Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya, yang akhirnya resmi mendapatkan liburan panjang pertamanya dari pekerjaan. Karena yang dulu-dulu itu liburan panjang means pekerjaan sudah selesai kontrak.

Kali ini, dengan liburnya saya, satu lagi review yang akan saya tambahkan sebagai penghias blog laknat ini. Apalagi kalau bukan review yang ena-ena //eak

Maka, izinkan saya mereview sebuah manga homo yang baru saja beres dibacanya:

花は咲くか
Does The Flower Bloom?
20367e63667779027195673b8f4caa6a

Sinopsis:
Hana wa Saku ka‘ adalah sebuah karya mangaka BL papan atas Hidaka Shouko yang menurut saya, baik artwork dan jalan ceritanya cukup appetite.

Mengisahkan tentang seorang karyawan perusahaan periklanan; Sakurai Kazuaki yang bertubrukan dengan seorang mahasiswa jurusan seni, sampai menyebabkan majalah terbitan luar negeri bulanannya rusak. Sebagai tanggung jawab, pemuda tersebut; Mizukawa Youichi mengundangnya ke rumah miliknya untuk mengganti majalah Sakurai yang kebetulan sama dengan miliknya.

Mizukawa tinggal di sebuah rumah besar bersama dua sepupu dan satu caretaker yang merawat rumah tersebut sekaligus menjadi pengawas serta koki rumah; Yoshitomi. Sakurai yang menghabiskan satu malam di rumah tersebut, mulai mengenal lebih dalam sosok Youichi yang dikenal minim ekspresi dan tidak peduli dengan sekitarnya.

miu_miu-_hana_wa_saku_ka_ch-23-3n5b-001-002

Komentar:
Oke, seperti biasa review ini akan mengandung lebih banyak curhat subjektif dari pada kansou pandangan objektif.

Di sini, saya jabarkan dulu sifat para karakter apalagi karakter utama, baru habis itu masuk ke tipikal jalinan ceritanya. Oke?

Sakurai Kazuaki, adalah pria yang hampir berusia 40 tahun, yang pada awal jalinan ceritanya, saya curigai adalah seorang laki-laki straight. Menjalani hidup sebagai seorang salaryman biasa, Sakurai seperti menemukan warna baru dalam hidupnya ketika ia mulai mengenal sosok Youichi yang akrab dipanggil Youchan oleh sang sepupu; Mizukawa Shota.

ab4e43db3d98a4737b628756e201b9fe_96241_cover

Youichi, adalah seorang pemuda 19 tahun yang hidup pada bayangan sosok sang ayah yang sudah tiada; Yousuke. Yousuke, dikenal sebagai pribadi hangat yang memiliki talenta luar biasa dalam melukis, jatuh cinta pada Ayako–mahasiswa seni musik. Dari cinta keduanya, lahirlah Youichi yang merasa terabaikan oleh keduanya pada ingatan masa kecilnya. Yousuke dan Ayako meninggal dalam sebuah kecelakaan yang Youichi percaya itu bukan semata-mata kecelakaan, namun juga upaya bunuh diri sang ayah dengan melibatkan sang ibu yang tengah menderita sakit keras.

Menjalani masa kecil sebagai seorang yatim piatu, Youichi hidup pada lingkup keluarga besar Mizukawa. Namun akhirnya memutuskan untuk tinggal pada rumah peninggalan mendiang sang ayah dengan dua sepupu nya.

Dengan masa lalu seperti itu, ekspresi kaku Youichi adalah hal yang lumrah didapati oleh orang-orang yang berinteraksi dengannya. Begitupun dengan Sakurai. Ia tidak serta merta jatuh cinta dengan pemuda tersebut. Pada awal pertemuan mereka, Sakurai merasa jika Youichi membencinya. Respons Youichi terhadap Sakurai begitu dingin.

Hingga suatu ketika Sakurai menemui Youichi yang tengah melukis. Ia menanyakan kepada Youichi jika apakah yang ada diatas kanvas tersebut adalah bunga. Hingga detik itu, belum ada orang yang mengerti jika apa yang digambar Youichi adalah bunga, karena warna yang berpadu di atas kanvas tersebut, tak memiliki bentuk yang konkrit.

Terlebih ketika Takeo–salah seorang sepupu Youichi yang juga tinggal bersamanya, mengatakan pada Sakurai, jika boleh jadi Youichi menyukai pria yang lebih tua darinya tersebut karena perubahan sikap Youichi akhir-akhir ini.

Sakurai jadi mulai memikirkan hal tersebut dan menyadari ia pun memiliki perasaan yang berbeda terhadap pemuda tanggung tersebut. Youichi yang juga mulai merasakan dunia luar setelah sekian lama hanya berinteraksi dengan lingkup keluarganya pun, merasa jika pertemuannya dengan Sakurai adalah warna baru dalam hidupnya.

Penokohan sudah. Intinya mah dua orang yang saling mengenal lebih dalam, lalu jatuh cinta. Meski pada awalnya tidak ada firasat jika akan saling jatuh cinta.

71n3c2bbxlxl

Kalau sudah begini, mutual feelings bisa saja langsung terjadi. Namun, untuk apa sebuah perasaan yang lantas begitu saja bersambut pada sebuah komik yaoi? Maka, di titik inilah, hadir seorang orang ketiga. Fujimoto Hiroki namanya. Seorang mahasiswa pada universitas dan jurusan yang sama dengan Youichi. Fujimoto–seorang lelaki yang merupakan seorang model yang banyak digemari oleh pemudi seusianya– kerap mengamati Youichi yang selalu hidup tenang dalam dunianya sendiri, tertarik kedalam dunia tersebut, lalu mulai menyukai pemuda tersebut.

Tidak seperti Sakurai yang gamang dengan perasaannya, Fujimoto adalah seornag pemuda yang blak-blakan menyatakan perasaan sukanya terhadap Youichi dan menantang Sakurai untuk mendapatkan Youichi. Sakurai yang sudah berada pada usia 30 akhir  nya, merasa kalah jika dibandingkan dengan Fujimoto yang memiliki semangat muda dan lebih mengerti Youichi karena mereka satu generasi dan sering bertemu di kampus.

Apabila jalinan kisah cinta seperti ini, biasanya menjadikan pihak ketiga sebagai sumber permasalahan–ujian. Namun dalam komik ini, ujian cinta *cieh* justru datang dari perasaan keduanya. Youichi yang yakin dengan perasaannya, merasa jika Sakurai ragu dengannya. Keduanya cukup sering bertengkar dalam diam, yang menjadikan Fujimoto merasa memiliki celah namun pada akhirnya Youichi tetap dengan perasaannya.

Print

Diluar dugaan, Youichi yang saya pikir akan menjadi pemurung yang banyak menyumbang masalah pada hubungan cinta beda generasi ini (karena komik homo ini selalu penuh akan konflik, kalo mau yang lurus-lurus aja, baca komik straight), saya rasa, malah pihak Youchan yang terkesan dewasa dan mampu memberikan Sakurai untuk segala keraguannya.

Sakurai–tidak dijelaskan sudah berapa kali jatuh cinta–seperti baru pertama kali jatuh cinta ketika dengan Youchan–meski memang jatuh cinta dengan Youichi adalah pertama kalinya Sakurai jatuh cinta dengan seorang pria. Ia mungkin merasa tidak pasti dengan perasaannya yang membuatnya meragu untuk melanjutkan langkah bersama pemuda 19 tahun tersebut. Namun disamping itu semua, Skaurai adalah pria kalem yang ingin memastikan semuanya berjalan mulus bersama dengan Youichi karena ia tidak ingin sikap sembrononya menyakiti pria yang lebih muda darinya tersebut.

Karena dua perasaan yang saling bertaut dan memikirkan satu sama lain ini lah, yang membuat saya cukup tergerak juga perasaannya bersama dengan aliran cerita. Maka yang paling membuat berdebar adalah adegan ranjang. Saya sih ga mau bohong. Ketika semua konflik sudah selesai–menemui penyelesaiannya–maka konflik bagaimana-kita-tidur-bersama adalah konflik yang akan bermusyawarah sendiri mengenai penyelesaiannya dalam kepala setiap pembaca.

Tapi memang kalau kata istilah ‘uang gak akan bohong’, demikian pun dengan cerita ini. Setelah konflik yang enak dinikmati–tidak alot–maka adegan panas diantara keduanya pun dirasa sangat intens dan bukan ‘sekedar’ atau bahasa fanfic nya adalah PWP.

Jika berbicara artwork, Hidaka Shoko adalah mangaka yang masuk ke dalam jajaran list yang kemampuannya tak perlu lagi untuk dipertanyakan. Berkat guratannya, ia berhasil membawa sosok Youichi yang kalem dan seorang Sakurai menjadi dewasanya om-om. Kalem. Tapi bikin kekejetan gitu. Maklum tipe.

Print

Dan juga karena kepopulerannya, manga ini dibuatkan live action nya yang tayang di bioskop terhitung sejak Februari 2018. Ini yang membuat saya kembali membaca keseluruhan manga karena dulu saya ini masuk ke dalam golongan yang malas baca komik dengan serie lewat dari 2 tankoubon.

Untuk review live action nya sendiri, ditunggu saja kalau saya sudah menontonnya nanti. Kalau ada yang punya link bajakannya, meski RAW akan saya terima dengan senang hati //ehem

022

Kalau dibilang anak Tenimyu pasti nongol di film BL, maka kali ini pun jawabannya adalah ‘ Y A ‘. Syapa cobaaa yang kali ini masuk ke dalam film yang saya rasa S I H ngga selaknat Doushitemo Furetakunai……. kayaknya Boys Love lebih laknat deh. Aduh lupa, ntar di list deh film BL terlaknat versi gueh.

Sampai saatnya saya bergerilya nyari media nonton film ini, mohon ditunggu review  saya selanjutnya.

current mood: ngantuk
current song: Aqua Timez – 12 Gatsu no Himawari
location: Home desu!

-Ijou!-