Aloha!!

Menindak-lanjuti review barusan, saya kini akan mengulas ‘The Lovers‘ yang merupakan drama dimana awal saya mengenal(?) Lee-Jae-joon.

Ini Lee Jae-joon btw.

ie002248498_std

kenapa fotonya yang ini sih?!

The Lovers (2015)

img_119629_1

Sinopsis: The Lovers merupakan sebuah drama dengan bamen atau latar adegan yang tidak cuma satu. Menceritakan 4 pasang pasangan yang menempati sebuah gedung apartmen dengan nomor kamar berbeda (ya iyalah). Semenjak saya cuma nonton bagian Joon-jae & Takuya saja, maka itu, saya hanya akan membahas dua pria ini.

Joon-jae (Lee Jae-joon) dan Takuya (Terada Takuya) yang menempati kamar 709. Awalnya Joon-jae tinggal seorang diri dalam apartemen tersebut karena orang tuanya yang dikisahkan tengah keluar negeri. Berat membayar biaya sewa sendirian, akhirnya ia membuka ‘lowongan’ untuk roommate yang bersedia tinggal dan membagi dua biaya sewa kamar dengannya. Adalah Takuya, seorang traveller yang kebetulan tengah mencari tempat tinggal sementara ketika ia menyambangi Korea.

Takuya yang merupakan orang Jepang yang fasih berbahasa Korea ini, menawarkan Joon-jae bayaran di muka yang membuat Joon-jae tidak bisa menolaknya. Meski dengan perbedaan budaya, Joon-jae dan Takuya melalui hari-hari berdua dalam apartemen tersebut.

Komentar:

S P O I L E R   A L E R T

Awal nonton drama ini, ya karena diracuni teman-teman kuliah kala itu… ceritanya udah lama banget berarti ya? Sementara drama ini tayang pada tahun 2015, maka saya nontonnya pun sekitar tahun segitu. Jadi kala itu sedang ada ‘transaksi’ film humu, dan saya yang masih fujo kental ini pun kepo dan juga ingin nonton hasil transaksi teman saya ini. Diberikanlah dua file video yang merupakan potongan pasangan ini saja tanpa menyertakan drama The Lovers secara utuh.

Awalnya skeptis dengan per-humu an Korea karena belum pernah nonton dan masih terbiasa dengan per-yaoi an Jepang. Namun, ternyata mengesampingkan apa yang saya bayangkan, interaksi mereka (Takuya dan Joon-jae) boleh dibilang ringan dan lumayan menghibur. Maka dengan ini, berikut saya tuliskan osusume saya mengapa drama ini layak untuk ditonton:

Drama ini terdiri dari potongan-potongan keseharian antar penghuninya, yang mana yang saya tonton hanyalah potongan bagian Joon-jae dan Takuya saja. Tidak ada alur yang khusus, selain perkembangan perasaan diantara keduanya.

fullsizephoto576301

Uniknya pasangan ini, berdua berasal dari dua negara yang berbeda; Korea dan Jepang. Dalam bahasa pun, ada kalanya bahasa Jepang yang diucapkan oleh Takuya mengundang kesalah pahaman Joon-jae yang menganggapnya itu adalah perkataan kotor dalam bahasa Korea.

Tak hanya perbedaan budaya, perbedaan sifat pun membuat keduanya kerap berselisih paham kala tinggal bersama. Takuya yang digambarkan memiliki sifat periang, kontras sekali dengan Joon-jae yang agaknya pendiam dan risih dengan kelakuan Takuya yang high-tension dan tidak segan untuk meminta apapun kepadanya.

Semenjak keduanya adalah laki-laki yang tinggal berdua, kamar 709 juga kerap membuat tetangga sekelilingnya curiga dan salah paham mengenai hubungan keduanya. Engga cuma tetangganya, keduanya pun hobi bikin penonton salah paham. Meski demikian, ‘salah paham’ nya mereka bukan sekedar gimmick melainkan alur menuju perkembangan hubungan dan perasaan.

k3ztkuaf_400x400

Perlahan, Joon-jae yang pendiam ini, nampaknya mulai terwarnai dengan cerianya Takuya. Bahasa jepangnya ‘somesareru‘. Perlahan ia mulai sadar kalau keberadaan Takuya membangkitkan perasaan lain yang muncul dalam dirinya. Seperti ketika Takuya mengundang salah seorang teman wanitanya ke apartemen, Joon-jae mencari cara untuk mengusir wanita tersebut.

Namun dari cerita dimana Joon-jae mengembangkan perasaannya (kayak roti) menuju kesadaran dirinya jika ia menyukai Takuya boleh dibilang cukup lama dan jauh (untuk saya), namun dari sisi Takuya sendiri, ia hanyalah sosok ceria yang tidak digambarkan jelas apakah memang Takuya juga menyukai Joon-jae ataukah hanya ingin sebatas berteman baik saja dengan pemuda itu. Memang perasaan cinta di sini tidak seberat drama-drama Korea lainnya yang saya tonton, meski ketika menonton drama ini, saya mengharapkan romance.

Meski Joon-jae diliputi kebimbangan terhadap perasaannya, drama ini tidak lupa menyelipkan humor dalam setiap ceritanya, yang membuat drama ini ringan untuk dinikmati tanpa air mata kayak drama sebelah. Joon-jae yang awalnya tidak peduli dengan Takuya, mendadak menjadi sosok yang lovely dan manis sekali ketika sedang jatuh cinta terhadap roommatenya tersebut.

maxresdefault-1

Seperti ketika Joon-jae rela batal kencan dengan sang kekasih, hanya untuk pulang kembali membelikan es krim untuk Takuya. So sweet banget ngga sih.

Biarpun drama ini dibuat happy-ceria dan ringan, namun namanya baper dan sedikit angst tentu tidak ketinggalan, karena drama dan angst adalah dua formula yang sulit dipisahkan. Menuju akhir cerita, kita akan dihadapkan pada apartemen yang akan dihancurkan, dan memaksa seluruh penghuninya untuk pindah. Namun sebelum apartmen dihancurkan, hubungan Joon-jae dan Takuya sudah terkoyak duluan. Joon-jae yang ternyata memiliki pacar ini, bertengkar. Membuat Takuya tidak enak hati karena ialah penyebab dari pertengkaran Joon-jae dan sang kekasih, maka itu Takuya memilih untuk segera keluar meninggalkan apartemen Joon-jae.

Meski memiliki ending yang bahagia, namun endingnya tidak se-membahagiakan itu(?) Pada akhir cerita hanya dikisahkan Joon-jae menyambangi Takuya sama seperti kala Takuya menyambangi Joon-jae saat mereka pertama kali bertemu. Tidak ada sortir perasaan, maupun meyakinkan perasaan, mengingat mereka berpisah secara tidak baik-baik. Namun yang penting mereka terlihat bersama terlebih dahulu.

ie001814403_pht

*brb getting my self a man who looks at me like Jae-joon looks Takuya*

Pada off-scene , kabarnya mereka adalah dua manusia manis yang jago berinteraksi. Kabarnya, saya tidak melihat sendiri soalnya. Namun terlepas dari skrip dan jalan cerita drama ini, saya menyukai hubungan keduanya, dan berharap melihat akting keduanya bersama kembali di masa yang akan datang nanti. Jae-joon nampak begitu piawai menjadi pria pendiam yang bingung akan perasaannya, baik dalam drama ini, maupun dalam film itu.

Rating: ☆☆☆

current song:
current mood: mau bobok
location: Flower Heights 1

-Ijou!-