Minna-san, konnichiwa!

Kembali lagi dengan saya Aiko!

Yak, masih bisa nulis karena konteksnya masih liburan. Dengan kata lain males-malesan di rumah.
Yah, meski liburan tapi di luar rumah, sama aja boong. Susah wifi, dan seret kuota.

Anyway, saya baru saja menonton The Hobbit secara marathon untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu 2 minggu ini. Emang, ngga kapok si geblek ini. Walau udah 3 kali nonton, tetep aja ngehabisin tisu banyak sampe harus reload satu gulungan. Oke stop. Maap belum muv on.

Nah, tau donk judul di atas? Yak, itu jumlah hari dalam satu minggu //plak
Yang namanya Fujo pasti tau. Yup, judul di atas adalah nama sebuah film.

SEVEN DAYS (2015)

B5_omote-ura

mas dasinya ngga bener mas,… terus itu tangan siapa??

Dibintangi Hirose Tomoki dan Yamada James Takeshi.
Saya ngga terlalu me-record sejarah atau filmography-nya mereka //plak
Tapi saya baca manga-nya, makanya nonton.
Yang namanya Aiko, pasti mereview film-film Live Act Homo yang ditontonnya //dor
Maka, inilah review saya.

Monday → Thursday

Friday → Sunday

Sedari terakhir saya baca manga-nya sampai hari ini pertama kali menonton filmnya, berjarak cukup jauh. Sekitar satu semester lamanya. Jadi lupa-lupa inget. Muup yak. Nah, pas saya baca manga-nya pun ngga terlalu fokus, karena mungkin lagi mikirin yang lain, atau bacanya disela-sela ngerjain tugas kuliah, jadi ngga konsen //plak

Ati-ati spoiler.

Seven Days salah satu manga dengan artwork mangaka BL terkenal Takarai Rihito-san, berkisah tentang Shino Yuzuru yang baru saja diputus oleh sang pacar pada hari lalu, dan mendengar rumor mengenai Seryou Touji yang menerima siapapun yang menyatakan cinta-nya pertama kali pada hari Senin, dan menjalani hubungan pacaran selama satu minggu dan mereka akan putus di setiap hari Minggu, sehingga Senin, Touji akan menerima gadis lain.

Yuzuru yang penasaran pun menembak Touji saat kouhai satu klub-nya tersebut tak sengaja menemuinya di depan gerbang sekolah. Mereka yang secara tak langsung menjalani status berpacaran pun, menemui konflik dalam hubungan mereka saat Yuzuru yang merasa cemburu dengan Shino–kekasih kakak Touji yang banyak curhat dengan Touji tersebut, dan Touji yang diam-diam sudah lama menyukai Yuzuru namun sering diberikan harapan kosong oleh Yuzuru karena perilaku-nya yang susah mendekati dan bersosialisasi ini.

Ngga ada perbandingan dari manga ya, di sini. Karena saya udah lupa pastinya gimana sama yang di manga //plak. Dari film ini, saya suka karakter Shino Yuzuru yang digambarkan oleh sang kouhaiSeryou Touji. Bukan karakter Yuzuru-nya secara langsung sih.

4d6161fd“Kalo gue yang pacaran sama Yuzuru, udah gue tampar kalik tuh lakik”
*padahal sendirinya gitu sifatnya*

スクリーンショット 2016-01-09 16.46.24 スクリーンショット 2016-01-09 16.46.34

Saya suka pemeran Yuzuru-senpai. Imuuuutt! //plak
Meski kalo kata Touji mukak-nya dia itu stern, tapi pipinya chubby //dor juga ekspresi-ekspresinya bagus. Saya paling suka kalo Yamada-san ini memandang jauh, bagus banget matanya //aaaww

Untuk pemeran Touji, saya suka karakternya. Meski kadang menurut saya banyak gesture yang miss dan adegan yang awkward, tapi saya suka perkembangan karakter Touji terhadap Yuzuru seiring berjalannya film. Meski mas Hirose-nya bukan tipe saya, dan sempat berharap kalau ada cowok lain selain Hirose-san yang memerankan Touji, karena menurut saya kurang, namun pada akhirnya beliau cukup bagus memerankan Touji, karena chemistry-nya dapet. Kimia-nya nyambung //dor.

スクリーンショット 2016-01-09 16.49.47

Secara sinematografis, dan pengambilan gambar, alhamdulillah mas kameramen-nya pinter ngambil gambar. Saya suka pas adegan yang banyak mengambil scenery dan waktu Yuzuru baru bangun tidur. Tapiiii…. karena akhir-akhir ini banyak nonton film-film Hollywood (Bollywood mah si mamah, gue jugak kadang ikutan sih) yang BluRay, jadi film ini fi rasa agak buram.

040“Doa gue di tahun baru ini, semoga gambar-gambar film humu Jepang makin kinclong, amiiin” //plak

Sekarang, jalan cerita!

Jalan cerita, kalo dilihat sekilas, cuma adegan cliché percintaan anak SMA yang rumit. Udah gitu doank. Tapii, kalau nontonnya sabar, kayak gue, sambil makanin salak sampe perut melilit, maka akan di dapatkan jalan cerita yang bikin kokoro retak.

Sebenernya greget sih, karena mereka berdua itu saling menyukai sebenernya. Tapi, yang satu begini, dan yang satu begitu. Mirip-mirip tersanjunglah. Sampai pada saat saya menonton part 2 “Friday → Sunday” dan tiba pada 20 menit terakhir, dan mereka masih belum ngapa-ngapain alias belum bilang suka yang sebenernya, dan menurunkan ego masing-masing, hampir rasanya mau banting laptop saking frustasinya.

3eb4e7b3“Untung ngga jadi, inget masih ada 2 BAB skripsi belum dikerjain”

Banyak adegan diem yang lama, dan awkward. Sebaiknya sih agak dislow-motion dan dimasukkin lagu-lagu melow kalo udah gini ceritanya. Ini malah total silence dan cuma liat-liatan. Jadinya bukannya ngebangun suasana, tapi malah keliatan rikuh adegannya.

Tapi dengan masalah-masalah yang ada di keduanya, proses menuju klimaksnya bagus! Jadi buat saya sendiri semacam plot twist yang jadinya ngga tau kalau akhirnya Yuzuru akan berbuat seperti itu. Tapi sayangnya meski cukup intens, akan lebih baik lagi kalau diperdalam konflik diantara keduanya. Tapi Touji udah keliatan cukup frustasi buat bikin saya frustasi.

Sedikit curhat, kalau dari penggambaran Touji, karakter Yuzuru itu saya bangeet. Dan jadi mikir, kalau memang kerjaan saya adalah bikin semuanya salah paham dan jago banget mengundang pertengkaran, maski wajah saya ngga seimut Yuzuru //plak

“Makasih Touji, saya jadi sadar…”

Klimaksnya baguuuss!! Unyuuuu!! Sukaaaaaaaa!! Uwu!
Sempat salah kaprah, tolong benerin kalo saya salah. Seinget baca manga, ada adegan dimana Yuzuru meminta putus sebelum hari Minggu. Tapi di film ngga ada. Gitu.

スクリーンショット 2016-01-09 16.47.16

Ngga afdol rasanya kalo bahas film humu, tapi ngga me-review adegan unyu-unyuannya. FYI, ngga ada adegan kampai di sini, ngga kayak Doushitemo Furetakunai. Maap yaaaaah //kokGue?
Ciuman pertama mereka di tempat ngedate *asli ngga tau harus namain tempatnya apaan* saya kira awkward. Kayaknya sih, se-negative thinking-nya gue, itu bibir cuma ketemu samping-sampingan.

4fd9f2d3“Yaaaahhh,… kok ngga total sih,” //plak

Mungkin karena masih malu-malu kalik ya? //dor Kali ini ngga ada jerit-jeritan membahana karena kisunya kurang panas.

f529a952“Gue udah adem lagi pula sama kipas angin”

Tapi, pas kissu adegan terakhir, saya menjerit karena kissunya intens! //digiling.

Ohya! Ngga ngerti kenapa, seenggaknya pasti nemu satu anak Tenimyu yang main di film BL. Begitu halnya dengan film Seven Days ini. Dan kali ini ngga bisa dibilang anak, karena menurut saya sudah tua baik secara fisik maupun perilaku //plak dan tak asing lagi bagi teman-teman yang sudah pernah nonton Takumi-kun Series. Yup!

Takiguchi Yukihiro.スクリーンショット 2016-01-09 16.46.42

Pemeran sahabat Gii dalam serial Takumi-kun ini pun kembali hadir dalam dunia per-LiveAct BL-an sebagai ketua klub Kyuudo, yang kerjaannya ngomentarin doank. Sumpah, tiap liat peran dia, kerjaannya ngakak mulu. Ngga tau kenapa. Mungkin karena Yukihiro-san nampak lebih bahagia dan agak gendutan kali ya //plak

023“Ngga tau sebuah kehormatan atau hal yang memalukan, karena yang namanya anak Tenimyu pasti ada aja sebiji yang nongol di film BL,”

Secara promotional dan desain, saya lebih suka kalau kedua poster di atas nyambung atau ngikutin cover manga-nya. Lebih ngena gitu. Apalagi kalau ada scenery-nya //plak

Overall, dari 5 bintang, saya suka film ini! ★3つー!

current song: Billy Boyd – The Last Goodbye
current mood: melankolis. Butuh film yang bikin banjir mata.
location: Home desu!

-Ijou-