Hai’! Minna-san konbanwa!

Bagaimana hari Sabtu kalian? Semoga lancar dan bermanfaat. (Jangan seperti malam minggu penulis laknat ini yang malah dihabiskan untuk menonton film BL ini)

Baik.
Kali ini, Aiko akan me-review satu judul diatas. ‘

‘Sukitomo’

Sebelum Aiko mengupas habis dan sekaligus menyerapahi film ini, izinkan saya untuk menceritakan kisah awal terjadinya kisah bersejarah ini. #pret

Jum’at lalu, Aiko bertemu sobat lama, Okta-san. Tak sengaja ketemu angkot dan berujung di kasih donat kopi (thanks Ta, lain kali, yang banyak ya #plakk) Aiko pun mampir ke rumah teman semasa SMP-nya itu. Sama-sama menggemari BLEACH, dan dia belum se-level fujoshi dengan Aiko, kami pun saling berbicara yang ujung-ujungnya ngomongin ikemen.

Okta lagi kesambet Aiba. Aiba Hiroki. Makhluk gue yang (dulu) paling suci.
Pemeran Fuji Shuusuke yang kedua ini, dibilangnya sangat manis, dan cuco dalam tipe cowok idamannya. (Gantengan juga Kengo #hueks).

A: “Lu demen Aiba?”
O: “Iya, napa? Dia kan imut~”
A: *ngakak* “Lu belum liat film BL-nya aja…”
O: “Eh?! BL apaan?”
A: “Lu gak tau?”
O: *geleng*
A: “Ntar gue ceritain, tapi lu jangan nyesel,”
O: *ngangguk*
A: ‘Sip, mangsa baru XD’

Selagi seru ngobrol, Aiko pun menyerahkan FlashDisk-nya untuk diperawani sang teman, karena ini anak tergolong (sangat) baru di fandom TeniMyu. Dibukalah folder bertajuk ‘scans’ yang tersimpan dalam benda laknat yang Aiko bawa setiap hari itu.
Karena Fujoshi stadium lanjut, sang teman pastinya akan mendapati beberapa gambar laknat alias cowok sama cowok. Hitung saja foto-foto KaneOuji (yang wajib ada) dan beberapa pairing lainnya.

Sebagai tracker yang sayang temen #peh, Aiko pun menawarkan diri untuk mencarikan Okta beberapa foto Aiba yang dirasa akan menjerumuskannya menjadi fujoshi.
Setelah Okta menyerahkan FD-nya, Aiko pun langsung sigap tracking setibanya tiba di rumah. Demi menjalankan tugas mulia sebagai penyebar virus, Aiko pun rela mengabaikan plecing kangkung hangat buatan sang Ambu.

Pertama yang ditracking adalah ‘Absolute King Rikkai: 2nd Service‘, karena (masih) ada Aiba, dan scene ini juga lumayan lengkap anak-anaknya (walo kalah lengkap sama Dream Live 4th)
Setelah selesai membuat list yang paling gampang dibaca untuk orang yang awam TeniMyu, Aiko pun lanjut ke beberapa gambar Aiba yang dicarinya lewat googling sembarangan.

“Oh iya, gue kan mau kasi trailer film ‘Sukitomo’ buat tuh anak,”

Dan akhirnya, Aiko pun terdampar di warung Youtube.
Saat mencari film tahun 2007 tersebut, (beruntungnya) Aiko menemukan sebuah video yang merupakan satu film full yang cuma sekali download. Bukan HJSplit ataupun Torrent, alias di youtube langsung, readerz!
Kepalang nangis bombay, Aiko langsung mendownload film berdurasi 1jam 7 menit tersebut.

Download-an kelar pas malem. Malem minggu. Tanpa menunggu apa-apa lagi, Aiko langsung menontonnya tanpa halangan mumpung sang Ayah anteng, dan emak lagi pules.

Kita mulai review dari sini…

Tersebutlah Yoshiki (Aiba Hiroki) yang merupakan seorang mahasiswa penyuka fotografi (Shuusuke banget yaaa…), objek favoritenya adalah (topless) Tomokazu (Saito Takumi) yang merupakan seorang atlet tinju. Tomo, punya adik, Misao (Airi-san) yang diam-diam menyukai sang kakak yang tak sedarah dengannya. Misao punya teman, Arisa, yang diam-diam menyukai Yoshiki. Dan Yoshiki, yang merupakan teman sejak kecil-nya Tomokazu, juga diam-diam menyukai cowok petinju tersebut (dan author diam-diam kentut karena kebanyakan makan ketoprak pedes).

Misao, tak suka jika Yoshiki berada di dekat sang kakak, dan Arisa tak suka jika Kaya (teman kuliah Yoshiki dan Tomokazu) ada di dekat Yoshiki (dan author, tak suka jika Kengo dekat-dekat tong sampah. bau)

Disaat yang lain, Yoshiki bingung dengan perasaannya pada Tomokazu setelah ia di (tindih) selamatkan dari ebuah serempetan motor oleh Tomokazu sepulang laki-laki tersebut latihan. Dan terjawab, ketika Tomokazu menyerahkan minumannya pada Yoshiki karena dipanggil oleh sang coach. Malu-malu (tapi napsu) Yoshiki pun akhirnya meminum dari bekas bibir Tomokazu (yiey).

“Kenapa gak langsung kissu aje sih?! HELL-OW, Hare gene masi curi-curi ciuman gak langsung, plis deh Ba (Ba?) Takumin tuh orangnya welcome kok, minta aja langsung, ntar juga dikasih,” #dilemparKeset

Disaat yang bersamaan, sang Adik Misao tengah memprjuangkan cintanya pada sang kakak.

“Mampus si Okta, ude gue jejelin BL, dikasih plus Incest pula… moga Tuhan melindungi-mu nak,”

Pada akhirnnya, Tomokazu menegaskan pada sang adik bahwa ia pure menyayanginya sebagai adik lewat rasa kesalnya, karena sang asik tega menelantarkan ujiannya demi mengikutinya training camp di sebuah pantai.

“Kayak gue, bedanya gue nelantarin UN demi penpik,”

Dan akhirnya, Misao menyerah atas perasaannya pada sang Kakak.

“Ya udah lah nak, biarkan mereka berdua, toh masih ada segudang cowok yang masih bisa disukai ketimbang Takumin…” #dzigh

Mereka semua menyerah di sini. Misao menyerah untuk sang kakak, Arisa menyerah untuk Yoshiki, Kaya menyerah untuk Yoshiki, dan Yoshiki menyerah untuk Tomokazu (dan Tomokazu menyerah untuk saya, karena saya milik Kengo #plak)

Suatu sore, Misao bertemu dengan Yoshiki dan mereka pun saling berbincang mengenai masa lalu Yoshiki dan Tomokazu. Yoshiki menganggap semua kebaikan Tomokazu adalah sebatas penyesalan atas kegagalan pemuda tersebut melindungi dirinya kala kecelakaan saat mengambil bola di jalan.

“Kenapa tak saat mengambil hatiku~”
*lalu panci melayang*

Perlahan, Misao mendukung Yoshiki untuk kembali dekat dengan sang kakak.
Dan pada akhirnya ia (setengah) merestui.

The End.

…..

…..

…..

…..

“APA?! GITU AJA??! GAK ADA KISU? BED-SCENE?? GROPE-GROPE? PELUKAN??”
*disambit geta*

“WAAAIIII, MIHARA-SENSEEEIII~!! KALAU BUTUH IDE YAOI, KENAPA GAK MENGHUBUNGI SAYAAAA??”
*dan sebuah golok terlempar*

Yak, ‘SUKITOMO’ berakhir begitu saja dengan foto berdua ‘Takumin-Aiba’ yang DJAOOHH dari kesan mesra.

“Mungkin Aibacchi masih eling, inget Shirotan. Mungkin Takumin masih nahan iman, inget mamah Rui…”

Namun overall keluar dari otak kotor author, cerita ini Aiko beri rating 4. Karena sukses membuat Aiko sabar dan berdebar serta kejet-kejet menantikan adegan selanjutnya.

“Well-done, dan sekarang gue mulai mempertimbangkan pairing Taku-Hiro”
*digatak Papa Shirotan*

Yak, sekian reportase saya malam ini.
Nantikan berita selanjutnya di blog yang awe(ful)some ini.
Saya Aihara Izumi, melapor kan dari tempat kejadian.

current song: Top of The Stage – Musical: Absolute King Rikkai 2nd Service
current mood: GYA!! Ultah Genichirou lusaaa?!! Gimana ini?! Gimana ini?!
location: Home desu!

-Oyasumi!-