Siang itu, Aiko baru pulang dari sekolahnya, setelah capek perang mulut sama sang Editor atas novelnya yang tak kunjung jadi.

Berhubung udara sangat panas, Aiko pun langsung masuk ke dalam rumah, dan langsung merebahkan diri di atas kasur. Gak sadar, Aiko langsung tidur.

Saat tengah tertidur, Aiko dibangunkan oleh sang Mamah yang udah kayak rumah kemasukan maling.

Haha-ue: Ko! Bangun!!
Aiko: Paan?? *kucek-kucek mata sambil setengah panik*
Haha-ue: Ada paket! Ada paket!
Aiko: Paket?? *langsung ngeh sama proposal yang dikirimin ke pihak Majalah sebulan lalu itu*

Aiko pun langsung loncat, live dari kasur menuju depan pintu rumahnya.
Dan telah berdiri dengan manis, seorang mas-mas yang sudah membawa bungkusan di tangannya.

“Tolong, mbak tanda tangan di sini~” tunjuknya ramah.
Setelah mencoret-coret dengan bringas, Aiko pun langsung mengangkat paket itu tinggi-tinggi.

“Kyaaa~~!!!!”

Tanpa mempedulikan si Mas yang cengok liat anak tanggung ini teriak kayak anak kecil.

“Oia, makasih maass~~~”

Inilah…

The Prince of Tennis FanBook 40.5

Inilah FanBook yang dinanti-nantinya selama kurang dari sebulan…

Dan ini kolom wawancara dengan PakDe Konomi…

Halaman berwarna…

Ukurannya pun lebih kecil dari yg saya bayangkan~~

Kirain segede majalah~ Kalo iyah, tuh gambar Kunikki, tak sobek, trus dipajang di kamar~ *didamprat pakde Konomi*

current song: AyakaxKobukuro – Anata to
current mood: Kowakatta
location: Home desu!!

~OWARI~