22
Minna-san, konbanwa.

Kembali lagi dengan saya Aiko yang bingung mau ngapain padahal kerjaan numpuk di belakang. Harus ke sana, harus ke sini, memenuhi undangan di sana, mengerjakan urusan di sini dan lain-lain. But still, anak ini memilih leyeh-leyeh mereview film-film favoritenya ketimbang menjadi sibuk di luar sana.

“Saya lelah sibuq pak, bu…”

Kali ini, saya akan kembali merekomendasikan film-film kesukaan saya. Kalau kemarin kita puas sekali membicarakan film-film barat, kali ini saya akan merekomendasikan film-film Jepang koleksi saya yang saya sukai. Specially taken from Aiko’s old collections. Tapi beberapa ngga old juga sih.

Here we go!

20. AoHaru Ride (2014)

main

Diangkat dari manga yang sama karya Sakisaka Io, AoHaru Ride dapat juga diterjemahkan menjadi ‘Lika-Liku Masa Muda‘. Hahahah. Ada cerita dibalik kejadian itu.

Sejujurnya males nulis sinopsisnya karena cliche sekalih, but’ll write it anyway. Mengisahkan Futaba yang menyukai Kou di masa SMP-nya sebelum kemudian akhirnya Kou memutuskan untuk pindah. Kou kembali lagi kepada Futaba saat keduanya menjajaki SMA. Futaba yang sudah menyukai Kou sedari SMP, menyadari jika sikap pemuda tersebut berubah semenjak ia pindah sekolah saat SMP.

Udah gitu.

Apa yang saya rekomendasikan adalah pengambilan scenery dan pemandangan-pemandangan dalam film ini.

rating: 3

19. GHOST ~Mou Ichido Dakishimetai~ (2010)

q4mf5f0kamdwbg5

Adalah remake film yang pernah dibintangi Demi Moore dengan judul yang sama. Diperankan oleh Matsushima Nanako dan Song Seung-Hoon. Abang ganteng sayah yang suaranya seksi bangeet saat menyanyikan lagu ‘Even After Ten Years‘ nya yang digunakan untuk soundtrackSad Love Story‘. Tonton deh, itu dorama Korea-nya bagus. Tapi saya lebih rekomendasikan baca manga-nya. Saya nangis.

Kenapa saya nonton film ini? Awalnya sih gara-gara yang mengisi soundtracknya adalah Oom Hirai Ken dengan ‘Aishiteru‘nya. Karena sinopsisnya menarik, maka saya memasukannya dalam list ‘recommended to watch‘ dan voila! Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton. Meski dengan ending yang tidak begitu klimaks, namun overall, it’s a good romance movie to watch.

rating: 3

18. K-20 Legend of The Mask (2008)

k-20_20legend20of20the20mask20poster2002

Adalah sebuah film yang tak sengaja saya tonton di televisi waktu, karena mamak iseng mengoper-oper channel dan ketemulah film ini. Setelah saya tonton dengan serius, film ini seru juga. Mengisahkan seorang penampil akrobat sebuah sirkus; Endo Heikichi (Kaneshiro Takeshi) yang dituduh sebagai sang kriminil K-20 atas ancamannya pada seorang detektif; Kogoro Akechi (Nakamura Tooru) yang hendak mempersunting seorang gadis kaya raya bernama Hashiba Yoko (Matsu Takako). Heikichi yang sebenarnya ta bersalah pun menjadi incaran kepoliasian dan menjadi K-20 yang lain demi membersihkan nama baiknya.

Dan dalam film ini saya naksir Nakamura Tooru. I don’t know, he’s kind a hot dad I guess. Hohoho. Anyway, penampilan Nakamura Tooru-san dalam film ini adalah favorite saya. Dan Hongo Kanata (my lovely baby) berperan sebagai side-kick dari sang detektif: Kobayashi Yoshio.

rating: 3

17. Momose, Kocchi wo Muite (2014)

momose_main

Kenapa ya menonton film ini? Saya tak terlalu inget selain mepet nonton karena sudah tak ada tontonan lain waktu itu. Juga, karena yang mengisi soundtrack dalam film ini adalah WEAVER dengan ‘Kocchi wo Muite yo‘ yang cukup sering saya dengarkan lagu-lagunya.

Mengisahkan Aihara Noboru (cowok loh ya) yang diperankan oleh Takeuchi Taro yang berteman baik dengan seorang senpai tahun ketiga–Miyazaki, yang cukup dikagumi dan digandrungi oleh para gadis di sekolahnya. Suatu hari Miyazaki meminta Aihara untuk pura-pura berpacaran dengan Momose seorang gadis dari angkatan yang sama dengan Aihara, karena ia takut hubungannya dengan Momose ketahuan oleh pacarnya yang juga merupakan murid tahun ketiga; Tetsuko.

Aihara yang menerima permintaan Miyazaki tersebut pun memulai hubungan pura-puranya dengan Momose yang ternyata begitu menyukai Miyazaki. Hingga suatu hari Miyazaki mengatakan padanya jika ia tidak menyukai Momose dan membuat Aihara marah karenanya. Meski dari hubungan yang pura-pura, Aihara menyadari jika ia mulai menyukai Momose.

Sesungguhnya saya tidak kabita dengan Mukai Osamu, kalo boleh mengklarifikasi kenapa saya menonton film ini. Ini purely karena saya suka WEAVER dan menonton film ini, dan found this movie quite interesting.

rating: 3

16. Hyakuman-en to Nigamushi Onna (2008)

one_million_yen_and_the_nigamushi_woman

Awal menonton film ini ituuuu, pas ada nonton bareng di Japan Foundation Jakarta sekitar tahun…. 2011 gituuu. Saya lupa. Awalnya sih ikut nobar gara-gara sangat menantikan Byosoku 5 Cm, jadi pas menanti film animasi karya Shinkai Makoto tersebut, saya menonton film ini terlebih dahulu.

Mengisahkan Suzuko yang berusia 20 tahun dan masih tinggal di rumah orang tuanya, memutuskan untuk pergi dan mengumpulkan 1 juta yen, lalu pindah ke tempat lain dan kembali mengumpulkan 1 juta yen. Suzuko, memilih 3 tempat tinggal untuk mengumpulkan 1 juta yen-nya; Desa di Gunung, Pantai, dan Perkotaan.

Dari apa yang saya masih ingat mengenai film ini, keseluruhannya menarik. Menyajikan 1 segmen kehidupan pada satu tempat tinggal, dan perjuangan Suzuko untuk mengumpulkan 1 juta yen-nya, dan kepada siapa ia jatuh hati kelak.

rating: 3

15. Clover (2014)

094138-51381382_1000x1000

Kenapa saya merekomendasikan film ini? Karena karakter utama pria dalam film ini, idaman saya syekalih //plak

“Sesungguhnya review film ini memang ngga mutu,”

Berkisah tentang Suzuki Saya yang jatuh cinta dengan sang atasan; Tsuge Susumu yang dikenal dingin. Hubungan mereka yang tidak berjalan mulus, mengajarkan Saya menjadi seseorang yang baru (asianwiki)

Meski jalan ceritanya tipikal komik cewek, tapi jalan cerita film ini cukup membuat saya terkesan. Selain berlatar Hotel dan Banquet sebagai latar belakang tempat kerja Saya, film ini juga menyajikan bumbu humor meski sedikit. Dan tentunya abang Ohkura Tadayoshi yang ganteng banget di sini. Saya ngga naksir Tacchon sih, tapi saya naksir berat dengan karakter Tsuge dalam film ini. Jutek-jutek minta dicipok gitu. Hahah.

rating: 3.5

14. Sunadokei (2008)

148172_01

Saya membaca manga-nya terlebih dahulu dari rental komik yang ada deat SMP saya waktu itu (hahah ketauan kere) dan saya cukup menyukai komiknya karena jalan ceritanya yang cukup bikin greget walau endingnya ngga berhasil bikin klimaks.

Mengisahkan Ann yang pindah dari kota kembali ke desa kediaman sang ibu setelah bercerai dari Ayahnya, dihadiahi jam pasir yang dibelikannya oleh sang ibu dalam perjalannnya ke Tottori. Bertemu dengan Daigo pada sebuah musim dingin di Shimane dalam pengejarannya pada seekor kelinci yang tiba-tiba muncul dalam turunnya salju.

Suatu malam sang ibu menghilang, dan ditemukan meninggal di gunung. Meninggalkan Ann sendirian dengan sang nenek. Daigo yang berada bersama Ann di hari pemakamannya, berjanji untuk selalu menjaga Ann. Lalu mereka pun saing jatuh cinta dan menjalin hubungan di masa sekolah menengah. Hingga pada suatu hari Ayahnya datang dan menjemput Ann untuk kembali ke Tokyo dan memaksanya menjalin hubungan jarak jauh dengan Daigo. Namun hubungan jarak jauh mereka tak semulus itu, hingga ditengah-tengah, mereka memutuskan untuk mengakhirinya.

Suka dengan filmnya, karena Higen kita yang imut pada The Last Samurai (2003) ini sudah tumbuh menjadi bocah yang unyu di film ini. Yup, Ikematsu Sousuke berperan sebagai Daigo, dan Kaho yang berperan sebagai Ann. Dan soundtrack-nya dari Ikimonogakari yang berjudul ‘Kaeritakunatta yo‘ cukup enak untuk didengar.

rating: 3.5

13. Ookami no Kodomo: Ame to Yuki (2012)

p1667896544.jpg

Kali-kali masukin animasi ah. Heheheh. Sebuah karya Hosoda Mamoru, salah satu sineas yang patut diperhitungkan dalam perfilman animasi, membesut karya yang dirilisnya pada tahun 2012 ini.

Mengishakan Hana seorang gadis yang jatuh cinta dengan seorang pemuda yang ditemuinya dalam perkuliahan. Meski tak mengenalnya, Hana beremauan meminjamkan buu-buku dan catatan kuliahnya kepada pria tersebut, dan pada akhirnya mereka saling jatuh cinta.

Hubungannya dengan pria yang ternyata setengah srigala tersebut, menghasilkan dua buah hati; Yuki dan Ame. Namun ditengah usahanya membesarkan kedua anaknya tersebut, sang pria meninggal dan Hana sendirian harus mengurus kedua buah hati yang tida sepenuhnya manusia tersebut.

Saya lemah dengan yang namanya film ditinggal-mati-suami dan perjuangan seorang ibu. Dalam film ini sebagian besar menceritakan perjuangan Hana dalam membesarkan anaknya. Mulai dari belajar sendirian membesarkan kedua buah hatinya, hingga menyediakan pilihan untuk Yuki dan Ame; apakah mereka hendak dewasa sebagai manusia, atau srigala.

rating: 3.8

12. Bokura ga Ita (2012)

20120723043716174

Kenapa saya menonton dan merekomendasikan film ini, sama seperti film Sunadokei; saya membaca manganya terlebih dahulu,….. di tempat rental komik. //plak
Meski kurang suka dengan manga-nya yang terkesan lama terbit dan bertele-tele pisan (sumpah mau gampar Yano kalo emang itu anak ada di depan mata) namun saya cukup menikmati filmnya yang dimainkan oleh Yoshitaka Yuriko dan Ikuta Toma.

Mengisahkan Hubungan Yano dengan Nanami ketika Yano pun mempunyai mantan pacar dengan nama yang sama. Hingga pada suatu waktu mereka diharuskan menjalin hubungan jarak jauh, hingga sampai Yano tak lagi memberikan kabar kepada Nanami.

Menjelang pernikahannya dengan Takeuchi, Nanami dikejutkan dengan kemunculan Yano dari kabar yang disampaikan oleh temannya; Akiko. Nanami pun mencarinya hingga akhirnya mereka bertemu kembali dan mengulang perasaan yang belum berakhir tersebut.

Apa yang buat saya jatuh cinta dengan film ini: scenery-nya. Dan soundtracknya yang dinyanyikan oleh Mr. Children; Namida no Kidou & Pieces.

rating: 3.8

11. S: Saigo no Keikan (2015)

s_chirashi_hp

Kembali lagi dengan film selera Aiko: cowok-cowok berseragam perang yang ganteng-ganteng //plak

“Jika temen-temen pembaca mulai meragukan review ini, silahkan cari review film yang lebih bermutu, karena anak ini belum makan dan sedikit kacau”

Saya sudah mereview dan merekomendasikan Saigo no Keikan selengkapnya bisa dibaca >> di sini <<.

rating: 3.8

10. Kimi to Boku (2011)

kimi-to-boku

Meski bukan pecinta kucing, tapi saya suka elus-elus kucing kok. Ngga, maksudnya bukan gitu, meski saya pecinta kucing, saya merekomendasikan film ini. Dibintangi oleh Nakamura Aoi, yang pernah saya tonton aktingnya di Alice no Toge dan nangis waktu beliau kena tusuk ‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚

Mengisahkan seorang pemuda yang barusaja pindah ke apartemen barunya dan bertemu dengan seekor kucing kecil yang akhirnya diberinama Ginougo. Mereka pun menjalani kehidupan bersama dengan sang pemuda yang mengejar mimpinya sebagai mangaka.

Dalam film ini, sang kucing ‘berbicara’ dalam bentuk narasi yang disuarakan oleh Sakamoto Maaya. Yang saya tangkap dalam film ini adalah konsepnya yang sederhana, baik dalam pengambilan gambar, jalan cerita dan penokohan. Tidak ada yang wah selain efek dari nonton film ini yang sejujurnya bikin mewek.

rating: 4

09. Tenshi no Koi (2009)

tenshi_posterfw

Satu lagi aktor berusia ‘matang’ kesukaan saya; Tanihara Sousuke. Pertama kali tahu aktingnya ya lewat film ini sebelum akhirnya nonton Yama Onna Kabe Onna. Dan emang ganteng dasarnya ganteng sih, makanya jadi Domyoji Tsukasa di Hana Yori Dango (1995). Kalo iya juga, bakal milih Tanihara-san ketimbang Matsumoto Jun //plak

Film ini megisahkan Ozawa Rio yang bertemu dengan Ozawa Kouki dalam sebuah ketidak-sengajaan; foto yang mereka cetak tertukar karena nama keluarga mereka yang sama. Dengan dalih ingin mengembalikan foto mereka yang tertukar, Rio pun membuat janji untuk bertemu dengan Kouki yang ternyata 18 tahun lebih tua darinya, dan merupakan seorang profesor di sebuah universitas. Rio pun menaruh hati kepada Kouki, meski Kouki tak menanggapinya. Meski pada akhirnya Kouki jatuh cinta pada Rio, ia tetap menahan diri untu tidak menerima perasaan Rio.

Kenapa saya nonton film ini…. karena waktu itu salah beli DVD kayaknya //plak Pas ditonton ternyata bagus, dan worth a reccommendation.

rating: 4

08. GANTZ (2011)

cnczpm2xbwyqbumt1z34chlg3zk

GANTZ! Nonton ini karena ada Kachan! Muehehehehe. GANTZ terdiri dari 2 part, dengan ‘Perfect Answer’ sebagai akhir dari serie ini. Tapi menurut saya, ‘Perfect Answer‘ tidak menyajikan jawaban yang perfect. Kenapa? Yuk kita bahas.

Mengisahkan Kurono Kei yang seharusnya mati karena terjun ke hadapan kereta untuk menyelamatkan Masaru–teman masa kecilnya. Alih-alih mati, mereka malah berada dalam ruangan dengan orang-orang yang tidak mereka kenal dan sebuah bola hitam besar yang disebut GANTZ. Di sini mereka kembali dihidupkan, namun pada malam hari, mereka akan terbangun dalam ruangan tersebut dan berseragam lengkap untuk memburu alien yang diminta oleh GANTZ.Bagi mereka yang mencapai 100 point dalam setiap perburuan, mereka berhak mendapatkan pilihan; pakah mereka ingin bebas menjalani kehidupan normalnya kembali, atau mengembalikan orang-orang yang telah disummonoleh GANTZ seperti mereka yang telah mati untuk hidup kembali.

Pada GANTZ: Perfect Answer, Masaru dibunuh oleh alien yang tengah mereka buru waktu itu, dan tak kembali dalam kehidupan nyata. Kei yang merasa bertanggung jawab, akhirnya mengasuh sang adik dari Masaru bersama dengan Tae–wanita yang menyukai Kei. Sembari bertarung mengumpulkan 100 point untuk kembali menghidupkan Masaru. Namun saat Kei belum sempat mengumpulkan point ke-100 nya, sosok Masaru kembali muncul dalam kehidupan nyata. Ternyata itu adalah alien yang menjelma ke dalam bentuk Masaru. Bersamaan dengan munculnya sosok alien-Masaru, sekelompok alien berbaju hitam pun menyerang rangkaian kereta bawah tanah yang tengah berisi banyak orang.

Seselesainya mereka menghabisi para alien berbaju hitam tersebut, GANTZ kembali memunculkan targetnya yang langsung diberi point 100. Dan terget tersebut adalah Tae.

Kalo penasaran, saya rasa sih lebih baik menonton dari GANTZ yang pertama, karena memang awal film dijelaskan bagaimana awal dari Kei dan Masaru menghadapi dunia GANTZ ini, dan bagaimana cara mereka dan tempat mereka bertarung yang selalu sepi dari orang-orang yang bukan termasuk dalam GANTZ, dan lain sebagainya.

Moment yang saya suka, adalah ketika dalam Perfect Answer, Kei melindungi Tae daripada membunuhnya, padahal Kei sendiri belum membalas perasaan gadis tersebut kepadanya. Disini, unti GANTZ yang tadinya bersatu, terpecah menjadi dua kubu karena salah satu kubu memburu dan hendak membunuh Tae, sedang kubu yang lain malah melindunginya.

rating: 4

07. Hanbun no Tsuki ga Noboru Sora (2010)

HanbunNoTsukiGaNoboruSora

Hanbun no Tsuki ga Noboru Sora ini, sebelum jadi Live-act, ada anime-nya kalo tidak salah, dan lalu kemudian di-remake menjadi dorama 11 episode. Dibintangi oleh Oizumi Yo, Ikematsu Sousuke, dan Kutsuna Shiori.

Di awal film, adalah seorang dokter yang tengah menghadapi pasein yang memohon agar anaknya dapat disembuhkan. Lalu film berganti scene menceritakan seorang bocah laki-laki yang bertemu dengan gadis yang dirawat pada Rumah Sakit yang sama, dan ruangan yang sama. Perlahan-lahan mereka saling mengenal, lalu pada akhirnya mereka saling jatuh cinta. Namun, saat si pemuda dapat keluar dari Rumah Sakit, sang gadis tidak, karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

“Saya lupa, dan belum nonton lagi. Penyakitnya, penyakit jantung kalau tidak salah.”

Ending film-ini cukup mengejutkan saya dimana ternyata tidak seperti yang saya bayangkan; kisah cinta monyet antar dua remaja yang saling bertemu. Namun, ending dan awal cerita dirasa sangat menyentuh bagi saya setelah menontonnya sampai habis (demi Sou-chan //plak)

rating: 4

06. Bou no Hatsukoi wa Kimi ni Sasagu (2009)

beyond-the-memories-2013-bluray-720p-800mb

Ini film, saya download saat lagi kesengsem-kesengsemnya sama Mas Okada Masaki dan Oom Hirai Ken. Yak, Okada Masaki sebagai peran utama; Takuma dalam film ini, sementara our lovely Oom Hirai berperan sebagai pengisi soundtrack film ini yang berjudul “Boku wa Kimi ni Koi wo Suru“. Denger deh, menyayat hati banget.

Diangkat dari komik berjudul sama, Boku no Hatsukoi Kimi ni Sasagu berkisah tentang Takuma yang menderita sakit jantung semenjak kecil dan divonis tidak dapat hidup hingga usia 20 tahun. Jatuh cinta dengan Mayu–anak dari dokter yang merawat Takuma, dan menjanjikannya untuk menikah dengan Mayu saat ia berusia dewasa kelak.

Takuma pun tumbuh bersama dengan Mayu, sampai akhirnya mereka lulus dari SMP dan Takuma memutuskan untuk masuk SMA yang mengharuskan muridnya menginap di asrama. Mayu yang tak mnegetahuinya langsung dari Takuma, memutuskan untuk belajar lebih giat dan masuk SMA yang sama dengan Takuma. Mayu yang tak main-main dengan janji Takuma, mendeklarasikan dirinya sebagai istri Takuma di hari mereka masuk sekolah bersama.

Perilaku Mayu, mengundang seorang playboy bernama Kou yang tertarik dengan Mayu dan meminta gadis tersebut untuk mejadi pacarnya. Mayu yang jelas-jelas menolak Kou, mulai bimbang dengan Takuma yang dirasanya tak lagi mencintai dirinya saat pemuda tersbeut diam-diam menyelinap keluar sekolah untuk menemui Teru–gadis yang pernah dirawat bersama Takuma di Rumah Sakit dengan penyakit yang sama. Melihat Mayu tersakiti oleh Takuma, pemuda tersebut meyakinkan Mayu untuk meninggalkan Takuma karena hidup pemuda tersebut tak lama lagi.

Walau ending dari film ini ketebak, namun proses menuju ending itulah yang membuat saya jatuh cinta, dan termehek-mehek menghabiskan tissue. Meski percintaan remaja yang klise, namun semuanya nampak menjadi adengan yang manis ketika kita tiba pada ending akhir film ini.

rating: 4.5

05. Shirayuki-hime no Satsujin Jiken (2014)

THE SNOW WHITE MURDER CASE, (aka SHIRAYUKI HIME SATSUJIN JIKEN), Japanese poster art, clockwise

Kembali lagi dengan Inoue Mao sebagai peran utamanya, namun kali ini saya menonton ini demi babang Ayabou yang sebenernya sata kurang suka kumisnya, yang bikin dia mirip kokoh-kokoh cina. Suka sih, yang cina-cina, tapi… asa jelek aja kalau babang Ayabou berkumis. Emang pas di Soratobu dia paling ganteng!

Kali ini kita masuk pada film bergenre thriller dan mystery. Bukan mystery hantu-hantuan sih, tapi tebak-tebakan ala detektif. Dimana film ini mengisahkan kasus pembunuhan yang tak terungkap siapa pelaku dan apa motifnya. Sampai pada akhirnya Akahoshi Yuji (Ayano Gou) berniat membuat liputannya sendiri mengenai kasus pembunuhan tersebut.

Yuji mulai mewawancarai pihak-pihak terdekat korban, lalu menyimpulkan jika Shirono Miki (Inoue Mao) adalah pembunuh dalam kasus tersebut melalui penuturan para narasumber yang mereka wawancarai. Liputannya tak hanya disebarluaskan dalam twitter, namun juga menjadi liputan live sebuah stasiun TV dimana Yuji bekerja.

Tonton deh, endingnya mind-blown banget. Semua sudut pandangnya diceritakan secara terpisah, membuat satu orang menceritakan kisah yang berbeda, dan membuat kasus ini semakin rumit.

rating: 4.5

04. Kokuhaku (2010)

7656b39bjw1eyslemszrcj20ve18gtdx

Atau Confession, sebuah film pada tahun 2010 yang dibintang-utamai oleh Matsu Takako, our beautiful princess pada film K-20, yang menjelma jadi perempuan bengis pada film ini.

Menceritakan seorang guru wanita yang mencurigai kedua orang muridnya sebagai pembunuh atas anak tunggalnya sebelum pada akhirnya ia berhenti mengajar. Untuk membalaskan dendam atas kematian sang anak, ia merencanakan rangkaian perbuatan untuk menuntun para pembunuh pada kematian tanpa harus mengotori tangannya.

KEWREN! ASLI! memang awalnya saat menonton film ini saya berfikir keras, namun, jika serius nontonnya (ngga pake acara twitteran sama browsing medsos ya) #nyepet maka akan diketahui rangkaian-rangkaian ide sang guru untuk menjebak para pembunuhnya. Soalnya setiap adegan tidak terdiri dari satu sudut pandang yang lurus dan terkesan loncat-loncat. Jadi nontonnya (bagi saya) harus ekstra serius.

rating: 4.8

03. Byosoku 5 Centi

20120415142757_sxtej-thumb-700_0

Ini nih, film yang bikin (saya) baper sepanjang masa. Meski animasi, tapi kualitas dan penyusunan kompisisi di dalamnya ngga kalah dengan film-film live-act. Dibesut oleh Shinkai Makoto (sutradara yang bengis, film-filmnya bikin saya nangis) rilis pada tahun 2007.

Mengisahkan 3 cerita berbeda yang saling berkeinambungan; Ōkashō, Cosmonaut, dan Byosoku 5 cm. Menceritakan Tohno–seorang murid pindahan yang jatuh cinta dengan Akari–teman sekelasnya yang juga baru sama-sama pindah. Namun sayangnya mereka memilih SMP yang berbeda, membuat Tohno dan Akari harus berpisah karena orang tua Akari berpindah tempat kerja. Hingga pada suatu hari, Tohno memutuskan untuk mengunjungi kota tempat Akari tinggal, untuk menyampaikan suratnya sebelum akhirnya ia pindah ke Kagoshima. Namun, ditengah-tengah perjalanannya surat tersebut hilang, dan ia tak sempat memberitahu alamat barunya pada Akari.

Tohno pun akhirnya pindah ke Kagoshima dan meneruskan SMA di sana. Namun meski ia telah bertemu dengan Sumida–teman sekelasnya–namun bayang-bayang Akari masih hinggap dalam benaknya, membuat Sumida yang menaruh hati pada Tohno patah hati.

Tahun berganti, dan Tohno kini kembali ke Tokyo untuk bekerja. Setelah perpisahan dengan pacarnya, Tohno sering berdiam diri dan mengingat masa lalunya bersama Akari. Pada jalan yang sering mereka lalui saat pulang sekolah, disitu Tohno bertemu dengan Akari.

Didukung oleh soundtrack dari Yamazaki Masayoshi dengan judul ‘One More Time, One More Chance‘ (yang liriknya sendiri aja bikin mewek), film ini juga dibangun suasananya dengan sangat apik oleh komposisi musik Tenmon. Selain dimanjakan matanya oleh kinerja para animator yang begitu indah (film ini berisikan 80% scenery yang sangat bagus dan detail-detail yang tak terduga) juga memanjakan telinga dengan kerja keras sang komposer musik.

P.S. Tonton aja. Asli.

rating: 5

02. Koizora

koizora

Satu lagi film yang bikin termehek-mehek.

“Nama: Aiko | Hobi: nonton film yang bikin nangis, apalagi sampe kejer”

Film ini semoat booming pada tahunnya, diangkat dari kisah nyata yang ditulis langsung oleh Mika, pada blog mahou-no-i-rando.

Menceritakan Mika yang kehilangan ponselnya, dan meminta sahabatnya Aya untuk menelpon ponselnya tersebut. Mika yang akhirnya menemuka ponselnya pada Perpustakaan, lalu menjawab dering ponselnya, dan meminta Aya untuk berhenti menelponnya karena ponselnya sudah ketemu. Bukannya Aya yang menjawab telponnya diseberang sana, namun suara seorang laki-laki yang akhirnya menemani Mika sepanjang liburan musim panasnya melalui telpon.

Setelah usai liburan, mereka berjanji untuk saling bertemu di sekolah kelak, karena sang pria mengaku jika ia adalah teman satu sekolah dnegan Mika. Namun setelah beretmu apa yang diharapkan Mika meleset. Sang pemuda ternyata Sakurai Takahiro–seorang berandal sekolah dengan rambut yang dicat pirang. Mika pun menolak bunga yang diberikan oleh Hiro, dan pergi. Saat pulang sekolah, Mika tak sengaja bertemu dengan Hiro yang tengah menanam kembali bunga yang tadi diberikannya pada Mika. Dari situlah ia menyadari kebaikan hati Hiro.

Setelah menerima Hiro, hubungan mereka tak lancar dengan adanya Saki sebagai mantan pacar Hiro yang membenci Mika yang disangka telah merebut Hiro darinya. Tak hanya dengan Saki, kedua orang tua Mika pun tak menyetujui hubungannya dengan Hiro. Dalam kedua penolakan tersebut, Hiro pun meninggalkan Mika.

Lagi-lagi soundtrack dari Mr. Children yang berjudul ‘Tabidachi no Uta‘ terdengar dalam film ini, membuat saya jatuh cinta. Tak hanya Mr. Children, Aragaki Yui yang berperan sebagai Mika pun turut menyumbangkan lagunya yang berjudul ‘Heavenly Days‘ sebagai soundtrack film ini.

Ada cerita menarik dalam film ini. Jadi, saya dan D-san yang sama-sama menyukai Tanimyu, pun bersilang pendapat mengenai ‘manakah film versi Koizora yang bagus?‘ Saya berpendapat jika versi movie lah yang lebih bagus, sementara D-san lebih menyukai versi Doramanya, dimana Hiro di-sana diperankan oleh Seto Koji yang menurut saya, Miura Haruma itu lebih manly, lebih garang daripada Koji yang notabene jangankan meniru suara donal bebek, bibirnya aja persis donal bebek. Eh, baru-baru ini Haruma-san malah main butai berjudul ‘Kinky Boots‘ dan menjelma jadi waria.

“Dadah Hiro idaman akuh~”

rating: 5

01. Hoshi Mamoru Inu

800full-star-watching-dog-poster

Tibalah kita pada penghujung review yang ditutup dengan BEST FILM of ALL TIME versi Aiko; Hoshi Mamoru Inu. Film ini tak sengaja ditontonnya saat sedang bertandang ke kostan salah seorang teman, yang mengajaknya untuk nonton film ini. Soundtrack film ini diisi oleh Hirai Ken dengan lagunya yang berjudul ‘Yume no Mukou de‘. PV lagunya sendiri udah bikin nangis, apalagi film ini.

Berkisah tentang seorang detektif kepolisian yang mendapatkan kasus mayat yang ditemukan sudah membusuk karena terduga meninggal saat musim dingin dan baru ditemukan jelang musim panas. Demi menemukan identitas sang mayat, Okutsu sang detektif pun cuti untuk menelusuri jejak petunjuk yang ditinggalkan melalui struk-struk yang ditemukan di dekat snag mayat.

Perjalanannya pun dimulai dari Tokyo, dan ia bertemu dengan seorang gadis–Yuki–yang gagal audisi pencarian bakat, dan meminta tolong kepadanya untuk ikut serta dalam perjalanannya. Dari situlah mereka menyusuri satu persatu tempat yang pernah disinggahi oleh mayat yang Okutsu temukan.

Note: 3 kali nonton, 3 kali nangis. Udah. Tonton aja.

rating: 5

Sekian rekomendasi film-film Jepang dari saya. Selengkapnya bisa dicari di wikipedia, atau tonton sendiri. Semoga bermanfaat kalau lagi bingung mau nonton film apa.

Love, Aiko. 

current song: Hirai Ken – Yume no Mukou de.
current mood: fuan
location: home desu!

-ijou!-