Archive for October, 2009


Taisetsu na Koto part 2

“Ai~ ayo kita pergi,” Harumi udah siap buka pintu mobil.

“Iya, iya, aku turun,” Aiko keluar rumah lalu memasuki mobil SUV butut milik Tuti. Sejenak, Aiko mengamati rumah tempat Ia beranjak dewasa. Aiko memandangi sekitar rumahnya sampai ujung jalan. Dan…

“Ohkuchi-sensei??” Ia tahu ini fatamorgana, tapi tetap Ia turuti nuraninya untuk memanggil nama guru itu saat Ia melihat sosok yang berada di ujung persimpangan itu.

Namun, ini bukan fatamorgana… Sosok yang tengah meniti jalan menuju Aiko dengan terengah-engah, adalah Kengo.

Yume janai, magire nai utsu. Hohoende, sora wo miagete…

Aiko berlari menghampiri Kengo. Masih terlihat jelas raut kelelahan di wajahnya.

“Se… Sensei?!” Aiko menopang Kengo.
“Syukurlah aku belum terlambat…” ucap Kengo masih terengah-engah.
“Sensei berlari dari sekolah??” Aiko mengusap kening Kengo.
“Dari kantorku,” Kengo tertawa meringis.
“Kenapa Sensei ke sini??”
“Abe yang memberitahuku tentang keberangkatanmu,”

Aiko tersenyum getir. Bahagia, sekaligus merasa sangat perih, “Sensei tidak membawa mobil??”

Kengo menepuk keningnya sendiri, “aku… ” Ia mengalihkan pandangannya, “……lupa,”

Sejenak Aiko tertawa, lalu ia mendekatkan wajah mereka, “mobil saja sampai lupa…”

Namun rasa perih ini, tidak bisa hilang… “aku harus pergi, sensei,” suaranya parau terisak, “mungkin, tidak akan kembali lagi ke sini,”

“Kamu pasti akan kembali ke Kanagawa. Pasti,” Kengo mengusap airmata yang mengalir di pipi Aiko, “tapi sebelum itu, berjuanglah. Selesaikan dulu sekolahmu di Tokyo. Selama apapun akan kutunggu,”

“Sensei tidak melarangku pergi??” Aiko menatap kedua mata laki-laki itu tidak mengerti.

“Itu tandanya tidak cinta,” lagi, Kengo mengacak-acak rambut sedada gadis ini, “setelah itu, aku pasti menjemputmu. Sekarang, pergilah…”

“Terima kasih, sensei,” dapat Aiko rasakan hembusan nafas Kengo. Hangat dan menyentuh sekujur kulit di pipinya.

“Yak! Maaf sekali kami harus pergi,” Tuti pun menarik lengan Aiko dan mendorong wajah Kengo sampai mendangak.
“Oho… Oji-sama…” ledek Kengo.

“Yup! Jangan dekati anakku sebelum kalian sah…” Tuti makin mendorong Kengo ke belakang.
“Papa! Itu sakit!” giliran Aiko yang menarik rambut Papanya ke belakang.
“Ku ijinkan kalian, tapi… Setidaknya sampai Ia lulus,” Tuti merenggangkan dorongannya.
“Akan kutunggu…”

——————————————————————————————-

3tahun kemudian…

7月12日,夏花火

Selama tiga tahun ini, tidak banyak yang berubah. Aiko dan Sota yang masih bertengkar seperti biasa, Kengo sering ke Tokyo seminggu sekali, Tuti yang tambah lebay, dan Yuta yang masih suka cari masalah.

Malem ini, Aiko udah sibuk banget ngacak-acak seisi lemari.

“Ai nyari apa??” Harumi nyender di pintu nontonin baju-baju terbang di dalam kamar anak perempuannya.

“Yukata yang tahun kemaren,” jawab Aiko sambil terus ‘ngorek-ngorek’ isi lemarinya.
“Oh, yang itu bukannya kamu taruh di sini?” Harumi membuka laci paling bawah.
“Teheee…” Aiko malah garuk-garuk kepala sambil nyengir kuda.
“Kenapa sih, heboh banget?” tanya Harumi sambil membantu Aiko memakai Yukata biru’nya.
“Sensei akan menjemputku menonton kembang api,” jawab Aiko riang.

“Apaaa??! Kencaannn??!” teriak Tuti yang tiba-tiba nongol di balik pintu.

“Cuma nonton kembang api, papah… Jangan heboh gitu deh…” Aiko udah males ngadepin Tuti.
“Tapi kan selama ini, kalian selalu kencan di depan rumah,” sungut Tuti.
“Sudahlah, pah… Kali ini mama yang jamin Ai nggak bakal diapa-apain selama kencan,” Harumi mengusap-usap punggung Tuti yang udah mulai esmosi.

“Ai-chaann~ ada yang mencarimu nih,” teriak Sota dari lantai bawah.

Tanpa komando lagi, Aiko langsung turun ke lantai bawah.

“Ai…” belum sempat Kengo menyapa Aiko, gadis ini langsung nemplok.

Maklum aja, udah 5 bulan ini mereka tidak bertemu, karena kesibukan Kengo yang sering ke luar kota.

“Aku kangen,” Aiko melingkari pinggang laki-laki 25tahun ini.
Kengo tersenyum, “maafkan aku ya,” Kengo mengusap rambut Aiko hangat.
“Hah! Sensei jahat! Ini rambut ini ku tata susah payah, tau!!” Aiko ngamuk-ngamuk sambil megangin kepalanya.

Kengo cuma bisa ketawa melihat Aiko sibuk merapihkan rambutnya, “ayo, pergi,” Kengo mengulurkan tangannya.

“Eit,” dan disambut oleh sang papah, Tuti.
“Pengganggu lagi,” gerutu Kengo.
“Kalau begitu, takkan kubiarkan kau membawa Ai,”

Muga no Kyouchi melingkupi keduannya.

“Baiklah, apa mau mu, Oji-sama??” Kengo menaikan salah satu alisnya.
“Dilarang 3M!” Tuti menunjukkan ketiga jarinya, “dilarang menempel, mencium, dan menyerang. Mengerti!!??”
“Huh, berat juga… Tapi, baiklah,”
“Satu lagi, jangan pulang lewat dari jam 10!”

——————————————————————————————–

“Ai mau makan gula kapas?” tawar Kengo.
“Ah, tidak. Nanti saja,” senyum gadis ini sambil sibuk melihat-lihat.
“Sibuk banget?” goda Kengo.
“Ah, tidak…” sanggahnya. Ia tidak ingin kegugupannya terbaca.

Ya Tuhan… Sensei cakep banget dengan Hakama itu… Aiko mulai komat-kamit gaje.

“Kenapa sih??” Kengo udah mulai berasa risih dengan ‘puppy eyes’ nya Aiko yang diam-diam memperhatikan dirinya.

“Ung~ Ngaak! Gak apa-apa…”

Lalu mereka berjalan menuju tepi sungai sampai akhirnya Kengo tidak menyadari kalau Aiko tidak lagi bersamanya. Kalang kabut Kengo jadinya mencari Aiko yang badannya chibi di tengah lautan manusia ‘normal’.

“Sensei! Sensei!” Kengo menoleh ke sebelah kirinya. Tampaklah gadis berambut gelung dua itu melambaikan tangannya dengan susah payah.

“Kenapa menghilang tiba-tiba!?” Kengo jadi esmosian.
“Tadi… Aku menemukan penjual taiyaki…” Aiko pasti menundukan kepala kalau merasa bersalah.
“Ayo, aku menemukan tempat yang bagus untuk menonton hanabi,”
“Tapi sensei…” Aiko menunjukkan geta nya yang putus.

Kengo menghela napas, “ya udah,…” Kengo jongkok memberikan isyarat ‘ayo naik ke punggungku’.

“Sensei??” Aiko diem seratus bahasa termasuk bahasa planet yang biasa Ia gunakan untuk berbicara dengan Ayahnya yang lebay.

“Ayo, naik!! Tunggu apa lagi?!” Kengo misuh-misuh nya jadi.
“Tapi…”
“Kau mau ku gendong di depan?!”

Akhirnya, Aiko pun naik ke punggung Kengo. Walau gelagatnya nunjukkin kalo Kengo itu ngerasa berat.

“Sensei, kalo aku berat, aku turun saja. Aku tidak apa-apa kok,”
“Diam sajalah,”

Akhirnya mereka sampai pada sebuah tempat sepi.

“Sensei, sepi banget…” Aiko paling gak suka tempat sepi.

Kengo pun duduk di samping Aiko. Tatapannya mendongak ke angkasa dan diikuti oleh Aiko.

“Ssshh… Lihat,” terlihatlah ratusan warna cerah menghujani langit malam Tokyo, “ini bukit, jadi pemandangan hanabi lebih bagus dari sini,” Kengo rebahan di samping Aiko.

Arigatou itsumo soba ni ittekurette

“Wah, cantiknyaa!!” Aiko setengah mati girangnya melihat kembang-kembang tersebut mekar di langit.

“Aiko-chan…” Aiko langsung nengok waktu Kengo manggil namanya demikian.
“E??” yang ada, Aiko malah bengong di panggil begitu.
Kengo mengembangkan senyumnya, “sudah kuduga, panggilan itu cocok untukmu,”

Cahaya gemerlapan bunga-bunga tersebut menyinari sosok mereka yang saling berpandangan tanpa kata.

“Aiko-chan… Jadilah Ibu dari anak-anakku kelak,” telapak tangannya yang besar, melingkupi jemari Aiko yang kecil.
“Se… Sensei??” debaran saat pertama bertemu Kengo pun terulang kembali.
“Menikahlah denganku…” Kengo meyakinkan gadis 20tahun ini untuk menjadi istrinya.

Aiko tidak menjawab. Sempat bingung karena saking senangnya dilamar oleh orang yang selama ini membuatnya nyaman. Ia mendekap Kengo, dan menyisir rambut ikalnya dengan jemarinya, “Sensei pasti tahu jawabanku…” bisiknya lembut.

Ketika pandangan mereka saling bertemu, genggaman mereka semakin erat.

Aiko menundukkan pandangannya, “aku bersedia hidup bersama Sensei,”

Kengo mendapati wajahnya mendekati wajah Aiko. Dan satu kecupan lembut mencuri ciuman pertama Aiko.

“Maafkan aku yang melanggar larangan ayahmu,” Kengo tersipu. Wajahnya memerah merona bagai mentari waktu senja.
Aiko tertawa manja, “ih, wajah Sensei memerah…”
“Diamlah…”

Aiko mengecup pipi Kengo mesra, “aku yakin Sensei bisa jadi ayah yang baik…”

“Dilarang menyerang!” Larangan Tuti terngiang dalam pikirannya.

“Ah, baiklah… kita pulang saja,” ajak Kengo sambil berdiri, “sebaiknya, kita bicarakan semua ini baik-baik dengan Orangtua kita,” Ia mengulurkan tangannya.

——————————————————————————————–

“Aku… Pamit pulang dulu…” Kengo berpamit pulang setelah mengantarkan calon istrinya sampai pagar rumahnya.
“Tidak masuk ke dalam dulu?” tawar Aiko.
“Ah, tidak. Setelah aku melanggar dua janjiku,” Kengo hendak masuk ke dalam mobilnya, “aku tidak mau mati sebelum menikahimu. Terlebih, mati di tangan Ayahmu,”

“Tapi…” Aiko menghentikan niat laki-laki itu untuk langsung pulang.

Kengo terdiam mencari jawaban dalam bola mata Aiko.

“Tidak ada salahnya kan, sesuatu untuk perpisahan……”

Kengo berjalan mendekati Aiko.

“Oia, kupinta, jangan memanggilku ‘sensei’ lagi, ya…?”
“Kenapa??”
“Kan sudah kulamar. Panggilah nama kecilku…”
Aiko langsung memalingkan wajahnya, “tidak bisa…”
“Kenapa?”
“Aku terlalu malu, sensei~!” wajah Aiko udah memerah padam.
“Baiklah, aku tidak akan pulang sebelum kau ucapkan nama itu,” Kengo menyandarkan punggungnya di mobilnya.

“Ke… Kengo…” rasanya bilik dan serambi jantung Aiko bersatu dan pecah.

Kengo tertawa puas, “akhirnya…”

Kengo meraih tengkuk Aiko dan lagi, satu ciuman mencuri kecupan Aiko, “aku… Pergi dulu…”
“Kau pikir, kau bisa pergi begitu saja?” Tuti, tiba-tiba muncul.
“Ya, sepertinya aku benar-benar harus pergi,” Kengo mengacak-acak rambut Aiko, dan pergi.

——————————————————————————————-

“Harumi~!! Kau bilang si bodoh itu tidak akan macam-macam dengan anak kita~!” Tuti heboh sendiri di ruang keluarga, sementara yang lain sibuk menonton gelagat anehnya.

“Papamu berisik sekali,” Harumi tertawa kecil pada Aiko yang udah banjir keringet gara-gara disidang sang Papah.

“Mama bilang selama kencan, Aiko takkan disentuh??!”
“Kan taruhanku, selama kencan… Kalau sudah sampai depan rumah??” jawab Harumi enteng.

Sepertinya semenjak pacaran sampai menikah, hanya Harumi-lah yang tahan menghadapi cuap-cuap sang Suami.

“Aagh!! Kesucian anakku!!”
“Papa jangan lebay!” muka Aiko makin merah.
“Seperti kau tidak mencuri ciumanku waktu pertama kali kencan,” ujar Harumi enteng.

Semua terdiam.

——————————————————————————————–

7月23日, 夏

Malam ini, Kengo mengunjungi rumah orangtua Aiko. Dan berniat ingin melamarnya…

“Kau berniat menikahi anakku??” Tuti lagaknya udah kayak yakuza.
Kengo dan Aiko bersimpuh di depan Tuti dan Harumi.

“Ya, setelah Ia lulus kuliah,” jawab Kengo.
“Kalau mama, pasti mengizinkan,” ucap Harumi.
“Tapi…”

Aiko pasrah saja kalau sang Papa menolaknya.

“Selama Ai-chan bahagia bersama Kengo-kun, kenapa tidak??” Harumi meyakinkan sang suami.

Tuti kalah. Kalah dukungan. Dukungan keluarga… *kata-katanya kayak estapet… =_=”*

Tuti menghela nafas, “Tolong bahagiakan anakku baik-baik…” Tuti menepuk-nepuk pundak calon menantunya.

——————————————————————————————-

Tokyo, 8月6日,夏

Hari ini Aiko resmi lulus dari fakultas sastranya. Namun nampaknya, Ia kurang berbahagia hari ini.

“Ai-chan, mengapa cemberut??” Aiko ditemani kedua orangtuanya saat wisuda.
“Kengo tidak di sini,” jawabnya lesu.

Hakama yang ia pamerkan ke seluruh anggota keluarganya semalam, tidak bisa Ia pamerkan kepada calon suaminya hari ini.

“Tapi kan semalam ia sudah bilang, kalau hari ini sedang sibuk…” Harumi menenangkan Aiko yang sebentar lagi bakal ngamuk karena ke’lebay’an Papanya, Tuti.

“Kalian harus saling mengerti…”
Aiko mereda, “Hhh… Iya juga…”
“Ai-chan mau pulang??” tawar Harumi.
“Umm… Tidak, sepertinya Satoshi bilang, Ia akan mengembalikan kaset yang ia pinjam padaku,” senyumnya miris.

“Baiklah, kami pulang dulu,” ujar Harumi menyeret Tuti ke dalam mobil.
“Hati-hati, mah… pah…”

Ini minggu terakhir dalam musim panas, dan bulan Agustus. Selalu saja pada akhir bulan Kengo menjadi sibuk.

Tiba-tiba, ponsel Aiko berdering.

“Ya?” jawab Aiko.
“Selamat ya, atas kelulusannya,” Aiko tahu kalau itu suara Kengo.
“Terima kasih…” walau keselnya setengah mati, tapi senangnya lebih besar saat mendengar suaranya.
“Maaf ya, tidak bisa hadir…”
“Iya, aku mengerti,”
“Mau ganti apa??”
“He??”
“Iya, sebagai gantinya apa?”
“Aku… Ingin bertemu Kengo. Ingin sekali. Tapi, saat waktu senggang mu saja ya,”

Tanpa terasa Aiko menitikkan airmata. Kerinduannya sangat besar terhadap laki-laki tersebut.

“Aiko-chan? Kamu menangis, ya?”
“Ah, tidak. Tidak. Aku tidak menangis,”
“Sayang sekali kalau menangis. Padahal, Aiko-chan cantik sekali dengan Hakama itu,”

Aiko terkejut, “tahu dari mana kalau aku memakai Hakama??”
Kengo tertawa kecil, “karena aku selalu berada di dekatmu…”

Aiko kelimpungan mencari sosok calon suaminya. Pandangannya disebar ke seluruh penjuru arah.

Sampai tampaklah laki-laki itu sedang memperhatikannya dengan bersandar pada tembok gedung barat. Senyumnya yang khas mengembang seiring matanya yang menyipit.

Tanpa aba-aba lagi, Aiko langsung berlari dengan Hakama ‘kebesarannya’ menuju Kengo.

“Kau jahat,” bisiknya sesaat sebelum menutup ponselnya.

Aiko langsung meraih dan memeluk laki-laki itu. Disesapnya aroma tubuhnya.

“Maafkan aku yang terlambat…” bisiknya di telinga gadis yang tengah terisak dalam dekapannya.

“Apa ini?” Aiko menemukan sebuah buket bunga carnation dalam genggaman yang sedari tadi Kengo sembunyikan.

“Untuk istriku,” jawab Kengo.
“Hah?” Aiko tak mengerti.
“Iya, untuk istriku,” Kengo menyerahkan buket itu pada Aiko.
“Tapi Aku kan… Belum menjadi istrimu…”
“Secara tidak sah, sudah…” godanya.

Sesaat Aiko terdiam. Airmatanya menetes…

“Kau bilang hari ini ada pekerjaan!!” Aiko ngamuk-ngamuk buat menutupi tingkah ‘salting’
“Sudah selesai,” senyum Kengo tanpa dosa.
“Iih~!! Hobi banget bikin orang khawatir!!” o(>o<)o
"Habisnya… kau manis kalau sedang marah-marah…" A<)o

Wasurenai ima kono toki wo
Bokutachi no jidai wo
Nani mo nai basho kara hajimatte
Tabidachi no toki wo mukaeta

— This unforgettable moment
And our day and times
Started from a place with nothing
We embraced the beginning of our journey —

====================================================

Aikono note v(^w^)>: Fyuh… fanfic selama perjalanan saya satu minggu full membuahkan sekian banyak kata-kata ya?? Nggak nyangka banget bisa sekalian nulis fanfic di perjalanan. Terima kasih banyak, untuk suamiku, yang selalu menemaniku menampung inspirasi-inspirasi nyeleneh ini…

dedicated to:

Ohkuchi Kengo

dear~ dear~ Ken-chaaann~!! Aku mencintaimuu~!! Walau hanya sebatas fantasi, namun… bagiku kaulah suami terbaikk!! *setidaknya sampai saat ini…(waratte)* Andaikan kita benar-benar bertemu, maka tidak pada sesiapapun lagi kecuali kamu yang kupersembahkan hati ini… *nyumpel hidung pake pilinan tissue*

Para pembaca Taisetsuna Koto

Terlebih para juri-juri tetap *waratte* Terima kaseeehhh telah mengikuti Taisetsuna Koto~!!
I Love You all!! Dan, mohon dukungannya…

Bagi yang semalem komen, yang tadi siang bilang, “kimi no monogatari wa honto ni kakkoii,” yang menunggu saat-saat terbitnya cerita-cerita nyeleneh saya… Minna, ini semua saya persembahkan dengan segala perjuangan!!

Mulai dari ngorbanin waktu tidur, sampai berjuang melawan nyamuk. *PLAAAKK~!!*
Dan saya persembahkan dengan seluruh cinta saya *halah, lebay ==” *

Mohon dikomen… Mohoonnn bangeettt~!! m(_”_)m

Onegaishimasu yo~ m_”_m

Thanks to:

Terima Kasih atas pinjeman perannya~ Hehe…
Bayar royaltinya, ntar aja ya… Kalo fanfic-fanfic saya udah laku…

*ngibrit*

Dan Juga kaliaaannn~!! Aigatou Sagemoshita!! m_”_m

~OWARU~

La~ La~ La~

Hari ini, Koko nemu gambar baguss!! Apalagi coba kalo bukan si Kanetan…

Nah, kali ini, Koko pake itu foto mungil buat profilenya…

Ah~ Mas Kanetaaann~!! Daisuukkiii~!! (*>3<)~

justyou

Iyaaa~!! Kanetaaann~!! ‘Just You’!! Tapi, jangan ngeliat ke bawah donk… Seakan-akan, gue chibi… =_=”a

===============================================

BeTeWe kalo bahas Kanetan, gak bakal jauh dari yang nama’a Ouji.

Pasti itu anak dua, selalu nempel.. *kembar siam kale~*

Baru-baru ini, Koko sadar kalo Ouji manggil Mas Kanetan dengan sebutan ‘Kane-chan’ dan Kanetan ke Ouji dengan, ‘Ou-chan’.

ADA APA INI? :S

Lalu, pas Aiko denger di ‘Message for You’ di album ‘Best Actor Series 009’, Ouji bilang…

Ouji(O): Papa kara mite *bla~ bla~ bla~* (bahasa planet buat isyarat, ‘nggak ngerti’)
Kane(K): Papa?
O: Papa desu yo
K: Ou-chan Mama de..
Aiko: O_O Kaya ada samting-samting di antara mereka…

Aww~ Aww~ Aww~

current music: Kanesaki Kentaro & Yagami Ren – Message for You
current mood: Kenyaaangg~
location: home

Remioromen - Ether [05. 03. 09]

Te wo tsunaidara hazukashi kunatte
Sotto nami no kiwa wo aruite miru
Kaze no oto nara sora no kokyuu da ne
Kitto sekai no koto tsunai deru
Nanda ka fushigi da yo ne?
Kono toki wo wake autte

— I get a little embarrassed holding your hand
So I try walking quietly along the beach
The sound of the wind is the sky breathing
I’m sure it’s connecting the world
It’s really strange, isn’t it?
Sharing this time with you–

Kimi to ireruto boku wa dare demo naku
Hontou no jibun ni chikadukeru kiga suru yo
Futatsu no kagesu nahama ni yorisotte
Bokura no mae ni wa umi ga hirogaru yo

— When I’m with you, I feel like
I can get closer to my real self, not anyone else
Our two shadows draw closer on the sand
The ocean stretches out before us —

Me to me ga atte tereku sakku natte
Sotto nami no jun wo kazoete miru
Kaze no oto nara inochi no kodou da ne
Kitto sekai no koto tsutaeteru
Nanda ka ureshi iyo ne
Kono toki wo wake autte

— It’s awkward when our eyes meet
So I try counting the waves
The sound of the wind is life’s heartbeat
I’m sure it’s telling us about the world
It makes me happy
Sharing this time with you —

Kimi to ireru to boku wa dare demo naku
Hontou no jibun ni kidukeru kiga suru yo
Nanika shaberouka shizuka sugiru kara
Nami uchigiwa ni wa hikari ga sashikomu yo

— When I’m with you, I feel like
I can get closer to my real self, not anyone else
Should I say something? It’s too quiet
The light shines on the beach —

Kimi to ireru to boku wa dare demo naku
Hontou no jibun ni chikadukeru kiga suru yo

— When I’m with you, I feel like
I can get closer to my real self, not anyone else —

Nagai kage mo nami no rinkaku no naka
Suiheisen jou sora to deatta yo
Dakishimete ii kai hoshi ga deru made
Unmei senjou kimi to deatta yo
Bokura no mae ni wa umi ga hirogaru yo

— The long shadows fall within the outlines of the waves
On the horizon, the ocean met the sky
Can I hold you until the stars come out?
On the horizon of fate, I met you
The ocean stretches out before us —

Taken from ‘ETHER‘ Album [2005 09th March]
Copyright come Remioromen

Otanoshimi ni… m_”_m

Boys Love

Boys Love Live Action (film)

Boys Love Live Action (film)

Sore ini, mumpung Haha-ue lagi sibuk masak, Aiko pun langsung menghabiskan satu jam lebih untuk nonton ‘Boys Love‘ yang sempet bikin Koko gak bisa tidur *dasar anak bejat*

Part demi part pun Aiko download sampe habis.

Niatnya, mau nyari adegan di menit 1:03  di video ini.

Continue reading

Kindan no Koi

Kindan no Koi

Kindan no Koi

Hari ini, Aiko selesai menamatkan 12 part ‘Boys Love 2’.

Walau rada capek dan pengen protes karena gak ada adegan YAOI yang ‘wah’, namun, lumayan deh, liat si Kotani yang ganteng *baru kepincut*

Sama nyeselnya kayak waktu nonton ‘The Prince of Tennis Live Act Movie‘. Niat awal udah pasti nyari si MoriEi yang kabarnya jadi Sanada Genichiro. Eh, ketemu-ketemu malah di part 11.

Continue reading

Autumn Vacation

Minna! Aiko kembali lagi dengan penpic mesumnya! Douzo!

Current Song: Sanada Genichirou — Valentine Kiss
Current Mood: Ngantuuukk~~
Location: Way to Home~

Rikkai Daigaku Fuzoku

Rikkai Daigaku Fuzoku

Musim gugur ini, Rikkai pergi ke onsen terdekat di Hakone.
Niatnya sih musim panas kemarin. Namun karena Mura-buchou yang repot setengah mati mengurusi klub, terpaksa diundur.

“Yeeeyyy~!! Hakone~ Hakone~ Hakone~” Niou mulai joget-joget gaje bareng Jackal dan Kouhai-nya — Akaya.

“Bereeennn~….”

Kegirangan Bunta dihentikan oleh Sanada sebelum tepat mereka menginjak tempat pemandian.

“Sebelum kalian semua berendam, akan kutentukan teman satu kamar kalian dengan undian ini!” Sanada menunjukkan beberapa lembar kertas yang sudah digulung.

“Kertas ini berisikan nama-nama teman satu kamar kalian,” Sanada menyodorkannya tepat dihadapan Akaya.

Akaya menyipitkan matanya. — mengamati, “kayak mau arisan aja…” gumamnya ceplas-ceplos yang langsung disambut oleh jitakan Renji.

“Yak! Dimulai dari Yagyuu,”

Yagyuu mengambil kertasnya, “aku dapat Marui…” Ia menujukkan tulisan Sanada — yang bisa dibilang kayak ceker ayam, kepada teman-temannya.

“Aku dapat Renji,” ujar Niou.
“Jackal,” jawab Sanada lesu, “Yukimura??”

Cuma si Buchou yang sibuk melintir-lintir kertasnya sampe gak berbentuk.

“Oh, siapa lagi kalo bukan Akaya??” senyumnya.

“Kenapa pairingnya jadi hancur begini??!!” keluh Yagyuu diam-diam.

“Ada yang mau protes??!!” Sanada mendelik kepada seluruh ‘bawahan’nya.

Semuanya terdiam. Jackal menggelengkan kepala tanda setuju dengan cara konyol Sanada ini.

Walau begitu, mereka tetap bisa berkumpul bersama saat mandi bareng di onsen.

Tak terelakkan ombak tsunami yang dibuat anak-anak rikkai yang langsung terjun berendam sehabis menaruh barang-barang bawaan mereka.

Selesai berendam pun mereka langsung membalut tubuh mereka dengan yukata pemandian.

“Bagaimana kalau kita main kembang api sebentar sebelum tidur??!!”Ajak Niou yang langsung di -iyakan- oleh semuanya.

“E, tapi.. tunggu! Ada yang tertinggal. Aku akan kembali,”

Namun, tidak lama kemudian…

“Senpai~!! Senpai~!!” teriak Akaya dari kejauhan.
“Hhh… Itu monyet kembali lagi,” desah Niou.
“Senpai, kamarku… eh… kamar Mura-buchou… eh… kamar kita… eh… ARGH!! Sama sajalah!! Itu!! Itu!!” Akaya mulai meracau kayak orang kesurupan plus napasnya yang satu-satu.

“Pelan-pelan, Akaya,”

Akaya pun menarik napas dalam, “Pintu kamarku terkunci,”

“Jyaaahhh~! hanya begitu saja sudah heboh,” Bunta mendengus kesal.
“Bukan seperti itu!” Akaya langsung menarik tangan Renji dan berlari membawanya ke kamar yang dimaksud.

“Terkunci,” gumam Yagyuu saat memeriksa pintu kamar Akaya dengan Yukimura, “terkunci dari dalam.
“Aku bertaruh mereka sedang ‘itu’,” gumam Renji sambil menyeringai.

Tak berapa lama kemudian…

“Sanada, tolong jangan terlalu kencang,” desah Yukimura dari dalam kamar.

Sejenak para reguler Rikkai membatu. Renji langsung membuka telinganya plus matanya.

“Fukubucho parah…” gumam Akaya yang telinganya langsung ditutup oleh Jackal.

“Yukimura, jangan banyak bergerak. Aku tidak bisa mengikatmu,” terdengar suara Sanada.

Wajah anak2 Rikkai pun berubah menjadi merah padam.

“Sanada-fukubucho mengikat Mura-buchou?” Niou melirik Renji.
“Aku… memilih tidur di luar deh, malam ini…” Bunta bergidik ngeri sambil melihat Yagyuu.
“Hei! Aku tidak napsu dengan tubuh papan gilinganmu!” Yagyuu langsung mencak-mencak.
“Ssshhh!!” Jackal langsung menghentikan perang mulut konyol mereka — karena tak mau ‘aksi Sanada dengan Yukimura di dalam kamar terhenti gara-gara mereka berisik.

“Sanada sakit!!” Yukimura mengaduh.

Beginilah kira-kira wajah mereka saat mendengarnya… => (O_O)

“Yukimura, diamlah! nanti mereka bisa mendengar kita!” terdengar suara Sanada.

“Tapi aku udah nggak tahan!” jawab Yukimura.

“Hyaaagghh!! aku juga tidak tahan!!” teriak Jackal.

Seketika itu juga, kamar yang dimaksud langsung diserbu para anak-anak Rikkai sampai mereka jatuh tumpang-tindih.

Terlihatlah Sanada yang tengah membantu Yukimura memasang obi untuk yukata-nya.

“Sedang apa kalian??” alis Sanada yang sudah runcing, kian meruncing ke atas tatkala dilihatnya anak-anak Rikkai numpuk bertindihan di depan pintu — udah kayak barang obralan di pasar senen.

“Kalian sedang apa??!!! Melakukan perbuatan mesum ya?!!” malah Bunta yang nggak ‘ngeh’.

“Sanada sedang membantuku memakai obi,” senyum Mura-buchou tanpa tahu apa yang menjadi prasangka para anggotanya tadi.
“Kenapa kau mendesah seperti itu?!”
“Aku tidak bisa bernapas kalau obi-nya terlalu kencang,”

Semuanya melirik pada Renji.

“Ternyata aku salah,”

“RENJIIIIII~!!!”

~OwarU~

Raw19191

Wawancara bersama Aiko~ XD

Minna… Kali ini Koko akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang rada2 dan hampir nyeleneh soal Tenipuri. Karena saya inta bahasa Indonesia… Maka… Douzo~ m_”_m

I. YOUR ANSWER

1. First off! What is your favorite school?
Banyak mba’… bingung saya.. Seigaku, Ho’oh~ Rikkai, Hu’uh, Fudoumine, Ha’ah… Bingung deh! XD

2. Who is your favorite player?
Tezuka-buchou yang udah keliatan payahnya ^^ *digatak ember*

3. What is your favorite tennis move?
Tezuka Zone. Keliatannya halus banget gitchu… Tsubame Gaeshi sama Hakugei juga oceh… *waratte*

4. Who is your favorite doubles pair?
Pastilah Sanada x Yukimura *diserbu satu RT* kagak, bercanda. Um… siapa ya?? Kikumaru – Ooishi. Selain Syncronya keren, juga memiliki kisah yang mendalam. Huuukkkzzz~

5. What is your favorite tennis game in the series (who vs. who)?
Renji vs Sadaharu!! Nyaaaann~!! Matanya Inui keliataaannn~!! XD

6. What is your least favorite school?
Nagoya Seitoku. Gak adil aja pake pemain luar Japan… =_=

7. Who is your least favorite player?
Atobe… *nyengir, ditimpuk Kabaji* Narsis boangetz… Gak tau aja rada sebel waktu dia bikin lengan Buchou kumat… *digatak Atobe sm Tezuka*

8. What is your least favorite tennis move?
Laser Beam punya si Yagyuu. Rasa-rasanya kayak pelem Tokusatsu… *dibunuh Yagyuu*

9. Who is your least favorite doubles pair?
Shishido – Ryo?? Gak ngerti juga sih, doubles mereka itu kayak mana…

10. What is your least favorite tennis game in the series (who vs. who)?
Gak tau…

11. Favorite pair (homosexual or straight)? Why?
SanaYuki sampe mampusss!! *disirem air comberan* TezuFuji boleh.. Asal jangan ada Akaya *ade gue tuh!!* sm Inui. Gak boleh…

12. Least favorite pair (homosexual or straight)? Why?
Kiku-Ooishi. Jangan donk~ Plisss… Ojo dijadiin bojo toh~ To’ mereka jadi konco-konco ae… *didamprat raket*

13. A seme-with-seme pair? Like Sanada with… Tezuka?
Seme sama Seme sama Seme sama Seme *ngomong apa nih anak??* =_=”a Kalo Seme x Seme, masa jeyuk maem jeyuk. Ojo laahh~ XD

15. Any crack pairing/s?
Sanada x Gue?? *dilempar petasan* XD

16. Any weird pairing/s?
TakaxFuji?? Gak boleehhh~ Mas Taka masih inoseeeennn~!! XO

17. Favorite story arc (Kantou Tournament, Nationals)?
Nasional. Saya melihat mas Yuki seluruhnya euy~!! XD *dibabat clurit*

18. Favorite catchphrase?
Yudan Senzou ni Ikou! — Tezuka-buchou

Mada-mada da ne?? — Ryoma

Tarundoru!! — Sanada

19. Favorite TeniMyu?

More Than Limits!! XD *fans berat*
Rikkai ~first Service~ *pingsan liat Sanada sm Yukimura*

18. Least Favorite TeniMyu?
HyouteiMyu… ^^ *diguyur air beras*

19. Favorite TeniPuri Family and episode?
Seishun Kazoku. Yang pas kata Bonsainya buchou kepotong gara2 Ryoma… *ngakak*

20. Least Favorite TeniPuri Family and episode?
None!! I love them all!! XD

21. Favorite Soundtrack?
Soundtrack mana?? Anime?? “You Got Game?? — Kimeru” sm “Fly High Sky High — Toshihiko Matsunaga”

22. Least Favorite Soundtrack?
Gak tau… ^^

23. Best Filler Episode?
????

24. Crappiest Filler Episode?
Wakarimasen, mas…

II. TO BELIEVE OR NOT TO BELIEVE

1. Do you believe in the Ryoma/Sakuno Theory?
Iyeee~!! Ampe mampusssss~

2. Do you think Atobe is gay?
Mungkin. Habis lengketnya setengah mati sih, sama Kabaji… *dilempar bakiak*

3. Is the Rikkaidai Captain the bottom in his ‘relationship’ with his Vice-Captain?
Kayaknya dan semoga!! XD

4. Are all doubles players in love with their respective partners?
Ungggg~ *gak bisa jawab* Mungkin?? ^^;

5. Is there any team that can beat Seigaku?
No!! Yeah! SEIGAKU FIGHT!!

6. Is Jirou a narcoleptic?
NGGAK! Enak aja~

7. Can Kabaji speak?
Antara Iya dan Enggak XD *Disambit Katana*

8. Why is Sengoku ‘Lucky’?
Karena dia Lucky…. Coba perempuan…

9. Does Dan like Akutsu?
Mungkin… Tapi… Anak sekecil dia???!!! O_O

10. Does Horio really have ‘two years of tennis experience’?
Kayaknya kagak. Gede omong doang~

11. Is TeniMyu crap or just plain brilliant?
Awesome~

12. Is Fuji really in love with his buchou?
Mungkin… Lengket banget bow~ Lagian juga Fuji pengertian abiss sama Buchou~ *masang helm panci biar gak dibanting kursi*

13. Should PoT be a shounen-ai anime?
Janai deh. Ojo… nda’ usah… Ntar, Sakuno sama siapa??

III. CHOOSE ONE

1. Seigaku, Rikkai, Hyotei, Rokkaku, Yamabuki, St. Rudolph, Fudoumine, Shitenhouji, St. Rudolph, Josei Shonan or Higa?
SEIGAKU!! FIGHT!! JYOSHOO RIKKAIDAI!! St. RUDOLPH!! Shitenouji!! *Halah, semuanya ae~*

2. Golden Pair (Eiji/Oishi) or Silver Pair (Shishido/Ootori)?
GORUDEN PEA~!! XD

3. Sakuno Ryuzaki or Ann Tachibana?
Ryuzaki Sakuno~!! Ann sama Akira aja ya~ Kalo Momo kan buat Gue~ XD

4. Sanada, Atobe or Tezuka?
Ung~ Sanada kan udah dimiliki Yukimura… Jadi… Tezuka lah yang aqyu ambil… XD *dibelai shuuriken*

5. MomoRyo or RyoSakuno?
SakuRyo-lah~ Pasti!! XD

6. Royal or Imperial?
kayaknya… Ini semua berhubungan dengan Hyoutei. Kagak ah~

7. MomoRyo or KaidohInui?
Gak dua-duanya!! XP

8. Left-handed player or right-handed player?
Left-handed! Lebi jago!!

9. Tango or Waltz?
Waltz… boleh… Musik kesukaan Mura-buchou nih…

III. ANSWER THIS YOU SHALL

1. List all of the Characters you’ve fallen for.
– Tezuka Kunimitsu
– Yukimura Seiichi
– Sanada Genichiro
– Fuji Shuusuke
– Momoshiro Takeshi

2. List all the moves that you wished you could do.
– Tsuna Watari — Marui Bunta
– Tezuka Zone — Tezuka Kunimitsu
– Fuurinkazan — Sanada Genichirou
– Yukimura – buchou ability… Nyaaann~

3. Pick ONE character that you would like to meet in person.
Why ONE?

Mau ketemu Tezuka-buchou~ Sanada~ Yukimura~ udah… tiga itu aja cukup… Oia!! Akayaannn~!! XD

4. Any crossovers in mind?
Gak ada…

5. Any lookalike in other anime?
Gak tau~ TT^TT *BAKA!!*

6. Which tennis match showdown would you die to see?

Yukimura sama Sanada. Gue baru aja mati kemaren… ^^ Terus.. TezuFuji… XD

7. Any person you would like to have a match with?
Tezuka-buchou~ sama… Momo-chaaann~ XD

8. The schools you want to be a part of the tennis club.
Seigaku!! Rikkai juga boleh… Dua-duanya punya lapangan yang luaaasss~!! XD

9. What do you like about PoT?
Cowok2nya yang ganteng2~ XD *diceburin ke selokan*

10. Why is PoT the best anime there is?
Karena cowok2nya keyenz-keyenz~ XP~

The Character Songs!!

1. Your favorite Best Rival Player Album?
Ibu Shinji… Soalnya Moriyama Eiji yang nyanyi… Xd

2. Your favorite singles?
Tezuka Kunimitchhuuu~!! >,< *bersin* yang Akashi Keren bangetzzz!!

3. The characters in Tenipuri that you think have the most awesome voice?
Suara halusnya Mura-buchou sama suara beratnya Tezuka-buchou

4.Your favorite singing group?
Aozu

5. Your dream singing group?
Yukimura duet sama Tezuka. *dibelai katana’a Sanada*

6. Your favorite seiyuus in Tenipuri?
Okiayu Ryoutaro, Nagai Sachiko, Takahashi… sapalah.. yang ngisi suara Kiku-senpai. Terus… Ynag isi suara Mizuki Hajime. Nfuu~

Nani??!! (“OwO)~♥

Hari ini, Koko sweneng bwanget!!

Pasalnya…

The Prince of Tennis yang Ia impikan selama ini… Ternyata masih ada lanjutannya!!

Ai~ Ai~ Ai~ Ureshii na~♥

02-03

New Prince of Tennis ~♥

Kangennya Koko sama pangeran-pangerannya.

Tezuka-buchou, Mura-buchou, Gen-Gen fukubuchou, Momo-tan, Argh~!! Ouji-tachi~ Aitai yo~ (/>w<)/~♥

Ternyata mereka di undang untuk apalah ke Amerika. Koko juga gak ngerti. Yang pasti, mereka suruh memilih pasangan double dan melawan pasangan double mereka sendiri.

Diawali oleh Gakuto – Oshitari, yang dimenangkan oleh Oshitari.

12

Aiko no Komento: “Ih, Yuushi… Begitu ya, sama Gakuto (baca: pacar) *dilempar kursi penonton*

Lalu berikutya Pair Yaoi favorite gw yang kesekian. Yagyuu – Niou, yang dimenangkan oleh Yagyuu.

15

Aiko no Komento: Niou gueee! Hukz! Hukz! Ubububuweee~

Sugi wa Golden Pair. Kiku – Ooishi, yang dimenangkan oleh Kiku.

10

Aiko no Komento: Hukz! Cukup menguras air mata. Huhuhu… Kiku yang harus mengalah dan Ooishi yang memaksa untuk pulang.

Ada pair yang belum Koko baca yaitu.. Pair Yaoi yang paling gue suka sepanjang abad!
Sanada – Yukimura!
Nyaaan~ honto ni ureshii, nya~n~ \(>w<\)

17

Aiko no Komento: Aduh. Jadi deg-degan nih.. Sapa yang bakal menang ya?? Gue harap sih, cnta plus pujaan hati gue, Sanada Genichiro~ *dilempar bakul nasi*

Yup, sekian curhat Koko yang gaje…

Current song: The Prince of Tennis – Dear Prince
Current mood: excited 😀
Location: school

~OWARU~

Mou Mayoi wa Nai lyrics

Mou Mayoi wa Nai lyrics

Title: Mou Mayoi wa Nai [もう迷いはない]
Artist: Sanada Genichiro & Yukimura Seiichi (Kanesaki Kentaro & Yagami Ren)
Album: Best Actor Series 009 TeniMyu
Genre: Slow/Romance

友の温もりが、背中を押してくれる。
優しい一歩踏み出す時が来た。
厳しい未来は待ちゆけているかもしれない。
今は心安らかに季節を受け止めよう。

Friend’s warmth, pushed my back.
It’s my time to take one gentle step forward
Hard future may be wouldn’t wait.
Now I felt the season in the peaceful heart.

大切なものを守るための勇気を、
教えてくれた病という試練。
手探りで明日を、逆さなければならないだろう
しかし仲間を信じて、まっすぐ前を見よう。

The power to protect my precious things,
You give me trial called pain.
Groping tomorrow, if it won’t be upside down.
Then, believe in your friend, and let’s looking forward.

もう迷いはない、もう憂いはない。
人は幸せになるために、生まれて来たのだから。
もう迷いはない、もう憂いはない。
痛みと引き換えの夢を君にあげよう。

There’s no more hesitation, there’s no more sorrow.
Because people born to be happy.
There’s no more hesitation, there’s no more sorrow.
Pain and the exchange dream, I’ll give it to you.

Kimi wo Shinjiteru lyrics

Kimi wo Shinjiteru lyrics

Title: Kimi wo Shinjiteru [君を信じてる]
Artist: Sanada Genichiro & Yukimura Seiichi (Kentaro Kanesaki & Yagami Ren)
Album: Best Actor Series 009 TeniMyu
Genre: Slow/Romance

俺は行くよ未来の為に、手術室へ。
怖くはないよ、皆の思いに守られているから。
君も行け未来の為に、コートの中へ。
何も恐れなくていいよ、俺が祈ってるから。

For the future, I’ll go towards the operating room.
I’m not scared, because everyone’s pray protecting me.
For the future, you’ll go to the center of the court.
Don’t be afraid, cause I pray for you.

麻酔で薄れる意識に、現れては消える思い出。
汗と涙と愛しいまでの笑顔。
次に目覚める時は、君も俺も新しい未来にいるんだね?

Inside the fading consciousness cause of anesthesia, appear the vanish memories.
Sweats, tears, until the smile of our beloved.
In the next I awake, you and me will be in the new future, right?

俺は行くよ未来の為に、コートの中へ。
怖くはないよ、お前の思いに守られているから。
お前も行けよ未来の為に、手術室へ。
何も恐れなくていいよ、俺たちが祈ってるから。

For the future, I’ll go to the center of the court.
I’m not afraid, cause your pray protecting me.
For the future, you’ll go towards operating room.
Don’t be afraid, We’ll pray for you as well.

もう迷いはない、だって新しい未来。
手に入れたいから、だから俺は
俺は…行くよ。

There’s no more hesitation, but the new future.
Cause I want to join my hands with you,
I’ll go…

%d bloggers like this: