Tag Archive: Yaoi


Review: Ossan’s Love The Movie

Minna-san, konnichiwa!
Apa kabar pembaca budiman sekalian? tak lupa apa kabar para pembaca homo laknat semua? Semoga kalian sehat selalu.
Jepang baru saja dilanda taifu Hagibis yang sukses bikin jendela saya getar-getar hampir pecah. Mohon doanya untuk teman-teman yang di Kanto, ya gengs. Semoga tidak ada yang menjadi korban.
Sebenarnya, sebelum berhak menerbitkan tulisan ini, saya masih punya satu tunggakan entry, yakni Tenki no Ko yang sudah ditonton 2 bulan lalu tapi masih aja ngejogrog di draft, malah ini duluan yang keluar karena ngetiknya sambil gabut di pesawat HND – CGK yang engga nyampe-nyampe.
Jadilah satu review film homo yang sebenarnya sudah tidak ada yang menunggu, tapi tetep aja ditulis, hitung-hitung memperbaharui wordpress saya yang sudah mulai lumutan karena jarang disentuh semenjak yang punya menjadi shakaijin.
Apa yang kiranya hendak saya bahas? Cekidot!

Ossan’s Love The Movie: Love or Dead

177851_02

Continue reading

Review: The Lovers (2015)

Aloha!!

Menindak-lanjuti review barusan, saya kini akan mengulas ‘The Lovers‘ yang merupakan drama dimana awal saya mengenal(?) Lee-Jae-joon.

Ini Lee Jae-joon btw.

ie002248498_std

kenapa fotonya yang ini sih?!

The Lovers (2015)

img_119629_1

Sinopsis: The Lovers merupakan sebuah drama dengan bamen atau latar adegan yang tidak cuma satu. Menceritakan 4 pasang pasangan yang menempati sebuah gedung apartmen dengan nomor kamar berbeda (ya iyalah). Semenjak saya cuma nonton bagian Joon-jae & Takuya saja, maka itu, saya hanya akan membahas dua pria ini.

Continue reading

Mina-san, omata hee!

Kembali lagi dengan saya yang tengah menikmati waktu liburnya di tengah-tengah padatnya aktifitas kerja. Memasuki bulan Maret, udara mulai menghangat, dan sakura akan bermekaran di bulan April.

Sekian intro pembukanya, sekarang mari ke inti bahasan; ulasan.

Kali ini saya akan mengulas sebuah film Korea yang baru saja saya tonton kemarin sambil makan grilled cheese yang dibuat sendiri, dimakan sendiri. Perks of living alone. Awal saya tertarik menonton film ini adalah karena ini film humu, karena film ini dibintangi oleh Lee Jae-joon.

Night Flight (2014)

236FED3A53E4351D1D

Bagi yang belum tau siapa Jae-joon, beliau ini adalah lawan main Terada Takuya, pada drama korea yang berjudul The Lovers. Drama ini akan diulas di postingan yang berbeda, maka itu izinkan saya mengulas film ini terlebih dahulu.

Sinopsis: Yong-joo (Kwak Si-yang) merupakan seorang murid berprestasi yang diasuh oleh sang ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal. Ia memiliki dua orang sahabat yang salah satunya masih dekat dengannya kala SMA; Ki Taek (Choi Joon-ha). Seorangnya lagi adalah Gi-woon (Lee Jae-joon) yang merupakan sahabatnya sedari SMP namun mereka berdua menjauh ketika memasuki SMA.

Gi-woong merupakan kebalikan dari Yong-joo. Ia kepala gang anak-anak berandal yang kerap menggunakan Ki Taek sebagai sasaran tinjunya. Suatu malam, ketika Gi-woon dikejar oleh berandal, ia merampas sepeda Yong-joo yang kebetulan melintas demi melarikan diri. Setelahnya, ia tidak mengembalikan sepeda tersebut yang membuat Yong-joo mengikutinya, agar Gi-woon mengembalikan sepedanya tersebut.

Alasan lain Yong-joo mengikutinya adalah ia menyukai Gi-woon dan ingin mengungkapkan perasaannya tersebut.

Continue reading

minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya dan review film Boys Love nya.
Iya, sayangnya bukan film humu meski memang humu (?) film yang diangkat dari komik karya Hidaka Shoko ini, tidak separah Live Action yang pernah saya ulas alias belum ada apa-apanya atau dengan kata lain belum ngapa-ngapain. Dan engga ngapa-ngapain juga sih. Namun memang kalau baca manga nya, memang mereka ngapa-ngapain (?) dan ada apa-apanya (?)

Mari kita cek trailer dan sinopsisnya, setelah itu izinkan saya berkelakar.
Seperti apa yang telah terjadi pada setiap ulasan fim saya; ini semua mengandung SPOILER. Jadi bagi yang alergi, ini adalah batasnya.

Hana wa Saku ka (2018)

5b5183f5ca8a8

Continue reading

Review: Love, Simon (2018)

minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya setelah dinas satu hari Bandung – Surabaya yang (ternyata) bikin sakit seluruh badan, dan akhirnya loyo buat kerja di hari berikutnya. Memang yang namanya umur gak akan bohong. Berani aja bilang mau ambil kelas ice skating, disuruh duduk di pesawat PP Surabaya – Bandung aja langsung pegel linu nyeri keseleo.

Pulangnya, saya langsung beli capcay satu setengah porsi, karena nyatanya saya ngga nafsu makan selama di Surabaya meski duit perjalanan dinas berlimpah dan Pizza Hut berjejer, apalagi review-review kuliner lontong balap bikin liur netes. Tapi nyatanya Surabaya panas sangat, sampai-sampai nafsu makan ilang tau kemana, yang berujung minumin air atau ga es teh dingin (es teh ya dingin lah begok)

Sembari menyantap capcay (yang akhirnya bisa) dibeli dekat kosan, saya pun akhirnya memilih satu film untuk menemani. Film ini, saya download karena pemerannya adalah Nick Robinson.

66142fe4dcfd89390e7b4e9d448d7dc4

Kenal? Beliau adalah aktor yang (mungkin) kita kenal melalui film Jurassic World yang mana sekuelnya baru saja saya bahas kemarin. Berbekal hal ini, saya pun akhirnya mendownload dan hendak menonton film ini. Namun sebelumya, dibaca dulu sinopsisnya. Dan ternyata, ini adalah sebuah film Boys Love yang mengisahkan seorang remaja laki-laki mengenai seksualitas nya.

Dari sini, saya ingin membahas lebih lanjut mengenai isi filmnya.

Love, Simon (2018)

snisqvpmlu4lpjvtohpdotxa7eh

Continue reading

Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya, yang akhirnya resmi mendapatkan liburan panjang pertamanya dari pekerjaan. Karena yang dulu-dulu itu liburan panjang means pekerjaan sudah selesai kontrak.

Kali ini, dengan liburnya saya, satu lagi review yang akan saya tambahkan sebagai penghias blog laknat ini. Apalagi kalau bukan review yang ena-ena //eak

Maka, izinkan saya mereview sebuah manga homo yang baru saja beres dibacanya:

花は咲くか
Does The Flower Bloom?
20367e63667779027195673b8f4caa6a

Sinopsis:
Hana wa Saku ka‘ adalah sebuah karya mangaka BL papan atas Hidaka Shouko yang menurut saya, baik artwork dan jalan ceritanya cukup appetite. Continue reading

Review: Ossan’s Love

Minna-san konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya, yang sudah resmi menjadi pegawai kantoran, setelah sekian lama melanglang mondar mandir di ranah freelance. Dan ngetik postingan kali ini pun langsung dari meja kantor, meski ngga sempat publish di kantor pula.

Berkat kesibukannya (berkat?) gara-gara kesibukannya, anak ini jadi lupa sama yang namanya Figure Skating. Biar kata FaOI ditayangin di TV, Prince Ice World ditayangin di TV, tapi anak ini antep, dan akhirnya lupa lalu tidak ditonton, dan tidak ada review ice show untuk summer ini.

Saya sibuq.

Dana agak nya ngga sekekejetan dulu ketika mendengar nama Keiji, atau yang related dengan Keiji, karena begitu seorang kawan di kantor asal Nishinomiya, Kobe–homerink Keiji, gue malah ayem dan cenderung baru menyadari Nishinomiya itu homerink Keiji setelah beberapa hari kemudian.

Namun, saya tidak melupakan pembaca saya sekalian. Engga deng, emang saya lagi butuh hiburan aja, dan kebetulan hiburannya itu review-able, jadi aja ditaruh di sini demi diperbincangkan bersama khalayak budiman sekalian. Emang, syampis.

Tau judulnya kan?

Ossan’s Love (2018)
30856601_185215175450135_9183062055089864704_n

Bisa dipastikan apa yang akan saya review ini memiliki unsur Boys Love. Meski tidak separah Doushitemo Furetakunai atau Holding The Man yang adegan ranjangnya hot banget, tapi tetap aja ini cinta yang tidak biasa antara couo sama couo. So, bagi yang alregic to it, mangga ditutup saja tab nya. Apalagi adek-adek yang belom punya KTP.

Dorama ini Sudah dibuat Filmnya pada 2019 lihat reviewnya di sini

Dan review  ini mengandung S P O I L E R.

here we go!

Continue reading

One True Pairing: Drarry

Minna-san, konbanwa!

Kembali lagi dengan saya yang mangkir dari keinginannya untuk menuliskan pandangan mengenai pertandingan yang baru selesai kemarin; Figure Skating World Champonship 2018 yang dihelat di Milan.

Setahun pas (ngga pas juga sih) dari pertama kali naksir si abang di World 2017 jaman di Helsinki, lalu tiba di World 2018. Ngga nyangka bisa tahan selama ini nge-stan Keiji yang notabene jarang naik podium. Yah gimana pun juga kanshin mah emang cuma ke si abang dibanding sama yang lain. Jadi, kore kara mo bakal tetap ngestan si abang.

Ulasan lengkap mengenai World 2018 entah akan saya tulis atau tidak, karena tepat saat Long Program semua disiplin, saya malah terbang ke Ho Chi Minh lalu pulang pas gala sudah bubar. Jadi bahan tulisan, jika ada pun hanya sampe Short Program. Terlebih kesayangan Pair Skating saya tidak maju ke Long Program, dan Keiji kembali tidak mendapati jatah gala. Maka, begitu pulang dari Vietnam, saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi off season.

tumblr_p3xft0rlan1rxoozco1_540

Off season tahun kemarin saya rasa cukup berat, karena tidak adanya berita Figure Skating sama sekali, meskipun saat itu saya tengah berada di Jepang. Apalagi off season tahun ini yang saya hadapi di negara sendiri. Cuma bergantung dari twitter dan bakal banyak nonton ulang ice show yang kebanyakan saya rekam doang.

Demikian curhat saya mengenai figure skating. Panjang juga ya. Melenceng dari judul yang sudah saya taruh di atas.

Saya memaksudkan tulisan ini karena akhir-akhir ini televisi menayangkan film yang bole dibilang bagian dari masa muda saya (iya, lewat 17tahun langsung mendadak tuwa gitu) dan ditambah dengan otak fujo anak ini, maka jadilah non-canon (buat saya canon) pairing yang bikin anak ini kecanduan baca fanfic nya. Nostalgia juga sih, dari jaman masih sekolah juga udah baca dan bacanya yang bahasa Indonesia. Sekarang, karena FFn diblok oleh internet sehat dan saya malas ganti VPN maka saya kebanyakan nongkrong di AO3 dalam konten bahasa Inggris. Bahasa Indonesia langka di sini soalnya.

Dan sebelumnya mengenai pairing ini belum pernah sempat saya bahas, maka akhirnya saya tertarik untuk menuliskannya di blog yang sebentar lagi berusia 10 tahun dibawah naungan ketikan jari saya.

So, cekidot! 

Draco Malfoy x Harry Potter
harrydraco3

Continue reading

Minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya yang tengah menonton pertandingan 4 Continents Championship 2018 yang diselenggarakan di Taipei… kampungnya Keiji… bukan deng, kampung halaman mamaknya.

Sembari menunggu giliran si abang, maka izinkan saya mengulas film yang baru saja saya tonton siang ini selepas beres menonton pertandingan Ice Dance. Berikut ulasan saya:

ひだまりが聴こえる(2018)
17458019_1118639958245946_4224064177833705987_n

BEWARE SPOILER!!!

Continue reading

Konnichiwa, minna-san.

Kembali lagi dengan saya yang tengah menunggu pertandingan Free Skate Men di European Figure Skating Championship 2018. Saya ngejagoin aa Javier btw. You know lah. My lovely Spaniard yang lagi menduduki posisi satu di Short Program yang dilaksanakan 2 hari lalu. Sambil menunggu pertandingan yang baru ditayangkan pada jam 21:45 ini, akhirnya saya memutuskan untuk mereview satu komik yang sedang saya gandrungi dan ditunggu sekali terbitnya akhir-akhir ini;

Kachou Fuugetsu (Shimizu Yuki)
z_0002_26612

berikut adalah review saya selengkapnya.

Continue reading

%d bloggers like this: