Minna-san, konbanwa!

Kembali lagi dengan saya yang mangkir dari keinginannya untuk menuliskan pandangan mengenai pertandingan yang baru selesai kemarin; Figure Skating World Champonship 2018 yang dihelat di Milan.

Setahun pas (ngga pas juga sih) dari pertama kali naksir si abang di World 2017 jaman di Helsinki, lalu tiba di World 2018. Ngga nyangka bisa tahan selama ini nge-stan Keiji yang notabene jarang naik podium. Yah gimana pun juga kanshin mah emang cuma ke si abang dibanding sama yang lain. Jadi, kore kara mo bakal tetap ngestan si abang.

Ulasan lengkap mengenai World 2018 entah akan saya tulis atau tidak, karena tepat saat Long Program semua disiplin, saya malah terbang ke Ho Chi Minh lalu pulang pas gala sudah bubar. Jadi bahan tulisan, jika ada pun hanya sampe Short Program. Terlebih kesayangan Pair Skating saya tidak maju ke Long Program, dan Keiji kembali tidak mendapati jatah gala. Maka, begitu pulang dari Vietnam, saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi off season.

tumblr_p3xft0rlan1rxoozco1_540

Off season tahun kemarin saya rasa cukup berat, karena tidak adanya berita Figure Skating sama sekali, meskipun saat itu saya tengah berada di Jepang. Apalagi off season tahun ini yang saya hadapi di negara sendiri. Cuma bergantung dari twitter dan bakal banyak nonton ulang ice show yang kebanyakan saya rekam doang.

Demikian curhat saya mengenai figure skating. Panjang juga ya. Melenceng dari judul yang sudah saya taruh di atas.

Saya memaksudkan tulisan ini karena akhir-akhir ini televisi menayangkan film yang bole dibilang bagian dari masa muda saya (iya, lewat 17tahun langsung mendadak tuwa gitu) dan ditambah dengan otak fujo anak ini, maka jadilah non-canon (buat saya canon) pairing yang bikin anak ini kecanduan baca fanfic nya. Nostalgia juga sih, dari jaman masih sekolah juga udah baca dan bacanya yang bahasa Indonesia. Sekarang, karena FFn diblok oleh internet sehat dan saya malas ganti VPN maka saya kebanyakan nongkrong di AO3 dalam konten bahasa Inggris. Bahasa Indonesia langka di sini soalnya.

Dan sebelumnya mengenai pairing ini belum pernah sempat saya bahas, maka akhirnya saya tertarik untuk menuliskannya di blog yang sebentar lagi berusia 10 tahun dibawah naungan ketikan jari saya.

So, cekidot! 

Draco Malfoy x Harry Potter
harrydraco3

Bingung bakal mulai dari mana

tumblr_mu0kmwWijW1rl5c8eo1_500.gif

Mungkin dari awal diri ini menyadari pairing ini kali ya.
Jadi,… saat itu saya masih suci…… Bukan, maksudnya udah jadi fujo, namun tidak menerima fandom ini dinistakan karena ini masa kecil saya, ehem, masa muda. Enggak cuco aja kalo dibelokkan seperti fandom anime yang kebanyakan saya selami karena pairing beloknya.

Pairing yang pertama kali saya lihat langsung Draco dan Harry ini. Ya saya kaget dong. Masa iya ada pairing yang ‘tidak-tidak’ di fandom ini sih?

Lalu saat itu saya abaikan. Namun, yang namanya saya 9 tahun yang lalu mainnya di FanFiction.net–yang sekarang sudah diblokir dan kini anaknya uring-uringan karena semua fic nostalgia nya semua ada di situ sudah susah di akses, memiliki section books yang mana fandom Harry Potter berada di puncak section tersebut.

Karena saat itu sedang jengah dengan fendem PoT–dan menunggu apdetan fandem Tenimyu yang kering kerontang karena jaman itu jarang ada yang suka stage, ngga kayak sekarang yang makin musim patungan DVD bluray, sementara gue dulu hanya menghamba pada mereka yang murah hati ngaplod DVD rip buat gue download, lalu seluruh situsnya down setahun kemudian *cry*–akhirnya anak ini bermain-main di fandom Harry Potter.

Waktu itu, karena belum menerima pairing Drarry, akhirnya saya iseng baca Dramione. Draco Malfoy sama Hermione Granger. Kalo dilihat dari tipikal cerita mereka, plot nya kebanyakan tragis dan angst, karena memang pada cerita asli pun mereka tidak ditakdirkan bersama meski memiliki beberapa babak cerita dimana karakter keduanya saling bersentuhan.

Namun, memang pada dasarnya anak ini sengklek, ngga bakal lama berdiam diri di pairing straight *lol* terbukti barusan ketika saya menonton ulang Scarlet Heart. Yang mana awalnya saya ngeship berat pairing straight utama, kini mulai lirik-lirik kepada chemistry kecil yang terjadi antar pangeran. Padahal itu sama sekali engga ada baik crack pair maupun yang ngestan pair tersebut. Emang anaknya sengkle dan doyan lirik-lirik hal yang berbau kenistaan //plak

Dari pengalaman saya membaca fic tersebut, saya jadi memiliki simpati terhadap tokoh Draco Malfoy. Terlebih sebelumnya saya tahu jika Tom Felton–sang pemeran–lahir di bulan yang sama dengan saya (ngga objektif….) dari situ saya mulai mendapati banyak fanmade yang berupa art, edits, maupun fanfictions yang menjurung kepada pasangan yang lumayan banyak penggemarnya ini.

3a1e566d445da7afd4a1b9dcac243122

Lalu, tanpa ingat persisnya kapan, saya mulai iseng membaca fanfic Drarry ini dalam bahasa Indonesia. Kala itu cukup gencar juga update fanfic pasangan ini, terlebih yang bertema pasca Wizarding War II.

Harus saya akui jika chemistry keduanya memang terbilang cukup kuat dan manis. Pemeran aslinya juga *smug*

tumblr_o2h0fsv2q81uty67zo4_1280

Dua orang anak laki-laki yang sebenarnya bisa berteman baik. Namun saja keadaan memisahkan kemungkinan tersebut, yang mana Harry yang merupakan seorang yatim piatu karena orang tuanya dibunuh oleh Voldemort yang memiliki abdi setia yakni kedua orang tua Draco.

Namun, saya yang kala itu masih muda (cieh, sempet muda) hanya sebatas baca fanfic saja. Toh, saya masih punya fandom Tenimyu dan Tenipuri untuk dilanjutkan. Dulu. Sekarang, setelah jengah dengan update shin Tenipuri yang tak kunjung datang dan Tenimyu yang sudah mengulang season tiga kali, membuat saya tak lagi appetite dengan fandom yang telah banyak mengenalkan saya dengan banyak teman satu fandom tersebut.

Dan kini malah geser fandom skating yang ngga cuma anime nya saja tapi juga pertandingan aslinya. Seperti yang pembaca budiman sekalian ketahui jika yang namanya fandom skating itu tutup season saat spring dan summer. Meskipun ada ice show, hal itu hanya untuk yang berduit dan yang berlangganan televisi channel BS/CS. Sedang saya yang mahasiswa kere,…. meski sekarang bukan mahasiswa namun masih kere ini, hanya bisa nonton tipi lokal yang kalo off season ini gusti nu agung menderitanya karena sama sekali tidak ada berita mengenai skating mana yang ada baseball melulu.

Kebetulan kemarin ini, seberesnya saya menunaikan kewajiban akhir di kampus…. bukan kewajiban akhir sih, lebih kepada urusan mengakhiri kunjungan resmi ke kampus, saya pun akhirnya beristirahat di rumah sampai waktu yang tidak bisa ditentukan…. ya gulang-guling dulu lah. Saat masa-masa gulang-guling tersebut, televisi siaran movie yang sering saya tonton, menayangkan rentetan atau maraton film Harry Potter ini. Dari jamannya ‘Philoshoper’s Stone‘ sampe ‘The Deathly Hallows Part 2‘. Karena film tersebut yang kebetulan sama-sama disukai kakak-beradik (gue dan kacrut) ini, (karena mau nonton film lain, doski gamau) akhirnya kita nonton Harpot bareng sambil gegulingan dengan kaki naik ke meja tipi….. (don’t try this at home kids, songong)

Makin lama nonton, makin keingetan sama fanfic yang jaman dulu dibaca di FFn. Namun na’as. Di tahun sekarang ini FFn sudah diblokir dan semua koleksi memori bin nostalgia saya ada di sana. Iya, termasuk fanfic smut laknat yang ngga lagi-lagi bakal gue liat, tapi terlanjur sayang buat dihapus.

Akhirnya, ditengah kerinduan baca fanfic pairing ini, anak ini pun main ke alternate FFn yang belum dibanned; Archive Of Our Own. Di sini saya mulai kembali baca serie pairing mereka dalam bahasa Inggris. Tapi tetap aja, beda ‘kelezatan’ dengan perasaan saat membaca fanfic jaman dulu.

Untungnya, jaman sekarang ini, ada tumblr. Meski sudah ditumbangkan oleh pemerintah, tapi lumayan lah pake setting vpn di laptop dan masih bisa diakses. Terlebih ada google juga buat browsing-browsing meme dan prompt mereka yang lumayan lucu.

8f94196d66dd6f053639127583775b9b

Ternyata, semakin dibaca, saya semakin menyukai chemist keduanya. Interaksi keduanya. Dan memang, ternyata hal yang disayangkan dari universe semenakjub Harry Potter, yang terjadi kepada sang tokoh utama, justru hanyalah hal yang biasa; menikah lalu memiliki anak. Padahal, ikatan terkuat yang saya temukan adalah antar Potter dengan Malfoy, bukan dengan Ginny (oke, ini pure jerit hati seirang Fujo)

Saya malah nelangsa dengan kenyataan jika Potter tidak berakhir dengan Malfoy dan scene dimana Harry kembali hidup dari duelnya dengan Voldemort di hutan terlarang ditiadakan ( ; w ; ) aku kuat…. Terlebih, setelahnya Potter bersaksi di pengadilan bahwa Draco tidak bersalah atau turut campur sang ayah dengan the Dark Lord. Jauh sebelum itu, mereka berdua pernah bertemu tanpa tahu satu sama lain sebelum memasuki Hogwarts. Dan hanya karena Draco ‘ngatain‘ Ron duluan sebelum house selection, Harry tidak mau menerima jabat tangan Draco dan menolak masuk Slytherin (gue Ravenclaw btw, padahal dulunya Gryfindor)

Coba aja kalo Harry mau berteman, baik dengan Ron dan Draco, lalu plot berjalan seperti sedia kala, kan bakal jadi lebih kompleks dimana Ayah Draco merupakan pelahap maut, lalu Draco melindungi Harry gitu (keep dreaming yas,)

Saya belum pernah membaca habis novelnya, namun entah mengapa, setelah menonton ulang semuanya, saya merasa Draco itu hampir tidak memiliki peran penting selain penyeimbang tokoh protagonis utama. Memang sisi lain koin Harry adalah Draco, namun karakter kental seorang Draco itu hampir tidak bisa saya raba. Seperti betapa pintarnya Draco, terutama di kelas potion. Apalagi Draco menempati urutan kedua terpintar setelah Hermione.

giphy

Anyway, salah satu adegan favorite…. bukan favorite juga sih, angst soalnya–adalah ketika Harry mempraktekan manta Sectumsempra yang ditemuinya dibuku dalam buku potion yang ia pinjam untuk mengikuti kelas Prof. Slughorn kepada Draco yang membuat pemuda tersebut terluka parah. Gimana sih, rasanya tanpa sengaja nyakitin orang yang kita sayang. Meskipun berniat menyakiti, namun Harry ngga berniat sampe bikin Draco segitu parahnya.

anigif_sub-buzz-7723-1468861376-2

Karena berkepikiran untuk menulis mengenai pairing ini, akhirnya gue pun iseng buka-buka filmography sang pemeran Draco Malfoy yang kabarnya pangeran Slytherin tersebut akan menjadi duda di 2019, dan Tom Felton sendiri–sang pemeran Draco–dikabarkan telah putus dari kekasihnya yang sudah lama ia pacari.

giphy2
“Bisa jadian sama yang itu ngga?”
//plak

Dan saya baru beres nonton In Secret yang dibintangi oleh Felton dan Elizabeth Olsen–pemeran Scarlet Witch di MCU. Diangkat dari novel karya Emile Zola yang berjudu Therese Raquin. Bergenre romance thriller, ceritanya lumayan ringan dan menarik untuk direview so, tunggu saja yah….. Ngga ditunggu juga bakal di review sih wkwk.

005

Ngga cuma Felton yang saya amati karirnya pasca Harry Potter franchise, saya juga aru beres menonton film biografi mengenai Allen Ginsberg, seorang penulis yang dulunya memiliki seorang kekasih bernama Lucien Carr. Genrenya hampir mirip dengan film In Secret; mengisahkan perjalanan hidup seseorang, bumbu pembunuhan, dan kisah cinta terlarang dan aktris yang sama; Elizabeth Olsen. Namun memang pada Kill Your Darling ini, percintaan sesama jenis antara Allen dan Lucien menjadi alasan utama saya menonton film ini. Dibanding In Secret yang sebelumnya saya ulas, Kill Your Darlings ini terasa lebih berat untuk saya.

c_thlzsxuaiilpk

Dan terlepas dari ulas pasangan Drarry ini, saya ingin melihat interaksi off stage antara Felton dan Radcliffe lebih sering lagi, karena mereka adalah karib sedari kecil. Dan di suatu saat di masa depan, saya harap bisa melihat duet akting keduanya kembali. Aamiin.

be4421b24d7837579b9e1c3070c05959

current song: Mr. Children – here comes my love
current mood: kenyang
location: Home desu!

-Ijou!-