Minna-san! Konbanwa!
Kembali lagi dengan saya Aiko.
Duh sebenernya kerjaan ngereview perjalanan kemarin masih numpuk, tapi tangan gatel mau nulis review FTV satu ini.

Yup! Film Television, atau sebuah cerita sekali tayang di televisi. Tumben banget kan gue nonton FTV //plak

Jadi, selalu ada cerita untuk dimulai…

Siang itu, Aiko ngga jadi balik ngampus karena mager. Selain mager, hujan lebat juga turun, dan badan kaku sekali saat digerakkan.

“Itu namanya mager, pe’a”

Jadi, Aiko yang sudah dalam kondisi rapih dan sudah berdandan ini pun balik melengos pakek kolor lagi, dan nongkrong di depan laptopnya yang sudah semingguan dianggurin.

“Diapelin nya kapan? Hahahah anggur, apel,” //garing //okei

Nah, kebetulan selesai download-download semaleman ini, Aiko pun menonton salah satu hasil download-annya yang berjudul

ビューティフル“Beautiful Slow Life”

yang katanya SP alias FTV-nya stasiun TV di Jepang. Bukan tanpa maksud atau tiba-tiba kesamber malaikat anak ini ngedownload SP yang berdurasi tidak sampai satu-jam ini. Yup, apalagi kalau bukan para pemerannya. Meski kebanyakan artis di dalam SP ini tak dikenal atau diketahui oleh Aiko, namun ada satu nama kuat yang baru kemarin ini muncul di film The Raid 2 yang sukses bikin Aiko literally pusing;

02512_BSL_mainKitamura Kazuki

Entah apa yang meyakinkan, apa Mas Kazuki ini meyakinkan plot-nya atau plotnya meyakinkan peran mas Kazuki ini. Tapi yang jelas tetap saya download.

Berkisah mengenai sebuah pertemuan seorang pria yang bekerja pada sebuah backstage teater dengan seorang aktris. Si pria ini sudah lama memendam rasa, dan suatu hari menyatakan perasaannya, dengan menyelipkan sebuah kertas berisikan nomor telponnya.

Namun, karena si aktris ini tak berkata apapun, si pria merasa patah hati. Dalam perjalanan pulangnya menggunakan kereta, ia melihat sang aktris berdiri di seberang jendela dengan menggenggam potongan kertas yang ia berikan sembari tersenyum. Dari situlah kisah cinta yang menurut saya sederhana ini, mulai terjalin.

Review:

CW_pSupUEAAJaE2KITAMURA KAZUKI COY! PAKEK KACAMATA. JADI. OSSAN.

*totally tipe Aiko syekaleh* *makanya gue download*

Buat saya yang penikmat film ini *cieh* tata letak screenplay-nya ngga semenarik itu. Karena saya sempat bingung dengan datangnya seorang kakek rambut putih jabrik macam Beethoven, yang emang konduktor dan naik ke podium. Sampai situ saya gak ngerti apa-apa selain musik yang menjadi latar film tersebut yang ditampilkan secara depan-layar ketimbang seperti biasanya belakang-layar.

Plotnya bagus. Buat saya yang suka baperan sama pasangan suami-istri, film ini sangat budah sekali menyentuh hati saya. Tapi yang ngga terlalu saya nikmati adalah gaya pembawaan ceritanya… Udah mah scenery nya gitu doank, ceritanya juga ngga dalem… Apa mungkin karena deadline waktunya cuma 48 menit?

img_5_mTapi meski sebegitu ngga appetite-nya saya mengenai screenplay, saya applause untuk cara slow-motion dalam film ini. Kalau aja diperhalus, dan dikasi efek-efek sound romantis gitu, beuh sedaapp.

Saya suka adegan di pantai. Bagus. Memorable bangeeett. Cinta deh ah.

Disamping mas Kazuki, saya suka sang aktris yang diperankan Tokiwa Takako-san. Sosoknya lembut. Aura ibu-nya terpancar syekalih. Disamping lalala-lilili lainnya, akting keduanya mendukung sekali. Tapi sayangnya karena emang durasi atau bagaimana, kurang dalem aja kesannya. Saya jadi gagal mewek. Padahal film ini bagus banget loh!

Jarang sekali sebuah cinta terjadi atas sebuah dasar sesederhana itu.

Dari segi promotional, bahkan film ini ngga punya poster. Mungkin karena film televisi kali ya, makanya ngga punya.

Tapi tetep si, yang nomer satu mah Maz Kazuki yang jadi Ossan. GUANTENG. BANGET. HALP.

*gambar bukan milik saya semuanya. males screencaps haha*

current song:
current mood:
location: kostan

-ijou-