Dibuat pada tanggal 6 Februari tahun ini. Nggak ada alasan khusus sih, cuma buat ngerayain ultah-nya papah aja. Entah kenapa, saya merasa gaje. Silahkan baca~

==========================================
Title: Okashii na Tanjoubi
Writer: Tsuchiya Aihara
Series: Atashi-tachi no Kazoku
Disclaimer: Keluarganya masing-masing
Genre: Family Drama, Gaje
Song: Remioromen — Akashia

==========================================

Tokyo, 6 Februari…

Suasana cerah, di kediaman Tsuchiya.

Pagi yang aneh bagi Yuichi — Papah, karena, pagi yang tenang nan damai. Tidak seperti biasanya.
Yuta–putra sulung, yang biasanya sibuk nelponin temen-temen kuliahnya sambil mondar-mandir — bikin kepala sang papah pusing, kini diam menikmati sarapannya.
Sota–putra kedua, yang biasanya ribut nyariin sepatu, bahkan uang cash nya, kini duduk diam mengerjakan tugas kuliah-nya.
Aiko–putri ketiga, yang tiap pagi ‘garadag-gurudug’ karena bangun telat, kini sudah rapih sambil menyisir rambutnya yang sebahu.
Dan sang Istri–Harumi, yang biasanya uring-uringan dengan kelakuan ketiga anak mereka (paling menonjol kelakuan si kembar yang udah kayak kucing-anjing) kini dengan manisnya menghidangkan kopi pagi bagi suami tercintanya.

“Pagi yang aneh…” pikirnya sambil membuka koran paginya.

“Aku berangkat,” pamit Sota yang diiringi kecupan Aiko di pipinya yang udah mulai keriput-keriput *ditendang ke empang lele*

Tinggalah pasangan suami-istri ini di ruang makan berdua.

“Mah, anak kembar kita kenapa sih??” tanya Yuichi yang masih gak percaya Aiko mencium pipinya sebelum pergi–hal yang paling anti dilakukan oleh putri satu-satunya tersebut.
Harumi tertawa kecil, “memangnya tidak boleh ya??”
“Tidak… hanya saja… seperti bukan Ai… Kesambet setan apa tuh anak…?”

Jangan-jangan Ia mengingat hari ulang tahunku…” pikir Yuichi ge-er.

“Wajar aja kan, Pah… semalem Kengo menelponnya. Katanya, hari ini Ia akan datang ke rumah,” papar sang istri sambil tertawa kecil.

Huh! Dasar anak jaman sekarang… pacarnya melulu yang dipikirin… Papahnya kapan?? baiklah! Siapa pun yang pertama memberiku hadiah ulang tahun, maka Ia akan mendapatkan pelukan dariku!!” tekadnya dalam hati.

“Papah berangkat!!”

—————————————

Di Kantor….

Pupus harapannya untuk mendapatkan sekedar ucapan ‘selamat ulang tahun’. bahkan sang istri dengan wajah tanpa dosa hanya mengucapkan ‘hati-hati di jalan’. Semua anggota keluarga tercintanya lupa akan hari ulang tahunnya…
Wajar saja… Hampir seluruh keluarganya lahir di bulan September. Yuta yang lahir di awal September, diikuti oleh kedua adiknya pada tanggal 17 dan 18, dan Harumi yang berulang tahun di akhir bulan September; 23. Yuichi merasa tersingkir karena hanya dialah satu-satunya orang yang dalam rumah tersebut yang lahir pada awal Februari.

“Apa-apaan ini… Sebel….” gerutunya sambil melangkah gontai menuju ruang kerjanya yang sumpek dengan kertas-kertas pajak.

“Selamat pagi, Kantoku-san…” adalah Eiki — bawahan setianya, yang menyapanya pagi-pagi budeg ini.
“Pagi,” jawabnya singkat dengan wajah lesu.
Kantoku-san, hari ini, ada 7 penerimaan konsultasi loh,” dan Eiki-lah yang selalu memberitahu si papah yang mulai pelupa ini tentang jadwal sehari-harinya.
“Ya~ aku tahu itu…” jawabnya malas.

“Dan hari ini, ulang tahun Kantoku-san, bukan??” Eiki mencari pandangan atasannya yang mukanya udah terlanjur ‘pagi-pagi kusut’.

“He?! Kau mengingat ulang tahun ku??” Yuichi menoleh tak percaya pada asistennya itu (dibilang bawahan gak enak *ditabok Eiki*)
“Iya, ulang tahun kita kan berdekatan,” ujarnya riang.
Bahu Yuichi pun kembali turun, “ku kira kau benar-benar mengingatnya,” (==”)

Eiki tertawa renyah melihat bibir atasannya manyun kayak bemo (ditabok Tuti sm Omas *??*)

“Kantoku-san, apa yang kau dapat dari nyonya??” tanya Eiki sembari memaksudkan Harumi.

Yuichi menarik nafas dalam, “kalau kuceritakan, rasanya menyedihkan menjadi atasan yang tidak dapat apa-apa dari istri sendiri…

“Kau duluan… Kau dapat apa dari pacarmu??” tanyanya menjaga gengsi.
“Aku??” tunjuknya pada hidungnya sendiri seraya menurunkan pandangannya pada dasi yang sedang dipakainya, “…ini,” pamernya.

Kontan saja, Yuichi makin kalah gengsi dengan asistennya tersebut.

“Giliran Kantoku-san,” senyumnya penuh kemenangan.
“Aku… tidak dapat apa-apa…” langkah kakinya menuntunnya untuk pergi ke dalam ruang kerjanya yang mungil.
“He?! Benarkah??” Eiki tak percaya dengan ucapan atasannya tersebut.
Yuichi mengangguk lesu.
“Bahkan.. ciuman selamat ulang tahun??”
Lagi, Yuichi mengangguk.
“Bagaimana kalau aku yang menggantikan Harumi-sama untuk menciummu??”
“Kupecat kau…” (“==)

Eiki tertawa, “cuma bercanda Kantoku-san… Lagian aku bisa putus dengan pacarku bila aku ketahuan mencium atasan sendiri…”
“Dasar bodoh~” Yuichi ngesot ke atas kursi kerjanya.

“Ah, mungkin saja mereka sedang menyiapkan kejutan untuk Kantoku-san sepulang nanti,” hibur Eiki pada atasannya yang sedang pundung.
Yuichi hanya menghela nafas sembari membanting tubuhnya ke kursi empuk sahabat-nya dalam menjinakkan dokumen2 yang mengganas setiap harinya.

“Pagi ini, ayo kita bekerja!!”

————————————

Rumah, Senja….

“Aku pulang…”

Dirinya menemukan rumahnya dalam keadaan sepi. Dengan kata lain sunyi. Mungkin Sota masih sibuk dengan Gundam-Kit yang akhir-akhir ini rajin dikerjakannya setiap malam, Yuta yang masih belum pulang–bahkan mungkin nginep di rumah temannya, dan Aiko yang selalu sibuk mengerjakan draft-draft tulisannya yang gaje–yang Yuichi nilai mesum.

Sudah biasa saat dirinya melewati pintu rumah, yang pertama diingatnya adalah aroma masakan makan malam sang istri yang semerbak memenuhi seisi rumah.

Ah… Biar kata gak dapet ucapan, seenggaknya makan tetep jalan…” pikir laki-laki 48tahun ini.

Keadaan masih hening bahkan saat Ia selesai melepas sepatu.

Bahkan ucapan ‘aku pulang’ pun tidak dijawab sama sekali… Apa sebegitu mahalnya tarif untuk menjawab itu semua??” pikirannya makin kusut.

Hari yang aneh plus melelahkan!” kutuknya dalam hati sambil membanting tubuhnya di atas sofa krem ruang tamu.

“Papah…” Aiko mendekati papahnya yang udah bete abis sama hari sabtu ini.
“Apa??” walau gak pake nada tinggi, tetep aja kesannya jutek.
“Aku bikin ini untuk papah loh…” Aiko menyodorkan sepiring cake cokelat dihadapan wajah sang Ayah. “Tenang aja, pah… cokelatnya Ai bikin gak terlalu manis. Papah gak terlalu suka manis kan?? Terus, di dalemnya Ai tambahin bubuk kopi, jadi masih ada rasa pahit-pahitnya, terus…”

Belum selesai Aiko ‘mendemo-kan’ cake hasil buatannya, tiba-tiba sang papah ‘menggabruk’ nya.

“Ah~! Kalau gini caranya, aku takkan rela melepasmu dengan si bodoh itu (baca: Kengo *digeplak selopnya Kengo*)”

“Kyaa~!! Papah apa-apaan sih??!” kontan aja ini anak satu menjerit gak karuan kalau dipeluk tiba-tiba kayak nangkep maling ayam.
“Ini… cake ulang tahun buat papah kan??” tanya Yuichi dengan mata penuh harap (puppy-eyes gitu)
“Ih?! Siapa bilang?? Orang besok Sensei mau datang ke rumah kok, jadi malam ini, Ai bikin eksperimen buat cake-nya,”

Paparan panjang lebar sama dengan luas sang anak membuatnya makin madesu.

“Haruuu~~mmiiii~~!!”

Kalau udah gini jadinya, sang istri-lah yang dipanggil.

“Papah kamu apain, sih??” tanya Harumi sambil menuduh sang anak yang wajahnya udah pucet mendengar sang papah yang masih bisa teriak.
“Papah yang ngapa-ngapain aku!!” balas Aiko.
“Masa gak ada yang inget sih, kalo hari ini hari ulang tahun papah??!!” terungkaplah apa yang menjadi penyebab madesu sang kepala keluarga Tsuchiya ini.

“He?! Hari ini ulang tahun papa ya??” Harumi pun baru sadar.
“Papah ulang tahun?!! Ai kira besok…”

Keduanya langsung menoleh pada kalender sobek yang nampang dengan manis di ruang tamu.

“Masih tanggal 5 kok!” protes Aiko.
“Ini tanggal 6 tahu!!” Yuichi bersikukuh.
“Buktinya, itu~!!” Aiko nunjuk kalender yang terpampang tanggalan ‘5 Februari hari Jum’at’

Yuichi melongo sebentar, “Oh.. iya… papah lupa menyobek kalender pagi ini…”

(Author: Anda bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya pada Yuichi sesuai dengan imajinasi dan kepercayaan masing-masing…^^)

——————————-

Esoknya…

Mulai saat itu, sang papah tidak lupa untuk menyobek kalender setiap pagi. Bahkan seluruh kalender sobek dalam rumahnya.

—Ting! Tong!

Di hari Minggu yang cerah ini, adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Aiko. Karena~

“Aku datang~~!!” Kengo udah biasa lebay setiap kali datang ke rumah–apalagi dihadapan calon papa mertuanya ini.
“Pagi-pagi udah bikin berisik saja!” Yuichi menggetok kepala pemuda itu dengan gulungan koran paginya.

Kengo hanya bisa tertawa melihat muka asem sang calon mertua tiap kali melihat dirinya.

“Tumben papah yang membukakan pintu pagi ini??” tanyanya santai sambil melenggang masuk ke ruang tamu.
“Panggil aku, ‘Yuichi-sama’! kau belum boleh memanggilku ‘papah’!”
“Baiklah, ‘Papah Yuichi-sama’,” Kengo emang paling jago meledek Yuichi.

Suasana jadi hening seketika.

“Oia, pah… maaf ya kalau telat…” Kengo menyerahkan 2 lembar tiket liburan ke hadapan sang papah mertua… eh… calon dink.
“Apaan ini??” Yuichi memandang sinis kedua tiket tersebut.
“Kemarin Papah ulang tahun, kan?? Ini hadiah dariku,” senyumnya lebar, “kebetulan, ini hadiah, sedang aku banyak pekerjaan. Jadi, kuserahkan saja untuk papah. Lumayan loh, bisa bulan madu lagi…”

Yuichi terdiam. Memandang lekat kedua tiket tersebut.

Hadiah pertamaku… berarti…” Yuichi memandang Kengo dengan tatapan tidak yakin.

“Tidaaaa~~aakk!!!”

====================================

Aiko no Note:

*Ih! Gaje banget ceritanya…* f(==”)

“Papaaahh~!! Hepi birthday gozaimasu~~!!” *ngibrit ke Tuti*.

Iih, papah makin tua aja *dilempar bonsai* Tapi papah tetep ganteng kok… *dilempar recehan* walau keliatan mulai keriput-keriput… *dilempar ke jurang*
Do’a ku untuk papah… Semoga papah sukses selalu dalam hidup Papah, semoga bahagia selalu, dan segala pengharapannya terkabul.
Walau Ai merasa sangat dan teramat kurang ajar sama Papah, masih suka ngerjain plus ngeledekin, tapi…
Aku cinta papah….

Otanjoubi Omedettou Gozaimasu~!!

Dedicated to…


  • Tsuchiya Yuichi

Makasi untuk kelahiran papah.
Papah yang gila, yang suneh, yang gaje, dan yang begitu gentle…
Takkan pernah Ai temukan di sosok manapun selain Papah…
I love you, pah…

  • Papah kita…

Walau terkadang lebih kaku dari mamah, tapi papahadalah kesatria keluarga.
Tanpa papah, mamah tak bisa sempurna…
Tanpa papah, kita takkan bisa menjadi seperti ini…

Say thank you to Our Papa!! (^o^)v

  • Kitamura Eiki

Untuk Ei-chan yang Ulang tahun tanggal 3 kemaren~
Otanjoubi yah, semoga jidatnya makin lebarr~ Heheheh… *dilempar sapu*

Anyway, kemarin, waktu Koko nampang di Hotel, Koko liat ada housekeeper mirip Eiki loh~
Aih~~~ Housekeeper ne ganteng tenan~~ :3 Ntar sayah mampir lagi ah…
Cuma buat nampang doank… *ditimpuk staff hotel*

Minna de, Arigatou Gozaimashita!!

With all my love,

-Aiko-