Minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya yang baru beres pindahan karena masih harus tinggal di Jatinangor demi mendapatkan gelar S.Hum yang didambakannya. (Sebenarnya sih mendambakan gelar Sarjana dibidang Science Sports, tapi apa daya itu cuma ada di kampus Jepun)

Hari ini, sembari menyantap bekal yang dibuatkan sedari pagi, tapi baru bisa dimakan sore karena baru nyampe dan baru beres-beres. Penyakit tinggal sendiri, yang namanya makan kudu pake tontonan. Maka dipilihlah film homo yang baru saja kemarin dibaca sinopsisnya.

photos_16517_1460943519_e8a1695ea7542f2463f98307dbc09205Dōkyūsei (2016)

Sebenarnya tertarik nonton film ini karena pengisi suaranya. Secara animasi. Dikawaki oleh Kamiya Hiroshi (Kusakabe Hikaru) dan Nojima Kenji (Sajou Rihito). Yang jadi perhatian adalah seiyuu yang disebut terakhir. Kenapa? Karena beliau mengisi suara Lee Seung-gil di anime Yuri!!! On Ice dan kemarin baru saja ditonton versi stagenya.

Sebenarnya dari awal memang sudah suka karakter Seung-gil, pas liat Nojima-san, makin suka. Lalu saya juga kesambet sama Yasumoto Hiroki-san //plak. Bukan, bukan karena Oshiri-nya, tapi memang gantengnya tipe saya. Konomi saya lah bahasanya.

c7c319cvsaaf07z

Yasumoto Hiroki

Melihat ada nama Nojima Kenji terpampang pada film Doukyuusei ini, langsung saja dimasukkan kedalam next to watch, terlebih genre-nya yang humu. Dan hari ini, saya taman menontonnya.

Mari kita kuliti.

Sinopsis: Kusakabe Hikaru adalah seorang murid SMA biasa yang juga merupakan personel band indie yang cukup digandrungi dikalangan anak muda. Sajou Rihito adalah murid yang 180 derajat berkebalikan darinya; pendiam, rajin belajar dan tidak urakan seperti Kusakabe. Jelang perpisahan di sekolah yang mayoritas murid , mereka pun berlatih untuk paduan suara dipimpin oleh Hara-sensei (yang diplesetkan Harasen yang mana artinya pelecehan seksual oleh para murid-muridnya)

Ditengah latihan paduan suara, Sajou tidak menyanyi. Sebagai seorang personel band, Kusakabe menganggap Sajou meremehkan mata pelajaran ini. Namun siapa sangka Sajou latihan mati-matian latihan sendiri tanpa Kusakabe ketahui. Kusakabe yang terenyuh dnegan perjuangan Sajou, menawarkan pemuda tersebut untuk mengajarinya cara bernyanyi.

Seiring waktu yang mereka habiskan bersama, Kusakabe menyadari ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Memastikan perasaan Sajou, ia menanyakan apa benar jika pemuda tersebut bernyanyi untuk membuat Harasen terkesan. Namun tanpa mendengar jawaban Sajou, Kusakabe lari begitu saja, yang menyebabkan hubungan mereka sempat canggung dengan perasaan Kusakabe yang belum terungkapkan.

Komen: GILAK. Walau konsepnya sederhana; kisah cinta disekolah, namun jalinan cerita dan lapisan-lapisan konfliknya sangat apik. Meski belum bikin dada sempit dan nafas sesak, namun kesalah pahaman diantara keduanya cukup bikin greget dan ngarep mereka untuk berbaikan.

tipikal cowok gay yang jatuh cinta dengan cowok straight, memang ampuh buat bikin keraguan dalam hati Sajou semakin menjadi, dan Harasen yang menganjurkan muridnya tersebut untuk berhenti jatuh cinta dengan Kusakabe, karena bagaimana pun ini adalah sekolah khusus murid laki-laki, yang mana bila mereka lulus kelak, maka Kusakabe akan jatuh cinta dengan wanita sementara Sajou akan ditinggal patah hati.

Dan konflik lebih dari sekedar itu saja.

Artwork digambarkan cukup romantis dengan dominan warna putih, dan konsep warna yang lembut. Cukup surrealis menggambarkan sudut-sudut kota Tokyo, mulai dari stasiun, gedung-gedung, hingga sekolah. Jika saja sedikit lebih diseriuskan, maka saya pikir artworknya akan se-nyata aslinya seperti karya Shinkai Makoto.

Humor dalam film cukup banyak dan mengena bagi saya. Humor antar laki-laki, murid kepada gurunya, dan antar Kusakabe dengan Sajou. Humor laki-laki.

Dan apa yang ingin saya garis bawahi adalah ciuman. Belum pernah saya melihat animas ciuman se…. se…. se apa ya…. se niat ini. Ini niat banget! Bikin malu liatnya, padahal animasi, so overall good job!

Saya suka filmnya, alur cerita, penokohan, konflik sepele tapi fatal dan ending. Meski tidak tau apa yang dinyanyikan, tapi saya suka lagu di ending film ini.

Rating: ☆☆☆

current song: Nell – Time Spent Through Walking Memories
current mood: mahasiswa akhir, nano-nano
location: kosan baruu!

-ijou!-