Minna-san, konbanwa!
Kembali lagi dengan saya yang pure ngga ngapa-ngapain seharian padahal peer dan laporan numpuk, tapi si ble’e malah nonton Ikari-nya Oom Watanabe Ken dan Ayano Gou-san, terus habis itu donlot smule lalu karokean seharian. Endingnya peer dan laporan ngga dikerjain tapi untungnya tetangga ngga pada keganggu karena pada kerja sementara gue kero-kero.

th_116_
“Elo mah hidupnya nirfaedah,”

Sesuai ketentuan di post kemarin, dimana saya hendak membahas live viewing yang saya tonton akhir April lalu sebelum Golden Week–dan sebelum ketemu abang Keiji (terus aja yas, teruuuss)

Ini dia berikut hasil laporan saya! Cekidot!

Yuri!!! On Stage
news_large_yuri_201704_01

Udah tau lah ya awalnya gimana ini anak bisa beli tiket Yuri on Stage live viewing. Nah, sebelum itu, ada cerita dodol diantaranya. Jadi ditengah-tengah galau antara nonton Bokura Ga Hijou no Taiga Kudaru Toki atau Yuri on Stage, yang mana endingnya malah kebeli dua-duanya (emang si begok), ternyata Yuri on Stage yang saya daftarkan dengan debit saya ini, termasuk ke dalam undian lotere, bukan beli langsung yang mana ini anak nyatanya setelah tanggal 14 tiketnya tak kunjung datang dan ia kalah undian lotere yang mana kudu beli lagi.

Dikirain, si lotere itu, kalo ikut itu undian, dapet satu tiket lagi. Namun nyatanya itu ngelotere-in tiket sendiri.

cfed93e2
“Tau gitu, aing….”

Akhirnya ini anak moshikomi untuk kedua kalinya, dan dapat jajaran duduk di row A. Okelah sip. Mungkin sisaan. Buat temen-temen yang hobi nonton di XXI atau 21 Cinema, yang namanya row A itu, row paling atas kan? Nah, saya mikirnya row A itu row sisaan, karena yang paling depan bakal deket banget sama layar dan bisa ngeliat dengan jelas jalannya live viewing, sementara yang row belakang bakal kebagian manggut-manggut karena ga jelas tea. Beres tuh. Mana bayarnya di Kamakura. Elit banget.

Tibalah kita pada tanggal 29 April. Dimana 28nya beres-beres kamar dan 30-nya ke Nagano bari nyerosot tea ti na taman nepi ka danau. Jalan nih sendirian ini anak ke satu-satunya bioskop se-prefektur. Subarashii banget gak sih. Yamanashi, satu prefektur, isinya bioskop cuma satu. Mana jauh dari asrama lagi.

Sudah datang dengan dandanan tidak niat tea da eweuh rencang. Rencang sangu //plakk

Masuk aja ini si horeng ke dalem bioskop. Di dalam cinema, atau teater, sembari menantikan jam mulai live viewing, telinga saya dimanjakan oleh Free Programnya Yuuri yang memang ngeunaheun dan memanjakan telinga sekali. Nah, pas masuk, dia ngga pake ngecek apa-apa lagi, langsung naik ke tempat duduk paling atas. Setelah duduk, ternyata dia dapat kursi yang lumayan enak. Selain di tengah, seat paling atas nomer 9 ngga seburuk yang dibayangkan. Pokok na ngeunah we lah. Duduk aja sambil lanjut ngegosipin si bungsu (Shoma) sama temen *kelakuan Tyas in daily basis*.

Nah, ngga lama duduk, datanglah seorang ibu-ibu yang mencari tempat duduk. Ternyata beliau memegang tiket nomer 9 dan duduk di sisinya.

d582d79f
“Loh kok bisa?”

Sementara ini anak juga megang tiket nomer 9. Bisi dia salah tempat duduk, diliat lagi tiket si ibu yang sudah duduk di sebelahnya. Ternyata tiket si Ibu row J nomer 9. Dan tiket si anak ini row A nomer 9, yang notabene, namanya row A itu paling depan. Langsung aja ini anak nyamber tasnya dan turun ke jajaran paling depan. Meski tanpa halangan apapun, row A terbilang cukup depan dan bikin leher sakit karena mengadah ke atas. Namun apa daya, namanya juga tiket sisaan.

Udah tuh, beres. Dimulai aja si live viewing yang diselenggarakan di bioskop Maihama? Itu lah. Bodo amat. Live viewing dibuka dengan munculnya para casts (yang kalo ngga salah jumlah seluruhnya 12 orang)

Toyonaga Toshiyuki (Katsuki Yuuri)
Suwabe Junichi (Viktor Nikiforov)
Uchiyama Koki (Yuri Plisetsky)
Ono Kensho (Phichit Chulanont)
Yasumoto Hiroki (Christophe Giacometti)
Murase Ayumu (Minami Kenjiro)
Nojima Kenji (Lee Seung-gil)
Hino Satoshi (Nekola Emil)
Honjo Yuutaro (Lee Guang-Hong)
Toki Shunichi (Leo de la Iglesia)
Hatano Wataru (Georgi Popovich)
Fukuyama Jun (Nishigori Takeshi)

dan special guestnya Kubo Mitsuro-sensei. Makasih loh sensei, berkat sensei saya jadi nyebur ke fandom skatingan. Awalnya nangis-nangis gegara hubungan Yuri-Viktor ngingetin saya sama Mas Kengo. Terus endingnya bikin galau berminggu-minggu. Terus saya berpaling ke seorang Hanyu Yuzuru yang bikin saya rajin ngecekin tipi dan ngejerit ngga karuan liat iklannya di tipi atau posternya di toko buku, lalu dari Yuzu saya belok ke Unyu Shoma (gue gak salah ngetik) yang endingnya membawakan saya menuju seorang Tanaka Keiji. Lengkap banget loh penderitaan selama hampir setengah tahun ini………

17f0f3b0
*udah yas curhatnya?*

Di sesi awal, mereka memiliki sepasang MC yang menyambut dan membuka jalannya acara. Segmen pertama agak lupa pada ngapain aja. Saya terlalu fokus sama cosplaynya Suwabe-san yang bikin salah fokus. Gimana ya. Buat saya pribadi yang suka om-om pun, Suwabe-san itu udah tua. UDAH TUA. Tapi cosu jadi seorang Viktor yang notabene masih di usia 20annya dan berambut putih. Alih-alih jadi Viktor, saya rasa Suwabe-san mempercepat tampilan penuaan dirinya…. lol. Tapi tetep keren. Makasih loh Suwabe-san, saya suka banget sama Viktor…… yang kadang plin plan.

Nah, yang saya inget ini adalah segmen dimana Hatano Wataru-san (Georgi Popovich) menjadi MC dan memimpin jalannya segmen yang mana para seiyuu dimasukkan dalam 3 kategori; skater muda, adult skater, dan Kyushu Danshi. Yang mana tiap kelompok diberikan waktu untuk talk show dengan pertanyaan berbeda tiap kelompoknya. Saya paling suka pas bagian Kyushu Danshi (dan paling inget juga) karena begitu mereka dipanggil untuk masuk ke panggung, gaya jalannya yang selenge’an bikin penonton ketawa. Kyushu Danshi terdiri atas Toyonaga (Katsuki Yuri), Murase Ayumu (Minami Kenjiro) dan Fukuyama Jun (Nishigori Papa).

Kebetulan dalam segmen ini, mereka mendapat pertanyaan; ‘siapakah kalian idolakan?‘ ada yang jawab Jackie Chan. Gue lupa siapa, antara FukuJun atau Toyonaga. Nah pas bagian Ayu, dia jawab Uchiyama. Sontaklah FukuJun manggil seiyuu Yurio itu buat naik ke panggung meski itu bukan jadwalnya Uchiyama naik panggung. Nah, emang dasar Toyonaga sama Fukujun otaknya geser dua-duanya, didudukkannyalah Uchiyama di samping Murase yang malu-malu tapi mau. Di sini Ayu di suruh mengungkapkan rasa kagumnya terhadap seorang Uchiyama. Ayu, yang meski muka babyface ini, mendekat ke Uchiyama yang mulai tegang karena di cie-ciein penonton dan dengan suara mendesah, Ayu mengungkapkan perasaannya terhadap seorang Koki yang sukses bikin laki-laki itu malu lalu turun panggung begitu saja. Yurio banget……..

Terus juga saat di bagian kelompok adult skater gitu? Apa skater muda. Sang MC; Hatano–ditanya siapa yang dia anggap rival. Karena Hatano mengisi soundtrack ending, maka ia menjadikan sang pengisi opening; Fujioka Dean sebagai rival-nya.

026
“Katte ni….”

Beres nih, sesi 3 kelompok tersebut. Masuklah kita ke sesi original story yang sengaja dibuat untuk live viewing ini.

th_108_
“Kalo ada yang kelewat maklumin aja, udah 2 minggu lewat soalnya,”

Di awal cerita ini dimulai, para seiyuu naik ke atas panggung untuk mengisi suara tanpa diperlihatkan animasinya, yang mana adalah tugas kami selaku penonton untuk menebak-nebak seperti apakah jadinya cerita yang dibawakan para seiyuu ini. Awal dibuka pun, dibuka dengan desahan seorang Katsuki Yuri yang ternyata mabok karena kebanyakan minum.

154218d4
“Duh, gue udah mikirnya kemana-mana….”

Ngga ngerti ini live viewing pake rating apa gimana, yang jelas banyak banget hint yang Fujo-muke banget, dan bikin gue salah fokus. Secara samping kiri ini anak ibu-ibu berusia lanjut dan samping kanannya mas-mas (si mas nemenin ceweknya) jadi ngga bisa ngejerit sambil menggeliat jijay karena asli ambigu parah si original story ini teh.

Mana intinya Viktor itu cemburu dengan perkataan Yuri yang dikiranya nama seseorang, namun nyatanya kata-kata tersebut adalah ‘shachihoko‘ yang merupakan hewan dalam cerita tradisional Jepang. Tapi sumpah, ambigu parah. Adegan mabok-mabokannya juga Fujo-muke sangats.

6b4c22664212250fff8b290cee9d8c5f

shachihoko

Live viewing berakhir setelah Hatano-san beres menyanyikan ‘You Only Live Once‘ nya dan ditutup dengan ucapan terima kasih yang digambar dengan light(?) oleh oara seiyuu.

Impresi saya untuk live viewing ini, meski saya begitu menikmati setiap segmen yang dibawakan selama sekitar 2 jam ini, sayang sekali rasanya untuk tiket seharga 3x nonton film ini, segmennya tidak terlalu dalam dan terkesan talk show ringan. Namun meskipun begitu, saya salut dengan para seiyuu yang tampil menyenangkan di atas panggung dan mukaknya lempeng meski dialog yang dibawakan ‘belok‘ kemana-mana.

Beres nonton, sebenernya dijual merch sejenis pamflet dan clear file. Yang namanya ini anak itu sebenernya maniak clearfile. Namun karena sebentar lagi menuju keberangkatannya ke Hyogo, maka ia pun mengurungkan membelanjakan uangnya untuk sebuah clearfile gambar Viktor-Yuuri dan memilih pulang.

0004023_yuri-on-ice-yuri-on-stage-clear-file-set_550

current song: Niall Horan – This Town
current mood: tunduh
location: Dai-2 Shimizu Sou

-Ijou!-