Minna-san, konnichiwa.

Terhitung sudah 2 minggu sejak dimulainya perkuliahan, Aiko menjadi anak kost.

Karena teman-teman kostnya sudah mangkir alias pulang ke

Jakarta pada minggu kedua ini, maka Aiko pun memutuskan untuk memgunjungi sang nenek yang berjarak 2jam dari kost-an mungilnya.

Sembari pamer, Aiko pun membawa San-san selaku badut kelas dan 2 laki-laki lasut yang minta perbaikan gizi. Sebut saja mereka bunga. Panggil saja mereka A’ap dan Doori (well, buat yg terakhir, jangan harap wajahnya setampan Echizen ke-3 itu)

Setelah MASA BIMBINGAN PAGI, mereka pun langsung cuss nangkring di pinggir tol guna mencari bis untuk ditumpangi sampai alun-alun Ciawi.

Kebetulan sampai, kebetulan mereka ke gap oleh seorang kenek yang akhirnya mengajak mereka menaiki ELF (dan bukan Ever Lasting Friends) untuk cuss ke Ciawi.

Awalnya perjalanan terasa menyenangkan, sampai akhirnya mereka di belokkan ke Cijapati dan perjalanan mulai berasa thriller..

Berawal dari Aiko yang merasa pusing karena jalan mulai meliuk, dan dilanjutkan dengan teman sebelahnya—San-san, yang ikutan merasa pusing.

Plus ditambah ada seorang penumpang anak kecil yang ‘jackpot’

“Fine, I’m no more fine….”

Setelah tiba di tempat yang tidak mereka tuju alias diturunkan di tengah jalan, mereka berempat pun mulai berbagi cerita.

A: “njirr… gue dipepet kecebong (baca: ibu-ibu), ampe gak bisa gerak,”
D: “gue kejedot pas tidur,”
S: “gue dipepet cowok yang tidur di sebelah gue,”
Ai: “dan gue dipepet elu,”

Dan kesimpulan kita jadi satu. Kalau bis itu memang benar-benar….

“… bis jawa,”

Setelah masa kunjungan mereka yang terhitung singkat, akhirnya mereka memutuskan cuss pada jam 5 sore.

Jarak yang mereka tempuh untuk sampai ke tempat dimana ada banyak bisa yang akan membawa mereka pulang ke kost-an di Nangor, itu sekitar 2km.

Dan sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya, bis sudah ada di depan mata, tapi mereka masih berjarak. Maka jadilah film…

“Mengejar Bis 2”

(“Mengejar Bis” sudah rilis 3 tahun yang lalu dengan sensei,)

Setelah capek-capek lari, mereka pun mendapat sebuh bis yang sangat Oce, jauh lebih oce dari bis jawa tadi.

Setelah sepakat dengan tempat tujuan, mereka pun buru-buru naik. Dan merebahkan diri di kursi paling belakang. Rasa tenang pun hadir sampai akhirnya…

A: “ini AC Ekonomi bukan?”
Ai: *geleng kepala*
D: “Bisnis executive,”
A: “PANTES SEPI,”

dan akhirnya mereka ber-empat kelabakan mengenai harga yang dirasanya takkan manusiawi untuk ukuran kantong mahasiswa yang ngekost.

D: “harganya 45rb loh,”
A: “mampus,”
Ai: “berdoa aja semoga kuta bisa setengah harga,”
S: “daripada lu naik bis jawa lagi?”

Dan akhirnya Doori yang notabene masih bermata normal… (A’ap memakai kacamata minus, Aiko bermata silindris, dan San-san sedang ora urus,) pun memicingkan mata, daaaaannn….

“45rb, JAUH-DEKAT”

*seppuku*

Dan tepat saat mereka tengah menangisi nasib, sebuah bis AC Ekonomi dengan nyantai menyalip mereka, dan berlenggok dihadapan mereka.

“Seharusnya kita naik ituuuuu…..”

Mailah…

current song: Suga Shikao – 19 sai
current mood: pengen nabokin Aap yang bilang ‘kayaknya gak jauh-dekat deh’
location: Jalan.Ciawi-Garut

Owari