Minna-san, konbanwa.
Kembali lagi dengan saya, Aiko!

Setelah selesai berjibaku dengan ujian akhir, dan segudang kerjaan yang numpuk. Tibalah anak ini pada agenda utamanya ditahun ini; OKINAWA. Sebelum membicarakan Okinawa, sebenernya saya ingin sekali banyak curhat. Yang mana anak ini sudah menunaikan tugas wajib lapornya ke kedutaan besar RI di Tokyo akhir Januari lalu (yang nanti tata caranya dan segala kedodolannya akan dibeberkan di post berbeda), lalu permulaannya mengajar adik unyu beda 4 tahun yang ternyata ulang tahunnya sama, lalu petualangannya menuju Chiba, mendaki tebing terjal salju di Nagano, dan khilaf buangsatnya di Kokori.

Tapi, sari itu semua saya hanya ingin mengabari pada pembaca sekalian kalau saya masih baik-baik saja dan berbadan utuh, bisa bayar listrik, dan belum kena flu.

Sabtu ini saya akan bertolak ke Okinawa, dan menghabiskan sebagian Februari saya di Kyushu, Chugoku, Shikoku, dan akhirnya kembali ke Yamanashi tercinta. Semoga semua perjalanannya lancar, dan saya bisa kembali pulang dengan selamat. Aamiin.

Hm, apa ya, banyak sebenarnya yang ingin dibagi dan diceritakan. Tapi yah, seminggu ini benar-benar full terasa menghimpit sekalih untuk saya yang hobi tidur. Jumat minggu lalu cooking test, begitu selesai langsung bertolak ke Chiba, lalu di Chiba tak bisa langsung tidur karena harus melapis sepatu dengan lilin agar tidak kemasukan salju. Lalu, keesokan harinya kumpul di Chiba Chuo Koen pagi-pagi buta untuk briefing volunteer bakal ke Nagano. Dua hari di Nagano ngga bisa tidur karena kutukan abadi anak ini; akan selalu jadi pendamping kelompok. Pulang Volunteer menginap di Chiba, dan pulang ke Yamanashi keesokan paginya, dengan bis giri-giri yang begitu nyampe langsung mengajar. Beres mengajar selasa baru tidur full di sambi dengan nyuci baju-baju hasil 3 hari kemarin. Rabu, niatnya nuntasin kerjaan, malah akhirnya pulang larut karena diajak jalan, lalu kamis ini saya bagun pagi kembali untuk mencuci dan pergi ke FUROUEN untuk mengambil gambar bakal artikel selanjutnya, lalu lari-larian setengah mati mencari pintu keluar taman karena kejar-kejaran dengan jam mengajar.

Apa yang membuat saya senang akhir-akhir ini adalah Hanyu Yuzuru. Dan akhir-akhir ini saya bisa bercerita ke teman-teman betapa saya menyukai cowok kelahiran Sendai tersebut.

“Walau Kengo susah disingkirkan,”

Saya harap agenda Februari saya berjalan lancar. Amin!