Bisakah kalian menemukan kesamaannya??

Minna~! Holla~! Hallo!

Sebelum membahas judul, persilahkan saya untuk membahas gambar diatas.
Kalian tahu mereka siapa?

Yup!

Kanesaki Kentaro dan Yagami Ren. Dua newlywed yang masih malu-malu membuka hubungannya.
Bisakah kalian menemukan persamaan kedua gambar diatas?

YAK!

Anda lolos menjadi fans KaneOuji! (walo gak jawab juga tetep aje lolos)
Persamaannya terletak pada tulisan yang menjadi latar mereka! XD
Betapa bahagianya saya menemukan gambar macam ini…

My life is complete…

Oke! Menuju pembahasan utama!

Masih ingat kapan terakhir kali Aiko menuliskan entri film ‘Boys Love’ ??
Pastinya sudah se-abad yang lalu~ *plakk!*
Dan setelah bertahun-tahun terlewati, Aiko merasakan kangen yang begitu hebat akan film shonen-ai ini (well, gue mulai lebay), dan kebetulan, Aiko menemukan sebuah link yang menampilkan film wayah 2008-an (kalo gak salah) ini. Dan di download-lah film tersebut.

Jika jaman dulu ia nonton BL by Youtube, yang nontonnya separo-separo dan kualitas gambar jauh dari kinclong, kini Aiko sudah bisa bernapas lega menonton adegan syur ini dalam format ‘.avi’ yang bersih~sih~ syiihh~ dan makbles bak lintasan F1.

Mari kita review ulang…

Sore itu, sang Haha sedang tidak ada di rumah, karena menghadiri ‘rapat angket sekolah lanjutan‘ nya si kacrut. Jadilah Aiko sendirian, dan leluasa menonton film laknat tersebut.

Film pun dimulai…

“KYAAAHH~!! KONIIITAAAANN~! Hisashiburiiiii~!!”

Mengalirlah adegan yang sangan nostalgic tersebut. Dan beruntungnya fujo laknat ini adalah, film yang di download-nya, sudah di sub! DI SUB PEMIRSAH! DI SUB AYAM! SUB KAMBING! SUB-*plakk!*

Saya review ulang ya…

Mamiya Taishin (Kotani Yoshikazu) adalah seorang editor baru di majalah LifeStyle berjudul ‘SPLASH‘. Dalam tugas pertamanya, ia harus mewawancarai dan membuat artikel mengenai seorang pelukis bernama Kisaragi Noeru (Saito Takumi) yang masih bertitle seorang pelajar Menengah Atas.

Nggak tau gimana ceritanya, yang jelas, adegan berlanjut ke sebuah restoran. Dimana mereka duduk berdua, memesan makanan, lalu saling berbincang. Sampai suatu ketika Mamiya harus pergi ke kamar kecil, karena mabuk.

Dan adegan pun menjadi seperti ini:

Dan lalu menjadi:

“Kayak film horror Indonesia deh, muncul tiba-tiba di pantulan cermin. Seakan Takumin itu miss.kunti,”
#ditabok.

Dan tanpa disangka (dan Aiko pun menjadi sangat pelupa akan jalan ceritanya,) adegan pun langsung menjurus ke sini.


“Gyaaa~!! Cepet bangeeett~!!”

Dan sejujurnya, Fujoshi laknat ini, malah berteriak:

“Hajar! Hajyar cyiin~! Hajaaarrrr~! Jangan sampe kabur!!” #digaplokSelop

Noeru, memiliki seorang teman akrab bernama Chidori (inget Sasuke). Lengkapnya saya kurang tau, karena kanjinya ribet, dan saya pribadi sudah mengalami rabun akut.

Yang sebetulnya memendam cinta yang dalam untuk sang pelukis muda ini–itu yang dikatakannya pada Mamiya, saat mendapati Noeru tak berada di apartemennya. Namun Noeru terus tidur dengan orang lain selain dirinya, tapi Chidori percaya, kalau suatu saat, Noeru akan memilihnya pada suatu akhir nanti.

Namun at last, Mamiya malah menjalin sebuah hubungan dengan Noeru–alih-alih mengembalikan hubungan Noeru-Chidori. Membuatnya kehilangan pekerjaan, namun mengembalikan kembali semangat sekolah Noeru yang sempat rajin membolos (tidak naik kelas~ *nyanyi* #dikepret)

Mau tahu apa yang saya dapat setelah sekian tahun tak menonton film ini??
Desah nafas Koniitan yang rapeable, dan 80% ekspos tubuh Takumin.

“KESUCIAN KUU~!!”

Alur cerita dibangun dengan baik. Terlebih quote-quote dari orang kenamaan yang ditata dengan rapi. Mampu membuat penonton (err… mungkin saya) merasakan perasaan Mamiya pada scene demi scene. Awalnya yang menganggap seorang Noeru dalam sisi Negatif, perlahan-lahan, bisa memaafkannya, dan berteman baik dengannya. Hingga klimaks emosi memuncak saat Noeru kembali pada dunia kelamnya, saat ia diperkosa seorang pria dalam perjalanan pulangnya.

Dan ending tak etislah Aiko buka dalam sesi kali ini, karena sebenarnya itu sajian utamanya. Heheh…
Tapi untuk overall, film ini layak mendapat rating 3 (plus laknat-laknat tanpa hati dari penulis sialan ini)
Tapi, sayangnya, dalam sisi pembawaan adegan, terlalu lugas alias bikin saya maluu~!!
Seperti ketika Noeru blak-blakan menyatakan kalau Mamiya hanya ingin tidur dengannya saja, dan desah nafas Mamiya ketika selesai berlatih renang dengan Noeru yang membuat Aiko langsung mencapai otak mesum ter-maksimal!

“Aku kan masih inosen” #dzigh!

Demikianlah review gaje dari seorang Aiko.

current mood: UN telah tiba! UN telah tiba! Hore! Hore! Horrr-*dor!*
current song: GreeeeN – Koifumi ~Love Letter~
location: Home desu!

-Owari-