Minna-san,

Kembali lagi dengan saya yang baru saja beres menunaikan tugas sepulang liburan; berbagi souvenir. Bukannya sok kaya apa gimana, tapi emang adat di Jepang gitu, apalagi sama kolega kerja. Yang namanya pulang liburan kudu bawa pulang souvenir, dan wajib membagikannya di tempat kerja.

Malam ini, setelah makan onigiri basi dan senbei manis (maklum baru balik jelong-jelong, duitnya ngga ada) saya berkepikiran untuk menulis perjalanan 2 malam satu hari saya selama berada di Kagoshima. Yang namanya Kagoshima, kalau yang cerita anak ini, pasti ngga jauh-jauh dari mas-nya yang sudah pensiun; Kengo.

11211-7

Tiba dengan pesawat agak bergengsi–anak perusahaan ANA soalnya–Aiko akhirnya tiba pada tempat yang sudah diidam-idamkannya sedari 7 tahun lalu; Kagoshima. Disambut hujan yang cukup deras, anak ini akhirnya tibda dipusat kota. Meski awalnya berharap bisa ke kota Isa–dimana di sana ada desa bernama Ohkuchi, yang diyakininya tempat kangmas nya berasal wkwk–namun batal karena hujan yang mengguyur.

Kalo ditanya, kenapa Kagoshima? Maka saya akan menjawab “Tidak tahu”. Apa ya. Kagoshima itu punya keindahan yang tak terbahasakan. Meski Osaka itu kota sejuta hiburan, dan Kyoto itu tourism bangets, tapi saya akan memilih Kagoshima diatas itu semua. Dalam kedinamisan kotanya, saya mencintai Kagoshima karena sosok Kengo-san. Dari prefektur ini orang yang saya idolakan hadir. Agaknya bukan idola sih, apa ya. Agak lebih dari itu.

DSC_0227

Saya ngga punya rekomendasi khusus mengenai Kagoshima. Saya makan makanan dari konbini, dan mengunjungi Sakurajima yang hampir ngga ada apa-apanya selain mikan yang sebungkusnya cuma 100 yen. Tapi, buat saya Kagoshima itu spesial. Saya berjalan seorang diri menyusuri dolphin bay. Ada seribu satu perasaan yang bisa saya utarakan kala itu.

Saya jadi membayangkan jika inilah yang Kengo-san rasakan, lihat dan kunjungi. Ada Sakurajima di seberang laut. Gunungnya tinggi megah, dengan asap yang mengepul kala hari cerah. Di kapal ferry yang saya tumpangi, ada mesin penjual otomatis yang menjual kopi kesukaan mas Kengo. Rasanya saya ngga terlalu suka, karena untuk kopi hitam enakan yang bikin sendiri daripada kalengan. Tapi ujug-ujugnya anak ini suka juga kopi dengan whip cream dengan merk yang sama.

coffee

th_104_
“Jodoh dong kitah~”

Banyak yang saya sadari dalam diam. Betapa bisa sedekat ini saya dengan idola sendiri. Bukan idola, apa ya enaknya. Orang yang saya suka? Tapi saya terlalu berdelusi karena ngga pernah ketemu. Tapi gimana ya, untuk saya yang ngga pernah bisa ngungkapin perasaan secara lugas (kalo ngga dipaksa) untuk saya bisa mengunjungi tempat kelahiran Kengo-san, minum kopi yang beliau suka, bahkan sampe berfoto di depan gunung yang sama, sudah kayak mimpi jadi kenyataan.

Pernah saya ditanya oleh orang Jepang, ‘tempat mana yang ingin kamu kunjungi di Jepang?‘ dengan tanpa ragu saya menjawab Kagoshima. Meski saya pun menyadari hampir tidak ada yang menarik di kota berpenduduk 600rb jiwa ini, tapi Kagoshima sudah mencuri hati saya. Entah karena Kengo, atau kesederhanaannya. Kalau Yamanashi itu sepi tanpa orang, makanya saya suka. Kagoshima sedikit lebih ramai dan besar dari Yamanashi, tapi saya bisa menemukan keromantisme-annya begitu saja tanpa harus kota ini menjadi seindah Kyoto atau semegah Tokyo.

DSC_0269

Saya seperti bisa berkomunikasi dengan mas Kengo.

Apa yang ingin saya lakukan mulai sekarang ya, mengapresiasi kota ini, prefektur ini, dan tempat lahir mas Kengo yang ngga tau tepatnya dimana. Saya ingin berterima kasih pada Kagoshima yang menunjukkan banyak hal kepada saya. Meski tidak selalu hal yang indah, namun apa yang ditunjukkan Kagoshima, orang-orang di dalamnya, pengalaman yang saya dapatkan di sini, dan mas Kengo itu sendiri, sudah lebih dari cukup untuk menjadi harta karun pengalaman saya ke depannya.

DSC_0225

Tanpa saya sadari, tanpa mas Kengo sadari, beliau sudah mempertemukan saya dengan orang-orang baru berkat beliau. Di mulai dari 8 tahun lalu. Dimana pertama kalinya saya bertemu dengan trio Bogor–teman-teman dunia maya pertama saya–wkwk yang akhirnya saya membuat akun twitter dan facebook, serta blog ini. Lalu dari twitter saya bertemu supervisor saya begitu saja yang akhirnya mengacu pada kerja sama memperkenalkan Bandung. Kalau facebook jangan tanya ya, saya banyak bertemu rekan-rekan author FFn di sana. Lalu di blog ini, saya bisa terus menulis meski tidak segiat dulu. Saya jadi punya banyak ide dan menuangkannya di sini, beberapa orang membacanya lalu menjadi teman saya hingga sekarang.

Tak hanya itu, mas Kengo, akhirnya menjatuh cinta kan saya kepada Tenimyu yang berujung dengan kecintaan saya pada teater, lalu menemukan saya kepada teman-teman teater saya yang akhirnya jadi geng gosip sejak maba hingga bertoga. Mas Kengo, menjadikan saya sosok yang bermimpi ke Jepang untuk sekedar menatap Sakurajima.

Sekarang apa yang saya impikan sudah terwujud. Saya seorang mahasiswa sastra Jepang, kini sementara menimba ilmu di Jepang, dan saya menulis sebagai pekerjaan sehari-hari. Di Kochi saya bertemu dengan teman-teman yang mensupport saya untuk bertemu Mas, bahkan sampai mau didaftarkan ke acara reality show. Wkwkwk saya bisa dipulangkan paksa kalau masuk ke acara tersebut hanya demi bertemu mas. Selain bisa nangis kejer, ortu bisa kejang tau anaknya naksir cowok yang 13 tahun lebih tua. Saya mulai menceritakan alasan mengapa saya mencintai Kagoshima lebih dari kota-kota yang lain. Sedikit lebih dari Yamanashi. Cinta saya kepada Yamanashi tumbuh dengan seiring waktu, namun dengan Kagoshima, itu seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.

DSC_0223

Saya berkeliling di Sakurajima sekitar 4/5 jam lamanya. Selain ada bis seharga 500yen untuk puas berkeliling, Sakurajima juga memiliki banyak spot foto-foto yang bagus, setidaknya untuk saya. Selain itu Sakurajima punya onsen, jadi untuk yang hobi berendam, mangga.

Setelah beres, saya pun mangkal di terminal bis Kagoshima-Chuo untuk keberangkatan ke Fukuoka atau Hakata.

current song: You Only Live Once – Yuri!!! on Ice feat Hatano Wataru
current mood: galau parah sampe mewek wkwkwk
location: Dai-2 Shimizu Sou

-Ijou!-