Tag Archive: Mura Takahito


PyeongChang Olympic 2018

Minna-san, konnichiwa.

Selamat bulan April.
Dua bulan pas (?) saya lewati tanpa meng-update blog ini, karena kesibukan tanpa arti saya di real life. Awal Februari, saya menjalani prosesi wisuda dan menghadiri upacara pernikahan seorang teman, yang mana itu semua dilakukan dengan PP Tangerang-Bandung tanpa ngekost. Wisuda di Bandung btw. lalu begitu wisuda beres, saya harus siap mental menyambut Winter Olympic 2018 yang akan jadi bahan bahasan saya kali ini.

Belum lagi Maret yang penuh dengan bolak-balik di antara segitiga bermuda Tangerang – Jakarta – Jatinangor. Ini juga baru beres ditulis setelah 3x udar ador Tangerang – Jatinangor demi mengumpulkan dragon ball….. tanda tanga dosen ding. Tapi quest nya ga jauh beda kayak ngumpulin dragon ball kok, dan setelahnya saya bertolak ke Vietnam dengan harapan bisa makan-makan namun kenyataannya nihil. Saya udar-ador di Ho Chi Minh dalam keadaan lapar dan melewati Free Skate Men, Ladies, dan Ice Dance serta tak lupa Exibnya. Tiba di tanah air senin besok siangnya dengan perasaan hampa. Hampa karena belum ngata-ngatain si abang di Free Skate.

Meski basi, izinkanlah saya berkansou.

13085095_g

Selama Olympic, saya disibukkan dengan merekam setiap pertandingan melalui live streaming link. Figure Skating tentunya, karena disiplin olahraga lain saya hanya mengikuti lewat berita. Yang mana, tim curling Jepun kini menjadi favorit saya dengan ‘sodane‘ nya.

00018314

Ada banyak cerita selama Winter Olympic 2018. Bukan cerita sih, lebih kepada curhat. Jadi buat para pembaca yang mengharapkan review bermutu tinggi, di sini adalah batasnya. Karena dari sini ke bawah akan berisi curhatan tanpa mutu dari penulis.

Cekidot

Continue reading

ぶらぶら倉敷

Minna-san, konbanwa. 

Mungkin ini judul postingan ter-alay yang pernah saya buat. Tapi percayalah, yang namanya jatuh cinta pasti bikin alay //EH

th_087_
“Jatuh cinta sama siapa yas?”

Ngga inget persisnya kapan. Semenjak tau Keiji itu lahir dan besar di kota ini, Tyas langsung bermimpi bisa liburan ke Kurashiki. Ada apanya, makanannya apa yang enak, dan tempat apa yang bagus pun belum tau tapi mau liburan ke sini pokoknya. Mirip-mirip hubungan Kagoshima sama Kengo-san lah. Kalo dipikir-pikir, kota yang saya suka di Jepang, selalu berawalan huruf K. Persis orang yang saya sukai. Ini relasi antara saya dan huruf K terlalu kompleks kayaknya. ngomong-ngomong soal kota, saya punya best 5; Karatsu, Kagoshima, Kofu, Kochi dan Kurashiki. See? K semua.

Continue reading

DREAMS ON ICE 2017

Minna-san konbanwa.

Ngga. Saya ngga nonton. Tenang aja.
Nonton ketang, boong.

Iya, saya nonton Dreams On Ice 2017. Di Fuji Terebi. Jam 2 malam. JAM 2 MALAM pemirsah. Untung aja hari ini ngga masuk pagi. Kalo masuk pagi, curiga abis nonton, ga tidur, langsung mandi secara nontonnya di Lounge dan sebelahnya shower room. Lalu jam 7 cuss ngampus.

Maka itu, sebelum saya bobok, saya mau cerita pengalaman saya begadang jam 2 di Lounge yang lampunya ngga boleh mati karena hampir setengah tahun lalu ada kasus penembakan dan sejak itu lampu lounge gaboleh mati, dan curtain gak boleh diangkat.

Jadi, begini ceritanya.

doi_title

(postingan ini ngga akan mengandung banyak gambar)

Continue reading

%d bloggers like this: