Minna-san, o-mata hee!

Selamat Tahun Baru 2020,
Tahunnya Olimpiade Tokyo yang digembar-gemborkan masyarakat se-Jepang.

Apa kabar para pembacakuuh? Semoga kalian yang terkena dampak banjir diberikan keselamatan dan kesehatan selalu. Doaku semoga bencana awal tahun ini segera berlalu.

Sementara itu, gue memulai tahun ini dengan anxiety parah yang ga bikin nafsu makan. Untuk menanggulangi keresahan tersebut dan memperbaiki kesehatan mental gue, gue akhirnya memutuskan untuk menonton Drama yang menjadi judul utama postingan ini, dan surprisingly drama ini sangat menghibur dan layak diulas untuk pada pembaca sekalian.

Akhir pembuka, selamat membaca semoga terhibur.

奋斗吧,少年!
 (Fen Dou Ba Shao Nian) (2019)

428px-wangqiushaonian2019

Merupakan Chinese Netflix Drama yang merupakan saduran dari komik The Prince of Tennisfandom terlaknat sepanjang sejarah hidup gue–karangan Konomi Takeshi. Meski saya sudah membaca komiknya ratusan kali, menonton musicalnya puluhan kali, dan menonton animenya nol kali (pernah sebentar, lalu setelah itu ga gue tonton dan cenderung file nya gue kasi temen kosan semua) namun ternyata drama ini menyajikan sesuatu yang beda. Yang segar dan menarik perhatian saya //halah

Jadi, kalo boleh cerita awal saya kecemplung, bahkan kejebur di fandom ini adalah postingan dari seorang karib, yang dengan rajin nya memosting foto-foto pemeran Tezuka Kunimitsu dan Atobe Keigo dalam drama ini, Mu Siyang (Xie Binbin) dan Ji Jingwu (Ren Yankai)

 

b2b7ee67ly1g5zncnf8kyg20j80dtkk2

itu mata HEH!

Meski kalau melalui sorting hat, saya ini anak RikkaiDai tulen (loe pikir Harry Potter?!) tapi begitu melihat pemeran kedua nya ganteng dan menyegarkan mata, saya jadi berpikir untuk menonton drama ini meski kategorinya Chinese Drama yang mana gue ga pernah nonton sama sekali, kecuali My Fair Princess (1993-1999) yang mamak gue nonton kala gue masih duduk di bangku TK kala itu, dan nontonnya pun cuma numpang lewat.

“Mamak dulu hobinya nonton sinetron, sebelum akhirnya bertansformasi menjadi gamer dan youtube-viewer”

Gausah lah saya cerita sinopsis, karena sinopsisnya sama plek dengan yang ada di komik. Apalagi buat kalian para pembaca yang satu fendem dengan saya sejak jaman manga-ff-sampai musical. Jadi, dari utas kali ini, saya akan menyampaikan ulasan nyinyir saya terhadap drama ini.

Cekidot!

Untuk pemeran, dan jalan cerita, awalnya saya skeptis karena sebelum drama adaptasi Netflix yang ini, ada pula satu saduran C-Drama untuk The Prince of Tennis ini pada tahun 2008 yang mana engga gue tonton karena saat itu tengan kesengsem sama anak-anak…. eh, om-om Tenimyu season 1 maksudnya.

Namun, ketimbang Sekolah Menengah Pertama, pemeran dalam cerita ini digambarkan sebagai anak-anak Sekolah Menengah Kedua, alias SMA. Jadi, wajar dikitlah ya, kalo beberapa casts nya bermukak om-om.

u2184p28t3d2001881f326dt20080424165732

ini versi 2008 nya gengs

Namun karena libur akhir tahun semakin mendekat dan saya engga punya planing apapun selain bebersih kamar, dan demi mencari konten, saya sanggupi untuk memonton disela-sela kesibukan bebersih kamar. Maka akhirnya saya memutuskan untuk menonton 40 episode drama adaptasi Netflix ini.

EMPAT PULUH EPISODE

005B5402ly1g79mv62oydj309y0agdg4.jpg

“siapa takut,”

Di luar dugaan, drama ini cukup memanjakan saya. Pertama, dari segi casts. Mereka muda dan ranum, dapat ber-akting dengan baik, dan saya rasa mereka on character sekalih, seperti halnya Zhuo Zhi (Fuji Shuusuke) yang diem-diem kalem memendam rasa pada sang kapten, Zhang Baiyang (Kaido Kaoru) yang stern dan ga mau kalah dengan Qiao Chen (Momoshiro Takeshi) si tukang makan burger yang naksir adik perempuan Xu Zhiping (Tachibana Kippei).

aaaabcd_mkmaop8ve4vtny6im0rxyj3jfqd2_a5aispv3znuctzkpvzgxpblhv8iwvdeog_lssxnjkqt89ce-8g-fjcjfcrlth8qdt068wuqz4bqdz_h

Lalu, hubungan antar karakter. Meski pada awal tulisan saya bilang kalo alur cerita drama ini sama persis dengan versi komik, namun yang ingin saya garis bawahi dalam tulisan ini adalah hubungan Lu Xia (Echizen Ryoma) dengan Qi Ying (Ryuzaki Sakuno) yang boleh dibilang cukup berbeda dengan yang tertulis di komik.

em9s-8wu4aaur0p.jpg

Lu Xia nya ganteng gengs

Qi Ying digambarkan jauh lebih bold (kayak blekberi //plak) dibanding karakter Sakuno dalam komik yang digambarkan pemalu dan bikin gregetan, sehingga saya merasa dalam komik, tidak mungkin ada hubungan hetero, saking karakter perempuannya tidak ditonjolkan. Namun, dalam drama ini, baik karakter Qi Ying dan karakter perempuan lainnya, diperankan dengan baik, dan memiliki porsi tampil yang cukup sehingga mudah dikenal.

Contohnya lagi adalah Sha Sha yang merupakan pemeran Shiba Saori; seorang reporter Majalan Tennis Mingguan (apa Bulanan, gue lupa) yang kalo di komik, doi kerjanya sama Inoue Mamoru (bukan Chiba Mamoru ye, ntar jadinya memberantas kejahatan). Namun, jika di drama adaptasi ini, Sha Sha bekerja sendirian, dan super mandiri yang mana doi meliput latihan Seigaku (Yu Qing)

imageproxy

Dari segi penonjolan karakter perempuan yang tidak setengah-setengah, saya merasa adaptasi ini sudah lumayan ‘kekinian’ dibanding kan komiknya. Meski alur ceritanya masih sama dengan bagian komik, namun dari segi presentasi, drama ini mengakselerasi beberapa tampilan untuk disesuaikan dengan masa kini. (Ya iyalah, komiknya tahun 1999, dramanya tahun 2019)

Lalu, kita akan masuk ke beberapa karakter pemain Seigaku (Yu Qing) yang akan dibahas satu persatu.

Adalah He Xinglong (Kawamura Takashi) yang merupakan anak seorang pemilik restauran. Kalo di komik, keluarga Kawamura itu punya restoran sushi, maka di drama adaptasi ini, keluarga He memiliki Restaurant Bebek Peking (untung bukan babi ye, melanggar norma sekali //plak) Xinglong, meski tidak selebay burningnya Takashi, tetap digambarkan se-gentle karakter komiknya dengan penggambaran ia dan keluarga (Ayahnya) yang cukup dalam; dilema antara melanjutkan tennis atau membantu usaha sang Ayah yang anehnya ga mau rekrut pegawai tambahan, minimal part-timer, segitu restorannya maju.

IMG_20200103_124945

Sin: 01 //plak <– *buat yang ngerti nonton CinemaSins*

Zhang Baiyang (Kaido Kaoru) yang terkenal dengan Snake Shotnya ini, digambarkan tidak mendesis seperti karakter Kaido di manga nya. Dan entah kenapa, wajah sang pemeran; Wu Xudong–mirip dengan aktor Korea favorite saya; Choi Jinhyuk.

preview.jpg
Chemistry antara Baiyang dan Qiao Chen (Momoshiro Takeshi) pun dibangun dengan baik, yang mana keduanya memang tidak berhubungan baik sedari hari pertama masuk sekolah, namun dalam urusan double, mereka adalah pasangan double yang lucu-lucu konyol.

endo92uuwaavsiv

“cium… cium… ci–” //plak

Qiao Chen (Dong Li) boleh dibilang visual-nya boyband tim Yu Qing ini. Meski sang Kapten; Mu Siyang itu tampan nya tidak manusiawi, namun Qiao Chen yang boleh dibilang ganteng ini, adalah pemuda baik hati yang bertugas dadah-dadah ke fans, meski anggota boyband tim yang lain mukanya asem atau tidak dadah-dadah sama sekali.

endlmqxuwae2yhf

Nampaknya sutradara drama ini, ngefans berat dengan Momo-Ann (Qiao Chen – Xu Xingzi) lebih dari Konomi Takeshi sendiri. Ini dibuktikan dengan banyaknya (dan awetnya) scene Qiao Chen yang berdua atau tengah memikirkan Xingzi lebih dari porsi Momo-Ann di komik.

Tapi saya mah tetep da doyannya Baiyang – Qiao Chen //HEH

Karakter utama cerita ini; Lu Xia (Echizen Ryoma) adalah anak kelas 1 SMA yang baru saja pindah dari Amerika ke China, atas permintaan Ayahnya untuk masuk ke klub Tennis SMA jaman dulu sang Ayah; Lu Xiangqian (Echizen Nanjirou) pun turut serta bergabung di dalamnya.

em3e__mueaaq0z3

Awal kesan gue dengan Ryoma, alias Lu Xia, adalah mukanya. Mukanya engga Ryoma banget pas ngeliat di trailer opening awal. Namun lama kelamaan, ternyata saya yang matanya abstrak. Peng Yuchang, adalah sosok yang saya rasa tepat untuk memerankan karakter Ryoma. Dan lucuknya, Lu Xia itu masih peduli dengan Qi Ying. Bahkan ketika gadis tersebut meminta Lu Xia memakai jaket Yu Qing sebagai direkrutnya Lu Xia di anggota tim tennis reguler, Lu Xia menurutinya. Ah, pokoknya bumbu romance nya ada lah (terlepas dari romancenya Jingwu-Siyang atau Zilong-Bai Shiting)

Dan juga, chemistry antara Lu Xia dan sang Ayah, tidak hanya sekedar iklan lewat saja. Ada hubungan bernama keluarga yang mana dibalik sifat jahil sang Ayah, tersimpan pesan-pesan bijak untuk sang anak dalam menghadapi hidup. Terlebih yang namanya Tennis.

00665ibbgy1g7f6poyam2j31901o0qv5.jpg

bapaknya Lu Xia mirip Watabe Atsuro

Lalu kita(?) punya Yan Zhiming, adalah data man nya Yu Qing yang kalo di komik itu namanya Inui Sadaharu. Meski tidak se-nasty karakternya di komik, namun Yan-juice (pengganti Inui-juice) tetap saja dibenci oleh anak-anak Yu Qing yang katanya rasanya pahit karena isinya jus buah dan sayuran. Namun kalo di Tenimyu, itu isinya lebih absurd dari yang dibayangkan, karena sampe kutil nenek segala dimasukkan.

IMG_20200103_124938

Secara visual, pemeran Yan–Li He, cukup memanjakan saya dengan karakternya yang analistis dan pakai kacamata tebal. Kalem, serta commit terhadap data-datanya. Katanya mah, data wa uso tsukanai (data ga pernah bohong)

Lalu untuk hubungan Golder Pair di sini; Chi Dayong (Ooishi Shuuichirou) dan Tang Jiale (Kikumaru Eiji)

b94d-ieaiqik1278313

yang mana hubungan keduanya itu penuh drama. Ga kalah drama korea sama hubungan keduanya. Saya rasa di komik tidak segininya. Apakah saat dulu saya baca komiknya itu biasa aja (baca: belum jadi Fujo) atau memang penggambaran huángjīn dādàng di sini sangat intens? Entah terserah yang mana, namun saya suka sekali karakter Chi Dayong yang kalem, dan bijak ini tanpa memasukkan unsur clumsy nya Ooishi. Ibarat kata orang pacaran, boleh lah hubungan mereka itu dibilang putus nyambung dan penuh dengan ke-insekyur-an. Namun, kalau sekalinya salah satu dari mereka mengajak untuk sama-sama berjuang, maka saya mendengar ajakan tersebut seperti proposal //plak

Yang bikin terenyuh itu saat Qiao Chen menggantikan Dayong dipertandingan melawan Xin Yao karena Dayong BENERAN terlambat akibat membantu ibu-ibu hamil di tengah jalan. Dayong ngasih wrist band nya itu loh, yang bikin uuunch. Karena, dengan cara inilah aku bisa bertanding bersama Jiale.

//HALAHALAHALAH
*baru gini doang udah melting gue, gimana beneran digombalin*

Berlanjut pada Tensai-nya Yu Qing; Zhuo Zi. Another visual, namun doi lebih kalem dari Qiao Chen. Zhuo Zi merupakan karakter Fuji Shusuke, kakak dari Fuji Yuta (Zhuo Yu)–ace St.Rudolph (Guo Zhi). Zhuo Zi ini sangat kalem. Karakter Zhuo Zi akan saya bahas lebih lanjut (baca: nyinyir) setelah sesi berikutnya.

endp8osuwa0nbmt

Tibalah kita pada yang tak lain dan tak bukan, alasan saya untuk menonton drama ini; Mu Siyang (Tezuka Kunimitsu); sang kapten Yu Qing, yang bibirnya kerucut, alisnya mengkerut. Kaku banget mukanya kayak kanebo kering. Walau engga se kaku di komik, karena gantengan Siyang kemana-mana //plak

prince2bof2btennis2b7

Mas, gantengnya dikontrol dikit mas…

Kalo boleh jujur, Xie Binbin adalah pemeran Tezuka paling ganteng, dari yang tenimyu, dan bahkan dari yang Cinepuri //plak. Iya, buat gue, doi gantengnya melebihi Shirota Yu–pria blasteran Japan-Spain itu. Kalah sumpah.

Tapi yang namanya tuhan, ga pernah ngasih nikmat cuma setengah-setengah. Maka setelah ada makhluk seganteng Siyang, ditambahlah pelengkap, ibarat indomie soto sama cabe merah. Yakni suaminya Kapten Hyotei (Xing Yao); Ji Jingwu (Ren Yankai) yang sama juga itu gantengnya mutlak, tidak terbantahkan.

ed8kds3vaaeonht

Jingwu yang gantengnya bikin “cia.. cia.. cia”

“Udah ganteng, kaya raya pula… Mas, mau ga jadi menantunya ibuku?” //PLAK

Jadi kita akan masuk ke pembahasan utama; KENAPA SAYA NONTON DRAMA INI

“Sungguh, ulasan ini nirfaedah sekali”

Seperti yang sudah saya tuliskan diatas, saya menonton drama ini karena BANYAKNYA adegan antara Mu Siyang dan Ji Jingwu. Okelah, awalnya gue pikir karena pertandingan Tezuka dan Atobe yang memang boleh dibilang intens, terlebih Siyang dan Jingwu itu aktornya tampan pake biadab, jadilah fans semakin menjadi-jadi. Namun lebih dari itu, aslinya gue ga berharap lebih. Kalian tau lah, jadi Fujo itu harus menjaga hati agar tidak sembarang terperosok ke fandom nista yang minim asupan dan minor (kayak gue ga sengaja kejebur di Graham Neill nya Gundam OO yang mati duluan, bahkan sebelum gue nyebur tapi kepalang nyebur, yasudahlah kalo katang Iwan Fals mah)

Tapi ya, ini makhluk, berdua kalo ketemu, ADAAAAA AJA HINT nya, yang bikin otak gue lari kemana-mana (alias mikir macem-macem). Untuk contohnya, liat gambar dibawah ini:

ce174646343d00c8e7a4269ce171c783440b4ff1
ITU TANGAAAAN (╯°Д°)╯彡┻┻
GA ADA ORANG MAU TANDING, SALAMANNYA KAYAK GITU JINGWU!

Kadang suka gedek ye, sama yang kayak begini. Kita sudah jaga hati, jaga sikap, jaga pandangan, tapi yang namanya ajakan maksiat ya Rabb adaa aje. Kan kalo pegang tangannya kayak gitu, siapa yang ga mau ngedjerit tudjuh oktaf sih? Untung aja gue masih eling karena punya tetangga.

76b796afgy1g75vgu9r9cg20nk0d91l1

Terus, habis tanding nih ya, Jingwu sangat concern sekali dengan tangannya Siyang, sampai-sampai Jingwu engga hanya merekomendasikan Rumah Sakit di German untuk Siyang, tapi juga menyediakan tempat tinggal di German serta menyiapkan bookingan tiket pesawat buat sampe German (dan kayaknya juga serta merta dengan tiket baliknya)

tumblr_pv888btpb41qcioylo7_500

gue, berusaha keluar dari fandom badjin9an ini

Terus ya, gue pikir sampe di sini doang, abis itu Yu Qing konsentrasi lawan Hai Guang (Rikkai Dai), eh, taunya, ditengah-tengah, Siyang nelpon Jingwu dong, bilang makasih kalau udah menyediakan akomodasi se-hao de ini. Apalagi di cafetaria RS ada masakan chinese food, dan cuco di lidahnya Siyang.

“Wajar, ditolong tuh harus bilang telimikicih,”

Eh, terus Jingwu bilang apa? “Chef nya kan aku datengin langsung dari China,” 

*Memang line-nya berhenti disitu, tapi otak gue ngelanjutin, “demi kamu, aku terbangkan chef nya langsung dari mainland, supaya kamu bisa merasakan rasa rumah otentik tanpa perlu khawatir homesick”*

re8ao8edi4zhjsudfpiftd2cpl7fiavj

Buat kalian yang engga siap kokoro, tolong skip tiap adegan Jingwu-Siyang. Every moment of it, terlalu giung. Giung tuh apa ya, kebanyakan gula anjir. Kayak lu minum teh, ditumpahin gula sekilo. Nah tuh. Kalo engga kuat-kuat iman mah duh, elus dada aja dah.

ezgif-2-6a39b9e165d1

Kita adalah Shen diantara Jingwu-Siyang

Soalnya, semua gombalan Jingwu tidak berhenti di sini saja. Bahkan ketika sedang tidak kontek dengan sayangnya Siyang-nya, Jingwu mengingatkan anggota Yu Qian untuk tetap berlatih agar tidak mengecewakan Siyang yang sedang berusaha sembuh di German sana. Jingwu bahkan datang ke Yu Qing, dengan waza-waza hanya untuk mengetes kemampuan anak-anak Yu Qing sebelum mereka menghadapi Hai Guang. Karena takut Siyang kecewa dengan kemampuan anak buahnya dan khawatir mereka kalah menghadapi Hai Guang.

Lalu Chi Dayong, fukubucho favorite kita (dan Zilong juga favorite saya) bilang “Siyang tidak berada di sini” kepada Jingwu ketika sang kapten Xing You datang ke lapangannya Yu Qing.

“Dayong tau banget yang dicari Jingwu itu Siyang”(。¬‿¬。)

ezgif-2-22ab95bd2255
“JINGWU, UDAHAN AH”ι(`ロ´)ノ

Jingwu yang gantengnya bikin hati sreset-sreset.IMG_20200102_200437

Sejak ngeliat Jingwu (Yankai) saya selalu auto nyengir dengan sendirinya. Kalau kata teman sih, saya Kasmaran dengan Yankai. Tapi saya mah ga ambil punyanya Siyang da //HEH

Sekedar informasi, Yankai itu buapak kelahiran 1984 sementara Binbin (pemeran Siyang) adalah adek kelahiran DESEMBER 1995. BEDA 11 TAHUN DONG, UWU BANGET //HEH

0073qq3Egy1g9qgizhk09j30rs1aw160

愛在遙遠的距愛

Lalu, ketika saya memutuskan untuk berlayar dengan kapal ini; Jingwu-Siyang, eh, datanglah godaan dari pairing Siyang-Zhuo Zi. Memang kalau di komik, saya juga termasuk shipper TezuFuji. Tapi entah kenapa di Drama ini, saya lebih condong ke Jingwu-Siyang.

7eecc867gy1g7eljfn057g20nk0db7wu

hujannya semprotan shimizu anjir

006oYRv7ly1g6l25wo95ig30nk0dbkjw.gif006kEusHly1g6vp869xv7g30hs0a0b2r

 

Bagi kalian yang suka dengan TezuFuji, banyak adegan manis antara Siyang dengan Zhuo Zi, dimana Zhuo Zi sudah mengetahui kondisi Siyang yang memburuk sejak jaman mereka anak baru di sekolah Yu Qing ini. Namun, Jingwu lah yang memiliki duit dan langsung ngirim Siyang ke German.

“Emang duit mah engga bohong,”

Namun, chemist antara Siyang dan Zhuo Zi terasa sekali dengan tatapan manis Zhuo Zi terhadap Kaptennya ini. Maka inilah yang saya bilang, Zhuo Zi seperti memendam perasaan terhadap Siyang.

7eecc867gy1g8n4l3vl08g20hs0a0hea.gif

*entah kenapa otak langsung muter lagu Baby Baby nya F4*

Keluar dari per-shipper-an sejenak, saya ingin melanjutkan cerita ketika Road to Final nya Yu Qing melawan Hai Guang. Hai Guang telah menjadi favorite saya semenjak jamannya awal nonton Tenimyu, dengan alasan yang konyol; saya keserempet Alpha Pair nya mereka; Sanada Genichirou – Yukimura Seiichi. Buat saya, sampai detik ini pun, tidak ada ship semanis Alpha Pair.

Meski saya menantikan sekali para casts nya Hai Guang, namun saya tidak berharap mengenai Alpha Pair saya. Toh ini memang drama dengan genre sport, yang mana, untuk urusan kokoro seorang Fujo, dikesampingkan dulu. Takut ketinggian berharap, lalu jatuh.

Sebelum kita bertemu Sannin Bakemono-nya Hai Guang, kita akan dipertemukan dengan Ace-nya Rikkai; Kirihara Akaya (Yuan Chi). Ketika di komik, Akaya digambarkan bogel, dan pecicilan, entah mengapa di sini Yuan Chi sangat tinggi dan lebih kalem, meski sosok jahil nya terlihat. Dan ganteng pula.

006mimhtly1g8d2r4vyi3j30u00u0jsv.jpg

KENAPA CAST-CAST INI SANGAT MEMANJAKAN MATAKU SEKALIH

Hai Guang, adalah Sekola dengan prestasi klub Tenis nya yang tak terbantahkan sebagai juara Nasional selama 16 tahun. 16 tahun bo. Kalo gue punya anak, anak gue otw SMA. Padahal di komik cuma 3 renpa doang.

imageproxy

Dari kanan ke kiri; Yanagi Renji, Sanada Genichirou, Niou Masaharu, Yagyuu Hiroshi, Kuwahara Jackal, Kirihara Akaya, Marui Bunta.

Marui Bunta di sini namanya Jin Wentai. Dan doi cakep. Asli. Idungnya mantjung kek blasteran bule.

5d953c9aafbf2610e83c468d9dd1684989ac6c86

007dfv2xly1g6fn0ytk1tj30qo0go42i.jpg

inilah Rikkai sesungguhnya; anak kampung

Masuk ke Hai Guang yang nyatanya engga terlalu gue peduliin casts nya setelah melihat pemeran Sanada Genichirou; Tian Zhilong.

007d1OA3ly1g9n9y6bttij30rs0icdms.jpg

“TUA BANGET MUKANYA GUSTI. GA NAEK KELAS BERAPA KALI BANG?”

Tapi setelah gue istighfar dan nyebut-nyebut, gue baru sadar kalo pemeran Sanada Genichirou itu kodratnya memang harus bermuka tua. Contoh lah Kanesaki Kentarou dan Ogasawara Ken, serta pemerannya di Cinepuri; Moriyama Eiji. Gada yang mukanya muda apalagi bersinar layaknya oppa KPop, selain Tadzuru Shogo yang entah kenapa cuma doi pemeran Sanada yang mukaknya kintjlong kayak oppa-oppa Kankoku. Wajar. Meski mukanya tua dan kayak mamang-mamang, tapi gue salut sama wibawa doi dalam berperan menjadi pemimpin klub tenis nya Hai Guang yang isinya piyik ayam susah diatur semua.

007d1OA3ly1g9n9y6oerbj30rg0ic79p

Liu Lian

Meski anak-anak Rikkai aslinya memiliki hubungan yang lebih(?) namun yang ditonjolkan karakternya hanyalah Liu Lian (Yanagi Renji) yang memiliki hubungan masa kecil dengan dataman nya Yu Qing; Yan Zhiming, Yuan Chi (Akaya), lalu fukubucho-nya Hai Guang, dan sang Bucho. Karakter seperti Wentai – Ke Jie (Marui – Jackal) dan Wang Yaren – Lu Sheng (Niou – Yagyuu) hanya ditampilkan saat mereka bertanding di lapangan saja.

Berikutnya, kita kenalan ke Buchonya; Yukimura Seiichi; Bai Shiting. Kapten Bai, biasa mereka memanggilnya. Ketika penampakan pertama kalinya, Shiting sudah dirawat di Rumah Sakit akibat penyakit yang dideritanya. Dan lucuknya, doi satu RS sama Siyang.

Screenshot 2020-01-03 13.13.01.png

seragamnya kembaran

Meski demikian, Kapten Bai ini, hyojo nya sangat yawarakai alias memiliki warna muka yang lembut, seperti karakter Yukimura Seiichi. Dari yang gue liat sebagai shipper Alpha di sini, akting keduanya, baik Ren Yunjie dan Xiang Yunlong begitu mengimbangi saling melengkapi. Bodo amat gue engga subjektif atau objektif, yang penting saya senang peran keduanya tidak blunder.

*apaqa kodrat pemeran Yukimura namanya harus saling berhubungan?? yang ini Ren juga*

00665ibbgy1g7kwt2k3xij315o1ax4q8

Lalu, gue akan ngebahas adegan dimana Zilong mengunjungi sang Kapten (IN PRIVATE) sebelum mereka menuju FINAL melawan Yu Qing. Gue pikir bakal ngobrol doang yak. Tau ga, mereka ngapain?

0076mhDjly1g6lm8cqdrug30nk0d97wq

“KAPAL GUE BERLAYAR” °(ಗдಗ。)°. *muffled scream*

Gue aslinya ga ngarep kalo ada adegan kayak gini, DAN DI KOMIK PUN ENGGA ADA B*^*&%SAT! 。゜(`Д´)゜。 Tak apa, tapi aku senang. Makasih loh, sudah menutrisikan hatiku yang malnutrisi selama setahun kebelakangan ini.

Lalu, gue pikir pun adegan manis-manisan mereka berhenti disitu. ENGGA DONG GENGS, rupanya sutradara belum selesai ngebolak-balikin hati gue kayak bala-bala. Ditengah-tengah pertandingan Zilong dengan Lu Xia, terjadilah flashback manakala Kapten Bai memutuskan untuk dirawat demi menyembuhkan penyakitnya.

00665ibbgy1g7kwskqgcjj315o1b97wh.jpg

“jangan kerung gitu ah, jidatnya”

INI TYAS:
source_jfzk

Emang, ga heran kalo Tenipuri ini adalah fandom paling bedebah dalam sejarah fangirl gue. Adaaaa aja ceritanya bikin gue kejet-kejet.

Overall, Drama Adaptasi Netflix ini sangat worth untuk ditonton, apalagi untuk angkatan tua seperti kita yang sudah pernah baca / nonton sebelumnya. Karena drama ini membawa angin segar. Baik dari segi visual (gila dulu gue nonton Cinepuri butek bangat itu video), maupun dari segi penokohan. Bahkan style baju-baju mereka begitu fashionista (fashion dan nista) sehingga tidak bosan untuk dilihat.

aa71c988ly1g7nhlii99qj20k80f3t9e
Like, feast to the eyes.

Jalan cerita sendiri meski sama dengan yang ada di komik, namun penyajiannya dikemas apik dan menggugah selera(?). Saya rasa dorama ini less lebay dari apa yang sudah disajikan, baik di komik maupun di musical. Seperti adegan Sanada hendak menampar Renji, itu pun tidak ada di drama ini. Sya rasa kalo urusan perlebay-an, Jepang memang nomer wahid. Yu Qian juga naik kelas, dari sekolah Negeri, menjadi sekolah cuco dengan fasilitas lapangan tenis luar dan dalam ruangan.

emw-kmnwwaakodd

selamat, Seigaku, kalian naik kelas

Untuk karakter pendukung seperti Huang Jing dan Ma Shuwen serta A Mu, yang selalu sigap siaga menjadi tim hore dan tim medik dadakan. Ditampilkan prima dan menghibur alias tidak asal tempel saja.

IMG_20200103_124839IMG_20200103_124848

Sekolah Rival pun ditampilkan dengan baik, meski tidak seintens 3 besar; Yu Qing, Hai Guang, Xing You.

1-1z51g1064d95

0

Hai Guang kesayanganku ya ampun, off-screen pun kalian lucuk bangeeet

Dan tidak hanya saya saja, saya yakin jutaan(?) penonton di luar sana pun mengharapkan adanya season dua sebagai kelanjutan dari drama ini. Dan kalau memang ada season dua-nya, plis banget ini mah perdalam cerita Alpha-nya yaaaa plissss //PLAK

007Hl6J3ly1g7q5mbrq0bg30nk0dbx6r

Memang yang namanya fandom ini, adalah fandom yang penuh kenangan untuk saya. Baik Drama, Manga, maupun musicalnya. Setelah menulis ini, saya memutuskan untuk kembali berkubang mengubur diri membaca fanfics.

preview

quote by Coach Qi

*bonus: foto terbaru anak-anak Tenimyu 3rd season*
Seneng aja liat mereka senyum off-character kayak gini
IMG_20200102_163529

current song: Ketsui no Asa ni – Aqua Timez
current mood: nostalgia dan resah
location: Flower Heights 1

-Ijou!-