minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya dan review film Boys Love nya.
Iya, sayangnya bukan film humu meski memang humu (?) film yang diangkat dari komik karya Hidaka Shoko ini, tidak separah Live Action yang pernah saya ulas alias belum ada apa-apanya atau dengan kata lain belum ngapa-ngapain. Dan engga ngapa-ngapain juga sih. Namun memang kalau baca manga nya, memang mereka ngapa-ngapain (?) dan ada apa-apanya (?)

Mari kita cek trailer dan sinopsisnya, setelah itu izinkan saya berkelakar.
Seperti apa yang telah terjadi pada setiap ulasan fim saya; ini semua mengandung SPOILER. Jadi bagi yang alergi, ini adalah batasnya.

Hana wa Saku ka (2018)

5b5183f5ca8a8

Sinopsis:
Sakurai Kazuaki adalah seorang pegawai kantor advertisement yang menggunakan sebuah rumah tradisional tua yang cukup besar untuk proyek iklan terbaru perusahaannya. Memasuki rumah tua tersebut untuk sekedar memberi salam, Sakurai bertemun dengan Minagawa Yoichi–sang pemilik rumah–yang masih sangat belia dalam usianya yang baru menginjak 19 tahun. Yoichi yang gemar melukis–dan mengambil jurusan seni rupa dalam kuliahnya–selalu menggambarkan bunga dalam berbagai bentuk yang tidak orang lain ketahui kecuali Sakurai.

Perlahan keduanya mulai jatuh cinta dalam segala keterbatasan yang ada; Sakurai dengan ketidakpastian perasaannya dan Yoichi yang memiliki rahasia kelam yang terkubur bersama kedua orang tuanya yang telah tiada.

Komentar: 
Pemirsah! Kita tiba pada sesi yang paling ditunggu-tunggu; nyinyir.
Selalu ada tombol back bagi yang tidak ingin mendapat spoiler dari film BL yang mulai beredar keberadaanya di ranah searching google ini.

Mari kita mulai.

duykh27v4aap2bu

Jadi menurut pengamatan saya (yang sudah fujo selama kurang lebih 9 tahun) ini, ada sedikit perbedaan pada film ini bila dibandingkan dengan cerita aslinya di komik. Apabila dalam versi komik, Sakurai bertemu dengan Yoichi pada sebuah toko buku yang kebetulan menjual buku yang sama-sama mereka cari. Pada versi live act, mereka bertemu ketika ujug-ujug Sakurai melakukan photo sesi pada rumah kediaman Minagawa. ini memotong sekitar 30-40% intro cerita yang saya baca pada komiknya.

Engga masalah sih. Mari kita lanjut.

Mari kita telisik jalan ceritanya. Yang namanya saduran dari komik ke live act pasti ada beda dari cara pembawaan alur cerita. Itu sudah pasti dan tidak akan saya permasalahkan. Memang cerita berjalan sesuai alur komik, namun memang dengan hasil yang tidak sedetail komik. Makanya alurnya terasa seperti potongan gambar yang disusun, meski menyambung tapi belum memiliki transisi cerita yang halus.

Daripada seperti susunan puzzle, alur cerita yang katanya menyadur komik punya ini, lebih mirip potongan kliping yang dipaksa nyambung bagi mereka yang tidak membaca manganya terlebih dahulu.

Lalu saya akan membahas penokohan, cast dan chemistry antar tokoh. Ini adalah paket terasik dari nyinyirin film BL. Lanjut.

Karakter Sakurai Kazuaki yang matang pada usia 37 tahunnya ini, diperankan oleh Amano Hironari yang saya pikir beliau berhasil membawakan sosok Kazuaki dari segi sifat dan ketidaksiapannya untuk jatuh cinta pada seorang pemuda 19 tahun. Meski secara penampilan, saya rasa agak kurang karena interaksi kimia antara Amano-san dan Watanabe Tsurugi (pemeran Minagawa Yoichi) masih terbilang kaku. Mungkin ini dipengaruhi oleh usia mereka yang terpaut 20 tahun lebih. Mungkiiin.

Begitu pula dengan peran Minagawa Yoichi yang dibawakan dengan baik oleh pemuda berusia 22 tahun–Watanabe Tsurugi–yang menggambarkan sosok Yoichi yang pendiam, misterius dan sering tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Karakter Yoichi yang dibawakan Tsurugi-san saat mulai membuka diri dalam kebimbangannya ketika jatuh cinta pada sosok Sakurai begitu manis. Alamak.

Karena memang Yoichi ini digambarkan belum pernah jatuh cinta selain kepada Sakurai.

Mereka membawa peran yang bagitu baik pada masing-masing karakternya. Namun ketika dua orang yang saling jatuh cinta ini dihadapkan satu sama lain, bahasa dan gerak tubuh mereka seketika menjadi kaku. Tidak seperti yang jatuh cinta. Mengerti sih, kalau mereka mungkin tidak saling berkimia ketika off scene. Ya kali aja, jadi peran penyuka sesama jenis memang sesulit itu, apalagi harus ‘pacaran’ juga dibalik layar demi kimia yang lebih baik.

Tapi jadinya saya tidak kuat menonton sambil menyelami alur ceritanya (cieh) karena terlalu apa ya, getek buat saya. Geli tapi tidak nikmat gitu alias cringe. Tidak hanya pada interaksi langsung, ketika Yoichi tengah hanyut dalam pemikirannya terhadap Sakurai, scenes wajah Sakurai yang digambarkan terlintas pada benak Yoichi, membuat saya geli sendiri karena scenes ini dilakukan berkali-kali, dan Amano-san adalah om-om yang mana, kalau tidak merasakan kasmaran pada om-om ini, maka melihat wajah tersenyumnya itu sangat bikin geli dan buat saya beralih main hape untuk menghindari scene kimoi ini.

Saya penyuka om-om. Tapi kalo si om-omnya tiba-tiba muncul lalu nyengir juga saya tidak akan kuat.

Lalu, pada scenes ena’-ena’. Maaf sebelumnya, kalau ena-ena kalian itu adalah adegan ranjang, maka tolong hapuskan presepsi itu. Yang saya maksud ena’-ena’ disini adalah adegan berduaan. Kan banyak tuh. Engga, ngga ada adegan ranjang dalam film ini. Tidak. Maaf sekali (loh kok gue yang minta maaf)

Pada adegan kissu, pun mereka masih sangat kaku. Sebelum itu ya, kan suka ada adegan tatap menatap. Nah, hobi mereka adalah menyebut nama satu sama lain.

“Sakurai san”
“Yoichi…”
“Sakurai san”

Kimoi engga sih? Pengennya gue (kan bukan elo yang bikin pilem) sih, dengan sekali sebut, ‘sosor saja kudasai’. Kalau kelamaan pingpong nama gitu, penonton bakal merasa seperti penghuni kontrakan karena dunia cuma milik mereka berdua.

aku jijik sama mas 3 GAUSA KAMU BANYAK OMONG

Dan sayangnya, ciuman pertama mereka pada scene dimana Sakurai tengah menanam bibit bunga yang diberikan Yoichi, MALAM-MALAM (perlu diketahui betapa pentingnya menanam bunga malam-malam bareng gebetan agar bisa tjipokan. SekyanYou’ll thank me later) itu juga kimoi.

Awal mereka ciuman, memang terasa sweet dan innocent karena ini adalah kali pertama mereka berciuman, yang mana Sakurai memulainya duluan dengan Yoichi yang diam saja.

NAMUN. Ada namunnya.

Namun setelahnya saya bergidik ngeri karena setelah selesai ciuman pertama, lepas, lalu mereka saling bertatap, setelah itu terjadi ciuman kedua yang dengan penuh kecepatan, dan dilancarkan oleh Sakurai seorang. Yang jatohnya jadi kayak nafsu banget! (emang nafsu banget sih) meninggalkan Yoichi yang nampaknya bingung dan akhirnya diam tanpa membalas ciuman yang nafsu parah tersebut.

Mbo’ yo baru ciuman pertama tuh ngerem dulu om, aku kan masih kecil 😂

Gimana ya, kalau mau bikin adegannya aci sih, si adek Tsurugi ini juga sebaiknya diajarkan memberi. Tidak melulu menerima…. (?) agar kesannya si om tidak ganbaru sendirian.

Mau ta’ ajarin sini dek? Eheheheheheheheheh 😘

Lalu ada pula satu flop pada adegan yang saya pikir akan menjadi bagus. Tadinya. Adegan dimana pertama kalinya Sakurai meniduri Yoichi. Uuuh… Soooooo menggetarkan hati. Buat saya yang baca komiknya, perjalanan mereka pada titik ini, begitu bikin greget. Selain akhirnya dua orang bodoh ini bisa saling membuka diri, suasana ketika adegan ini akan terjadi memang begitu sweet. Begitu pula yang terjadi pada live act. Memang adegan sudah terbangun dengan tensi yang semakin naik dimana Yoichi meyakinkan Sakurai kalau memang tidak ada yang salah dari meniduri dirinya yang memang belum seijinshiki namun sudah pantas jatuh cinta. Tapi memang sih, kalo gue jadi Sakurai juga mikir 10 kali (10 aja, jan kebanyakan, pusing) buat nidurin bocah yang usianya 20 tahun dibawah meski ganteng.

Nah ketika adegan ini terbangun, apalagi apartemen nya Sakurai san remang dan mendukung, mereka nda kesusu atau terburu-buru kayak pertama kali ciuman. Adegan ini dimulai dengan pelukan yang begitu smooth dan mengalir (meski adegan pelukan sebelum ini adalah saling menghantamkan tubuh masing-masing, tapi pelukan endingnya cuco dan bikin nahan nafas kok) NAMUN (lagi-lagi ada NAMUN nya) satu gerakan membuat flop dan lagi-lagi aku jijik mas. Yakni adegan dimana Sakurai menggerepe bagian belakang Yoichi.

aku jijik sama mas 7 AKU JIJIK

Saya mengerti kenapa engga mau ada adegan ranjang. Engga ada adegan ranjang, tapi ada adegan gerepe gerepe. Mending gausah ada, daripada ada tapi malah bikin cringe. Namun, mending tidak usah setengah-setengah pula. Kalau engga mau menunjukkan R18 ya setop sampe pelukan aja. Namun kalau mau nunjukkin ngga kucing-kucing (re: nihongo: engga neko-neko), ya silahkan di shoot adegan ranjangnya. Menurut saya supaya engga cringe , ya itu tangan diam saja. Saya jadinya malah melihat seperti adegan tidak senonoh daripada adegan saling menginginkan satu sama lain.

Lalu mari kita berlanjut pada adegan siraman. Iya. Siram-siraman. Pada suatu hari cerah ketika seluruh penghuni rumah Minagawa menikmati cerahnya mentari pagi. Ceritanya Sakurai san sedang mengurus bunga yang ditanamnya, dan Youichi sedang duduk menggambar bunga-nya. Namun entah mengapa adegan berubah jadi acara siram-siraman yang melibatkan Shouta, Takeo, dan Fujimoto. Tak ketinggalan sepasang love bord  yang (kayaknya) lagi kasmaran; Sakurai dan Youchan.

dpx3cziv4aeqzxb

Adegan siram-siraman ini seingat saya ada di manga. Namun sejak kapan setting sinematografinya jadi fuff dan bercahaya, bikin saya ingin berdendang ‘Oh Baby’ nya F4 jaman 2001.

“Oh baby, baby My baby, baby…..”

Memang setelahnya baju Sakurai jadi basah, dan Youichi menawarkan pria itu handuk dan ganti baju. Namun adegan setelahnya dimana Sakurai diceritakan jalan-jalan di wilayah pepohonan sekitar kediaman Minagawa (lalu nyipoque Youichi) itu tidak diceritakan bagaimana si om bisa akhirnya jalan-jalan seperti itu.

Still, adegan cipoque nya tydac rileks, dimana pemeran Youcihi jadinya kaku. Kayak nyium gedeboque pisang gue jadinya……..

Terlepas dari adegan yang tidak aci semua itu, kembali lagi dengan pernyataan diatas; saya suka dengan penokohan Sakurai dan Youichi. Sakurai yang tenggelam dalam dilemanya mencintai anak dibawah umur, dan Youichi yang galau dengan wajah manisnya ketika tahu Sakurai akan di tenkin ke Osaka. Aslinya di sini Tsurugi san memerankan sosok Youichi ya memang seperti Youichi sekali yang lugu dalam sifat pendiamnya, dan serius ketika menyangkut dengan hal yang berhubungan dengan Sakurai san.

Sebenarnya, it would be lovely jika melihat mereka barengan off scene

maxresdefault

Engga afdol kalo ngomongin film BL, tapi kita engga bahas anak Tenimyu yang terlibat di dalamnya. Entah kenapa setiap film BL pasti ada anak Tenimyu yang nyelip. PASTI. Herannya, engga pernah engga ada gituuu.

Kali ini adalah our lovely lil’ bro pemeran Yanagi Renji pada Tenimyu Season 2; Mizuishi Atom.

dpuxh6numaavluc

Berperan sebagai sepupu Youichi; Iwasaki Takeo, peran yang dek Atom mainkan ini, berkolaborasi dengan baik dengan peran Minagawa Shouta. Meski nampaknya selepe, Takeo lah yang manas-manasin memberitahu Sakurai kalau Youichi suka terhadapnya. Bole dibilang, Takeo ini adalah mamak comblang bijaksana nan kalem.

20171121-hanasakuka07_full

Dulu jamannya season dua masih anget-anget tahi ayam *wk* gue gaperna nganggap kamu lelaki, karena bocah sangat dan engga keceng-able. Namun, setelah sadar kamu sudah Seijin, bole lah saya menaruh hati lagi padamu, meski sebagian besar hati saya dibawa kabur lelaki Kurashiki yang berprofesi sampingan jadi omawari san.

Sekian review dari saya.
Overallworth to watch. Tapi jangan lupa membaca manga-nya dulu kalau mau ngerti jalan ceritanya, dan memang lebih aci manga nya ketimbang live act nya meski tidak sejeleque itu.

Rating ★★★

current music: Sakamoto Ryuichi – The Last Emperor Theme
current mood: males-malesan
location: Home desu!

-ijou!-