Minna-san, konbanwa.
Aiko desu.

Malam kemarin, Aiko resmi pulang ke tanah kelahirannya tercinta.
Bukan karena libur atau pemilu, tapi karena bengek yang tak tertahankan ini.
Setelah jam kuliah Rabu usai, Aiko pun langsung capcus pulang ke Tangerang karena saatRabu pagi kemarin batuknya sudah mengeluarkan darah.

Walau bertetanggakan 2 orang mahasiswa keperawatan, tetap saja Aiko tak mau ambil resiko pingsan mendadak di kost-an. Dan akhirnya pulang ke rumah tercinta sebelum merepotkan orang lain lebih jauh.

Jadilah Aiko pulang berdua dengan Aap yang kemarin ngintil dirinya pulang ke rumah Baa-san.

Setelah lebih dari 20 jm mengistirahatkan diri (sekaligus menghibur diri dengan menyetubuhi komputer tercinta-nya) Aiko pun beranjak ke dokter walau keadaan sudah lumayan membaik. (karena gue butuh surat dokter gegara mangkir matkul hari ini)

Datanglah Aiko ke dokter langganannya.

Dokter: “Ayo Ko, silahkan tidur di ranjang,”
Aiko : “Dok, boleh tidur beneran gak?” #plakk
Dokter: “Keluhan-nya apa aja?”
Aiko : “Tugas banyak, Ospek yang berkepanjangan, gak bisa beli manga BL karena dompet tipis” #dor
Dokter : *teken-teken perut Aiko* “disini, sakit?”
Aiko : “Nggak dok,” *biar dikasih obatnya sedikit doank*
Dokter : “Ya sudah, berbaring aja dulu,”

Lalu si dokter pun pergi. Seperti biasa, setelah memeriksa, ia pasti mengambil obat yang diperlukan.
Sambil tiduran, Aiko pun melihat-lihat sekeliling, dan menemukan alat mengukur tensi.

“Yes! Gue meriksa tensi lagi ah~”

Namun, sampai sepuluh menit, sang Dokter tak kunjung selesai, dan malah cenderung terdengar bunyi ketok-ketok dari ruangan dimana beliau menghilang.

“Buset, nih dokter bikin obat ape benerin tembok?”

Sampai akhirnya Aiko dipanggil untuk duduk kembali.

Dokter: “Ini obat untuk radang, pencernaan dan antibiotik”

“Buset, keluhan batuk radang aje obat ampe banyak begitu”

Dan saat dilihat semuanya, bentuk-bentuk obat tersebut adalah tablet.

“Sip. Fix. Itu dokter tadi benerin tembok,”

Dokter: “Malam minggu nanti, kontrol ya,”

“WTF! Malem minggu??! Itukan saya udah ada jadwal dok!!”

Dokter : “Buat ngebersihin darah di tenggorokan kamu. Itu luka semua loh,”
Aiko : *bersiap untuk mangkir*
Dokter : “Bisa minta nomer hape-nya?”
Aiko : “Telaklah gue kalo minta nomer telepon. Nggak bisa mangkir sama sekali….”
Dokter : “Sip, obatnya diminum, sampai bertemu malam minggu nanti ya,”
Aiko : “Gue gak mau kencan sama dokteeeeerrrr~! Hun~ny~! Save mee~!!”

Begitulah penderitaan bengek Aiko yang merembet dari ke mata kuliah sampai jadwal kencannya.

current song: Moriyama Naotaro – Sakura
current mood: I have nothing to life for… ( ;_; )
location: HOME desu!

-Owari-