Minna-san, konnichiwa!

Kembali dengan saya yang baru aja beres menuntaskan tidur sehariannya tanpa bangun sama sekali. Yappa, 6 hari full di luar asrama itu melelahkan luar biasa buat kesehatan mental yang hobi fangirling sendirian di depan laptop sambil karokean lagu galaw.

Itung-itung ingin produktif, maka kali ini saya akan menuntaskan satu janji saya; review. Berikut yang akan saya rekomendasikan adalah sebuah stage yang awal dimana mempertemukan saya dengan idola saya; Mas Kengo–masih belum move on.

Rock Musical Bleach : Mou Hitotsu no Chijou
rock-musical-bleach20160404_ma

Kembali lagi dengan karya Kubo Taito-san yang diangkat ke layar pentas dengan sentuhan baru. Masih seputar permulaan Kurosaki Ichigo yang menjadi shinigami untuk menggantikan seorang shinigami yang terluka; Kuchiki Rukia, dan pada akhirnya bertualang di Seireitei untuk menyelamatkan gadis tersebut karena hukuman memberikan kekuatannya pada seorang manusia biasa.

So, kita mulai dari sini.

topvisual

Di liat dari tata panggung ‘Mou Hitotsu no Chijou‘ dan (mari kita ambil ‘Saien‘ karena Rock Musical Bleach serie pertama itu berantakannya naudzubillah, dan nyanyinya masih pake mic) ‘Saien‘, yang kali ini, masih tergolong rapi, meski saya lebih menyukai tata panggung ‘No Clouds in the Blue Heaven‘.

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-2017-01-01-14-35-11

tata panggung Mou Hitotsu no Chijou

Kesemrawutan tata panggung sebenarnya ada, namun itu semua tertutupi oleh layar hitam. Meski tata panggungnya cukup rapi, namun kurang menantang tidak seperti panggung-panggung Burimyu yang lalu yang mana tingginya lumayan, sampe kalo jatoh itu ngga nahan banget malunya…. sama sakitnya juga sih. Walau dibilang 2016, saya masih merasa kalau tata panggungnya masih kurang ‘wah’ dengan sentuhan 2016. Tapi meski pun begitu, itu semua ditutupi dengan penggunaan projector sebagai background yang cukup ‘gendai-teki‘.

Dan untuk lagu, tidak ada yang berubah rasa-rasanya, baik lirik dan aransemennya, ini dibuktikan dengan masih bisanya saya ikut bernyanyi. Kalo tenimyu, beda season, aransemen dan lirik pasti mengalami perubahan, dan ketika saya lagi enak-enaknya nyanyi, nadanya jadi tidak pas dan ujung-ujung bete. Namun pada Burimyu kali ini ada beberapa perbedaan nada menyanyinya. Entah memang itu paduan dari instruktur vokal, atau memang kemampuan menyanyi casts-nya. Meski ada satu-dua masukan lagu baru, namun hampir keseluruhan setlist ayng dibawakan dalam panggung kali ini hampir sama dan menggunakan lagu-lagu Burimyu terdahulu.

“Ngga tau sih, emang burimyu itu pelatih vokalnya bagus banget atau emang anak-anak tenimyu malas latihan, kemampuan vokal pemain burimyu, masih bagus-bagus saja, ketimbang anak tenimyu yang tiap season ada aja naik-turunnya”

“tarohlah pemeran Yukimura season 1 yang kemampuan vokalnya amit-amit tergantikan oleh pemeran Yukimura season dua, yang vokalnya bagus, tapi malah jatohnya ngebanting vokalnya pemeran Sanada yang terdengar lebih sember,”

tuzki-emoticon-003
No hard feelings Ken-san, toh guhe masih bakal ke Aichi kok,” *apa hubungannya??*

Tapi kalau bahas nyanyi, tau lah siapa yang bikin anak ini kepincut sama yang namanya stage? Yup, Mas Kengo-nya. Dan pemeran Aizen kali ini diperankan oleh pemeran Tezuka Kunimitsu terdahulu yang sebenernya anak ini agak-agak terhadap si mas aitsu. Setelah trauma nonton Takumi-kun Series; PURE, saya tidak lagi bisa menonton Tenimyu Dream Live 7 dengan cara yang sama.

Meski pun hampir tidak ada yang berubah, namun ada beberapa lagu dari Burimyu terdahulu yang tidak dibawakan pada stage kali ini, seperti Bengara Koushi, dan Aizen no Shi. Dan lagu favorite saya; Nemurenai Yoru  terasa anyep sekalih dengan vokal Babaroa.

tuzki20
“Maap, mulai dari sini saya akan banyak nge-rant. So, maapkeun,”

SUARA NYANYI BABA RYOMA, GUSTIIIII. NGGA AIZEN BANGET!!

Jadi, yang namanya Aiko, sukak banget dengan karakter Kapten Divisi ke-5 tersebut. Meski villain, yang namanya udah masuk kriteria tipe cowok idaman (meski agak flamboyan, dan mamas Kengo tydac flamboyan fhew) susah juga buat disingkirkan dari karakter kesukaan.

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-2017-01-01-14-31-44

itu yang di belakang kayak kuntilbapak

Setelah lengser dan tidak lagi memerankan Kapten Divisi ke-5 tersebut, sedikit was-was juga apa kabarnya pemeran yang bakal memerankan sosok Aizen Sousuke, karena Kengo itu udah Aizen bingitz, dan sedih juga melihat Burimyu yang mana Bankai Show Code: 003 nya tanpa Aizen.

Setelah mendengar kabar juga Burimyu akan revive kembali di tahun 2016, seneng dong, sembari waku waku membayangkan akan seperti apa Aizen yang akan tampil di stage kali ini, siapa pemerannya, dan akankah saya jatuh cinta dengan pemerannya.

Lalu, datanglah hari dimana cast ‘Mou Hitotsu no Chijou‘ resmi di umumkan di site resmi Burimyu, dan terpampang nyata dengan sangat jelas kanji yang saya kenal sekalih pada kolom nama pemeran Aizen Sousuke; Baba Ryoma.

shocked-girl-gif

ini gueh, yang ngga tau harus ngapain

Mari kita tidak ber 15896166_1277243515656002_5787144840957045070_o

dulu. Maka, dengan segenap jiwa ngemis-ngemis ke D-san untuk diberikan link download stage ini. Dan hasilnya….

tumblr_mqh7tlnxgp1qe5ugfo2_500

Ada satu adegan dimana rasanya saya kurang sreg. Saat overture pembukaan, cast yang turun ke bangku penonton untuk bernyanyi, namun kembali lagi ke panggung rasanya kurang aci kalo bukan dibagian penutup. Asa canggung ngeliat gerak pemain yang turun ke bangku penonton dari panggung, tapi naik lagi ke panggung, dan ini masih awal penampilan banget.

“Yha, namanya juga inovasi Yaz,”

Apa yang menggelitik saya pada penokohan adalah karakter Ichimaru Gin.

picmonkey-collage

“Bukannya Aizen?” | “Itu belakangan, karena bakal protes panjang-panjangan,”

Entah saya yang emang lebih suka pembawaan Tsuchiya Yuichi, atau emang karakter Ichimaru Gin seperti itu, namun yang saya lihat di atas panggung, cara Asuma Kousuke yang masih rikuh dengan gerakan dan gesture yang dilakukan oleh karakter berlogat Kansai tersebut. Well, setidaknya logat Kansai tersebut dapat diucapkan dengan baik. Cuma gesture-nya aja yang kurang luwes, dan kurang itazura.

“Kalo mukak jangan tanya ya, licik-an Tuti kemana-mana”

Mengenai penokohan, saya masih kecewa karena tidak adanya 3 tokoh awal yang muncul di Burimyu pertama; Inoue Orihime, Sado Yasutora dan Urahara Keisuke.

“Mungkin budget dan karakter mereka jarang muncul juga kali ya.”

Tapi di babak awal stage ini, siapa yang meyelamatkan Ichigo setelah di’bantai’ Kuchiki Byakuya, adalah si Om Urahara tersebut, dan bukan Yoruichi. Tapi di sini digambarkan siapa yang menyelamatkan Ichigo adalah Yoruichi. Kan kurang aci gituuu.

Terus, kalau saya tonton musikal awal Burimyu, Urahara di sini benar-benar mengajarkan Ichigo dalam uji ketahanan bertarung sebelum akhirnya masuk ke Seireitei untuk menyelamatkan Rukia. Namun, bagian itu di skip juga, dan akhirnya proses masuk ke Seireirei dipercepat.

“Dan kalau sampai ada karakter Shiba Kuukaku diperankan dalam stage ini, bakalan keren sih. Tapi yaaa lagi-lagi, karakternya tidak banyak muncul,”

Anyway, Takano Akira itu lumayan cuco juga, meski Tacchan–Isaka Tatsuya–imut syekalih saat jadi Ichigo. Dan, pemeran Abarai Renji; Sakiyama Tsubasa itu cuco kalo ngga jadi Renji. Entah kenapa dia jadi Renji malah ngga keliatan aura cuco-nya. Mungkin karena Renji tidak ikemen kali ya.

*review apa sih ini, sangat tidak mutu,*

Dan apa yang menjadi sumber dari segala ranting saya hari ini adalah: pemeran Aizen Sousuke pada Burimyu kali ini. Meski Kengo absurdnya setengah mati, dan jenongnya minta maaf, tapi Baba Ryoma sangat tidak termaafkan dalam segala aspeknya dalam Aizen Sousuke.

“Daripada ngereview, saya lebih kayak nge-rant kayaknya…”

Satu. Suaranya…. seperti yang sudah saya alami dalam 8 tahun belakangan ini, kalau yang namanya Aizen Sousuke punya suara yang berat, dan terbukti dari sang seiyuu; Om Hayami Shou yang datang ke AFAID taun kemaren tapi saya tak bisa jumpa karena nda ado duit dan sang pemeran Aizen pertama pun suaranya sember seksih berat gimanaaaa gitu (udah ini mah ngga objektif) tapi suara Babaroa, ya ampun… facepalm dengernya…

Dua. Kurus banget si loe, kayak dompet gueh.

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-2017-01-05-15-28-45

Tiga. Cara mati-nya. Well, ini ngga ada kaitannya sama yang bersangkutan, melainkan arahan sang sutradara langsung. Tapi, itu, apa-apaan cara mati Aizennya begitu?????? Niat dikit napa?? Rukia aja bisa digantung, masa Aizen yang ringkihnya minta maap itu malah mati nya duduk?? Kecapek-an? Udah kakek?? (ini pure saya tujukan kepada sang sutradara) Sebenarnya, ngga cuma Mou Hitotsu no Chijou kali ini aja, tapi juga pada Saien terdahulu dimana cara mati Aizen nya berdiri. Well, agak mirip di komik, tapi setidaknya why don’t you hung him up?? 

Empat. Kurang licik. Lebih kayak mukak doya dan senga. Pas ketahuan terbukti sebagai pengkhianat, Aizen membongkar identitas aslinya sebagai penguasa Hueco Mundo. Yang amna di sini mukaknya berubah dari baik sekalih, menjadi jahat. Tapi ini ngga. Smirkingnya itu loh, latihan lagi yak kalau ada Burimyu berikutnya. Dan apa yang bikin ngga kuat nonton adalah adegan narik rambut ke belakang. pas Kengo aja gak kuat liat, apalagi Babaroa.

Terlepas unek-unek saya mengenai pemeran Aizen kali ini, saya baru saja selesai melihat tumblr dimana post-post mengenai Mou Hitotsu no Chijou ini berserakan. Dan apa yang bikin saya suka adalah casts terdahulu yang datang untuk melihat penampilan kouhai-nya dan foto bersama dengan pemeran karakter yang dulu mereka perankan. Tarohlah Hayashi Shuuji (our dearest nii-sama)  yang menengok sang pemeran Kuchiki Byakuya kali ini; Ino Hiroki, Satou Miki yang datang melihat penampilan Kai-san, dan bahkan Kenpachi Taichou terganteng saya; Suzuki Shogo-san yang foto bersama dengan Kawakami Shota selaku pemeran Kenpachi yang menurut saya kemudaan.

tuzki55
“Kenpachi itu intinya mukak tua,…”

Well, Kawakami Shota dipilih mungkin karena perannya terdahulu sebagai Akutsu Jin pada tenimyu 3rd season kemarin.

Tapi dari itu semua, saya cukup merasa kasihan dengan Baba Ryoma yang ngga didatangi pemeran Aizennya terdahulu; Kengo-san. Sebenernya yang patut dikasihani sih saya hiks, karena tidak bisa melihat mas-ku itu walau kala itu mas’e belum intai.

Dan kenapa saya suka nya seorang Kengo sih? Meski mas Kato Kazuki lebih terkenal dan Wada Takuma lebih ganteng, lebih muda, lebih unyu. Dan kenapa mas Kengo harus memerankan Aizen, kalau aja dulu dia ngga jadi Aizen mungkin yang namanya dateng ke Jepang wayah kuarter akhir 2016 ngga akan segalau ini. *curhat mode: ON*

“Mas…”

Demi setiap cowok berkacamata di mukak bumi ini, dari seluruh pemeran Tezuka, kenapa Baba Ryoma sih?????? Kalo boleh minta kandidat, mau mas Wadacchin ajah //disepakProduser Ngga mungkin banget kayaknya kalo TakiEi karena………… (silahkan isi sendiri). Kalo Shirotan, ngga cocok jadi Aizen karena mukaknya terlalu bule, Minami Kei ngga cocok…. nyanyinya, Dai-chan…. hm…. duh saya ngga akan subjektif sekali di sini. Adapun bila jadinya Mas Tawada Hideyan yang saya bahas di postingan kemarin, saya rasa juga belum cocok lantaran masih muda.

“Lalu kita punya Mas Asuma Kousuke yang berperan sebagai Ichimaru Gin
di usianya yang baru 21 tahun,”

Rehat sejenak dari nyinyirin pemeran Aizen, saya tergelitik untuk membahas relationship antar casts. Hubungan yang menjadi favorit saya adalah reaksi kimia antar Matsumoto Rangiku dan Ichimaru Gin. Perih-perih gimanaaa gitu. Namun sayangnya, saya kurang mendapat greget hubungan mereka pada stage kali ini.

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-2017-01-05-14-49-25

sukak relationship mereka wkwk

Seperti apa yang ada di manga, jika Rangiku dan Gin adalah teman semasa kecil yang tumbuh bersama di Rukongai, lalu mereka menjadi shinigami. Meski saling menaruh hati, mereka tidak bisa bersama karena jalan yang mereka pilih. Rangiku yang menyesali kepergian Gin yang mengkhianati Seireitei, hanya mendapatkan kata ‘maaf’ ketika Gin pergi meninggalkannya.

Mungkin baru stage pertama kali yah. Semoga kedepannya makin unyu.

Dan tak lupa hubungan antara Gin dan Hitsugaya Toushiro–Kapten divisi 10 yang emang banyak interaksi dalam manga dalam alur cerita stage kali ini. Namun sayangnya kurang greget.

Ngomong-ngomong soal Ichimaru dan Hitsugaya, adalah pemeran mereka terdahulu Tuti dan Nagayama Takashi yang baru saja melangsungkan duet gitar pertama mereka dibawah nama unit ギター友. Saya ngga hadir karena tiket masuknya muhul syekalih.

header79451

Overall dari keseluruhan penampilan Mou Hitotsu no Chijou kali ini bagus. Melampaui hampir pada seluruh aspek teknis stage-stage Burimyu yang terdahulu, meski saya lebih menyukai stage terdahulu tanpa peduli seberapa gembel-nya suara Kengo, dan berantakkannya tata panggung dengan tanpa mic yang nempel di telinga.

Tapi apa yang saya sukai dari Burimyu kali ini adalah support casts terdahulu terhadap Burimyu kali ini. Selain lebih kekinian dengan teknologi yang ada, dan panggung yang lebih megah, saya suka Takano-san dalam membawakan peran Ichigo. Sebagai karakter utama, baik dalam manga maupun stage, Takano-san patut diberikan penghargaan atas usahanya membangun karakter Ichigo pada Burimyu kali ini.

Worth to watch. Bagi yang belum pernah membaca atau menonton BLEACH sebelumnya, jangan khawatir, karena stage kali ini menyajikan jalan cerita dari awal tanpa perlu khawatir kalau nantinya tidak akan mengerti alur ceritanya. Tapi, Mou Hitotsu no Chijou yang menyajikan jalan cerita dalam 2 jam pertunjukkan, pastinya menjadikan jalan cerita dan detail-detail dalam manga lebih sempit dan singkat.

rating ★★★

current song: RADWIMPS – Kokuhaku
current mood: sakit pinggang
location: Dai-2 Shimizu-Sou

-Ijou!-