Minna-san konnichiwa.

Kembali lagi dengan saya dan sejuta kerjaan yang belum sempat terselesaikan karena keburu waktunya liburan keluar kamar. Mengapa saya memutuskan untuk keluar kamar? Karena dikhawatirkan anak ini bakal busuk di kamar kalo ngga keluar-keluar. Maka, izinkan saya untuk memberikan rekomendasi aci buat teman-teman pembaca sekalian jelang akhir tahun.

Ada yang tau judul di atas apaan??

Adalah sebuah judul manga homo karya Fumino Yuki. Mengapa saya merekomendasikannya??

Ini dia permulaannya.

Di awali pada hari dimana anak ini memutuskan untuk jalan-jalan ke luar kamar setelah minggu terakhir kuliah sebelum tahun baru yang padatnya bukan kepalang. Saat itu Aiko memutuskan untuk main ke mall terdekat asramanya

4519626a
Which means ‘terdekat’ itu berarti satu-satunya mall yang ada di Yamanashi,”

Sebelum main ke mall lain kota tersebut, ia pun diajak temannya untuk mengelilingi sebuah pusat pertokoan di bilangan Kofu kota, yang mana ada toko yang menjual banyak merchandise anime. Kebetulan juga anak ini lagi keserempet fandom ‘Yuuri!!! On Ice‘ dan berharap bisa ketemu cowok macem Viktor buat dipacarin…… maksudnya poster ‘Yuuri!! On Ice‘.

3eb4e7b3
“Apa sik ko??”

Sambil berkeliling di dalam toko yang lumayan kecil tapi ramai pengunjung tersebut, Aiko pun menyusuri setiap lekukannya.

d5f02ecd
“Sampe nemu doujin YOI lah, padahal waktu itu belum tamat…”

Dan ketemulah dengan komik ini. Ngga spesial-spesial banget sih, meski saya cukup menyukai design cover-nya. Namun apa yang menarik dan akhirnya saya bahas dalam postingan kali ini adalah cover manga-nya pada saat itu:

cvvwqysxgaaizm9

Ada yang kenal mukak sebelah kiri ngga??

Yup!!! TEZUKA KUNIMITSU kita tercintah di ending season 2 Tenimyuh!!

Tawada Hideya

cbvnkpuucaa-m16

yang sempet gue taksir tapi gak lama karena keburu keserempet abang Stan. Dan kini dia main BL. Padahal saya cukup sukak pasangan Tawada – Yatachan, kenapa kamu main BL masss

10005187_713591272120062_223297713_n

pasangan (kelewat) bahagia

Mari kita bahas jalan cerita manga-nya.

HIDAMARI GA KIKOERU

%e3%81%b2%e3%81%a0%e3%81%be%e3%82%8a

Sinopsis: berkisah mengenai Sagawa Taichi seorang mahasiswa yang dibesarkan oleh sang kakek dalam segala keterbatasan ekonomi-nya. Suatu hari Taichi yang baru saja kembali dari pencarian pekerjaannya terjatuh ke tempat dimana Sugihara Kouhei tengah menikmati makan siangnya. Taichi yang terpana melihat bekal Kouhei, langsung melahap makanan tersebut begitu Kouhei memberikan bekalnya untuk Taichi.

Tanpa diduga Taichi, Kouhei yang memiliki masalah pendengaran, kesulitan dalam mengikuti pelajaran di kelas, sehingga Taichi menawarkan diri untuk membantu Kouhei mencatat pelajaran untuknya, dengan imbalan makan siang.

Dari hubungan saling membantu ini, baik Taichi maupun Kouhei, menyadari perasaan mereka terhadap diri masing-masing. Namun Kouhei yang merasa terasing dari kelompok mahasiswa lainnya karena keterbatasannya ini, mengundurkan diri begitu Taichi mulai membuka diri terhadap dirinya.

Hingga suatu hari, Taichi yang ingin bertemu dengan Kouhei untuk menjelaskan semuanya, namun pertemuannya tersebut tidak menyelesaikan apapun diantara mereka, menerima bahasa isyarat dari Kouhei yang ia sama sekali tak mengetahui makna isyarat tersebut.

Namun saat Taichi menyadari arti dari pesan isyarat tersebut, ia mendapat kabar dari teman dekatnya; Yasu, jika ia melihat Kouhei beberapa waktu lalu berjalan bergandengan dengan seorang wanita dengan tatapan penuh cinta. Taichi terlambat menyadari perasaan Kouhei yang sudah menyukainya sejak dulu.

Review: Meski tanpa adegan anu-anu yang iya-iya, manga ini cukup menarik untuk disimak. Selain genre ceritanya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, permasalahannya pun tidak lebih dari permasalahan yang sering kita jumpai dalam keseharian.

Kouhei yang sebenarnya dapat menangkap maksud pembicaraan seseorang melalui gerak bibirnya, sering disangka berbohong atas gangguan pendengarannya, karena beberapa temannya masih mampu berkomunikasi dengan Kouhei. Taichi yang dirawat sang kakek dalam kemiskinan setelah kedua orang tuanya bercerai dan tak lagi membiayai hidupnya, harus mencari seribu satu cara agar ia dapat maka setiap hari dan membantu kehidupan sang kakek.

Dan konfliknya intens sekali. Meski tidak wah, namun konflik selalu ada dan lekat dalam setiap jalannya cerita. Seperti ketika Kouhei merasa tidak yakin jika Taichi memang benar-benar tulus ingin berteman dengannya, juga ketika Kouhei mulai terbiasa dengan kehidupannya tanpa lagi membutuhkan bantuan Taichi untuk mencatat pelajaran, membuat Taichi gamang dan meragukan sikap kedekatan Kouhei yang dulu pernah ditunjukkan kepadanya.

Manga ini terdiri dari 2 volume, meski pada volume 1 mereka berdua saling mengetahui perasaan masing-masing, namun tidak begitu saja hidup menjadi indah dan berjalan lancar di antara keduanya pada volume 2. Justru ketika memasuki volume 2, dengan kedewasaan yang sudah terbangun dalam perkembangan karakter masing-masing, konflik semakin rumit, ketika akhirnya Tichi memutuskan untuk berhenti belajar dan mulai bekerja full-time tanpa bertemu sama sekali dengan Kouhei dalam jangka waktu setengah tahun.

Baik art, maupun jalan ceritanya, dapat membuat pembaca menjadi tidak sabar menantikan adegan selanjutnya demi menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi mereka berdua.

Sebenarnya pasangan Taichi dan Kouhei ada untuk melengkapi satu sama lain; Taichi yang menyukai masakan Kouhei, dan Kouhei yang merasa kekurangannya bukanlah sesuatu yang buruk ketika sedang bersama Taichi. Namun jalan untuk menuju perasaan masing-masing itulah yang kadang menjadi sulit karena ketidak yakinan dan kesalahpahaman di antara keduanya.

Saya harap filmnya dapat menyampaikan maksud si pengarang, dan memberikan para penonton deg-degan yang sama ketika membaca manga-nya.

Tapi hebatnya di sini adalah perbedaan jarak usia 6 tahun antara Hideyan dengan Onodera Akira (pemeran Sagawa Taichi) yang mana sebenarnya usia Kouhei-Taichi tidak terpaut jauh dalam manga-nya. Juga kebersediaan pihak caster untuk memilih Hideyan yang absurd nya minta maap untuk berperan menjadi Kouhei yang kalem dan minim ekspresi.

Mari kita nantikan seperti apa jadinya film ini di awal musim panas tahun depan.

current song: RADWIMPS – ORDER MADE
current mood: kekenyangan
location: Dai-2 Shimizu-Sou

-Ijou!-