Minna-san, konbanwa!

Kembali lagi dengan saya. Kali ini saya berstatus resmi sebagai gelandangan alias ngga punya alamat tetap di Jepun, dikarenakan saya ditendang keluar kampus gegara bukannya belajar, malah lendotin poster abang Keiji. Bukan, saya sudah resmi meninggalkan asrama terhitung 7 Agustus kemarin untuk pergi berlibur ke Hokkaido. Bukan kerja, bukan. Untungnya.

Kali ini saya ngga akan menceritakan Hokkaido, karena 80 persen isinya hujan. Jadi, saya akan banyak…. ngga banyak juga sih, menceritakan 2 hari perjalanan saya di kota kelahiran Hanyu Yuzuru ini. Sooooo, cekidot.

hanyu2_1

10 Agustus, saya pun memutuskan untuk meninggalkan Hokkaido, menuju Sendai. Jangan tanya kenapa saya mau ke Sendai. Iya, karena Sendai tempat kelahiran Yuzu, dan saya beli tiketnya pas banget jamannya masih ngefans sama Yuzu.

Eh, ternyata, saya cepet sekalih beloknya ke si Abang Keiji, dan ta-dan! Meski begitu, saya senang sekali berada di Sendai. Dan tujuan saya ngga berubah; menuju monumen persembahan untuk Yuzu dari Sendai.

Jadi, sebelum sampai Sendai, saya iseng memakai aplikasi ‘couchsurfing‘ yang mana sambil jalan-jalan, bisa nginep gratis di host yang bersedia menampung secara cuma-cuma, atau hanya sekedar teman mengisi perjalanan. Kali ini saya memakai aplikasi tersebut untuk bertemu teman-teman yang memang tinggal di Sendai untuk meng-guide saya ke tempat-tempat menarik di Sendai. Karena selama ini selalu jalan sendirian demi pekerjaan. Kali ini, karena bukan untuk pekerjaan, maka saya berpikir ngga ada salahnya untuk senang-senang sedikit bersama kawan baru.

Begitu tiba di Sendai Airport, tau lah apa yang pertama kali ini anak lakukan? Celingukan! Nyariin poster Yuzu. Sama kayak waktu sampe di Kurashiki. Celingukan nyariin poster si abang, yang nyatanya nihil. Begitu juga dengan di Airport. Ngga ada aja intinya. Bener-bener ngga nemu poster ataupun apapun yang menampilkan Yuzu dalam bentuk printan apapun. Beres tuh.

Di hari pertama saya bertemu dengan seorang mahasiswa yang aslinya beliau kelahiran Aomori dan kini tengah berkuliah di Brighton? Bridgeton? Inggris. Si adek umur 21. 2 tahun di bawah saya. Beliau fasih berbahasa Inggris, dan saya tidak mengobrol bahasa Jepang dengannya. Pura-pura bego aja gabisa bahasa Jepang (aslinya emang ga bisa) Saya mengunjungi pusatnya kota. Dimana hiruk pikuk berkumpul, dan pusatnya orang melakukan sebagian besar keseharian dan aktifitasnya. Hari pertama pun ngga nemu posternya Yuzu.

Dan hari kedua ini kebetulan dapat teman yang memiliki mobil untuk mengajak saya berkeliling Sendai. Kali ini saya ke situs dimana tempat berdirinya Kastil Aoba, tempat dimana patung Date Masamune didirikan. Pas masuk ke dalam museumnya, ADA LAH posternya Yuzu! Pake Hakama! Duhoh! Pengen foto, tapi masih jaga imej, karena temen ga tau kalo ini anak tochaku ke Sendai cuma gegara Yuzu.

hanyu-1

Nah, dan apa yang terakhir saya kunjungi adalah yang menjadi akar niat menulis hari ini; Sendai Kokusai Center!

Kenapa Sendai Kokusai Center? Jadi, Sendai Kokusai Center ini adalah awal niat saya mengunjungi Sendai. Tau kan apa alesannya? Iyah. Monumen yang diletakkan di pintu keluar timur? Higashi-guchi nya, Sendai Kokusai Center eki, pada tahun ini di bulan Februari, dan talkshownya serta peresmiannya di bulan April. Gitu kira-kira yang berhasil saya google. Kalo salah, maapkeun.

20170416232829662

Udah nih, beres makan siang, dan ketika ditanya ‘mau kemana habis ini?‘ saya dengan polosnya jawab ‘mau ke Kokusai Center‘ pas ditanya lagi ‘emang di sana lagi ada apa?‘ dan saya cuma cengar cengir bilang ‘gatau…‘ wkwkwkwk. Karena engga mungkin jawab dengan lugasnya ‘karena ada monumen nya Yuzu‘.

Bersyukur gitu, kali ini ke Sendai ngga sendirian. Kalo sendirian, mungkin saya ngga akan bisa jalan sejauh ini, karena aslinya Kokusai Center ada di tempat yang agak tersembunyi dari pusat kota. Berangkatlah kita ke Kokusai Center. Begitu nyampe, ini anak lagi-lagi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan monumen dalam gedung pusat aktifitas internasional Sendai ini. Agak kecewa, akhirnya muter-muter pusat informasi, dan akhirnya nemuin pafmlet dimana Yuzu terpampang sebagai duta pariwisata Sendai. Cengar-cengir tuh.

Tapi tetep aja belum puas kalo belum nemu monumennya.

Akhirnya pindah ke bagian belakang gedung yang notabene tempat dimana stasiun subway nya berada. Dan benar saja, terlihat dua monumen yang basah kena hujan di depan stasiun. JA-JAN!

DSC_2339

Sesungguhnya saya bahagia sekali tujuan saya ke Sendai tercapai. Namun, yaaa gitu pura-pura ngga tau dan jaga imej. Jadi sebenernya banyak orang yang datang dan berfoto di depan monumen. Cuma saya kayak ‘kenapa sih orang-orang pada foto di situ?‘ dan temen pun akhirnya ngejelasin kalau itu monumennya Yuzu dan Arakawa Shizuka-san

“Yang mana gue lagi keracunan lagu programnya di PIW kemaren”

yang sudah menyabet medali emas di cabang olahraga Figure Skating pada Winter Olimpiade. Dan gue cuma ‘oooh, oooh‘ padahal mah… deuh…. kalo mau ngomongin FS dan segala gosip di dalamnya (termasuk tatapan mesra yang selalu Yuzu lempar buat abang Javi) mah hayuk. Wkwkwk. Tapi gueh diem aja, cengar cengir sorangan. Sampe endingnya, tur di stasiun subway beres, dan ini anak bilang ‘coba ah, foto di depan monumennya

“Deuh, gayak. Padahal mah nunggu-nunggu buat foto-foto dari tadi”

AKHIRNYA FOTO DEH!

DSC_2338

Dan ada ceplak tangan Arakawa-san dan Yuzu. Dan saya cuma nyentuh yang ceplak tangan Arakawa-san saja. CUMA. Dan sekarang nyesel kenapa ngga nyentuh yang Yuzu punya juga💦

DSC_2340

 

Selain menghargai jasa….. Jasa banget yas? Kedua Figure Skater tersebut, monumen dan perayaannya juga ternyata didirikan untuk memperingati Sendai sebagai kota lahirnya Figure Skating di Jepang. Berawal dari jaman Meiji (1900) dimana Goshiki-numa (harafiahnya sih rawa, tapi… rawa banget?) atau danau….. kolam Goshiki yang membeku di musim dingin, dan digunakan para orang asing yang tengah tinggal di Sendai waktu itu untuk berskating. Dan akhirnya, lahirlah Figure Skating yang kini menjadi cabang olahraga yang juga menjadi favorite di Jepang. Gituuu ceritanya.

DSC_2343

Akhirnya saya pulang dengan perasaan…. lega? Iyah. Gitu. Jadi, kampusnya Keiji, check. Monumennya Yuzu, check. Dan tinggal kampus si adek. Nagoya, tunggu aku!

current song:
current mood: hm, apa ya? Butuh Keiji. Titik.
location: Orange Inn Sendai Higashi

-Ijou!-