Archive for November, 2009


Tokyo Ghost Trip

Mumpung habis keramas plus mandi… (yak iyalah, sekalian mandi ya keramas, bodoh!!) Aiko pun langsung ngacir ke MySoju.com buat nonton drama refrensi yang ia dapat saat surfing net di sekolah tadi…

Tokyo Ghost Trip

Starring Len-Len (Ouji) *kangen manggil Ouji dengan sebutan ‘Len-Len’*
dan Konii-tan (Kotani).

Tokyo Ghost Trip

Tokyo Ghost Trip

Continue reading

Ka-chan Ultah!! Xd

Title: Bokura no Puresento
Genre: Family Drama
Disclaimer: Siapa aja boleehh~ Xd *digatak Agency mereka-mereka, dan penulis lagu serta penyanyi ‘Arigatou’*
Music:Kokia — Arigatou
Mood: Sakit perut, sakit kepala, nyeri kaki, gangguan pencernaan… TT^TT *lengkap yah??*

=================================================

sila3

Aku akan selalu melindungi yang berharga dalam hidupku…

Continue reading

Kimi Dake…

Title: Kengo no Tanjoubi
Genre: Romance
Disclaimer: Masing-masing Agency dan keluarga mereka adja dah~
Current Music: NEWS — Happy Birtday
Current Mood: Kebelet~

=====================================================

Kengo

=====================================================

Hoshii mono nado, mou nani mo nai…
Kimi no hoka ni taisetsu na mono nado…

[There’s nothing else that I want
Nothing else is more important than you]

Kanagawa, 9 November…

Pagi ini kayak biasa Kengo terbangun dari tidur singkatnya semalam.
Suasana pagi yang nyaman, dengan wangi aroma kopi pagi kesukaannya yang dibuatkan sang Istri; Aiko.

Semuanya seperti pagi yang lalu… Pagi yang biasa…
Sampai…

“Innalillahi!! Jam 7!!” Pekiknya.
(emang Kengo bisa bilang Innalilahi?? Daijoubu ae lah… namanya juga penpic….)

Tanpa ampun laki-laki yang baru 2 bulan menyandang status suami ini langsung lari ke dapur untuk ‘menyapa’ (baca: protes) pada sang Istri, karena tidak membangunkan dirinya.

Padahal ada meeting hari ini! Gerutuknya dalam hati.

Saat dirinya menemui dapur, dirinya tidak menemui Aiko di sana. Hanya ada sepiring roti panggang hangat beserta kopi paginya yang menindih secarik kertas.

Ken-Ken sarapan sendiri ya… ^^

Tulis Aiko dalam memonya.

Gimana mau sarapan?? Rapat nih! Rapat! Kengo masih mengutuk dalam hati sambil menggigit roti panggangnya dan pergi terburu-buru.

(kayak anak sekolah, telat sambil gigit roti)

Hari ulang tahun yang payah…

Wajar dan pantes Kengo udah ngambek pagi-pagi budeg kayak gini. Pasalnya, Ia mendapat sejuta kesialan di hari ulang tahunnya.

Semalam Ia terpaksa tidur telat karena Aiko merajuk dirinya untuk membetulkan jendela yang udah ‘kriyet-kriyet’ sampai larut malam sementara sang istri tidur duluan tanpa mempedulikan dirinya.

Sudah bangun siang, dapet sarapan cuma sepotong roti panggang dan kopi. Dan… yang lebih parahnya lagi, Aiko tidak ada di sampingnya bahkan di rumah saat hari jadinya yang ke 25.

Hari ini, Kengo nggak naik mobil pribadi ke tempat kerjanya. Pasalnya lagi rusak dan belum sempat ‘mereparasi’ hasil gaji sekian bulannya sebagai akuntan tersebut. Jadilah Ia pagi-pagi ‘stand by’ di stasiun yang berjarak 300 meter dari rumahnya tersebut.

Karena kesiangan sekian menit, kereta pun menjadi sangat penuh dan sesak. Terpaksa Kengo harus berdesak-desakan dengan yang lainnya sambil berdiri.

Menunggu perjalanan ke kantornya, Kengo pun ‘hampir’ meneruskan tidurnya. Sampai akhirnya masinis yang Ia kutuk ‘bodoh’ mengerem mendadak sampai dahinya mencium kaca jendela kereta dengan sukses hingga menimbulkan benjol segede gundu.

Sampai di kantor, bukannya di bukakan pintu malah tangannya kena permen karet saat membuka pintu lobby kantornya.

Selesai ngacir ke meja kerjanya, Kengo malah dipanggil atasannya.

“Masuk…” jawab Kataoka — atasan Kengo dingin.

Pintu pun terbuka dengan mudahnya dengan satu dorongan halus. Seperti mempersilahkan Kengo untuk di hajar.

“Aku…. telat,” Kengo ngaku tanpa diminta.
“Kau sadar…”
Kengo mengangguk. Keringet udah nggak tau dingin, gak tau panas. Yang jelas ngucur kayak kran air yang terbuka.

“Dan proposal yang minggu kemarin…” Kataoka menunjukkan sebuah map hasil kerja keras Kengo tujuh hari tujuh malam yang lalu, “….. gagal.”

Hujan kertas membasahi Kengo dan mewarnai ruangan itu. Memang bukan cacian atau makian apalagi kekerasan yang Kengo terima gara-gara salah proposal. Tapi ancaman dipecat lebih mengerikan dari apapun.

Hari yang berat bagi Kengo… Benar-benar berat.

Seharian di ruang kerjanya, Ia tidak bisa melakukan apa-apa. Idenya buntu, pikirannya kusut. Baru hari senin, emosi udah kayak hari Rabu — hari banyak-banyaknya kerjaan.

Untung saja hari ini cepat berakhir. Kemejanya yang kusut… sekusut wajahnya. Udah gak karuan deh. Rasanya Kengo pengen ngamuk-ngamuk kayak banteng. Tapi gak bisa takut dikira orang gila. Akhirnya cuma bisa memendam semua kekinya dalam hati sambil berjalan pulang.

Jam berapa sih?? tanyanya dalam hati sambil membuka ponselnya. Terlihat wallpaper foto dirinya bersama sang istri di suatu pagi.

Teduh hatinya kalau mengingat Aiko yang cerewet, nyebelin, kekanak-kanakan, tapi Kengo suka.

Ah, sebaiknya… kujemput Ia di tempat penitipan…

Setelah sebulan menikah, Aiko memutuskan untuk mengajar di sebuah tempat penitipan anak.

Selain mengisi waktu luang karena nganggur ditinggal suami kerja, juga hitung-hitung latihan jadi seorang Ibu, alasan Aiko.

Kakinya menapak pada halaman mungil Penitipan anak bernama ‘Himawari’. Area yang tidak terlalu luas, namun hangat dengan hiasan-hiasan lucu buatan para guru pembimbing beserta anak-anak yang dititipkan.

“Hari ini, siapa yang berulang tahun??” terdengar suara Aiko yang sedang menemani anak-anak tersebut.

Tidak ada jawaban…

“Wah, sayang sekali ya?? Hari ini kita tidak bernyanyi deh…” ujar Aiko kecewa.
“Yaaaaahhh….” terdengar keluhan kecewa dari anak-anak lucu nan imut tersebut.
“Tapi sensei, lusa aku berulang tahun…” ucap salah satu anak.

Belum sempat Aiko menjawab, pandangannya tertuju pada Kengo yang sedang mengintip dirinya melalui jendela luar kelas.

“Ah! Hari ini ada yang berulang tahun lho!!” Sorak girang anak-anak asuhan Aiko menyambutnya. Tandanya hari ini mereka nyanyi.

Tanpa ampun Kengo langsung di seret sang Istri ke tengah lingkaran anak-anak yang mengitarinya.

“Hari ini, suamiku ulang tahun~” ujarnya bangga.

Udah pasti yang namanya wajah Kengo langsung memerah semerah buah plum walau ini musim dingin.

“Umareta koto deaeta koto
Ima soba ni ireru koto
Kimi no Happy Birthday ichinen ni ichido no mahou tokubetsu na hi”

[For being born
For being able to meet you
That I can be by your side now
Thank you
It’s your HAPPY BIRTHDAY
A magical, special day that happens only once a year]

————————————————————————————

Senja datang itu tandanya Aiko harus pulang karena tempat penitipan sudah sepi.
Kengo terduduk diam di salah satu sudut kelas menatap Aiko yang sibuk beres-beres.
Aiko yang merasa diperhatikan menoleh pada dirinya.

Senyumnya mengembang waktu melihat wajah Kengo tersipu dan beralih pandang.
Aiko beranjak dan menhampiri Suaminya, “Otanjoubi omodettou gozaimasu…” ucapnya lembut sambil berlutut di depan Kengo.

“Te… Terima kasih…”

“Semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu menyertainya…” Bisik Aiko sembari mengecup kening Kengo.

Senyum mungil mengulas di wajah Kengo. Seakan, semua kesialan hari itu terhapuskan oleh nyanyian ‘selamat ulang tahun’ anak-anak usia 3-6 tahun itu dan senyuman sang Istri.

“Oia, tadi di kelas, aku belajar membuat boneka kokeshi dari bola ping-pong bersama Mana-sensei dan anak-anak,” Aiko menunjukkan sepasang boneka Kokeshi laki-laki dan perempuan, “karena baru pertama belajar maka hasilnya kurang sempurna…” gumam Aiko mengamati sepasang boneka yang Ia letakkan diatas telapak tangannya.

Kengo menggenggam kedua boneka tersebut — sekaligus menggenggam tangan sang Istri, “Ini… sebagai hadiah untukku ya?”

“He? Ini kan cuma boneka murahan. Lagi pula… nanti akan kubelikan hadiah yang lebih bagus lagi…”

Kengo berlutut. Menyejajarkan diri dengan wanita yang dinikahinya 2 bulan lalu itu dan memeluknya, “Kaulah hadiah yang paling berharga untukku…” ucapnya.

“Ken-Ken??” Aiko tidak bisa berkata-kata.
“Aku bersyukur kok, memiliki Aiko-chan. Maka itu, aku tidak butuh hadiah yang bagus dan mahal,” bisiknya mesra.

“Ken-Ken sakit ya??” Aiko menempelkan tangannya diatas kening sang suami yang selebar lapangan tenis.

“Iya deh~” Kengo memeluk Aiko lebih erat \( ̄▽ ̄)/
“Kyaaaa~~!! Ken-Ken!!” o(>////<)o

==================================================

Untuk Ohkuchi Kengo

Ken-Ken chayank~ Met ultah yang ke 28~ (^^)v
Semoga kebahagiaan dan kesuksesan menyertaimu selalu…
Aku selalu mendo’akan yang terbaik untuk Ken-Ken.
Terima kasih sudah lahir… Terima kasih untuk pertemuan ini…

O.T.A.N.J.O.U.B.I…O.M.O.D.E.T.T.O.U…G.O.Z.A.I.M.A.S.U.!.!.! m(_”_)m

Untuk semua yang sedang berulang tahun… atau kerabat kalian…

Berikanlah mereka hadiah yang pantas. Walau murah, namun siapaun pasti akan sangat bahagia kalau hari lahirnya mereka di ingat seseorang.

Saigo wa…

Minna de Arigatou!! Otanoshimi ni~

m(_”_)m

Blog gue masuk situs porno??

Hari ini, kayak bisa Aiko langsung menyalakan komputernya alias OL setelah menutup pintu rumah dan lepas sepatu.

Udah hal mutlak plus wajar kalo dia langsung buka ‘Pesbuk’ ama Blognya.

Hal pertama yang Aiko periksa waktu buka blog adalah stats blognya yang naik, ataukah turun.

Terbukalah catatan terperinci tentang pengunjung blognya yang kotor.

Saat memeriksa rujukan link, Aiko menemukan sebuah situs porno.

Kok, ada situs porno (hentai) yah??” pikir Aiko dan langsung mengklik tautan atau link tersebut.

Onion6

Saat di-klik….

Kampret

Rese~

Bangke… Blog gue masuk situs porno. Bagus kalo bener-bener cerita mesum gue… Ini malah cerita ulang tahun gue” (=_=”)a

Ih… Cablak… Gue maunya masuk situs Yaoi, bukan Hentai… *digaplokin para kontra Yaoi*

current music: deru kipas angin
current mood: capeekk! panass!
location: home

~~~~~Owaru~~~~~

‘still’ Boys Love

Hari ini, rumah sepi………

Hal yang memungkinkan Aiko melakukan hal-hal yang bejat. *Muahahahahahahahah*

Mr-Onion-Head-18

Karena iseng gak ada kerjaan, Aiko pun nonton lagi film ‘Boys Love‘ *pembaca: Boys Love lagi… Boys Love lagi… Gue bosen!!*

Dan ternyata, pemirsa sekalian… Ada versi baru!! (woot)

Continue reading

%d bloggers like this: