hapal jadinya mengandalkan Google Maps yang menuntun saya kembali ke stasiun melalui jalan yang sedikit berbeda dari jalan datang. Mengantarkan saya pada pusat pertokoan Karatsu; Kyomachi–yang dimana dijadikan tempat Yurio membeli kaos macannya dalam anime.

DSC_0383DSC_0381

Bahkan di toko ini diputar lagu ‘You Only Live Once‘ yang menjadi Ending dari Anime yang tamat season pertamanya di episode 12 ini. Anyway, gambar Yurio di atas itu saya foto dari selebaran yang ditempel di salah satu tiang di shotengai. Bener-bener menjadikan Yuri!!! On Ice sebagai daya tarik pariwisata Karatsu.

Meski saya hanya menghabiskan 3 jam di Karatsu, saya jatuh cinta dan ngga bisa melupakan kenangan di Karatsu begitu saja. Kayak short date sama Karatsu.

current song: One Way Ticket by One Ok Rock
current mood: baru terima hasil kuliah selama 6 bulan ini
location: Dai-2 Shimizu Sou

-ijou!-