2009年9月24日

pemandangannn~

pemandangannn~

Minna! Aiko desu!

Yatta! Setelah kemarin pindah dari Brebes ke Tasik, Aiko pun menjalani hari keduanya di kota kelahiran Haha-ue.

Hari ini, diawali oleh hari yang membosankan.

Sampai pada malam harinya, Aiko mengunjungi ‘uwak’ atau kakak dari salah satu orang tua. Kali ini dari pihak Haha-ue.

Berhubung anaknya Oba-san atau uwak ini adalah seorang chef, dijamulah kita sekeluarga besar oleh masakannya.

Aiko udah ngiler pas ngeliat hasil ‘kerajinan tangan’ Chen-chen-kun, –sepupu Aiko. Ada Capcay, semur daging cincang, ent ikan gurame yang gak laku.

Mari, kita ‘telanjangi’ satu-satu masakannya… Hewhewhewhew…

–Capcay–
Capcay kali ini, Aiko cap aneh. Selain tidak ada wortel, juga berisi rumpud laud. He? Waktu digigit pun kriyuk-kriyuk kayak kayet. Huwekhh~

Tapi overall, rasanya maknyuss… Tambahan udang yang segede babon pun menghias makanan segede gunung tersebut.

–Semur Daging Cincang–
Aiko bilang enak. Tapi, kok pusing ya, pas beberapa saat setelah makan.

Aiko pun sudah seratus kali menanyakan ‘daging apakah ini?’ dan seratus jawaban yang sama, ‘sapi’.

Maklum aja, si nenek ini punya penyakit ‘darting’ alias darah tinggi. Hhh… Kepalaku… Aiko pun teringat cerita senseinya yang mempunyai ayah yang darting.

Jadi, kejadiannya tuh, tu bapak makan sate kambing, terus mimiran. Kata dokter, tu bapak beruntung. Karena, darahnya keluar di hidung. Kalo naik ke kepala, jadinya struk.

Hhiiey! Gue?! Struk?!! Allahu’akbar, Allah Yang Maha Besar… Ojo jahat-jahat karo kowe… Hukz… Hukz…

–Ikan Gurame Gak Laku–

Secara menyeluruh, tampilannya gak buruk-buruk banget. Tapi enggak tau kenapa, gak ada yang ‘nyolek-nyolek’ acan…

Overall, omedttou, Chen-chen-kun.. ^-^v

Nah, minna…
Saya udah kuenyang..
Udah duyu yah..

Jaa nee~

~owari~