Archive for November, 2011


Sensei-gata no Koto (part 1)

minna-san, konbanwa.

Menjelang kelulusan, akhir-akhir ini Aiko sedikit melankolis. Sering bengong memperhatikan para gurunya satu per satu. Dan mereka adalah orang yang sudah mengisi otak Aiko untuk 3 tahun ini.

Dan posts kali ini, dipersembahkan untuk mereka. Bagian kali ini, adalah orang yang sangat Aiko kagumi; ‘Suhari-sensei’

Suhari-sensei, memperkenalkan diri sebagai ‘Ichi-nichi-sensei’ (bahasa Jepang untuk ‘sehari’, karena kata ‘Suhari’ mirip dengan pengucapan ‘sehari’) Seorang bapak yang hampir kakek, berusia lebih dari 50-tahun. Mengajar di bidang Reservation, dan seorang mantan pegawai Hotel terkemuka di Jakarta; Nikko Hotel.

Saya diajar (bisa juga diHajar) beliau saat menginjak tahun kedua di sekolah pariwisata tersebut.
Walau *maaf* gaya pengucapannya kurang jelas (karena menurut sahabat-nya, beliau sempat terkena stroke, sehingga saat sembuh menyebabkan pembicaraannya kurang jelas) namun kami tak mempermasalahkannya. Setiap kelas, mempunyai sepasang murid berbeda yang khusus untuk menerjemahkan perkataan beliau *waratte*

Sosok yang bersahaja, dan sederhana. Bersahabat dengan guru yang mengajar di departemen yang sama; Front Office–pak Isa. Karena lulusan hotel yang dikelola Jepang, maka Suhari-sensei jago berbahasa Jepang. Lumayan, sebagai teman ngobrol saya ketika chibi-sensei sudah melang-lang di Jepang sana.

Saya salut. Walau bicaranya kurang jelas, Sensei masih bersemangat mengajar. Bahkan sensei masih fasih, ketika saya sapa beliau dengan bahasa Jepang. seperti saat saya menanyakan kabar-nya, dan menanyakan apakah dirinya hendak pulang atau belum.

Yah, overall, saya akan merindukan sosoknya yang sudah seperti opah untuk saya. Semoga Allah memberkahi beliau selalu dengan rezeki, keselamatan dunia-akhirat. Aminn…

Sayonara, Fuura-san…

Malam ini, saya telah kehilangan satu teman terbaik dalam hidup saya.
Fuura-san. Seekor hamster campbell, yang terlihat lebih dari seekor hewan imut yang selalu mencicit manja ketika saya bawakan makanan untuknya.

Hampir tiga tahun dirinya hidup bersama saya, dalam kerangkeng mungil yang kini lebih bau pesing karena sudah 3 tahun pula dipakainya sebagai tempat tinggal.

Saat saya hendak memberikan kol segar kesukaannya, dirinya tak lagi heboh seperti hari-hari kemarin. Yang selalu datang dengan gigi mungilnya yang sudah menggerogoti batang besi kandang. Penasaran, saya tarik kandang mungilnya, dan menemukan sosoknya yang tengah mengubur diri dalam timbunan pasir hangat itu. Tertidur, pikir saya. Iseng, hati-hati sekali saya pindahkan kandangnya, dan membuka penutupnya–untuk menggelitiki dirinya.

Namun, sedari sentuhan pertama, dirinya tak merespon banyak. Diam. Saya guncang dengan perlahan, Fuura-san tetap diam pada posisinya. Saat itu saya mengetahui bahwa Fuura-san tak lagi bisa menemani saya…

Terima kasih Fuura-san.
Usia-mu yang hampir 3 tahun sungguh merupakan pemberian terbaik dalam hidup saya.
Takkan terlupakan kesan pertama kali saat memboyong tubuh mungil-mu dalam telapak tangan ini. Saat gigitan pertamamu… saat semuanya terasa begitu unyu begitu anak-anak kalian lahir menambah ramai kandang mungil yang ku dapat dari teman ayah.

Terima kasih untuk semuanya…
Maafkan saya yang selama ini tak merawatmu dengan benar.
Fuura-san sudah berjuang terlalu banyak…

Thanks to You (fanfic)

Title: Thank You
Author: Takigawa Aihara
Series: Atashi-tachi no Kazoku
Genre: Romance, Family
Rating: PG
Theme Song: Ikimonogakari – Arigatou
Current mood: Pussiiinnggg….

————————————

Maegami:

Pertama kali bertemu dengan Kengo saat dirinya memerankan karakter Aizen di Burimyu. Well, saat itu saya begitu menyukai sosok megane-nya yang ke-bapak-an. Dan kesan pertama saya dengannya adalah… “namanya aneh,”. But so far, Kengo berhasil membuat saya jatuh cinta dengan senyumannya yang…


… ugh… giginyaaa…

Sekarang, terhitung 3 tahun saya menetapkan hati pada Kengo. Banyak hal yang menyemangati saya tentangnya, juga banyak kesedihan yang harus dilewati.
Selama ini, Kengo telah menginspirasi banyak cerita yang saya lahirkan dari jemari-jemari saya yang mulai terkikis sistem motoriknya ini.

Di hari yang spesial ini, Kengo bertambah usia genap 30 tahun. Sebuah usia matang untuk seorang pria yang patut dirayakan. Meski tak secara langsung, saya ingin mengucapkannya melalui sebuah jalinan kata sederhana yang terangkum dalam cerita hangat tentang keluarga kecil kami.

Untuk yang tercinta; Kengo,

“Selamat Ulang Tahun, dan

Selamat Menjadi 30 Tahun,”

-Aiko

Continue reading

TIDAAAKKK~!!!

Sebelumnya, biarkan saya mengucapkan

“SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA”

beberapa hari yang lalu, dan…

“SEMOGA DITERIMA AMAL IBADAH-NYA DI SISI-NYA”

untuk para mbek-mbek tercinta…

Nah, mari kita ulas malam ini…

Continue reading

%d bloggers like this: