1473940666928

saya dan teman-teman dari Indonesia yang satu program; program diet

Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya; Aiko. Kali ini sedikit berbeda, karena saya menulis postingan ini dari asrama saya tercinta yang terletak di Zekouji-cho.

Sudah sebulan saya menjalani hidup di Jepang sebagai murid asing, masih ada 11 bulan lagi. Semangats! Sebenarnya ada banyak yang mau saya ceritakan semenjak tibanya ini anak di Bandara Haneda. Mungkin sedari masuk kabin pesawat Garuda CGK-HND pun sudah banyak cerita. Tapi bingung mau mulai dari mana.

dsc_0167

I am in my little heaven

Yosh, mungkin dari saat keberangkatan saya ke Bandara Soekarno Hatta, Minggu malam tanggal 11 September. Hari itu hari terakhir puasa Arafah, mamak merajuk bapake buat pergi makan di luar. Itung-itung ngelepas anaknya pergi dengan makanan paling enak yang ngga bisa saya beli tiap hari; pizza. Pizza crust sama keju mozarella itu jodoh yang diciptakan tuhan di surga.

tuzki54
Perfect.

Beres makan di luar, kita balik ke rumah buat angkut koper anak ini biar bisa dikirim lengkap ke Jepang karena di Indonesia kerjaannya ngabisin beras sama bikin kasur sempit. Sebenernya keberangkatan ini anak harusnya jam 8an, karena takut ketinggalan pesawat. Namun karena malam itu ternyata pertandingan MotoGP, jadinya sang supir tercinta; Juragan, menunda keberangkatan anaknya demi tau siapa pemenang MotoGP malam itu. Heck.

MotoGP beres, kita pun berangkat ke bandara Internasional yang jaraknya ngga sampe setengah jam dari rumah anak ini yang kelasnya interlokal.

tuzki-emoticon-003
Alias desa.

Jam 10 malam pun saya memutuskan check-in dan meninggalkan keluarga di Indonesia selama setahun lamanya. Setelah lumayan lama menunggu di terminal 2, akhirnya kami diberangkatkan ke terminal 3 yang ternyata pesawat kami take-off dari terminal yang baru jadi tersebut. Proses pengiriman penumpang ke terminal 3, menggunakan bis yang lumayan keren dan ngga bisa sering dijumpai di jalanan Jakarta.

Setelah masuk kabin, saya dapet tempat duduk di tengah, sedangkan anak ini dimanapun naik apapun hbinya duduk deket jendela. Pepetan sebelah-sebelahan sama orang indonesia, mas-mas. Yah, sebenernya sih ngga apa-apa juga toh, nothing could be wrong. Tapi saya salah. Setelah beberapa menit kita takeoff, si mas nya ngajakin saya ngobrol, dan langsung minta kontak LINE. Hell… bukannya bermaksud sombong, tapi mbo yo baru say hai kok udah minta alamat personal saya macam LINE sik,… mau nawarin saya MLM…… akhirnya, ketika si masnya balik badan, saya langsung pura-pura tidur.

Dan sialnya, nggak lama setelah saya tidur, mbak-mbak pramugarinya pada nawarin snack malam gituuuuuu!! Gue gabisa bangun buat bilang ‘mbak saya boleh minta roti sama kopinya ngga?’ gitu aja karena lagi tidur mode: ON dan ngeladenin orang lain mode: OFF.

tuzki-emoticon-005

Bukan rejeki saya, akhirnya saya bablas tidur sampe jam 4 waktu setempat. Kayaknya sih sama aja sama waktu Jakarta, kalo gasalah itu bangun pas udah sampe langit Filipina. Masih ada 5 jam lagi buat touch down di Haneda, tapi mata gabise merem, dan akhirnya milih nonton film. Dan tebak dong apa yang anak ini tonton?? YUP! CAPTAIN AMERICA: THE WINTER SOLDIER.
dsc_0125

tuzki60
*Karena CIVIL WAR belum rilis di pesawatnya*

Sebenernya ada wifi di pesawat, tapi saya takut pake internet dan menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan saya terjun dari ketinggian sekian ribu meter. Karena pada dasarnya anak ini takut ketinggian, dan punya jantung lemah sama hal yang berbau memacu adrenalin. Dan apalagi ini di atas laut, yang mana anak ini sangat takut tenggelam, dan kalau pun tenggelam bukan mati karena tenggelam tapi karena panik. Sekian.

dsc_0137

aslinya ini Haneda. Ngga tau kenapa tau kali anak-anak YGU mau dateng, jadinya masang beginian. Kalik. 

Nyampe di Haneda jam 9 pagi wkatu Tokyo, dan segera dijemput oleh pihak kampus segera untuk diantar ke Ryo. Sampe di Ryo, hal yang bikin pusing adalah ketidak-beradaannya internet untuk menghubungi keluarga di Indonesia. Untungnya ada seorang senpai orang Vietnam yang bersedia meminjamkan pocket wifinya untuk saya menelpon yang mulia nyonya rumah untuk mengabarkan.

dsc_0148

makan malam pertama di Jepang; masakan Vietnam!

Hari itu saya sangat capek, karena begitu setibanya saya di asrama, saya diajak belanja dan makan malam bersama. Dan lembaran 10.000 yen pertama gue dipake buat beli jus harga 88 yen. Sekian.

dsc_0159

sarapan pertama 

current mood: males ngerjain pe-er // belum move on dari ‘Kimi no Na wa’
current song: RADWIMPS – Nandemo nai ya
location: Dai-2 Shimizusou

-Ijou!-