Minna-san, konbanwa.

Tadi pagi, tumben sekali saya bangun pagi-pagi. Padahal ngga ada jadwal buang sampah. Tidur lagi sih pengennya, tapi nanggung karena jam 9 nanti jam mata kuliah pertama hari ini. Sebenernya ngga mau milih matkul pagi-pagi buta, cuma sks saya kepalang minim dan bikin orang-orang KLN melotot karena mencium motif-motif anak ini malas kuliah.

th_084_
“Iyalah, secara gue dateng buat maen”
//plak

Maka itu, terpaksa saya ambil, meski kata gakka-cho mata kuliah ini kepalang enteng buat saya yang sudah 3 kali gagal lulus ujian bahasa Jepang. Yah, namanya juga butuh pak.

Daripada saya tidur lagi, apalagi hari pertama itu isinya orientasi mata kuliah yang sayang dilewati, makanya saya pun akhirnya memutuskan untuk online. Online pun teu puguh, malah bikin galau yang ada, karena saya harus segera mempersiapkan itenerary perjalanan selanjutnya, namun masih malas dan lemes karena belum sarapan.

Akhirnya saya browsing teu puguh.

Semingguan ini, tumblr, tab google chrome, dan header hampir setiap SNS saya adalah seorang pria kelahiran Kurashiki, Okayama 22 tahun lalu;

TANAKA KEIJI

B_Lx5JHU8AAO66X


Siapakah beliau yang hendak saya bahas kali ini? Seorang atlet figure skater yang lahir pada 22 November ini, mulai sering saya bahas baik bersama teman, atau pun teringat saat dengerin lagu galau. Iya, gue sukak ini anak. Yang namanya Aiko, yang namanya nyukain orang pasti ada galau-galaunya. Galau nya apa? Ntar dulu.

tumblr_oirkbv6kd31rcnqgoo1_250

kakko yokka banget ga si
(*´ω`*)

Pertama lihat si babang emesh ini (meski 2 bulan lebih muda, saya berusaha menua-kan beliau agar keceng-able)

d582d79f
“Boro2 menua-kan. Kamicchi yg jelas2 sebulan lebih tua dari elu aja di adek-adek in,”

waktu saya jejeritan di lounge nonton pertandingan Yuzu dan si adek; Shoma di Kompetisi 4 Continents. Karena saya sudah stand by di tipi dan Yuzu itu masuknya grup akhir pertandingan, jadilah saya menonton penampilan grup sebelumnya sembari menunggu penampilan Ace skater Jepang ini.

tumblr_omru8xzf9y1ve237zo1_540

‘ini kakak aku, ini adik aku….’

Kalo gak salah waktu itu grup 3, dan Keiji tampil dengan kostum hitam-nya, yang lagi-lagi sebenarnya saya ngga suka. Karena terlalu seksih, dan enggak aja (emang kadang sukak objektif ini anak) dan penampilan Keiji hari itu berlalu begitu saja. Penampilannya si pertandingan World Skating Figure Championship juga nggak saya tonton sama sekali.

th_108_
“terus elo mau nulis apa siiikk?”

Namun, selama saya menonton pertandingan kemarin, saya banyak ngobrol dengan teman saya semasa kuliah (sekarang ngga kuliah yas?) yang ada di Indonesia, dan menggosipkan sang penerima medali emas dan perak kali ini; Yuzu dan Shoma.

Sebenarnya unyu-unyu aja saya ngomongin mereka. Namun rasanya kurang sreg kalo nggak bawa-bawa Keiji yang emang always di antara mereka. Dari sini, ketika saya tilik-tilik, agaknya dulu waktu pertama kali nonton di lounge, saya suka Keiji karena (waktu itu saya anggap) dia lahir tahun 1993, which menjadikan dia lebih tua diantara kedua krucil yang sukak iseng satu sama lain (Yuzu – Shoma)

Keiji, yang memiliki kepribadian kalem (ngga tau ya kalo aslinya) diantara dua adek-adek gemes (Yuzu mungkin bukan adek, tapi dia bocah) ini, perlahan bikin saya jatuh hati dan mulai memilih sulung di antara tiga saudara on-off rink ini.

th_113_
“Jadi kita punya teori kalo
Keiji-Yuzu-Shoma itu 3 bersaudara, yang mana Keiji itu si sulung, Yuzu si tengah, dan Shoma si bungsu yang selalu jadi korban bully-an kedua kakaknya”

Gossip antara dua sukeota abal ini pun berlanjut sampai pada titik saya gatal ingin kepo mengenai biodata skater yang mengakhiri karir Juniornya di 2014 ini. Pas di klik wikipedianya, saya sejenak tertegun. Ada angka 1994 yang bersanding dengan ‘November‘ di bawah foto yang menampilkan sosoknya yang tengah berskating.

Di sini nih mulai perjalanan galau saya.

Yang namanya Aiko, mana pernah mau ngeceng yang lebih muda. Selalu pengen yang lebih tua, biar bisa manja-manja //plakk Begitu mengetahui Keiji ngga jauh lebih tua darinya ini, Aiko langsung galau. Pasalnya, ia mulai bisa ngefans lagi dengan segininya setelah galau atas pengunduran diri sang kangmas; Kengo–dari dunia hiburan.

th_083_v2
“Kengo lagi, Kengo lagi…”

Setelah tau orang yang disukainnya lebih muda, Aiko bingung antara ngga jadi suka karena lebih muda, atau malah jadi suka dengan melanggar prinsipnya yang ngga akan nyukain cowok lebih muda. Akhirnya, Aiko memilih melanggar prinsip, dengan menyukai si abang, dan memutuskan untuk mensupportnya mulai dari sekarang.

Nah, semuanya tiba pada suatu saat dimana gue iseng ngobok-obok wikipedia-nya JSF (Japan Skating Federation) karena penasaran kapan pertandingan selanjutnya akan digelar. Sukur-sukur guhe bisa nonton. Pas ketahuan, ternyata di bulan April ini, akan ada pertandingan World Team Trophy yang kebetulan akan dilaksanakan 20-23 April di Yoyogi, Tokyo. YOYOGI, TOKYO.

Kalo buat figure skating, Yoyogi, Tokyo mah ngga masalah. Tinggal nongkrong cantik depan boss minta duit gaji bulan ini, dan cuss pakek tiket bis murah. Nonton deh. Apalagi harga tempat duduk VIP nya bisa dibayar dengan gaji bulan ini. Cucok anet gak sih. Namun yang bikin galau anak ini satu; Tanaka Keiji, ngga turun ke rink pada kompetisi kali ini. Menyisakan Yuzu dengan si bocil Shoma aja, yang bikin anak ini galau.

tumblr_oirm3hVyO41rmbfdco2_1280

Kalo sekarang ini adalah saya sebulan yang lalu, mungkin si S seki akan saya beli tanpa ba-bi-bu lagi, karena pure masih ngefans sama Yuzu. Tapi sekarang kan tujuan utamanya Keiji, secondary-nya Yuzu. Jadi agak gak rela gitu kalau iya datang lalu tidak mendapati Keiji turun pertandingan.

Akhirnya, anak ini menetapkan hati untuk membeli tiket nonton pertandingan, lalu ngeklik link tempat pembelian tiket yang sudah disediakan, TERNYATA TIKETNYA HABIS.

th_015_orz-v2
“Meski jadi fans, di Jepang, ngga seenak yang dibayangkan,”

Galau deh, gegara ngga bisa nonton pertandingan mereka secara langsung. Mana ada Patrick Chan yang juga tampil mewakili Kanada. Kan lumayan kalo Keiji turun, saya dapet ikemen luar juga. Namun karena tiket sudah habis, lagipula Keiji ngga turun tanding, maka akhirnya saya menghentikan galau saya karena ngga kebagian tiket.

Terus pagi ini!

Ada kejadian yang cukup memalukan yang saya alami. Kalo bisa nyalahin Keiji, saya mau nyalahin si abang. Jadi, ceritanya pagi ini dimulai kelas jam pertama yang notabene saya sudah bangun dan ngga tidur lagi dari subuh (subuh Jepang cepet cuy). Entah karena saya ngantuk atau emang sedang seru ngegosipin Keiji sama temen, saya melihat jadwal yang saya tulis adalah gedung 40 lantai 1. Sembari enteng membalas chat, saya pun melangkah memasuki gedung 40 yang saya pikir menjadi tempat kuliah saya pagi ini. Saya lalu masuk ke dalam auditorium BESAR yang mana di dalam nya sudah ada beberapa murid yang menunggu.

Namun, ada yang aneh. Katanya, mata kuliah saya pagi ini, adalah salah satu mata kuliah yang cukup populer yang mana saya membayangkan kalau banyak peminatnya, dan akan berdesakan. Namun yang saya dapatkan adalah kelengangan dengan banyak kursi di kanan-kiri. Cuek aja, saya lalu duduk.

Hal aneh kedua yang saya rasakan adalah, biasanya, saya memasuki kelas dimana hampir seluruh muridnya ngga saling kenal. Ini, mereka semua saling kenal. SEMUANYA. Kalo ngga salah jumlah mereka sekitar 10-an waktu itu. Saya masih berusaha tenang dengan diam di tempat sembari ngebales chat temen saya ini (kita lagi ngomongin kehidupan 3 bersaudara skater ini)

Hal aneh ketiga, adalah mereka semua memakai baju olahraga. Tau kan kalo kampus ini anak sebagian besar isinya adalah atlet yang berkuliah di sana. Sekelas dengan orang yang memakai baju olahraga itu hal lumrah. Namun, anehnya ini mereka seperti kenal banget dan berasal dari satu klub olahraga kampus.

Berperasaan engga enak, ini anak pun langsung meminta temannya mengirimkan jadwal kuliah hari ini via LINE. Selagi memeriksa jadwal yang dikirimkan temannya, sialnya si dosen sudah masuk. Mata kuliah yang hendak saya ambil ini, berjudul ‘Ekonomi dan Sosial Jepang‘, yang mana kata gakka-cho, dosen ini, kerjaannya ngomong melulu. Dibilang seperti itu, maka bayangannya adalah dosen tua dong.

Namun dosen yang masuk ke kelas ini, IKEMEN. Sumpah. Masih muda dan ganteng. Sejenak Aiko diam sembari berharap kalo kelas ini memang benar adanya ditakdirkan untuk dia //tsaah Terlepas dari kegantengan si bapak dosen muda, saya pun kembali memeriksa jadwal kuliah hari ini. Kelas ‘Ekonomi dan Sosial Jepang’ ada di gedung 9 lantai 5. Dan ternyata benar saja.

SAYA SALAH KELAS

485c3a61
*ini gue*

Bingung mau keluar gimana, sementara si dosen udah masuk, saya akhirnya pasrah sampai si dosen menyadari keganjilan kalo ada anak yang dengan entengnya berpakaian biasa bukan pakaian olah raga. Namun waktu ngga berhenti dan kelas saya yang sebenarnya pun menanti. Akhirnya dengan tengsin setengah mati, saya ngeloyor keluar tanpa tau nama si bapak dosen ganteng yang pake jas.

Ini semua salah Keiji.

Namun begitu, saya menyukai Keiji karena pribadinya. Keiji yang saya lihat, berperilaku kalem dan tenang sekali. Ngga banyak gaya, kayak Yuzu pas ngejailin Shoma. Meskipun begitu, Keiji jarang banget naik podium, bikin saya sedih.

tumblr_oh95wubde11taaxqao1_540

Bukan Aiko namanya kalo dia nyukain hal yang gampang ditemui. Buktinya, kalau nyari foto Yuzu dengan berbagai latar warna dan pose serta estetika tinggi itu gampang-gampang saja, namun nyari foto Keiji lagi skating dengan latar hitam itu susahnya minta maaf. Bahkan di kolom pencarian Keiji, terselip banyak foto-foto Yuzu. Ya maklum, Keiji cuma beberapa kali naik podium, dan di pertandingan kemarin pun hanya selesai di posisi 19.

tumblr_oh9vv2setp1rqqvu8o8_r1_250

Meskipun begitu, saya akan tetap dukung Keiji! Semangat babang!

current song: You Only Live Once by Yuri!!! On Ice feat Hatano Wataru
current mood: lafaarrr
location: Dai-2 Shimizu Sou

-Ijou-