Mina-san, omata hee!

Selamat Tahun Baru!

Telat banget ya.

Kembali lagi dengan saya, yang masih berkutat dengan kesehariannya sebagai pekerja. Januari kemarin sibuk sekali, sehingga yang namanya senang-senang dan menyapa pembaca adalah hal yang sulit dilakukan. Bahasa baku banget sih yas. Maklum, gini kalau kerjanya berhubungan sama orang, tanpa sadar pasti bahasa jadi kaku.

Kali ini saya ingin menyapa paca pembaca sekalian (siapa tau ada yang kangen) karena saya baru saja menyelesaikan sebuah drama Korea yang pantas dinyinyirkan diperbincangkan.

Ya, sesuai dengan judul di atas:

쓸쓸하고 찬란하神 – 도깨비 GOBLIN (2016)a8ce4546716c34d6e9bc3ac4a578183c525037d1

Warning: bahasa vulgar, cacian dan makian, serta otak dan analogi yang menjurus kemana-mana. Tidak disarankan untuk pembaca yang mengharapkan ulasan bagus dan berkelas…. dan di bawah umur.

Sinopsis:
Kim Shin (Gong Yoo) adalah seorang jendral perang pada masa Georyeo yang akhirnya mati ditangan Raja yang dilindunginya karena tuduhan pengkhianatan. Karena dosanya sebagai jendral perang, Kim Shin dikutuk untuk hidup selamanya pedang yang menghunus dadanya untuk selamanya, sampai ia ditakdirkan bertemu dengan orang yang ditakdirkan untuk mencabut pedangnya; pengantinnya.

900 tahun kemudian, ia menyelamatkan seorang wanita hamil yang hampir tewas karena tabrak lari, dan lalu wanita tersebut melahirkan seorang bayi perempuan yang kelak menjadi Ji Eun Tak (Kim Go-Eun) yang kelak menjadi orang yang ditakdirkan untuk mengakhiri kutukan sang Goblin.

Komentar:
Gong Yoo ganteng. Titik. Sekian dan terima kasih. //plak

gong-yoo-goblin-still

8dcf9699
“Nge-review yang niat dikit kenapa?”

Awal mula pengan nonton drama ini, tidak dipungkiri karena popularitasnya yang cukup meningkat di masanya (2016-2017) yakni saat saya masih berstatus mahasiswa dan lagi ryuugaku di Jepang dan masih belum move-on dari Scarlet Heart: Ryeo.

Lalu, saya baru mulai nonton dorama ini Sabtu kemarin, dan menyelesaikannya 2 hari kemudian karena Fresh Off The Boat mau habis, dan saya bingung mau nonton apa //plakk

Lalu, sambil menemani saya makan yakisoba buatan sendiri yang kebanyakan kecap, akhirnya saya memilih menonton dorama ini sebagai teman makan di Sabtu pagi dimana saya akhirnya libur dan leyeh-leyeh setelah seluruh Sabtu di Januari kemarin digunakan habis untuk sekula nyetir dan Minggunya kepake buat ngebabu, karena tinggal sendiri means kudu nyuci serta bebersih sendiri (kok curhat sih yas?)

Ini adalah ulasan saya untuk dorama yang berjumlah 16 Episode ini (belom termasuk dua episode edisi spesial):

Dari segi konsep cerita secara keseluruhan, saya pikir ini cukup menarik dan menyentuh hati saya(baca: rumit dan drama banget, bikin mewek) Apa ya, saya akui untuk selera drama Korea saya adalah yang berbau kolosal alias jaman kerajaan dan bergenre fantasy. Mari kita list apa saja yang sudah saya bahas dari ranah dorama Korea; Gu Family Book, dan Scarlet Heart (cuma dua doang elah, kek udah banyak nonton aja)

Drama kali ini; Goblin, juga memiliki setting di era Goryeo dimana masa Kim Shin berasal–meski setting ini hanya memiliki 30 persen dari keseluruhan cerita. Meski demikian saya nonton drama ini karena genre fantasy nya.

Jalan cerita dorama ini sebenarnya bagus. Banget. Namun (tetap ada namunnya. Tidak ada drama yang sempurna di mata Tyas selain drama twitwor nya netijen) seperti sabda saya pada ulasan-ulasan drama Korea sebelumnya; drama Korea itu endingnya pasti kentang, engga peduli sebagus apapun ceritanya.

Betul.

Baik Scarlet Heart maupun Goblin yang bikin saya susah move on setelah nonton (selain faktor Joon-Ki dan Gong Yoo tampan) namun tetap saja airmata yang ditabung di tengah-tengah episode gagal keluar karena endingnya yang kentang–yang cuma gitu doang. Ibarat foreplay nya bikin deg-degan tapi endingnya kayak ejakulasi dini.

impeccabletanasianconstablebutterfly-small

Tapi itu nanti dibahasnya. Masih panjang deretan nyinyiran review dari saya.

Karakter dan chemistry alias kimia antar tokoh boleh dibilang hangat dan rumit. Sang Goblin–Kim Shin, adalah sosok ahjusshi yang apa ya, idaman gue banget (fokus yas, fokus) Oke, balik ke latar belakang sang tokoh. Kim Shin hidup dalam kenestapaan yang boleh dibilang berat dibanding gue yang ga lulus ujian nyetir 4 kali. Sang adik yang menikahi kaisar yang ia lindungi, harus mati di hadapannya. Ia pun harus mati dengan pedang yang dihadiahkan sang kaisar kepadanya–pedang yang banyak menyerap darah lawannya dan kini darahnya sendiri. Lalu diberkati–dikutuk dengan kutukan hidup selamanya sembari menyaksikan kematian orang-orang yang mengasihinya. Dan Kim Shin hanya bisa mati saat sang pengantin–orang yang kelak dicintainya–mencabut pedangnya.

Dengan latar belakang seperti itu, Kim Shin hidup sendirian selama 900 tahun lamanya menanti orang yang akan menjadi pengantinnya datang. Kim Shin hidup di era sekarang sebagai laki-laki penyendiri (yang masih ganteng, dan makin ganteng dengan rambut pendeknya secara doi diperanin Gong Yoo //plak ) yang kaya raya dan engga tau mau ngapain. Kalau dibilang kerja, doi cuma punya hotel dan bisnis-bisnis lainnya, yang mana gawean tangan kayak bebersih dan tanda tangan mah diurus oleh keluarga Yoo–yang merawat Kim Shin sedari jaman Goryeo.

Kim Shin memiliki pekerjaan lain, yakni menyelamatkan orang lain berdasarkan nasib yang dilihatnya dari orang tersebut.

Ia bertemu Eun Tak disaat gadis tersebut berusia 19 tahun, yang mana Eun Tak meniup lilin ulang tahunnya sembari berharap kalau ia mendapatkan pekerjaan, uang, dan pacar (dan saya ngarep pacar aja udah cukup, secara duit di dapat dari kerja, dan kerja adalah hal yang saya lakukan sehari-hari, sampai rasanya kerja itu kayak pulang, pulang kayak berangkat kerja. Ini aja diketik antara dua dunia; dunia di kantor dan di kamar) Setelah Eun Tak meniup lilinya, Kim Shin muncul dibelakangnya karena merasa ‘terpanggil’ oleh doa sang gadis. Akhirnya, Kim Shin akan selalu muncul setiap kali Eun Tak meniup api.

Eun Tak, di dorama ini, memiliki kepribadian yang periang despite keadaan di rumahnya yang tidak riang–ia terus-terusan disiksa sang bibi karena dituduh menyembunyikan buku tabungan yang berisikan uang asuransi sang ibu yang sudah wafat.

goblin-e1483643769654

Saya pribadi menyukai karakter Eun Tak yang tidak giung. Ia terlihat kuat dan lumayan humoris tatkala berhadapan dengan si om Goblin. Ngga kayak kebanyakan heroine yang cengeng dan bermanja-manja dengan protagonis utama, dan sok kawaii, karakter Eun Tak pun boleh dibilang manja, namun saya menyukai jenis manja seperti ini.

Kombinasi kepribadian Kim Shin dengan Eun Tak pun membuat chemistry keduanya sangat menyentuh hati. Bikin saya senyum-senyum dan ingin jatuh cinta. Kim Shin yang cuek, doya, dan boleh dibilang alay dipadukan dengan Eun Tak yang blak-blakan. Doi manis, tapi untuk masalah uang dan kesejahteraan, Eun Tak boleh dibilang anaknya itu forward, engga segan-segan. Dan ketika mencium Kim Shin pun, ia tidak segan atau terkesan malu karena demi menyelamatkan permintaannya yang mana, apabila ia sudah mencabut pedang dari dada Kim Shin, maka Eun Tak tidak diusir dari rumah yang tengah ditinggalinya kini.

Salah satu adegan mereka berdua favorite saya adalah ketika Kim Shin dan Eun Tak menonton film di bioskop. Film yang mereka tonton adalah ‘Train to Busan’, yang tak lain adalah sebuah film hit yang dibintangi oleh Gong Yoo sendiri. Dalam adegan ini, Kim Shin menjerit ketakutan melebihi Eun Tak yang justru malah menenangkan kakek-kakek berusia 900 tahun lebih tersebut.

Sebenarnya, dalam drama ini, banyak adegan keduanya yang dibuat manis, dan instagram able, baik dari segi cerita yang dramatis maupun scenery yang romantis. Cuma jeleknya dorama Korea (dan hampir seluruh tipikal dorama Asia lainnya) yakni, kalau ada adegan bagus dan menerima hit yang bagus dikit aja, langsung diulang-ulang tak kenal lelah dan kamera dishoot 5 penjuru mata angin (suka-suka gue, mau lime mau enem) Dan pada adegan ini, untungnya tidak diulang-ulang dan shoot dalam berbagai arah.

t1.daumcdn

Scenery yang juga favorite

Namun, jika digolongkan awal dan akhir jalan cerita, saya lebih suka hubungan Kim Shin dan Eun Tak di awal cerita sampai dengan Kim Shin akhirnya kembali pada ketiadaan karena pedangnya sudah dicabut. Saat-saat itulah dimana hubungan keduanya terasa manis, dan bikin saya baper. Entah kenapa, setelah Kim Shin kembali lagi pada dunia sekarang yang notabene 10 tahun kemudian dari saat terakhir kali ia bertemu dengan Eun Tak, meski jalinan cinta keduanya kembali terajut, tapi manis-manisnya hubungan yang bikin gereget engga ada. Cenderung seperti romansa apa ya… Buat saya sih, saya tidak merasakan geregetnya seperti awal-awal mereka tidak ingin mengakui perasaannya masing-masing tapi saling peduli gitu. Pendeknya sih malu-malu kucing.

e7f1e908176f05ff2c63ff32d0186c72.jpg

Romansa di putaran terakhir (?) dorama ini, tidak saya rasakan deg-degan perasannya. Air mata yang sudah dieman-eman buat adegan sedih, engga keluar karena emang ga kandou. Apa ya, engga tergerak aja perasaannya. Berbeda dengan putaran pertama(?) dimana belum seperempat drama saja airmata saya sudah banyak ngucur menghabiskan tisu berlembar-lembar. Lebay, tapi bener.

Terus juga tujuan utama dorama ini; agar Kim Shin bisa mati dengan cara pedangnya dicabut. Tok. Itu saja. Ternyata setelah sampai pada akhir putaran pertama(?) ternyata pedang itu memiliki tujuan mendadak; untuk membunuh arwah Park Joon-hun (sang penasihat kaisar yang licik) yang ternyata masih berkeliaran karena tidak lapor kepada malaikat kematian.

Hantu aja kena wajib lapor coba…

Jadi, karena si Park Joon-hun ini, adegan mencabut pedang yang dramatis yang saya harapkan jadi buyar. Batal. Beralih menjadi adegan mencabut pedang yang ‘begitu saja’ karena Eun Tak tak sadarkan diri dan Kim Shin ‘meminjam’ tangan Eun Tak untuk mencabut pedangnya. Padahal saya sudah mau nangis, tapi ngga jadi.

Adengan dimana Kim Shin menghilang dalam ketiadaan pun cuma begitu, alias engga ada love moment gitu. Gue pikir si Om Goblin bakal menghilang dipangkuan Eun Tak, atau setidaknya sambil di peluk. Ini mah engga, duduk aja berdua hadap-hadapan  kayak lagi wawancara.

Itu sih. Tapi karena Gong Yoo ganteng, gue jadi lanjut nonton. //teuteup

Setelah babak dimana Kim Shin kembali pada ketiadaan, semua manusia yang mengenal sosok Goblin tersebut, dihapuskan ingatannya dari kenangan Kim Shin, termasuk Eun Tak. Dari sini, jalan cerita dan romansa, mulai anyep (buat saya)

10 tahun kemudian, Eun Tak dikisahkan menjalani profesi idamannya; produser radio. Pada ulang tahunnya, ia kembali meniup lilin di atap gedung tempatnya bekerja. Lalu ajaibnya Kim Shin kembali muncul di hadapannya.

“Padahal gue udah kakugo kalo-kalo dorama ini berakhir tragis,”

Saya sudah mempersiapkan diri. Siap, jika dorama ini tidak berakhir bahagia. Namun nyatanya ending diulur, dan Kim Shin dikembalikan dari ketiada-an ke dunia dan kembali bertemu Eun Tak. Kisah cinta yang tadinya terbangun dilema; salah satu harus mati–antara Kim Shin yang dicabut pedangnya, atau Eun Tak apabila tidak mencabut pedang dalam rentang waktu yang ditentukan–kini berganti genre macam sinetron; dimana salah satunya amnesia dan satunya masih mencintai yang amnesia.

“Saya hanya menikmati genre ini dalam fanfiksi aja, dan itu harus humu,”

Dan kalo boleh jujur, pertemuan Kim Shin dan Eun Tak pada awal pertengah terakhir (?) ini tergolong alot, dan saya hampir tidak lagi merasakan deg-degan. Eun Tak yang tidak lagi seceria dahulu, mencurigai habis-habisan Kim Shin yang mendekatinya. Dan pribadi Kim Shin tidak lagi semisterius dan semenarik di pertengahan pertama. Meski ujung dari semua ke-alot-an tersebut menjawab rasa penasaran penonton; tentang Eun Tak yang sudah berusia 29 dan tengah berada di Kanada, namun percayalah, adegan di Kanada pun tidak se-appealing jalan-jalan mereka pas pertama kali Eun Tak ke Kanada.

Selain itu, ada juga beberapa ketidak konsisten-an dalam dorama ini. Di awal cerita, Eun Tak dikisahkan lahir pada 13 September (dilihat dari kalender yang dilingkari) lalu pertengahan cerita, Eun Tak diceritakan lahir pada musim dingin. September mana ada salju, kecuali Rusia ujung kutub mereun. Lalu saat Eun Tak meninggal, ia disebutkan lahir pada bulan Juli. Yang bener yang mana sih? Masalah sih engga, cuma engga konsisten aja.

Screenshot 2019-02-17 14.50.28Screenshot 2019-02-17 15.12.55.png

Beres mengupas hubungan antara Kim Shin dan Ji Eun Tak, mari kita masuk ke inti permasalahan yang menjadi landasan utama saya menulis review ini.

“Ya ampun yas, daritadi nyinyir baru masuk ke inti???”

Yang menjadi landasan utama(?) saya menulis review ini adalah jalan cerita Kim Shin dan si Grim Reaper itu jauh lebih menggelora ketimbang couple utama; Kim Shin dan Eun Tak. Kenapa? Pertama, mereka tinggal satu atap pada alasan yang tidak jelas selain Yoo Duk-Hwa–generasi ketiga keluarga Yoo–menyewakan rumah sang paman–Kim Shin–tanpa seizin sang kakek dan paman Goblin sendiri. Tau-tau si Om Reaper (yang diperankan Lee Dong Wooknamanya kayak familiar tapi saya engga tau siapa) datang dan bilang akan tinggal di rumah sang Goblin untuk waktu yang tidak ditentukan.

img_225652_1

Tipikal komik cewek banget ngga sih? Bedanya kali ini karakter keduanya laki-laki.

Meski dengan keterpaksaan tinggal bareng, status Kim Shin sebagai Goblin–menyelamatkan orang-orang yang akan mati, dengan si Om Reaper tanpa nama selain Kim Woo Bin ini boleh dibilang bertolak belakang. Karena yang satu mengambil nyawa orang dan satunya menyelamatkan. Kayak yin dan yang gitu.

Terus yang nontonnya gue; otak fujo yang boleh dibilang veteran dan belum sembuh.

Jadi banyak momen dimana mereka berdua ini malah lebih romantis ketimbang Eun Tak dan Kim Shin sendiri. Seperti ketika Kim Shin akhirnya pergi dalam kehampaan setelah Eun Tak mencabut pedangnya, dan ia dihapus dari ingatan orang-orang yang pernah bertemu dengannya–tapi tidak dengan si Om Reaper yang ingatannya masih utuh dengan Kim Shin selama bertahun-tahun ia pergi dalam tiada.

Ini apa coba namanya. Bikin gue ngebayangin yang iya-iya kan?

Bahkan di episode spesial aja–episode yang menayangkan behind the scene setelah dorama aslinya beres tayang. Uuu tayang, tayang…. //plak–tim kreatif menghadirkan sesi spesial yakni sesi scene khusus mereka berdua–Om Reaper dan Goblin–ketika sedang syuting, dan memang bikin fujo tua akut seperti saya engga tahan.

Gini ya, saya mulai menonton drama ini dengan niatan tulus dan lurus; emang seneng aja dengan kimia Eun Tak dan Kim Shin yang lucu karena age gap mereka yang ngga main-main; 900 tahun lebih (pada dasarnya anak ini suka romance dengan age gap yang lumayan jauh seperti pada Memoirs of Geisha. Romance ya, bukan pedofil) dan niatan saya lurus sekali untuk menshipping Eun Tak dengan si om Goblin, sampai pada akhirnya ditengah cerita saya sadar kalau pairing yang lebih giung justru pasangan Om Reaper dengan Kim Shin. Yang mana di masa lalunya, Om Reaper adalah Wang Yeo; sang Kaisar yang menikahi adik Kim Shin dan mengaccuse nya dengan tindak pengkhianatan.

“Orang dulu ngga doyan dikhianati ya, sampai ngerasa dikhianati dikit langsung bunuh. Emang gue, dikhianatin juga diem aja” (curhat lagi)

Jauh sebelum saya menonton episode dimana ‘bromance’ mereka ditayangkan dan dinyatakan, saya menyadari pairing ini lebih dulu dan mengindikasi terjadinya ‘bromance’ (plis saya tulis ‘bromance‘ karena daripada bro it’s more like romance it self)

Selain dengan mereka tinggal bareng, yang namanya cucian juga dihandle oleh si Om Reaper (sampe doi joget khusus cuma buat nilep daleman Kim Shin, defak izzat?) Karena demikian, gue kan jadi mikirnya si Om Reaper itu bini-able, sementara doi yang ngurus semua urusan cuci-mencuci, Kim Shin yang ngurus masak-memasak. Ideal banget ga sih?

917d6c234cd42b40977beec74878ee92

Ini apalagi cobaaaaa, gusti. Kapan aku sembuh?? Mana fotonya cover able lagi” //HEH

Tapi, dengan menulis review ini, saya tidak bertujuan untuk menshipping mereka, melainkan protes karena dorama ini malah coupling mereka gitu loh (jarang kan loe nemu fujo yang protes karena drama straight diyaoikan?)

Masalahnya gini, saya berharap menonton dorama ini, dengan ekspektasi nonton cerita straight yang bikin hati berbunga. Sebatas berbunga. Saja. Bukan malah kecebur ke fandom baru gegara menemukan sepasang laki-laki yang shipping-able dan malah bikin hati kejet-kejet saking gemesnya sama sutradara – scriptwriter karena kerap membelokkan jalan niatan lurus saya ke arah yadong.

Meski demikian, saya merasa karakter Grim Reaper ini merupakan peran yang dapat diandalkan baik oleh Kim Shin maupun Eun Tak, meski si om Reapernya sendiri adalah tipikal cowok yang tampan-tampan dungu. Doi adalah tipe karakter yang mengerjakan pekerjaannya dengan baik, dan cenderung membantu karakter utama ketika mereka membuat kesalahan, seperti ketika Kim Shin menyelamatkan Eun Tak dan membuat mobil di parkiran berantakkan, Grim Reaper ini lah yang membantu menghapus ingatan orang-orang mengenai peristiwa aneh tersebut.

14733215_694706990687652_4945346643080773632_n

Selain itu, Grim Reaper ini tidak seram dan kinda soft hearted. Doi lumayan mudah tersentuh sehingga gampang nangis.

Jangan lupakan ending. Endingnya juga kentang, dan terkesan dipaksakan bahagia, dimana Eun Tak akhirnya terlahir kembali dan masih ingat dengan si om Goblin. Voila! Tanpa perjuangan yang berarti sekalih, dan tipikal open ending; dimana fans ngarep buat dibikin sequel.

Padahal, ending idaman saya adalah; dimana Kim Shin benar-benar pergi dan Eun Tak melanjutkan hidupnya dengan mengambil makna serta kenangan manis yang selama ini dilewatinya bersama dengan Kim Shin. Tok. Ngga pake amnesia atau segala kecelakaan dramatis. Tapi ya, apa daya saya yang tidak nyumbang apapun terhadap drama ini selain nyinyiran.

Terlepas dari apa yang sudah saya proteskan, saya suka sekali dorama ini, baik dari scenery nya dan kesinambungan ceritanya (bukan jalan ceritanya). Soundtrack dan musik latarnya pun bagus, meski ada satu dua lagu yang saya tidak doyan karena terlalu up, namun saya sangat menikmati perpaduan adegan dengan iringan musiknya bersamaan. Humor pada pertengahan awal pun lumayan banyak, sehingga saya sangat menikmati menontonnya di hari libur sambil melepas penat.

vn-22

Namanya kesayangan🎶

Sebagai penutup, akhir dari kesimpulan adalah; ngga pedulia seberapa bagus storyline yang disajikan di awal cerita, akan selalu ada ending yang kentang di belakangnya.

Rating: ☆☆☆☆

current mood: chips + es krim vanilla = best valentine
current song: Jung Joonil – 첫눈
location: Flower Heights 1

-ijou!-