Minna-san, konbanwa.

Dengan saya yang sudah mengakhiri masa lajang //plakk
Maksudnya masa liburan. Tanpa terasa, libur panjang yang saya nikmati sedari Januari (karena kuliah Februari gue laksanakan secara ogah-ogahan) sudah berakhir hari ini. Dan sialnya, seminggu sebelum masuk jadwal malah penuh sepenuh-penuhnya minggu.

Akhirnya saya mencari cara bagaimana caranya melepas liburan musim semi yang terlanjur indah ini dengan cara yang memorable. Akhirnya, saya memilih untuk menonton pertunjukan teater di Tokyo. Kemarin Jumat, saya menyempatkan diri untuk menonton teater yang diangkat dari kartun kesukaan saya semasa kecil;

LION KING
DSC_0772 (1)


LION KING itu sebuah kartun produksi Disney yang menceritakan kepemimpinan seekor singa bernama Mufasa di Pride Rock–sebuah batu besar yang menjadi kerajaannya di salah satu belahan bumi Afrika. Awal liat pementasan ini, itu pas di tipi yang ada di kedutaan besar Jepang, saya melihatnya ketika tengah mengurus visa untuk keberangkatan ke Jepang tahun lalu. Di televisi yang saya tonton, menayangkan backstage stage Lion King yang tampil di musim panas.

Dulu, saya hobi nonton kartun ini dengan Mamak dan anak tetangga sebelah yang sudah seperti kakak sendiri. Jaman dulu itu, jaman kasetnya yang item, kotak. Kalo mau ditonton, diputer ulang dulu pakek mesin yang dulu bentuknya mobil-mobilan.

20 tahun kemudian, saya menghadiri pementasannya di hari Jum’at lalu, di salah satu teater yang ada di bilangan Hamamatsu-cho. Agak terlambat masuk karena teman saya yang memegang tiket ketiduran. Saya tiba terlebih dahulu di depan teater yang sudah sepi karena semua penontonnya sudah masuk.

Saya yang sendirian menanti teman saya ini, langsung ditemukan oleh mba-mba penjaga loket yang menanyakan apakah saya salah satu pengunjung atau bukan. Saya lantas menjawab jika benar saya pengunjung, namun teman saya yang memegang tiket kami belum datang, menjadikan saya tak berani masuk. Namun, si mba dengan ramahnya menyuruh saya masuk duluan dengan meminta nama pemesan tiket dan nomer telponnya. Saya lantas diajak berlari karena pertunjukkan akan segera mulai. Setelah beres mengurus administrasi di pintu masuk, saya di ajak memasuki lobby yang ajaibnya sedang berisikan binatang-binatang dari Pride Rock yang menunggu giliran untuk tampil.

DSC_0770

Sejenak, saya serasa hidup dalam ceritanya, karena bagai adegan bollywood, saya diajak berlarian mengitari si hewan-hewan yang ada di lobby. Saya bahkan bertemu pemeran Zazu meski sekejap. Untuk sesaat masa kecil saya menjadi kenyataan.

Karena tiket masuk yang murah, saya dapet duduk paling belakang. PALING BELAKANG. Which means, pandangan saya ke panggung bagian atas, terhalang oleh atap teater. Tau lah, kalo Pride Rock itu tingginya naudzubillah, namun saya ngga bisa lihat ujungnya karena kehalang atap bagian depan. Yasudahlah, toriaezu nikmatin dulu. Toh udah jauh-jauh datang.

DSC_0768

Tepat pukul 13:30, pementasan pun dimulai. Dibuka dengan nyanyian Rafiki yang menggema mengisi ruangan. Kalo boleh kaish tau, para pemain teater Shiki ini, latihannya cukup ketat apa ketat banget? Dan gak cuma kemampuan akting, tapi juga kemampuan nyanyi mereka ngga kalah dengan penyanyi yang bener-bener nyanyi doang. Maklum aja si, pementasan Shiki Theater ini rata-rata mengangkat cerita dari Disney yang notabene musikal.

Sebenarnya, awal kepincut dengan teater ini adalah ketika saya menonton video mereka yang menayangkan penampilan The Little Mermaid, yang 80% lagu-lagunya saya suka. Dari situ saya berniat untuk menonton teaternya. Namun nampaknya, The Little Mermaid yang sudah mengakhiri masa pentasnya pada 9 April lalu ini sudah penuh dan tiketnya terjual habis, menjadikan saya ngga bisa nonton untuk pementasan Tokyo dan beralih menonton The Lion King.

Emang mungkin dasarnya Jepang, atau Teater itu emang amazing, saya disuguhkan dengan opening yang wah. Binatang-binatang yang saya lihat di lobby barusan, memasuki panggung satu-persatu. Di sini yang ingin saya tepuk tangani adalah tim-tim dari dekorasi dan properti. Itu yang namanya gajah dibikin dari kerangka kayu dan dibuatkan engsel-engsel yang bisa dibawa oleh orang sambil berjalan. Keren. Sasuga keajaiban Teater.

Masuklah raja hutan kita; Mufasa. Kalo boleh jujur dari semua karakter LION KING, saya suka Mufasa. Kenapa? GANTENG. Kali ini pun seekor Mufasa diperankan oleh ojisan ganteng yang gagah bingits. Suaranya berat, menggema gitu. Uuunch. Simba kecil diperankan oleh seorang cowok unyu yang kayaknya masih SD. Sembari menikmati pentas yang mereka suguhkan, saya berkepikiran, kalo anak ini gedenya masuk Tenimyu //plakk

Sejujurnya, sedari awal mulai lampu dipadamkan, hingga pertengahan zenban atau pementasan kuarter pertama, saya menangis. Nangis yang airmata ngga berhenti. Ngga tau seneng karena bisa nonton teater yang diangkat dari kartun masa kecil, ngga tau sedih karena gue bukan nonton Mas Kengo, atau galau haruskah aku berpaling dari mas Kengo ke Keiji? //plakk

Akhirnya saya tiba pada adegan yang ngga pernah gagal bikin saya nangis; Mufasa’s Death.

Saya pikir adegannya bakal seperti apa. Namun diluar dugaan, efek, tata panggung dan pengaturan blokingnya hebat! Bagus bangeettt!! Si lembah yak yang luas begitu, dipersempit, lalu yak yang segitu banyaknya dibuat putaran roda seakan-akan mengejar Simba. Lalu Mufasa! Mufasa dong, bisa-bisanya memanjat pilar sisi panggung yang diibaratkan tebing hingga setinggi itu, sampai saya tidak bisa lihat Scar sama sekali. Dan jatuhnya pun dramatis bangettt bikin saya yang sudah repeh kembali berurai airmata. Dewa! Asli keren banget efeknya.

Lalu semua berlalu dan Simba pun tumbuh jadi dewasa. Ganteng, dan bisa nyanyi. Itu tanggapan saya ketika Simba dewasa keluar untuk pertama kalinya.

DSC_0771

Pertunjukkan pun berakhir di jam 5 dan banyak anak-anak kecil yang keluar dan berfoto di luar teater yang letaknya ngga jauh dari laut tersebut. Saya yang tahun ini akan berusia 23 tahun pun, keluar dengan perasaan yang sama ketika pertama kalinya saya menonton kartun ini di laser dvd yang dulu diameternya 30cm-an.

Lion King akan selalu mengeluarkan sisi kekanakan dalam diri saya.

current song: RADWIMPS – Lights Go Out
current mood: KEIJI TANAKA ❤
location: Dai-2 Shimizu Sou

-Ijou!-