Hari ini, Aiko berangkat saat matahari masih tertidur dalam buai cakrawala.
Subuh. Pagi-pagi budeg. Karena sialnya, dia dapet shift pertama yakni jam 7 pagi.

Karena buru-buru, Aiko pun meninggalkan socks-nya di rumah, dan fotokopi-an menu yang kemarin di berikan Hendro-sensei–yang menurut Aiko garang dan bikin tekanan jiwa.

Berusaha sekuat tenaga, namun nihil, Aiko pun pasrah sembari membayangkan wajah garang supervisornya itu.

Begitu sampe dan grooming, Aiko pun dihadapkan oleh segerombolan tamu Korea yang tengah bersiap check-out di lobby. Untung tinggal depart aja, jadi gak usah melayani breakfast mereka. Namun, begitu jalan ke restoran…

JENG! JEEEENG!!

Masih ada lagi tamu gerombolan orang pribumi dari salah satu perusahaan kopi di Indonesia.
Tamu Group. Sarapan. Banyak orang. Mata masih sipit.
Opiton-option sangar yang harus Aiko hadapi saat itu juga.

Sembari (masih) menahan sakit gegara sepatu hak 5 cm yang laknat itu, Aiko pun clear-up dan berharap kalo Supervisor-nya yang menjulang itu tengah liburan ke Bali alias tidak hadir hari ini.

Sialnya, ia datang juga walau jarang-jarang.
Namun Aiko sadar satu hal!

Supervisor-nya itu, mirip sekali dengan seseorang!

Tapi siapa yak??
Dari jam 8 awal kerja, sampai jam 15.30 selesai kerja lalu training materi, Aiko tetap memikirkan. Dengan siapakah supervisornya itu mirip.

Sampai akhirnya bertemu kursi dan pikirannya pun menjadi fresh, Aiko pun baru ingat!
Supervisor alias Hendro-san itu mirip sekali dengan seorang cowok (yak iyalah!) yang baru saja membintangi drama yang baru Aiko tonton(?) SUNAO NI NARENAKUTE!

Eita-san!!

Fhew…
Ternyata… Supervisor gue mirip dia~~

current song: WEAVER – Bokura no Eien ~Nando Umare Kawatte mo Te wo Tsunagitai Dake no Ai Dakara~
current mood: remuk
location: Home desu!

-Owarimasu!-

Gaje ya??