Minna-san. Konbanwa.

Mungkin banyak yang udah saya tuliskan mengenai kebaperan saya dengan Tenimyu, dan banyak pembaca yang udah bosen juga bacanya. Tapi apa ya, saya yakin ada orang yang sama dengan saya di luar sana juga yang butuh temen curhat buat fans season 1 yang udah ngga banyak orang tau.

Untuk kalian, fans season satu, saya masih disini. Kalian tidak sendiri.

Sebenarnya saya tengah mengerjakan 4 review dan besok harus bangun pagi. Cuma apa yang membuat saya menulis tulisan ini ditengah 4 review yang menunggu, malah beralih menyelesaikan tulisan yang ngga tau juntrungannya adalah stage yang telah lama digandrunginya sampe 8 tahun ini.

TENIMYU
dorirai 7

Jadi, berhubung mau nulis, biasanya ini anak nyetel lagu buat nemenin tulisannya. Entah kenapa, malem ini lagi kepengen denger Tenimyu, walau sebenernya lagi suka-sukanya sama backnumber. Maka, dipencet secara random-lah playlist yang namanya ‘TENIMYU’ di player.

Sialnya, yang pertama ke puter itu ‘Tomorrow For You & I’. Kalo yang baca tulisan kemaren, tau dong kalo lagu ini termasuk dalam jajaran 10 lagu baper Tenimyu? Apalagi di Tomorrow For You & I DREAM LIVE 2011 ini, terdengar isak suara Wadacchin selaku pemeran Tezuka kala itu. Penasaran dong, apalagi anak ini mengkonsumsinya yang angst-angst mulu.

Tergoda, akhirnya nonton lah itu DREAM LIVE 2011. Demi liatin part dimana ‘Tomorrow For You & I‘ ini dinyanyikan. Nampak keharuan yang jelas terasa dalam Seigaku 6th saat menyanyikan lagu ini. Terlebih kabarnya setelah lulus pun tak lama kemudian mereka mengadakan reunian.

63d4808b
“Ngga kayak Rikkai yang nunggu 10 tahun kemudian baru reunian, minta gue geplak pake panci pada,”

Bukan, bukan masalah reuniannya, tapi mereka tuh reunian, saat saya baru tiba di Jepun, dan lagi labil-labilnya menata kehidupan. Eh, anak-anak Rikkai pada kompakan nebar-nebar foto reunian di twitter.

cufttlvxeaay8h8

072
“Kan, giliran gue udah move-on ke yang lain, kalian datang layaknya hujan di musim kering”

Lanjut ke Tenimyu yang saya tonton malam ini. Kelar nonton ‘Tomorrow For You & I‘ ternyata Aiko lanjut nonton DREAM LIVE 2011, sampai pada segmen dimana anak-anak Hyotei menyanyikan lagu yang juga jadi rekomendasi 10 lagu Tenimyu terbaper versi Aiko; SEASON.

Karena Season kesukaan anak ini terletak pada DREAM LIVE 7TH (ngga deng bohong, sebenernya suka yang Advancement Rokkaku Match tapi DREAM LIVE 7TH itu suka aja shownya) maka ngacirlah anak ini nonton DREAM LIVE 7TH.

d1eef220
“Emang dasarnya anak ini gabisa move-on dari yang 1st Season,”

Pas liat DREAM LIVE 7TH, lupa kalo openingnya Rikkai. Apalagi yang namanya anak ini lemah sangat sama yang namanya Sanada-fukubucho. Beres opening, masih unyu-unyu tuh pada, sampe akhirnya tiba pada sesi ngobrol Rikkai, dimana Sanada (yang dalam kasus ini lakik-lakik yang udah sering membesetkan luka di hati saya; Kanesaki) menampar lalu mempersilahkan Akaya untuk kembali menampar dirinya, dan endingnya mereka berpelukan.

tumblr_m0e69pFQq81qd842do1_500

Entah kenapa di situ saya merasakan baper yang hebat. Perih, butuh temen buat peluk, tapi ngga ada, karena ngga bawa boneka sama sekali dan saya hidup sendirian. Akhirnya saya ngga kuat dan meluk cermin.

Kalo dilihat dari kacamata orang ketiga, dan nontonnya rame-rame, adegan ini pastilah lucu bukan kepalang. Seorang fans yang baper, memeluk cermin sebadan-badan karena baper. Tapi kalo dipasangin lagu ‘Aitai‘ nya Yuzu, apa yang saya alami ini ironis…. kayaknya.

Apa ya, udah 8 tahun, sukanya Tenimyu dan ngga bisa move-on. Sementara teman-teman saya yang lain sudah melanjutkan kehidupannya minimal moveon ke season 2 atau season 3 Tenimyu. Ada yang sudah beralih butai, ada yang sudah hijrah ke Kokoreaan, dan saya? Masih nduplek di kubangan yang sama, baperin Tezuka versi 1.5 beta, yang ngga dapet upacara kelulusannya sama sekali, sekalinya bisa ketemu orangnya intai.

tenimyu-profile3-tezuka-kunimitsu

ini loh Tezuka ver 1.5 Beta

Beres baper, saya menskip semua segmen DREAM LIVE 7TH, hanya untuk mendapatkan ingatan yang cukup untuk sekedar kembali mengingat euforia Tenimyu wayah 2010an. Pas lagi skip, terlihatlah wajah Aoyama Sota selaku Inui Sadaharu generasi pertama, yang mana saya lupa jika di DREAM LIVE 7TH ini, generasi pertama Seigaku hadir.

tumblr_lxrmhibZtU1qdtkkao1_500

th_015_orz-v2
“Makin jadi lah baper ini anak,”

Akhirnya saya flashback sendiri, mengenai awal bertemunya saya dengan panggung bernama Tenimyu ini.

Saya suka yang namanya baca komik. Suka banget sampe nyandu kayaknya. Di SMP tempat saya bersekolah dulu, ada rental komik dengan harga miring dan diskon komik baru bagi member apalagi pelajar kayak saya. Wajib hukumnya menghabiskan weekend dengan komik, jadi tiap hari Jumat saya sewa sampe 20 buku hanya untuk dibaca menghabiskan weekend di rumah.

Kala itu, saya suka sekali dengan manga BLEACH yang baru mulai saya koleksi. Pertama baca BLEACH, saya langsung jatuh cinta dengan yang namanya Aizen Sousuke; shinigami, kapten divisi 5, yang sesuai dengan kriteria cowok idaman Aiko; berkacamata.

d16c4689
“Kacamata aja dulu, ngerokok, atau pake jasnya ntar wkwkwk”

Selain baca komik, hobi anak ini adalah browsing internet. Berkat hobi saya yang satu itu, voila! Jadilah blog ini saya mulai di tahun 2009. Pas lagi browsing-browsing google,

053
“Mainannya masih google,”

bertemu lah saya dengan panggung musical bernama ‘Rock Musical Bleach‘.

Rock Musical Bleach: The Live Bankai Show Code: 003

The Live Bankai Show Code: 003

Beres tuh, itu pertemuan saya dengan BuriMyu. Bentar, ke kulkas dulu nyari cemilan. Lapar tanteeee.

Yang ketemu pertama itu, pemerannya Aizen Sousuke, yang tak lain dan tak bukan adalah Mas Kengo.

ohkuchi3

Ya ampun, inget banget pertama kali aku nonton Bankai 001, dan ngga butuh lama untuk jatuh cinta sama karakter dan pribadi seorang Kengo-san. Kelakuannya yang ajaib dan aksen Kagoshimanya itu bonus ya. Wkwkwkwkw.

Ternyata, dari menyukai Kengo-san, saya berkenalan dengan seorang penggemarnya juga, yang mengenalkan saya pada butai Tenimyu pertama saya; More Than Limit. Waktu itu, masih seneng-senengnya sama Seigaku. Karena sambil nonton butainya, saya pun melanjutkan progress baca komiknya.

1444341139064679

Tibalah saya pada chapter Kanto Taikai, dimana Seigaku melawan Rikkai di final kejuaraan Kanto. Meski Seigaku menang, itu tak menyurutkan saya untuk ngga suka sama Rikkai, apalagi sama yang namanya Sanada Genichirou. ASLI! Waktu itu sebel bangaatsss.

Udah tuh, Kanto Final beres, dan saya menanti stage selanjutnya sambil membaca manganya. Hari-hari yang saya lalui sembari menunggu kala itu, adalah sambil browsing-browsing. Namanya internet, kalo ngga difilter, apa aja masuk. Inilah yang membawa saya pada fanfiksi YAOI pertama saya yang melibatkan pasangan bucho dan fukubucho Rikkai.

th_009_v2
“Seandainya waktu itu guhe jadi anak baik, pasti sekarang ini yang namanya baper sama anak-anak Rikkai gabakalan ada,”

Entah kenapa, orang yang tadinya saya sebelin setengah mati; Sanada, sifatnya bisa begitu manis setelah ditambah kehadiran sang bucho; Yukimura Seiichi, yang waktu Final Kanto tidak saya sadari kehadirannya karena sibuk mendukung Seigaku.

Dari situ, saya menyadari latar belakang Rikkai, dan sampai akhirnya jatuh cinta pada sekolah asal Kanagawa tersebut. Apalagi pasangan Alpha Pair yang langsung naik tingkat jadi OTP setelah membaca fanfiksi tersebut.

th_096_k
“ff tahun 2008 apa 2007 ya, udah lama banget,”

Setelah menyukai Rikkai dan resmi nyemplung ke kubangan baru bernama YAOI yang menjadi kan saya fujo, saya pun akhirnya memiliki butai Rikkai di tahun 2009. berikut dengan album duet Sanada Yukimura.

Saya yang waktu itu ngga ngerti betapa susahnya jadi shipper Alpha, anteng-anteng saja nonton tanpa tahu, kalau yang namanya Alpha, nyanyi sampe bikin album duet, adalah keajaiban terindah sebagai shipper alpha. Dan saya baru mensyukurinya sekarang. Coba kalo BAS 009 ngga keluar sama sekali waktu itu, apa jadinya saya sebagai shipper Alpha pair?

pa-109455-1

Ngomong-ngomong Alpha, saya ngga luput memasangkan pemeran Sanada Genichirou dan Yukimura Seiichi kala itu, Kanesaki Kentaro dan Yagami Ren. Itu semua terjadi setelah saya liat backstagenya. Iya kalo on-stage mesra da emang itu peran mereka yang dibawakan sesuai dengan manga yang ditulis oleh Konomi Takeshi yang rencananya mau ngeluarin single baru tanpa memprogres manga-nya yang mandek sampe bosen bolak-balik gramed demi ngecek terbitan baru.

098eb4a5
“Lagian siapa suruh bikin Prince Of Tennis II?”

TERNYATA, mas Kane ini mesra sekalih dengan Yukimura-nya di off-stage, dan yang pertama saya lihat adalah adegan suap-suapan sushi. Berdua. Ajah. Di ruangan tanpa siapa-siapa. Mungkin ada, tapi kayaknya mustahil. Secara yang namanya anak Rikkaimyu itu banci kamera semua. Yang mana Kamera on, kelakuan warasnya off semua.

tumblr_mzagqtAr8f1qah98so1_400

th_100_
“Babak kedua kehidupan fujoshi seorang Aiko; menjadi shipper KaneOuji,”

Dari sini, saya mulai menyukai kegiatan menulis fanfiksi, karena ternyata asupan OTP; Alpha Pair itu kurangnya minta maap di FFn. Yang bikin anak ini harus menulis sendiri demi memenuhi kebutuhan asupannya sebagai Fujoshi. Dari menulis, saya mendapat banyak kenalan baik sesama author, pembaca juga teman yang sama-sama menyukai Prince of Tennis. Kita akhirnya saling berkomen di facebook, mengutarakan kesukaan, dan menuliskan humor sekena-nya.

af48944b
“Kalo boleh dibilang, itu adalah stage paling bahagia dalam kehidupan saya sebagai fans,”

Sampai tiba kita pada satu pagi di tahun 2010, dimana saya membaca pengumuman, Rikkai akan kembali lagi tampil ke dalam ranah Tenimyu karena memang sudah waktunya pertandingan Final Nasional, dan diumumkanlah casts-casts terbaru Rikkai.

Tapi saya tidak menemukan nama Ookawa Genki, Kiriyama Renn, Yuuki Jutta, Yagami Ren, dan Ono Kento dalam jajaran cast Rikkai yang akan tampil untuk final Zenkoku. Nama Baba Tooru dan Nakagauchi Masataka pun bersanding dengan dua nama lain sebagai Niou B dan Yagyuu B.

4fd9f2d3
“… yang mana pertama kalinya hati saya hancur karena Tenimyu”

*insert mellow backsound*

Saat itu saya yang masih labil, masih bisa mencak-mencak karena merasa diri masih bisa protes dengan keadaan. Belum legowo.

Berbicara Rikkai 1st, akan ada satu chapter berbeda lagi kayaknya. Rikkai bagi saya, adalah keberadaan yang apa ya, melihat mereka saling bercanda saja, ada perasaan senang di hati gitu. Ada ya, orang-orang yang ngga saling kenal sebelumnya, latihan bersama membawakan peran yang belum pernah dibawakan, lalu menjadi sahabat hingga 10 tahun kemudian mereka reuni.

e2edd7350c88c0_full

ini yg gue bilang banci kamera

Ngga cuma reuni. Saya banyak menstalking kehidupan off stage mereka. Masing-maing dari mereka hobi hangout bareng baik itu berduaan kayak papa-mama Rikkai yang sampe nginep-nginep, atau hangout bareng-bareng sekedar minum atau makan malam. Apa yang ada di offstage ini yang bikin saya sadar, kalau hubungan mereka ngga sekedar latihan, tampil, lalu bubar.

En-Musubi. Saya percaya takdir yang mempertemukan orang dan menyatukannya mereka. Kayaknya sih, Ueshima-sensei waktu mau milih casts Rikkai, semedi dulu. Jadinya pas begitu dapet yang ini kompak banget. Ngga tau kenapa, saya suka casts-casts yang dipilihkan Ueshima-sensei untuk bermain di Tenimyu. Mari kita tengok Seigaku-Seigaku terdahulu. Seigaku 1st jangan ditanya ya, Kime sampe nyanyi lagu-lagu tenimyu di ruang ganti stage dengan judul lain yang bahkan bukan Tenimyu.

MMV10

Sisanya walau ngga terlalu stalking, tapi warukunai kok. Saya menyukai semuanya. Apalagi pas adegan lulus-lulusan. Meski saya ngga sukanya sama Minami Keisuke itu minta maap, tapi waktu Seigaku 3rd lulus tetep aja mewek.

Masa-masa SMK saya pun hampir berakhir. Saya ngga lagi ngurusin yang begituan. Inget sama Kengo aja boro-boro meski kadang masih menulis satu atau dua fanfiksi. Tanpa terasa, tahun terlewati dan saya diterima kuliah di luar kota. Persiapan hijrah dari rumah, bikin saya sedikit melow dan kembali membuka kenangan-kenangan saya pada komputer rumah.

Selalu ada satu folder berisikan harta-karun saya bernama Tenimyu. Kembali menonton, buat saya akhirnya membawa kenangan kesukaan saya pada komik bertema sport tersebut ke rumah baru saya; Jatinangor. Bahkan, sebelum berangkat, saya rela ke Pasar Senen, demi mencari komik lengkap Prince of Tennis, yang bakal menemani semester baru saya di Jatinangor.

Saya pun memulai babak baru kehidupan saya di 2012.

Bertemu teman baru dan menjalani hidup yang benar-benar jauh berbeda dengan siklus kehidupan di Tangerang sebelumnya. Saya pun memulai kegiatan klub di kampus. Dari pilihan fotografi, teater, olahraga, dan menyanyi, saya memilih teater, dengan harapan saya bisa merasakan apa yang saya tonton dari backstage Tenimyu.

Bercanda, mempersiapkan pertunjukan, latihan fisik, beradu akting, dan menyelami bidang baru yang belum pernah saya tekuni sebelumnya.

Dan saya mendapatkan itu semua. Meski tidak semegah Tenimyu, saya merasakan kepanikan sebelum tampil, mempersiapkan properti dan berlatih memakai make-up kostum yang bikin diri jadi orang yang benar-benar berbeda. Saat latihan, ada kala nya saya ingin menyerah. Tak lagi ingin begadang dan pulang malam yang bikin nilai kuliah jadi rusak, saya ingin berhenti dari teater. Namun, saat pertunjukkan, itu semua terbayar. Saya merasakan bahagianya bermandikan tepuk tangan penonton, dan mencoba diri untuk memulai pertunjukan baru.

Selesai menjalani fase anak baru di kampus, saya menjalani kelas senior yang menjadikan saya kuliah-nugas-nongkrong-nangis-pulang. Lalu berulang ke awal. Saya berangkat pagi lari-larian mendahului dosen di tanjakan cinta (serius namanya tanjakan cinta) demi tidak telat masuk kelas beliau, makan siang seadanya, dan pulang saat matahari sudah berpindah ke ufuk lain, membicarakan kehidupan mengenaskan sebagai mahasiswa.

Pada fase ini, ada seorang teman dari saat maba yang merampok seluruh koleksi Tenimyu saya.

Saya sih senang-senang saja, tapi pesimis kalo teman saya ini akan suka Tenimyu seperti halnya saya, karena kalo dibilang saya menyukai Tenimyu, Banget! Saya cinta Tenimyu, dan tanpa saya sadari, ada beberapa chapter dalam kehidupan saya yang dituliskan karena kesukaan saya terhadap Tenimyu.

Kenapa bukan Tenipuri, tapi Tenimyu?

Karena Tenipuri itu, cerita mereka on-stage, dan Tenimyu adalah apa yang saya lihat dari off stage sehingga menjadi on-stage, dan yang paling saya sukai off-stage nya adalah season pertama yang disutradarai dan dikoreografikan oleh seorang Ueshima Yukio.

dl2_uechima_01

Ternyata, teman yang saya berikan seluruh koleksi Tenimyu saya ini, berbalik menjadi fans yang sama seperti saya. Cuma bedanya ini anak lebih ngefans sama season 2. Yang bikin kita sering ngga nyambung dalam hal yang disukai. Tapi tetep fans. Bahkan kita sampe bermimpi untuk nonton Tenimyu bareng ke Jepang.

Karena ada teman yang suka Tenimyu, saya jadi kembali menyukai Tenimyu lagi. Saya tonton kembali semua stage-nya yang bikin saya bernostalgia. Saya yang tadinya jarang menulis fanfiksi, kini mulai rajin mengumpulkan ide-ide dan menyatukannya menjadi satu chapter rangkaian cerita.

Saya merasa jadi punya kebahagiaan ditengah-tengah kesibukan berkuliah yang tak pernah habis.

Singkat cerita semuanya pun menuju akhir dimana kami sibuk mengurus penelitian akhir demi mendapat gelar sarjana yang diperjuangkan selama 4 tahun ini. Namun, ditengah-tengah bimbingan saya dalam menulis penelitian, Tuhan punya rencana lain.

Kampus membuka pendaftaran untuk beasiswa ke Jepang.

Kami dua fans beda negara ini, bertekad untuk sama-sama berkuliah di Jepang, demi mewujudkan mimpi bersama; nonton Tenimyu bareng. Kenapa bareng, karena kalo sendiri, kami nampak seperti pedo, karena anak-anak Tenimyu sekarang ini kebanyakan dibawah usia 20 tahun. Kami pun menrencanakan dua kampus yang berjauhan demi bisa ke Jepang bersama. Namun Tuhan berkata lain, hanya saya yang diloloskan jalannya menuju Jepang, dan teman saya tersebut akhirnya lulus lebih dulu dari saya.

Saat menuliskan formulir aplikasi universitas yang hendak menampung saya di Jepang ini, saya ditanya oleh dosen pembimbing saya.

“Apa yang kamu sukai sampai belajar bahasa Jepang?”

Tanpa berfikir panjang, saya menyatakan jika apa yang menjadi kesukaan saya selama ini adalah teater. Maka beliau menyuruh saya untuk memasukan Teater sebagai alasan saya berangkat ke Jepang.

Tenimyu, bisa membawa kehidupan saya sejauh ini. Mewujudkan mimpi saya sejak Maba. Banyak orang bilang ini semua karena kemauan dan tekad sendiri. Tapi bagi saya, menyukai satu hal sampai sebegininya; mendapatkan teman, memilih jurusan kuliah, dan berangkat ke negeri orang, itu ngga sekedar kemauan dan usaha diri sendiri saja. Ada yang mengarahkan kemana aliran usaha dan kemauan yang telah saya bangun. Menjadikan itu semua tujuan.

Malam ini saya jadi banyak berkilas balik mengenai kehidupan saya sebelumnya. Jika kembali melihat yang sekarang ini, rasanya mau nangis. Ngga percaya aja, kalau dulu di rumah cuma bisa nunggu sub demi nonton stage terbaru, kini saya bisa mengerti maksudnya tanpa melihat translasi. Dulu kalau hujan di kostan nonton Tenimyu, sekarang pas salju di Asrama nonton Tenimyu juga. Dulu pengen banget ke Jepang, sekarang saya sudah berada di negeri matahari terbit. Dulu ngeliat Tawada Hideyan dari layar laptop, kemarin saya kiss-bye di panggung.

Banyak yang sudah saya jalani. Dan akan lebih banyak lagi hal yang akan saya jalani ke depannya.

Semoga yang mesra tetap mesra, dan tetap berhubungan baik. Ngga ada yang lebih menyakitkan selain melihat mereka yang dulunya mesra, kini bertingkah seperti orang yang tak saling kenal.

current song: Egao wo Miseyo by Tenimyu Casts
current mood: baper
location: Dai 2 Shimizu Sou

-ijou!-