Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya yang masih males-malesan di rumah, di musim hujan, beres namatin indomie rebus telor, dengan segelas cangkir teh (gelas apa cangkir yas? Yang bener dong) Kalo kebanyakan penulis pada mengklaim diri sendiri adalah ‘penikmat senja dan kopi‘, maka saya mengklaim diri sendiri ‘penikmat indomie

Kebetulan makan Indomie kali ini ditemani dengan film yang akshirnya saya tulis menjadi review di blog ini.

彼らが本気で編むときは、(2017)
dl6kofguiauibeh

Awal dari tau film ini ketika kala itu saya masih menempuh pendidikan di kampus Yamanashi, dan seorang dosen merekomendasikan film ini untuk ditela’ah dari sisi sosial kemanusiaannya. Kala itu saya masih sibuk udar-ador dari utara ke selatan, timur-ke barat mencari kitab suci…. lol enggak lah, nyari duit. Makanya saya baru sempat menontonnya kali ini.

Memang sebelum dianjurkan menonton, sudah diwanti-wanti kalau film ini ‘tidak biasa’ dan mengandung unsur LGBTQ. Tapi emang dasarnya anak ini sukanya film yang tidak biasa, maka masuklah film ini pada jajaran to-watch list nya.

Berikut akan saya tuliskan sinopsisnya.

Sinopsis:
Mengisahkan Tomo yang tinggal berdua dengan sang ibu; Hiromi yang sering pulang malam dalam keadaan mabuk dan keluyuran dengan laki-laki lain. Menelantarkan Tomo yang berusia 11 tahun dan hanya menyediakan onigiri dari konbini untuk dimakan anak itu. Hingga pada suatu hari, Hiromi sama sekali tidak pulang dan Tomo pun mencari sang paman; Makio, untuk menumpang sementara Hiromi tidak pulang. Makio yang ternyata sudah memiliki pacar yang tinggal bersamanya ini, mengenalkan Rinko kepada Tomo–sang keponakan.

Tomo melihat ada yang tidak biasa pada diri Rinko yang berpenampilan feminim namun memiliki keperawakan yang besar. Dan hebatnya lagi, Rinko jago memasak dan memiliki payudara. Tomo kebingungan sampai pada akhirnya ia mendapati jawaban jika dulunya Rinko terlahir sebagai laki-laki, dan mengubah kelaminnya menjadi wanita.

Hidup bertiga dengan Makio dan Rinko, membawa alur cerita hidup Tomo menjadi lebih baik. Ia dapat menikmati makan malam sampai kenyang, dan membawa bekal yang lucu ke sekolah. Tak jarang Rinko menguncirkan rambutnya dan mengajarinya menyulam. Namun itu semua tidak tanpa masalah. Ibu dari teman terdekatnya; Kai, mulai mencurigai Tomo adalah anak yang tidak baik karena tinggal bersama dengan seorang transgender. Komisi perlindungan anak pun datang ke rumah Makio karena mencurigai Tomo dibesarkan dengan tidak baik.

Rinko yang merupakan seorang transgender dianggap membawa nilai negatif terhadap tumbuh kembang Tomo yang masih 11 tahun tersebut, meski Rinko berkeinginan untuk mengadopsi Tomo dan mengajaknya untuk tinggal bersama.

Komentar:
Bagus! Banget! Banget! Filmnya!
Meski endingnya malesin.

Wajarnya Tyas menonton film Jepang, pasti ada rasa bosan sejenak pada scene-scene tertentu dan membuatnya mempercepat tontonan untuk sampai ke klimaks. Namun tidak dalam film ini. Meski nontonnya sambil install The Sims 3, namun saya tuhu dan hanyut ke dalam aliran cerita dalam film ini.

Sinematografis film-film Jepang jangan diragukan lah ya. Memang jagonya ngambil scene-scene cantik dalam sunyi. Kecuali emang film humu dan budget mepet, yang ngambil sinematografinya ancur. Itu sudah saya maafkan seperti review film kemarin.
Film ini memiliki sinematografi dan musik latar yang berada dalam taraf yang masih bisa dinikmati. Enjoy lah pokoknya.

Meski tidak ada antagonis yang benar-benar mempengaruhi si tokoh utama; Tomo, dan konflik yang begitu memuncak sampe jejeritan nangis kejer, film ini mengalir. Tenang namun dapat saya nikmati tanpa naik turun plot yang signifikan.

Banyak adegan yang tanpa sadar membuat saya tersenyum lebar dalam film ini. Kebanyakan adegan tersebut adalah ketika Makio, Rinko dan Tomo menghaiskan waktu bersama-sama. Ternyata kebahagiaan tidka hanya muncul pada keluarga normal saja. Pada keluarga tidak normal pun, seperti Makio yang memang bukan ayah Tomo dan Rinko yang bukan merupakan sosok wanit seutuhnya, namun kehadiran keduanya melengkapi peran orang tua yang sempat kosong dalam diri Tomo.

o0644038913891175458

Chemistry.

Dari tadi udah gatel mau nulis Makio sama Rinko soalnya. Kalau Rinko itu belum seutuhnya jadi perempuan, otomatis Makio bisa dibilang homoseksual. Dan saya yang sudah beratus-ratus kali membaca menonton hal seperti itu tau bagaimana sepasang homoseksual itu berinteraksi. Namun anehnya, Makio dan Rinko tidak seperti itu. Mereka berinteraksi layaknya pasangan laki-laki dan perempuan, tidak secara seksual, namun romantismenya dapat saya rasakan.

Untitled

Nyaris tidak ada adegan seksual dalam film ini, kalau bahasa yang banyak nyerempet kata kelamin ini tidak didasarkan pada interaksi seksual, maka tidak ada adegan seksual dalam film ini.

Chemistry Rinko dengan Tomo pun tidak nampak seperti seorang pria dengan anak kecil. Kayak secara alami mereka bisa berperan sebagai ibu dan anak. Ketika Rinko mengajaknya berbelanja, mengajarkan menyulam, dan ketika Tomo menyelinap masuk ke dalam futon-nya, Rinko merangkulnya seperti bayinya sendiri.

Terlepas dari mereka, saya suka pertemanan Tomo dengan Kai. Begitu dekatnya mereka, sehingga sekelas menggosipkan Kai dengan Tomo berpacaran, namun sebenarnya Tomo hanyalah teman bermain game Kai dan berbagi cerita. Kai tidak segan untuk menceritakan apapun kepada Tomo, dan sebagai teman ia mengkhawatirkan keadaan sahabatnya tersebut yang dalam keadaan ditinggal pergi oleh sang ibu. Meski masih berusia 11 tahun, bahasa yang digunakan di antara keduanya begitu gamblang dan blak-blakan. Namun itulah yang saya lihat sebagai kedekatan Tomo dengan Kai.

Casting Ikuta Toma sebagai Rinko dan Kiritani Kenta sebagai pasangannya, saya rasa sangat cocok. Mereka bisa memiliki cinta yang tak terbahasakan, yang tak perlu dibicarakan namun bisa dipahami.

Ikuta Toma loh gaaaaaays dari sekian Bishie dari Jepuuun!

adalah Ikuta Toma yang didapuk memerankan Rinko dengan dada besar dan kepribadian kemayu.

Saya sudah banyak lihat film-film Ikuta Toma. Bagi pembaca yang lahir di era Heisei, pasti tau lah beberapa highlights dorama-nya yang terkenal pada tahun 2000an. Sebut saja Boys Over Flower dan Hana-Kimi. Tau Ikuta guantengnya kayak apa kan? Itu baru peran anak sekolah. Masuk satu dekade dari 2000an,kita masuk 2010an, dimana Toma mendapatkan peran sebagai Genji–cowok tertampandi era-nya, dan Bokura ga Ita sebagai Yano–pemuda ganteng yang susah move-on dari mantannya, dan ngga sanggup bikin patah hati pacarnya saat ini. Dua cerita itu pun bisa dijadikan landasan betapa ikemen-nya Toma sebagai pria, kalau belum ditambah sisi lainnya seperti dalam film Nou-Otoko, dan Ningen Shikaku. Apalagi saya ngincer filmya ‘Sensei! Suki ni natte mo ii desuka‘ yang baru rilis di akhir tahun ini. Dan hebatnya Toma bisa jadi se feminim Rinko.

Peran Toma sebagai Rinko di sini begitu wanita sekalih,  tanpa bisa saya bilang banci. Makio–Kiritani Kenta, adalah aktor yang saya kenal dengan perannya yang tidak pernah serius. Sebut saja iklan sebuah provider sim card di Jepang, dan dorama Soratobu Kouhoushitsu yang ingin saya tonton lagi. Ngga ada perannya yang serius dan selalu bikin saya ketawa. Tapi meski perannya dalam film ini tidak serius, namun Kiriken dapat mendalaminya menjadi sosok seperti Ayah sekaligus teman bagi Tomo. Entah kenapa dalam film ini aura Kiriken begitu dalam dan adem. Dan ketika digabungkan peran keduanya, menjadi futari hitotsu gitu. Apalagi ternyata Kiriken bisa ganteng ayem juga kalo pake kacamata…………

Ending dari film ini sangat tidak aci bagi saya. Sejelek-jeleknya ending, ya jelekin aja sekalian dibikin menyedihkan dan membuat penontonnya patah hati. Jika ingin membuat happy ending, ya buatlah ending yang membahagiakan meski hanya satu adegan dalam pelukan, buatlah endingnya tertulis dengan jelas kalau mereka bahagia. Kalau di film ini, keduanya tidak saya temukan; tidak sedih, tidak juga bahagia. Banyak pertanyaan yang malah muncul seberesnya film ini tayang.

Namun overall dari segi cerita dan penokohan, film ini saya rekomendasikan sekali.

Bonus: Junko (Matsumoto Jun)

o0960051013888873899

Rating: ★★★★

current song: BTS – Cocol Manja
current mood: ngantuk, tapi mau nge-SIMS
location: Home desu!

-Ijou!-