Hari ini, Koko diajak H-sensei untuk pergi ke Japan Foundation di Gedung Sumitmas 1 (bener gak tuh nulisnye?) untuk survey bakal entar tanggal 25 acara bincang-bincang.

Senangnya Koko karena bisa dispen men-skip pelajaran ‘Budi Pekerti’ arahan D-sensei *ditabokin*

Perjalanan diawali dengan ngesot ke jalur yang biasa dilewati bis no.45 menuju Blok M.

Karena gak ada bis yang lewat, H-sensei pun mengajak Aiko untuk jalan, sembari nungguin bis yang lewat. Panasnya tangerang hari itu, membuat kami gosong, plus diguyur keringet. Capek juga ternyata, jalan mendaki fly-over sambil liat-liat kebelakang, kalau-kalau ada bisa yang lewat.

Karena capek ent masih lama, Aiko dan sensei pun gak nengok-nengok lagi kebelakang. Gak lama kemudian…

“Yaaahh~!! Ko!! Itu bis ke blok M!!” histeris Sensei saat mobil bis AC yang nyelonong di samping mereka.

Gak butuh waktu lama untuk ketinggalan bis kedua. Namun syukurnya, ini si kenek bis kagak buta. Jadinya, itu bis no.45 yang kedua, menepi di… tempat yang cukup jauh untuk kedua chibi ini kejar…

“Cepet sensei!!” Aiko yang pake seragam SMK lengkap dengan…
“Hashire!” H-sensei yang masih kayak anak kuliahan.

Jadilah film…

“MENGEJAR BIS”

Di dalam bis non Ac tersebut pun, Aiko gak bisa menikmati keindahan (cuih!) kota Jakarta siang itu. Karena H-sensei keburu menghajarnya dengan naskah role-play terbaru.

H: Coba Ko, kamu baca yang ini *nyerahin naskah*

Aiko yang pengetahuan hiragana, katakana, kanji, de-es-be nya masih cetek ini pun menerimanya dengan ragu selembar kertas penuh coretan huruf yang tidak bisa di deteksi oleh matanya yang rabun tersebut.

A: Demo, DA… DAI…
H: Mulai lagi deh gagapnya…
A: DAIBIN…. DAIBINGU… oh! DIVING!!
H: Bacanga DAIBINGU, bodoh!!

Karena kesel, akhirnya H-sensei pun membimbing murid begonya ini untuk membaca bersama dengannya.

H: “Dewa, anata no o-namae to, o-denwa ban’go o onegai de gozaimasu,”
A: “Dewa, anata NO, o-namae TO, o-denwa ban’go WO, Onegai de gozaimasu,”
H: “Salaaahh~~!! Jangan di penggal kayak getoo~!!” *ngamuk*
A: *langsung sadar* “Dewa, anata no o-namae to odenwa ban’go O onegaishimasu,”
H: ” ‘O’ nya jangan di tekeeenn~~~!!!”” DX

Sekilas cuap-cuap alias amukan H-sensei terhadap kebodohan Aiko yang tak tertolong.

Sampailah mereka di depan gedung kembar tersebut… (gak kembar-kembar amat sih, cuma namanya aje yang kembar…) SUMITMAS 1 & SUMITMAS 2.

Kesan pertama Aiko terhadap gedung ini adalah…

Sumitemasu wa honto ni chira-chira da ne??
[Sumitmas itu sangat berkilau ya??]

Aiko pun langsung beres-beres alias rapi-rapi untuk masuk ke dalam gedung yang ademnya setengah mampus tersebut.

Menuju lantai dua, Koko dan H-sensei pun diberikan dua label stempel ‘Japan Foundation‘. Dan di lantai dua, sudah banyak stand-stand sederhana yang menunggu kami selaku para SMA (Koko gak termasuk loh, kan sekolahnya Pak Bam’s itu SMK. heheh)

Jadilah anak monyet ini berkeliaran dalam stand selagi Gurunya ‘ngopi darat‘ dengan teman-temannya.

Ada sebuah stand yang Aiko datengin dengan malu-malu… Pasalnya, Aiko langsung disodori selembar kertas origami, dan di seret ke stand mereka.

Entah siapa namanya… yang jelas itu Univ dari Bekasi.

Panggil aja… K-sensei… (kawaii-sensei)

K: Hayo! Mau origami apah?? Burung bangau? Kucing? Bunga Lily??

Berhubung Aiko mantan Aizen-sama *ditendang jauh2 sama Taito-sensei* dan lambang Divisi ke-5 itu adalah ‘Lily of the Valley‘ Aiko pun langsung jawab:

A: Lily!
K: *tampang sweat drop gitu* Ooh… Okeh…

Jadilah pelipatan-pelipatan bunga Lily yang agak rumit ternyatah.
Dan mekarlah sebuah bunga lily yang cantik.

Selagi Aiko sibuk melipat-lipat Origami bunga Lily-nya yang tak kunjung selesai, ada seorang Sensei yang beneran aseli orang Nihon ngobrol di dekat Aiko.

“Adewh~ Ganteng pisan… Mas Kane ama Mas Ken-Ken aja kalah kali ya??” pikirnya sambil terus melipat-lipat.

Tiba-tiba, nongol itu Chibi-sensei (H-sensei) *dijitak shinai* dengan wajah kusut kayak kertas ulangan nilai 0 yang habis di bejek-bejek trus dilempar jauh-jauh. Pokonya kusut lah!

A: “Naze, sensei??”
H: “Kamera digital sayah, ilang…”
A: “He?!!”
H: “Apaan??”
A: “Idih, kamera ilang nyantai bener….”
H: “Udahlah, kau cepetan aje, mungkin saya kurang amal,”
A: “Cari kamera-nya sensei~!!”
H: “Udah ilang, mau gimana lagi?”
A: “Itu kamera, senseeeii~~!! Bukan duit serebu-duarebu~!!”

Walau bilang ‘Daijoubu‘ berkali-kali, namun wajah sensei tetep aje kusut. Bahkan pas diajak temen-temennya untuk foto bareng. Sensei yang biasanya narsis gak ketulungan pun cuma foto sekali habis itu…

“Udah ah…”

A: “Ooh~ lagi kehilangan dia…” gumam Aiko sambil bikin ‘Washi-Ningyo‘ di stand’a UHAMKA — Almamater H-sensei.

Tersebutlah seorang anak cowok panggil aja A-kun.

A-kun: “Mau coba bikin Washi-Ningyo-nya sensei??
H-sensei: Ah, iie… Makasii
Aiko: Bilang aje lagi down~

Gak berapa lama, datanglah seorang penjaga stand ke arah kami.

Ano, sumimasen, kono KAMERA no dare desu ka?

Seketika itu juga wajah H-sensei menjadi secerah langit pagi *lebay* “Atashi desu!!” dan kami selaku para Kouhai-nya pun menepuki dan menyoraki kebahagiaan tersebut, “Yatta desu!!

Sensei wa honto ni baka na sensei desu ne??

“Senseeeii,” rengek Aiko, “kan kamera sensei udah ketemu nih, minta foto berdua sama Okada-sensei dundz…” (Okada Kaoru: Nihonjin yang tadi ngobrol deket Aiko)

“Gak, ah, wajahnya Indo banget! Mening foto sama sayah~”

Dasar, narsis… >.<

Pulang dari JF, setelah nyebur dan diomeli A-sensei karena telat dateng, Aiko pun mampir ke toko buku kecil milik si ‘Ibuk’ yang dari kelas 2 SMP udah menjadi langganannya.

Buka karena sebab, karena…

TeniPuri terbit hari ini!!

*lebay*

Oohh~~ serial terakhir yang ‘siang kunantikan-malam kurindukan’ akhirnya terbit jugaaa~~~!!! Tamat! Tamat! Ayo Seiichi, sini biar kuperawani dirimu!! *ditendang Sanada*

Bersyukurlah Aiko karena si Ibu’ udah menyisihkan bagiannya. Kalo gak, heuh! habis kale~

A: “Berapa bu’?”
I: “Biasa… 14 rebu aje,”
A: “Nih~” *nyodorin 20.rebu’an*
I: “Eh, tar dulu deh~” *ngebalik sampul komik* “Oh, harganya naek, Ko~”
A: “Naek berape Bu?”
I: “18 rebu”
A: “Bused!! Mahal amat??!!” *kewer-kewer komik* “Padahal kan tipisss kayak selotipp…” *nangis bombay*

Ah! Demi TeniPuri!! Semahal apapun akan kubeli!! *nabokin Konomi-sensei plus penerbit*

current song: We- Tachiki Fumiko & Hisayo Mochizuki
current mood: Kakinya atitt….
location: Home desu!

Owari!