Kembali lagi dengan Aiko di Training-nya pada hari ketiga.

Tidak seperti hari kemarin dimana tamu rombongan membuat jantung Aiko loncat dari sarangnya. Hari ini damai seperti biasanya.
Menjalani hari baru dengan damai, Aiko pun mendapati seorang senior lagi yang baru masuk dari cuti-nya.
Panggil saja Pak Tri.
Sosok kebapak-an yang agak njowo, dan baik hati.

Setelah diajak clear-up di lantai 6, Aiko pun ngaso di dalem kitchen yang puanasnya minta ampun.
Karena cuma nampang, Aiko pun mondar-mandir nyari kerjaan di Bar.
Kelar beres-beres, Aiko balik lagi ke dapur dan ditawari spagetti yang tak sempat dimasukkan dalam porsi.
Karena lapar belum sarapan, Aiko pun makan dengan santainya.
Tanpa tauk, itu Executive Chef ada dibelakangnya dan melihatnya dengan speechless mendapati sosok tuyul tengah ngumpet sembari melahap spagetti.
Aiko yang ketangkep kering pun cuma setor gigi putih bersih plus nyempil-nyempil sedikit keju parmesan.

Anak kurang ajar…

Lanjut beberapa saat kemudian, ada orderan menu ala carte untuk makan siang.
Aiko pun lanjut menghabiskan spagetti yang sempat tertunda tadi.
Yakin gak ada executive chef dan supervisor, Aiko pun langsung bilang “aaa~” lalu….

SEBUAH TANGAN TERJULUR PEMIRSA!

Saat dilihat, itu dalah tangannya Pak Hendro alias Eita-san, alias SUPERVISOR! Oh noo~~~
Aiko udah sweat-drop. Ketangkep kering untuk yang kedua kalinya oleh atasan pas lagi makan makanan yang sama, dan mimik yang sama.
Pak Hendro pun melihatnya dengan dingin (atau sok cool) lalu pergi dengan cuma bilang “makannya cepet,”

Uring-uringan karena khawatir kejadian tadi terbawa alias diungkit-ungkit pake tuas pesawat sederhana satu pas nanti briefing, Aiko pun jadi gak berani menatap wajah yang selayaknya mirip Nagayam Eita itu.

Untungnya, sampai training kelar, Dia gak bilang apa-apa soal makan-memakan~

Fheww…. Besok ganti ah, jangan spagetti~~ *plaak!*

current song: The GazettE – Pride
current mood: I love kebab! X9
location: Home desu!

-Owari-